Si Pembuat Ulah Jatuh Cinta

Si Pembuat Ulah Jatuh Cinta
Part 25


__ADS_3

Karena hari ini hari libur Cia akan main ke rumah Gia. Cia sudah rapi, setelah berpamitan dengan kedua orang tuanya. Cia langsung melajukan mobilnya.


Beberapa saat kemudian Cia sudah sampai. kebetulan di rumah lagi sepi. Cia langsung saja berjalan menuju kamar Gia.


Tok tok tok


"Siapa?"Teriak Gia dari dalam.


"Ini aku. Cia"Kata Cia.


"Masuk aja ci ga di kunci ko"Teriak Gia dari dalam.


Cia langsung masuk. dia berjalan ke arah sofa duduk di sebelah Gia. namun Gia masih fokus dengan ponselnya sambil senyum senyum sendiri.


"Lagi chtan sama siapa ka? kayanya seru"Kata Cia melirik Ke ponsel Gia.


"Biasa sama ayang bep"Kata Gia tanpa mengalihkan pandangannya.


"Oh. eh katanya ka Adka sama ka Johan akan kuliah di luar negri ya? kapan berangkat ke luar negeri?"Tanya Cia.


"Kemarin Adka kasih tau gue katanya mau tadi subuh. tapi karena ada urusan mendadak jadi sekarang. noh mereka sekarang ada di bandara bentar lagi mau berangkat."Jelas Gia melirik sekilas ke arah Cia.


Mendengar ucapan Gia. Cia langsung melamun pikiran nya ke mana mana memikirkan Johan. pria yang dulu pernah mengungkapkan perasaannya. Cia bertanya tanya kenapa Johan tidak memberi tahukan keberangkatan nya.


Percaya atau tidak, Cia tidak membohongi perasannya dirinya sediri. jika selama ini dia telah jatuh cinta pada Johan. Cia menunduk hatinya sesak Johan sama sekali tidak menemuinya lagi dari kemarin. Cia berharap Johan menemuinya untuk terakhir kalinya, tetapi Cia menepis semua itu mendengar kalau sebentar lagi Johan akan berangkat.


Apakah benar ka johan sudah tidak mau memperjuangkan cintanya lagi?? Dia juga tidak menemui ku saat akan berangkat, atau memberi tahuku kapan berangkat. apakah dia sudah menyerah? atau ka Johan tidak memberi tahuku karena dia ingin melupakan aku?. ya Tuhan jika ka Johan jodoh hamba dekatkan lah. tetapi jika dia bukan jodoh hamba maka pertemukan dia dengan wanita yang mencintai nya.


Gia melihat Cia melamun. Gia menepuk pelan tangan Cia membuat dirinya tersadar.


"Cia Lo kenapa? Lo baik baik aja kan?"Kata Gia menatap wajah Cia murung tidak seperti biasanya.


"Eh gapapa ko ka"Kata Cia dengan senyum manisnya


"Ga usah bohong. gue liat kayanya Lo lagu sedih, coba cerita ada apa?"Gia menatap wajah Cia lekat lekat.


"Em-e itu aku sedih karena sebentar lagi ayah sama bunda akan pergi lagi ke luar kota. iya aku sedih karena itu"Kata Cia gugup harus menjawab apa.


Cia.. Cia.. aku yakin bukan karena itu. aku udah kenal kamu lama. aku bisa ngebedain kamu lagi jujur dan sedang bohong


"Lo kan bisa tinggal di sini. biar ga kesepian"Kata Gia.


"Eh iya sepertinya aku akan tinggal di sini lagi"Kata Cia.


"Kalo gitu skuy kita ke bioskop. gue bosen di rumah terus. gue mau refreshing. kita sambil shopping bareng. kapan coba kita shopping bareng"Gia bangkit dari duduknya menggambil tas miliknya.


Cia menggangguk sambil mengikuti langkah Gia berjalan ke bawah sambil berjalan beriringan.


*


*

__ADS_1


*


Adka dan Johan berjalan masuk ke dalam pesawat. Adka dan Johan berhenti di pintu pesawat berbalik badan melihat keadaan sekitar.


'Selamat tinggal Indonesia' batin Adka


'Selamat tinggal Indonesia. dan selamatt tinggal Cia semoga kita bisa bertemu di lain hari. semoga kamu selalu bahagia. dan maaf aku ga temuin kamu saat aku akan berangkat. aku takut kamu sibuk dan ganggu waktu kamu. dan semoga kamu adalah jodoh aku di masa depan.' batin Johan'


Setelah itu mereka langsung masuk ke dalam pesawat dengan berat hati mereka meninggalkan wanita yang mereka sayang. dan tidak lama pesawat yang mereka menjauhi area bandara.


...🌨️🌨️🌨️🌨️🌨️🌨️🌨️...


Beberapa bulan kemudian..


Beberapa bulan ini, Gia sudah mulai kuliah, bahkan sudah dua hari Gia kuliah di universitas xxx bersama Cia. kebetulan Galuh juga kuliah di universitas itu jadi dulu saat baru masuk Gia punya kenalan di sana. tetapi sekarang Gia sudah punya banyak teman, karena Gia orang nya asik membuat para mahasiswa berteman dengan Gia tapi kebanyakan Laki laki sih.


Beberapa bulan ini juga Adka tidak pernah telat memberi kabar sang kekasih. walau pun dia sibuk karena setelah pulang kuliah dirinya harus mengurus perusahaan di sana. walaupun baru beberapa bulan dirinya jauh dari Gia namun bagi dirinya itu seperti puluhan tahun.


Untuk melepas kerinduan pada Gia. Adka setelah pulang dari perusahan selalu membuat sambungan video call.


Namun Adka tidak tenang jauh dari Gia. tanpa sepengetahuan Gia. Adka menyuruh orang kepercayaan om Zek dan anak buahnya untuk mengawasi Gia dari jauh. Setiap harinya mereka selalu memberi tahu Adka tentang kegiatan Gia di kampus, seperti bergaul sama siapa saja, dan apakah Gia di sana baik baik saja dan kegiatan lainnya.


Tetapi beda dengan Johan, beberap bulan ini dia menunggu kabar dari Cia. tapi nihil Cia tidak pernah menelpon ataupun chat. Johan juga terlalu gengsi untuk menelpon atau chat Cia duluan. Johan pun mengambil kesimpulan kalo Cia tidak pernah menelpon dan chat dirinya karena mungkin Cia sudah melupakan dirinya dan sudah menemukan yang lebih baik darinya.


Di rumah Gia.Cia sedang duduk di tepi ranjang. Cia juga sama beberapa bulan ini selalu menunggu kabar dari Johan. Cia selalu mengecek ponselnya beberapa kali. dia berharap nama ka Johan tertera di ponselnya, menelpon atau pun chat. tapi sampe sekarang pun tidak pernah ada pernah notif dari orang yang selalu dia tunggu.


Ka Johan. kenapa kaka ga pernah telpon atau chat aku? Kaka ngasih kabar pun tidak. apakan Kaka udah melupakan a ko ku?


"Woyy bangsul ngelamun Mulu entar ke sambet tau rasa. Lo tau ga gue sampe sakit nih tangan ketuk pintu dari tadi ga ada yang ge waro. oh ternyata oh ternyata tuan putrinya asik melamun"Kata Gia sambil cemberut.


"Hehe.. ka Gia maafin ga kesengeran"Cia cengegesan tidak jelas.


"Karep mu lah. skuy kita berangkat keburu dosen datang nanti gaswat."Kata Gia sambil menarik tangan Cia.


"Selamat pagi Paman, bibi dan Rendi.


"Selamat pagi epribadehh"Teriak Gia.


"Astagfirullah Suripto, kamu Berdosa bngett. lihat tu ma jelmaan gorila nya sudah merajalela pagi pagi"Kata Rendi menatap tajam ke arah Gia.


"Diem Lo anak kecebong"Gia mentap tajam ke arah Rendi.


"Ya Allah Gusti. udah udah bisa ga sih kalian tuh akur"Kata Rachel


"Engga"Kata keduanya kompak sambil melempar tatapan tajam satu sama lain.


"Gia. Rendi cepetan sarapannya."Kata Riza dengan dingin.


Mereka berdua yang mendengar ucapan Riza yang tidak bersahabat langsung meneruskan sarapan dengan hening. setelah selesai sarapan Gia dan Cia pamit untuk berangkat.


"Ci Lo yang nyetir ya. gue lagi males"Kata Gia melempar kunci mobil ke Cia.

__ADS_1


Mereka masuk ke dalam mobil. mobil merek melaju dengan kecepatan sedang. di perjalanan Gia fokus menatap keluar jendela dan Cia fokus menyetir.


Ponsel Gia berdering. membuat Gia dan Cia langsung mencari ponsel siapa yang bunyi. ternyata itu ponsel Gia. Gia melihat nama Adka, menyambungkan video call.


"Siapa ka?"Kata Cia melirik sekilas.


"Biasa Adka"Kata Gia.


Gia memencet tombol hijau. Gia langsung melihat wajah Adka yang tampan yang sudah rapi.


"Selamat pagi sayang nya aku?"Adka


"Selamat pagi juga sayang nya aku"Kata Gia.


"Gimana kuliah kamu? banyak teman kan sekarang? kebayakan cowo kan temennya udah ketebak"Adka


"iya dung siapa dulu. cantek gini"Kata Gia


"Awas aja kalo deket dekat sama mereka. mentang mentang pacaran ga ada di sana"Adka


"Ih iya iya bawel. udah dulu ya sayang udah mau sampe kampus Babay mwah"Kata Gia.


"Iya. Inget jadi anak yang bener"Adka


"Astagfirullah iya bawel. udah ah Babay"Kata Gia langsung mematikan sambungan.


Pelajaran kesatu sudah selesai Gia dan Cia pergi menuju kantin. namun di kursi pojok ada dua cowok yang memanggil nama mereka. Gia dan Cia melihat ke arah suara ternyata itu adalah Ronald sama Adam mereka teman terdekat di kampus ini. Gia dan Cia berjalan ke arah meja mereka, mereka berdua duduk di depan mereka.


"Buset Lo pada lama bener. kita dah nunggu kalian sampe karatan"Kata Ronald kesal.


"Bodo amat kita ga nyuruh Lo buat nungguin gue"Kata Gia acuh.


"Ka Gia mau pesen apa? biar sekalian"Kata Cia melihat menu.


"Es jeruk aja satu"Kata Gia


"Okey tunggu sebentar"Kata Cia meninggal meja pojok.


Gia fokus dengan ponselnya sambil senyum senyum ga jelas. kalo orang pada liat sih seperti kurang waras. Ronald terus menatap Gia tanpa berkedip. Ronald adalah orang yang cuek dan bodo amat terhadap lingkungan termasuk sama cewek. tetapi jika sama Gia, Ronald menajadi hangat.Ronald kepo kenapa Gia senyum senyum sendiri.


"Lagi liat apaan seh. kayanya seru bener. pengen liat dong"Kata Ronald sambil mengintip ke arah ponsel.


"Apaan sih lo kepo bener. awas Lo sana jauh jauh"Gia mengibas ngibaskan tangannya.


"Tega bener Lo sama Gua"Kata Ronald dengan memasang seperti orang sedih.


Cia membawa jus dan pesanan dirinya tetapi saat sudah dekat dengan meja mereka, Cia tidak hati hati membuat Cia tersandung. Cia tidak bisa menahan tubuhnya.


Seorang pria yang melihat Cia akan jatuh, langsung berlari ke arah Cia dan menangkap tubuh kecil Cia. Cia bingung kenapa jatuh dia tidak merasakan sakit. Cia merasa ada tangan yang melingkar di perutnya. Cia perlahan membuka mata, Cia terkejut ada pria di hadapannya. Cia langsung berdiri sambil menjaga jarak dari pria itu.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2