
Mobil milik Johan berhenti di halaman rumah besar Arman. Johan dan Cia masuk ke dalam rumah itu sambil bergandengan tangan.
Tania yang melihat anak kesayangannya datang, dirinya langsung memeluk tubuh Cia dengan erat.
"Ko ga bilang mau ke sini sih sayang, kan bunda bisa masak makanan kesukaan kamu"Kata Tania sambil memeluk tubuh anaknya erat.
"Tadinya juga ga akan ke sini bunda, tadi Cia anterin makan siang buat ka Johan nah pulangnya mampir deh"Kata Cia melepaskan pelukannya.
"Udah ayo duduk, malah berdiri gini"Kata Tania menggandeng tangan anaknya di ikuti Johan dari belakang.
"Ayah kemana bunda?"Tanya Cia melihat ke arah sekitar.
"Biasa masih di kantor, katanya banyak pekerjaan"Kata Tania.
"Sayang, bunda. Johan balik lagi ya ke perusahaan, ada rapat"Kata Johan melirik jam di tangganya.
"Nanti sore aku jemput ke sini"Kata Johan mencium dahi Cia.
"Iya hati hati ka"Kata Cia menciumi punggung tangan suaminya.
"Iya pasti, Assalamualaikum"Kata Jihan menciumi tangan Tania.
"Waalaikusalam"Jawab mereka berdua.
Setelah Johan keluar dari rumah itu, Cia duduk di sebelah Tania sambil menyadarkan kepalnya di bahu Tania.
"Ada apa sayang?"Kata Tania mengusap lembut rambut Cia.
"Bunda, apa Reina udah ketemu?"Tanya Cia sendu.
Tania menghela nafasnya sambil mengusap bahu Cia. "Belum, orang suruhan ayah belum juga menemukannya. setelah orang suruhan ayah mendatangi rumah Reina di kampungnya dulu, di sana hanya ada bibinya aja. Reina sudah pergi dari sana bersama adiknya"
"Aku takut terjadi apa apa sama Reina di luar sana"Kata Cia menundukkan kepalanya dengan air mata yang sudah menetes.
"Sudah lah, sekarang kita hanya bisa berdoa. bunda yakin suatu saat nanti kita pasti akan bertemu sama Reina lagi"Kaya Tania menarik Cia ke dalam pelukannya.
"Oh iya bunda, Gia sekarang lagi sakit"Kata Cia sambil mengusap air matanya yang tersisa di pipinya.
"Gia sakit apa? tidak biasanya anak ini sakit"Kata Tania.
"Tadi pagi Gia muntah muntah, kepalnya pusing"Jelas Cia.
Tania tidak menjawab, bibirnya menyunggingkan senyum mendengar ucapan anaknya.
"Nanti kalo kamu pulang, ajak Gia ke dokter kandungan"Kata Tania mengusap bahu Cia.
"What, kenapa harus ke dokter kandungan? hah bunda apa jangan jangan?"Kata Cia kaget sambil menutup mulutnya dengan kepala Tania menggangguk cepat.
"Wah aku akan dapat keponakan"Kata Cia kegirangan.
"Kamu kapan nyusul sayang?"Tanya Tania mengusap kepala anaknya.
"Lagi usaha bunda, mungkin Allah belum mempercayai Cia untuk menjadi seorang ibu"Kata Cia dengan senyum manis.
"Pokonya jangan pantang semangat, kita harus terus berdoa sama Allah"Kata Tania memeluk tubuh Cia dengan eratnya.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
Wajah Adka sudah sangat kusut, dirinya harus mengelilingi setiap jalan jalan yang jualan cilok pesanan istri tercintanya.
Hari sudah semakin sore namun dirinya belum juga makanan pesanan istrinya. sudah hampir mengelilingi kota itu namun tidak menemukan sama sekali makanan pesanan istrinya.
__ADS_1
Adka sudah menyerah, dirinya akan pulang dan menjelaskan nya secara baik baik kepada Gia.
Namum di ujung jalan yang akan belok ke kompleks rumahnya, di pinggir sana ada gerobak cilok, Adka keluar dari mobil untuk memastikan.
Jantungnya berdegup sangat kencang, dirinya was was semoga saja kang ciliknya punya lesung pipi.
Mungkin saja ini adalah hari keberuntungan nya, akhirnya dia menemukan kang cilok yang punya lesung pipi.
Adka masuk kedalam rumah dengan wajah kusutnya, dirinya berjalan ke arah kamarnya dengan langkah gontai sambil memegangi plastik cilok pesanan tuan putri.
"Aku pulang"Kata Adka membuka pintu kamar dengan lesu.
"Wah apakah kamu sudah membelinya?"Kata Gia menghampiri Adka penuh semangat.
Adka mengangkat kantung plastiknya, dirinya menyimpan kantung plastik di meja, dengan cepat Adka membanting tubuhnya dengan keras ke arah kasur.
Gia duduk di sofa kamarnya dengan wajah berbinar sambil membuka isi kantung plastik yang di bawa suaminya.
"Sayang apa benar ini kamu belinya sama yang punya lesung pipi?"Tanya Gia memastikan.
"Heem"Jawab Adka memejamkan matanya merasakan lelahnya.
"Sayang"Kata Gia berjalan mendekati Adka sambil menggambil plastik cilok.
Adka menghela nafasnya, dirinya bangun untuk melihat istrinya.
"Iya sayang ku ada apa?"Kata Adka mengusap rambut Gia.
"Kamu pasti capek"Kata Gia menatap sendu Adka.
"Tidak ada rasa capek buat kamu sayang"Kata Adka sambil memaksakan senyum dengan kepenatannya.
"Benarkah? ya sudah sekarang kamu makan cilok ini. nih buat kamu aku tidak mau"Kata Gia menyodorkan kantung plastik isi cilok dengan senyum mengembangkannya.
"Kamu tidak mau ya"Kata Gia dengan matanya yang mulai berkaca-kaca.
"Aku mau ko sini"Jawab Adka cepat langsung menyambar kantung plastik yang isinya cilok.
Adka dengan susah payah menelan cilok yang ia makan sambil tersenyum terpaksa ke pada istri tercintah nya itu.
Sementara Gia memandang Adka yang sedang makan dengan senyum mengembangnya
Terus Adka beli susah payah dari kang cilok yang punya lesung pipi buat apa? buat apa hah? dan sekarang dia yang makan.
Pengorbanannya yang harus keliling kota buat cari cilok doang sekarang di makan olehnya sendiri. sekarang Adka ingin menyeburkan dirinya ke sumur se dalam dalamnya.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
Reina sedang membereskan tasnya untuk segera pulang, namun saat baru saja dirinya keluar dari ruangan tempat ganti pakaian, dari arah belakang seseorang memanggilnya.
"Reina tunggu!"Seru seseorang dari belakang.
Reina membalikan tubuhnya melihat siapa yang memanggilnya, ternyata Lina.
"Eh iya mba ada apa?"Tanya Reina dengan senyum manisnya.
"Kamu jangan dulu pulang, kita semua akan menyambut ibu yang punya restoran ini, Dia sekarang mau ke sini bersama keluarganya. katanya dia lagi ulang tahun jadi ibu itu bersama keluarganya mau makan makan di sini"Jelas Lida.
"Oh baiklah mba"Kata Reina dengan senyum manisnya.
Mereka berdua berjalan secara beriringan menuju pintu restoran, yang dimana semua teman kerjanya juga sudah menunggu di sana dengan berjajar secara rapi.
__ADS_1
Tidak lama dari luar sana dua mobil berhenti di depan Restoran, dari dalam mobil satunya keluar seorang wanita cantik separuh baya dengan seorang pria tampan separuh baya juga.
Kebetulan pas keduanya keluar dari mobil, tali sepatu Reina copot. dirinya berjongkok untuk membenarkan tali sepatunya yang terlepas.
Untung saja dirinya berada di jajaran kedua belakang jadi tidak terlalu terlihat saat berjongkok.
"Mama, sama Papa duluan saja masuk. aku mau telpon sekertaris ku terlebih dahulu"Kata Pria itu
"Baiklah jangan lama lama boy"Kata Wanita separuh baya itu.
Semua karyawan menunduk hormat saat wanita separuh baya itu masuk bersama pria di sebelahnya sambil bergandengan tangan.
"Selamat malam nyonya, tuan"Kata mereka sopan sambil membungkuk tubuhnya.
"Malam"Kata Wanita separuh baya itu dengan senyum manisnya sementara pria separuh baya di pinggirnya menatap mereka dengan wajah dinginnya.
Reina menangkap suara wanita itu, suaranya tidak asing di telinga Reina. dengan cepat dirinya bangun dari jongkoknya.
Matanya membulat saat melihat wanita yang sekarang adalah orang yang mempunyai restoran kerjanya.
"Tante Felly?"Kata Reina dengan wajah tak percaya nya.
Felly yang mendengar seseorang menyebutkan namanya, dirinya melirik ke arah suara. dirinya juga nampak sangat kaget melihat Reina yang berada di jajaran pelayan di sana.
"Hey Rein? kamu lagi ngapain di sini"Tanya Felly menatap Rein.
Semua karyawan langsung di bubarkan oleh Lina, Felly dengan cepat menarik tangan Reina agar mendekat.
"Pa ini Rein yang dulu pernah Mama ceritain, yang bantuin Mama saat mau di copet"Kata Felly menarik tangan Rein mendekat.
"Wah kebetulan sekali kalo begitu, perkenalkan nama saya Alex suaminya Felly"Kata Alex mengulurkan tangannya dengan wajah datarnya.
"Saya Reina pak"Kata Rein menjabat tangan Alex dengan senyum manisnya.
"Oh ya Rein, kamu ngapain di sini?"Tanya Felly sambil menarik tangan Reina agar duduk di sebelahnya.
"Saya pelayanan di restoran ini tante"Kata Reina dengan senyum manis.
"Wah bisa kebetulan sekali ya"Kata Felly dengan senyum mengembang di wajahnya.
"Eh maaf Tante, saya harus cepat cepat pulang. takut adek saya khawatir"Pamit Reina se sopan mungkin.
"Wah sayang sekali, tadinya Tante mau ajak kamu makan bareng sama Tante di sini"Kata Felly dengan wajah sedihnya.
"Lain kali saja Tante, kan Reina kerja di sini, jadi bisa kapan saja"Tolak Reina se sopan mungkin dengan senyum manisnya.
"Baiklah, tapi kamu pulang di anterin sama anak saya ya? kamu pulang sendiri bukan?"Kata Felly penuh harap.
"Tidak usah Tante, terimakasih Reina bisa pulang naik angkot"Kata Reina dengan senyum manisnya.
"Biar lah ma jangan di paksa, kan Reina tidak mau"Kata Alex.
Felly dengan cepat menatap Alex sambil mengedipkan matanya penuh arti, Alex hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya itu.
"Ayolah biar anak Tante tau rumah kamu, nanti Tante bisa main ke sana"Kata Felly penuh harap.
Saat Felly membujuk Reina agar mau di pulang oleh anaknya, dari arah pintu restoran seorang pria berjalan ke arah meja tersebut dengan gagahnya.
"Wah ada apa ini?"Tanya Pria itu.
Reina yang mendengar suara pria yang tidak asing di telinganya, dirinya langsung melihat ke arah sumber suara. matanya membulat sempurna saat melihat pria di depannya.
__ADS_1
"Kau!"Teriak Reina bersamaan dengan pria itu.
BERSAMBUNG.....