Si Pembuat Ulah Jatuh Cinta

Si Pembuat Ulah Jatuh Cinta
Part 1


__ADS_3

"MARKONAH BANGUNNN UDAH SIANG"


Rachel berteriak kesal karna anak sulungnya ini selalu saja bangun kesiangan. Rachel sudah habis kesabaran dari tadi Dia membangunkan putrinya ini.


"Berisik Ma" Gia menutupi telinganya dengan bantal


Rachel menarik selimut Gia dengan kenceng hingga Gia jatuh ke lantai "Ini sudah mau jam 6, apa kau tidak mau shalat subuh Gia. Bukan nya hari ini pertama kali kamu masuk sekolah lagi!"


"Shittt...aduhh pinggulku dasarr Mama durhakim ga Inget umur aja udah tua masih aja teriak teriak gimana kalo serangan jantung tiba tiba coba" Sambil memegang pinggulnya yang terasa sakit akibat jatuh ke lantai.


Gia yang menyadari perkataannya langsung melihat ekspres sang Mama nya yang sedang menahan marah secepat kilat Gia berlari ke kamar mandi. "GIAA KAMU BILANG APA BARUSAN" Teriak geram Rachel.


Rachel berjalan ke arah meja makan dengan wajah cemberutnya untuk menyiapkan sarapan. Tiba tiba ada tangan yang melingkar di perutnya. Rachel tersenyum dan mengusap tangan itu.


"Gia susah bangun lagi Dear?" Riza menyandarkan dagunya di bahu istrinya


Rachel menghela nafas kasar "Udah kebiasaan tuh anak Pa, kalau gak di bangunin alamat tidur sampe dzuhur"


"Hahaha. Namanya juga kebo Ma" kata Rendi adiknya Gia yang masih kelas tiga SMP


"Hush kamu ini masa ngatain kaka sendiri kebo, eh tapi iya sih" kata Rachel cekikikan sambil menaruh roti yang sudah di olesi selai coklat ke piring Rendi


"Emang benar tuh ma, kaka kan kaya kebo kalau tidur. kaya mayat tidur malahan " Rendi menarik kursi meja makan lalu duduk di sana


"Heh bocah, enak aja bilang gue kaya kebo. Cantik gini" teriak Gia smabil menuruni tangga


"Emang lo kaya kebo Ka" kata Rendi santai sambil menggigit roti buatan ibunya


"Sekate Kate tuh mulut lemes banget, gue yang cantiknya ga ketulungan yang imutt mempesona terparipurna gini Lo samain Ama kebo " Gia menarik kasar kursi meja makan dan duduk di sana


Rendi langsung memutar kedua bola matanya "hah... Mulai dateng roh gaib kepedeannya"


"Sudah jangan berantem terus, pusing Papa lihatnya" Riza pun ikut duduk di kursi meja makan

__ADS_1


"Dia yang mulai Pa" kata Gia manja


"Dih apaan, dasar anak Papa lo" kata Rendi tak terima


"Emang, mau apa lo?" kata Gia nyolot


"Anggia, Rendi sudah. Mau sampai kapan kalian berantem terus" kata Rachel yang sudah jengah dengan kelakuan kedua anaknya ini


"Gi, papa harap kamu masuk sekolah pertama semester dua ini kamu ga bikin ulah lagi" Riza sambil menatap putrinya itu


Gia menggeleng sambil mengigit roti tawarnya "Hehe.. Gia ga janji ya pa"


Dari semester satu Gia selalu membuat ulah terus dan hampir setiap hari Riza selalu di panggil oleh kepala sekolah kelakuan Gia yang selalu membuat ulah seperti sering membuly dan yang lebih parahnya lagi Gia sering memanjat tembok benteng belakang kalo kesiangan dengan kedua temannya


"Ma Rendi berangkat dulu ya" Rendi mencium pipi Rachel dan mencium tangan Riza


"Hati hati Ren, jangan ngebut ngebut bawa motornya" kata Riza pada putra bungsunya


"Waalaikumsalam "


"Lo gak mau pamit sama kaka lo yang cantik ini" kata Gia menghentikan langkah Rendi


"Ck" Rendi berbalik dan mencium pipi kakanya


"Pergi dulu kaka ku sayang" kata Rendi malas


"Oke" Gia tersenyum bahagia


Rachel dan Riza hanya bisa menggeleng gelengkan kepala melihat kelakuan mereka. Meskipun sering bertengkar bahkan terkesan jarang sekali akur. Tapi mereka saling menyayangi satu sama lain.


"Pa, Ma aku juga berangkat" Gia melihat jam tangan yang melingkar di tangan kirinya


"Iya Gi, hati hati" kata Rachel

__ADS_1


Gia mencium pipi Rachel dan Riza secara bergantian "Assalamualaikum "


"Waalaikumsalam "


Gia masuk ke dalam mobilnya dan melajukan nya keluar dari pekarangan rumah. Di perjalanan Gia sambil mengotak ngatik handphone nya sedang janjian dengan kedua temannya agar menunggunya di area parkiran.


Gia saking fokus sama handphone nya tanpa menyadari dia menyenggol motor yang berada di pinggirnya.


Brakk


"Woyy lo ngapain berhenti mendadak sih!" teriak Gia sambil melongok kan kepala dari kaca jendela mobilnya


Seorang pria gagah dan tampan dengan seragam pakaian yang sama dengan nya. Membangunkan motornya yang terjatuh dan membuka helmnya.


"Maaf Nona, bisa tidak kalau bawa mobil jangan ugal ugalan" katanya sambil menghampiri Gia dengan nada datarnya.


Gia keluar dari mobilnya dan menutup pintu mobil dengan keras "Heh enak aja kalo ngomong. Gue gak ugal ugalan,elo tu yang gabisa bawa motor"


Pria itu hanya menggelengkan kepalanya "Kalau tidak ugal ugalan kenapa nyenggol gue?"


"Ck salah lo sendiri ngapain berhenti mendadak coba?" kata Gia tidak mau kalah


"Serah saya dong. Ini bukan jalan milik keluarga Nona" kata kata nya penuh dengan nada sindiran dan tentunya datar kaya aspall sambil melajukan motornya meninggalkan Gia begitu saja


"Ihhh ngeselin banget si tuh orang, awas aja kalo ketemu lagi" teriak Gia sambil mengepalkan tangannya dan memukulkan ke udara sambil melihat motor sport pria gila itu semakin menjauh.


Gia mendengus kesal dan kembali masuk ke mobilnya. Gia membenturkan kepalanya ke stir.


"Ahhh dasar cowo gilaa, sarapp anjirr ngeselin" gerutu Gia


Sementara pria itu tersenyum tipis "Dasar wanita aneh"


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2