
Sementara di arah lain Ronald sedari tadi terus mentap ke arah meja pojok dengan amarah yang memuncak sambil mengepalkan tangganya melihat kemesraan Gia dan Adka.
Ronald langsung pergi ke arah toilet. Cia yang tidak sengaja melihat Ronald, dirinya mulai curiga dengan gerak gerik Ronald. Cia bangkit dari duduknya ingin mengikuti Ronald pergi.
"Sebentar ya. aku mau ke toilet dulu sebentar."Kata Cia sambil melangkah kakinya.
"Jangan lama lama Lo bentar lagi kita mau balik"Kata Gia
Cia menanggapi dengan anggukan. Cia berjalan ke arah toilet. dan benar saja dia melihat Ronald dengan logat yang mencurigakan. Cia terus mengikuti dari belakang. tetapi di tengah perjalanan Ronald mengeluarkan ponselnya dari saku celananya, dia melihat area sekitar seperti melihat keadaan sekitar. Ronald mengeluarkan ponselnya dan menelpon seseorang.
"Halo. gue butuh bantuan Lo"Ronald
"Ada angin apa Lo hubungin gue. emangnya bantuin apa?"
"Gue lagi suka sama satu cewek, dan ceweknya itu suka sama cowok lain. gue mau Lo nanti pura pura jadi pacar tu cowok apa gimana gitu serah Lo yang penting rencananya berhasil"Ronald
"Gampang kalo soal itu mah, asalkan imbalannya Lo kencan sama gue dalam satu Minggu ini gimana? Lo mau apa enggak?"
"Oke serah lo"Ronald
Setelah panggilan suara berakhir pria itu langsung tersenyum sinis. "Lo liat aja nanti. Gia pasti jadi milik gue"
Sementara Cia sedari tadi mendengar kan percakapan antara Ronald dengan seseorang yang di telpon. Cia bingung siapa yang akan mereka jebak? siapa cewek dan cowok yang sepasang kekasih itu? Cia banyak sekali pertanyaan di benaknya.
"Ronald"Kata Seseorang itu membuat Ronald refleks langsung berbalik badan.
"Ci-cia?"Kata Ronald gelagapan melihat Cia di depannya.
Kenapa Cia ada disini? sejak kapan? apa Cia mendengar semuanya yang aku ucapkan tadi sama si Jennie. ah bodoh kamu Ronald bodoh kenapa Lo ga nyadar kalo ada Cia
"Kamu lagi ngapain di sini?"Tanya Cia menatap Ronald.
Huh selamet. untung Cia ga denger omongan gue barusan.
"I-ini gue mau ke toilet"Kata Ronald gelagapan.
"Eh kalo gitu gue duluan ya"Kata Ronald sambil berjalan meninggalkan Cia.
"Tunggu"Teriak Cia membuat langkah Ronald terhenti dan membalikan badannya.
"Iya ada apa?"Kata Ronald sambil menyembunyikan kegugupannya.
"Aku denger semuanya obrolan kamu. aku ga tau cewek itu siapa, dan cowok itu siapa. Tapi aku mau ingetin sebelum kamu menyesal nantinya. Ingatlah kita tidak bisa memaksakan cinta. Sejauh manapun kamu mengejar cinta itu, tidak akan kamu dapatkan, karena sejatinya cinta sejati hanya akan berlabuh pada tempatnya. jangan kamu hancurkan ketulusan cinta mereka, dan pada akhirnya kita bakalan menyesal dengan perbuatan kita sendiri. ingat level tertinggi mencintai adalah merelakan. merelakan dan mengikhlaskan orang yang kita sayang bahagia dengan pilihannya. janganlah kita egois dengan keinginan kita tanpa memperdulikan perasaan orang yang nanti kita sakiti." Jelas Cia panjang lebar menatap Ronald dengan serius.
"Semoga kamu pertimbangkan lagi rencana kamu tadi, sebelum kamu menyesal. aku permisi dulu"Kata Cia sambil melangkahkan kakinya menjauhi Ronald.
__ADS_1
Ronald sedari tadi hanya diam membisu. dia mencerna semua perkataan Cia. yang dikatakan Cia emang benar dirinya terlalu egois untuk kebahagiaan nya sendiri tanpa memperdulikan orang lain yang tersakiti.
"Aghhhh...."Teriak Ronald frustasi sambil mengacak ngacak rambutnya.
"Maafkan aku Gia. maafkan aku. aku akan berusaha mengiklankan kamu walaupun susah tapi aku akan berusaha"Kata Ronald lirih.
"Semoga kamu bahagia dengan pilihan kamu"Lanjutnya lagi.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
"Maaf lama"Kata Cia sambil menarik kursi untuk duduk.
"Sumpah Lo ngapain di toilet lama amat"Kata Gia kesal karena sedari tadi menunggu Cia ga dateng dateng.
"Iya maafin dong"Kata Cia memasang wajah memelas.
"Udah udah kita pulang aja. udah makin siang"Kata Adka menengahi.
"Ya udah ayo, aku pulang bareng kamu ya yang. aku ga bawa mobil"Kata Gia sambil bergelayut manja di tangan Adka.
"Iya iya ayo"Kata Adka mengelus puncak rambut Gia.
"Yah terus aku pulang sama siapa dong"Kata Cia cemberut.
"Ah anu aku naik taksi aja. ah iya naik taksi aja ga papa ko ka"Kata Cia gelagapan.
"Udah ga ada penolakan. ayo"Kata Johan langsung menarik tangan Cia menuju tempat parkiran.
"Eh ka maaf. bukan muhrim"Kata Cia tersadar sambil berusaha melepaskan genggaman tangannya.
Johan seketika langsung melepaskan cengkraman di tangan Cia. membuat Johan salah tingkah sendiri dengan. Johan membuka pintu masuk untuk Cia.
Sementara Adka dan Gia hanya menggeleng gelengkan kepalanya melihat tinggkah Johan dan Cia malu malu monyet, eh meong. mereka berdua juga menyusul masuk ke dalam mobil.
Mobil yang mereka tumpangi keluar dari tempat parkiran kampus dengan tujuan yang berbeda beda. entah apa yang akan kedua cowok itu lakukan.
Di mobil yang Adka tumpangi di sepanjang perjalanan Gia tidak berhenti bicara. sampe Adka pusing mendengar nya Adka hanya mengangguk ngangguk sambil pokus menyetir.
"Ih kamu dengerin aku ngomong ga sih yang"Kata Gia menatap kesal.
"Iya aku dengerin sayang"Kata Adka melirik sekilas ke arah Gia.
"Bohong mana ada yang dengerin terus pokus ke depan sampe ga liat ke sini juga"Kata Gia cemberut.
Adka menepikan mobilnya di tepi jalan. Adka melihat ke arah Gia, kekasihnya lagi cemberut dengan membuang muka menatapan ke arah luar jendela. Adka yang melihat tingkah Gia jadi gemas sendiri.
__ADS_1
"Sayang"Kata Adka sambil mengelus pundak Gia.
"Si sayangnya ga ada. aku namanya Gia. aku belum ganti nama"Kata Gia sambil cemberut dengan masih melihat ke arah jendela.
"Udah dong jangan ngambek terus. perasaan dari tadi ngambek terus, aku minta maaf deh"Kata Adka seperti merayu anaknya.
"Biarin diri diri aku serah aku lah"Kata Gia cemberut.
"Eh sayang kesini deh itu di pinggir bibir kamu ada apa? coba aku mau lihat"Kata Adka sambil berusaha membalikan tubuh Gia. Gia dengan malas membalikan tubuhnya.
"Ih ada ap..."Kata Gia terpotong karena bibirnya sudah di bungkam dengan cepat oleh bibir Adka.
Gia yang tadinya hanya diam sekarang terbawa suasana Gia membuka mulut saat bibir bawahnya di gigit oleh Adka. mereka berciuman lumayan lama. Adka tersadar saat Gia sudah kehabisan nafas. Adka langsung mengakhiri ciuman dengan nafas keduanya yang bergemuruh.
Adka mengusap pinggir bibir Gia dengan senyum mengembang di bibirnya.
"Itu hukuman buat kamu yang dari tadi marah marah terus"Kata Adka sambil mencolek hidung mancung Gia gemas.
Gia yang tersadar dari bengongannya langsung blusing wajah nya memerah. Gia langsung membuang muka ke arah jendela menyembunyikan rona merah di pipinya.
Sementara Adka yang melihat pipi Gia memerah hanya menggeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah pacarnya yang malu malu. Adka melajukan mobilnya lagi dengan kecepatan sedang.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
Sementara di mobil yang ditumpangi Johan dan Cia. Cia di sepanjang perjalanan hanya diam sambil menatap ke luar jendela. Johan yang sedari tadi hanya mencuri pandang melirik Cia.
"Em ayah sama bunda kamu di Indonesia? apa lagi ke luar kota?"Kata Johan membuka percakapan yang sedari tadi cangnggung.
"Iya ayah lagi mantau perusahaan pusat ke luar kota bunda ikut ke sana"Kata Cia menatap sekilas.
"Terus kamu tinggal sendiri di rumah sekarang?"Tanya Johan.
"Enggak ko ka. kalo Ayah sama bunda keluar kota aku selalu nginep di rumah ka Gia. karena kalo di rumah sendirian suka bosen ga ada teman ngobrol"Jelas Cia mulai asik.
"Nanti malem aku jemput ya sama Adka ke rumah Gia"Kata Johan melirik sekejap ke arah Cia.
"Inget kamu ga boleh Deket sama si curut got itu"Kata Johan langsung serius.
"Curut got?"Tanya Cia sambil menaikkan alisnya.
"Maksud aku si Adam. kamu hanya milik aku seorang"Kata Johan menatap Cia.
"Kami tenang aja aku akan secepat nya lamar kamu"Kata Johan.
Bersambung
__ADS_1