Si Pembuat Ulah Jatuh Cinta

Si Pembuat Ulah Jatuh Cinta
Part 69


__ADS_3

Kini berita Gia dan Cia di culik sudah sampai di telinga keluarga Gia dan Cia. bahkan Reina juga sudah tau.


Bahkan sejak itu Reina sedang makan siang bersama Galuh saat mendapat kabar dari Tania, Reina langsung melesat ke rumah besar Tania.


Galuh sempat kaget saat mendengar nama Gia dari mulut Raina. namun dirinya langsung berpikir kalau nama Gia pasti banyak.


Reina dengan tergesa masuk kedalam rumah untuk menanyakan keberadaan Adka dan Johan dimana. sementara itu Galuh setia menunggu di dalam mobil tidak ikut ke dalam.


Setelah mendapatkan jawaban tentang keberadaan keduanya Reina dengan berlari kecil menuju mobil Galuh. Tania sempat melarang saat Reina bilang ingin membantu menyelamatkan Cia dan Gia.


Namun apa boleh buat Reina terus menyakinkan Tania bahwa dirinya akan baik baik saja.


Tidak lama Reina sudah sampai di tempat yang dia tuju. dengan cepat dirinya keluar dari mobil menghampiri beberapa mobil di depannya dengan banyaknya orang berbaju hitam.


Mata Reina terus menelisik kerumunan pria berbaju hitam dengan Galuh stay di sampingnya.


Namun matanya tertuju ke arah ketiga pria yang tidak asing baginya, Reina menarik pelan tangan Galuh sambil berjalan ke arah mobil berwarna hitam.


"Ka Adka, ka Johan gimana apa Gia dan Cia sudah di temukan?"Tanya Reina khawatir.


"Sudah kita akan mengepung ke tempat mereka. kau ngapain ke sini?"Tanya Adka dengan tidak sadar keberadaan Galuh.


Galuh yang melihat wajah keduanya dibuat yakin saja kalau memang benar Gia yang Rein maksud adalah Gia yang dia kenal.


"Gia mau ikut bantu cari Ka Gia sama Ka Cia"Kata Reina.


"Kau diamkan di rumah. ini sangat berbahaya"Kata Johan.


"Tidak Reina bisa jaga diri ko, lagian Reina tidak sendiri Reina bawa teman"Kata Reina memegang tangan Galuh.


Mata Johan dan Adka mengikuti gerak tangan Rein. mata mereka langsung membulat sempurna saat melihat Galuh.


"Galuh?"Kata Mereka serempak.


"Halo kawan, aku ikut ya buat selamatkan mereka. kau tenang saja aku tidak akan merepotkan kalian"Kata Galuh santai.


Sementara Reina di sebelah menatap Galuh, Adka dan Johan secara bergantian. apa mereka saling mengenal.


"Ck. baiklah nih"Kata Adka sambil melempar sebuah pestol ke arah Galuh dan dengan sigap Galuh langsung menangkapnya.


"Em apa kalian saling mengenal?"Tanya Reina menatap bingung.


Namum belum sempat Galuh bicara Zek langsung memutus agar cepat berangkat karena hari sudah semakin malam.


"Baiklah ayo kita berangkat!"Seru Zek sambil masuk kedalam mobil diikuti oleh Adka dan yang lainnya.


"Rere kau sebaiknya tidak usah ikut. ini sangat berbahaya"Kata Galuh khawatir saat mendengar rencana yang akan di jalankan.

__ADS_1


"Tidak. kau tenang saja aku bisa jaga diri"Kata Reina yakin karena dirinya tau sedikit tentang cara bela diri yang di ajarkan dulu oleh kakek nya waktu kecil.


"Baiklah. kau harus jaga diri, aku tidak mau kau terluka sedikitpun oke. nanti aku akan berusaha menjagamu"Kata Galuh memegang tangan Reina sementara Johan yang berada di samping Reina melirik jengah keduanya.


Johan dengan seksama terus mengotak ngatik laptop yang berada di pangkuannya. dirinya terus mengawasi beberapa anak buahnya yang di seludupkan di sana.


"Bagaimana jo? apa kau menemukan petunjuk yang lainnya dari mereka?"Tanya Adka melirik ke kursi belakang.


"Mereka masih terus mengawasi area sekitar agar tidak mencurigakan"Jelas Johan sambil terus menatap denah di layar laptopnya yang berada di gedung tua dengan simbol merah untuk titik para anak buah yang di seludupkan.


"Jadi kita belok ke kiri saja, nanti di ujung sana kita sudah menemukan gedung tua om"Jelas Johan kepada Zek yang fokus menyetir.


Zek mengangguk sambil mempercepat laju mobil dengan kecepatan tinggi. setelah sudah mulai dekat ke area tujuan, Zek memperlambat laju mobilnya.


Zek memperhatikan mobilnya dengan jarak yang tidak terlalu jauh dari gedung tua. sementara di belakang Johan terus fokus ke layar laptopnya sambil terus berkomunikasi dengan orang orangnya.


Dari layar laptop di denah gedung tersebut sebuah titik para orang suruhan Johan sedang berpencar di beberapa tempat.


Jumlah yang Johan seludupkan berjumlah sepuluh orang. dua orang berada pintu depan, satunya di ruang tengah, dua Laginya di lantai atas, satu orang di pintu sebuah ruangan dan dua orang nya lagi berada di dalam ruangan itu.


"Lapor bos. bos tinggal masuk saja nanti saya akan alihkan perhatian di pintu depan"Kata orang di sebrang sana


"Baik kita akan bergerak sekarang waktunya tidak banyak sekarang sudah pukul sepuluh malam"Kata Johan di sambungan telinga seperti earphone.


"Halo. kau berada di ruangan kan? apa di sana tempat Cia dan Gia di sekap? apa ada orang yang di balik semua ini di sana?"Tanya Johan.


"Apa! terus Gia dimana!"Seru Adka saat mendengar sambungan earphone yang tersambung kepada dirinya.


"Maaf bos. mungkin nona Gia berada di ruangan yang berbeda Karena di lantai atas sangat banyak sekali ruangan bos"Kata seseorang di sebrang sana


"Baiklah. apa semuanya sudah aman di sana?"Tanya Johan.


"Sudah bos"Jawab semua penyeludup di sana secara serempak


"Baiklah semuanya dengarkan. kita akan masuk ke sana saat rekan kita mengalihkan perhatian mereka. di sini ada beberapa titik. di depan arah masuk di tengah, di lantai atas dan ada beberapa kamar di atas sana"


"Di daerah yang saya sebutkan di sana banyak sekali penjaganya. jadi kita masuk ke rencana awal kita seolah olah seorang musuh yang sedang bentrok menyerang. ingat kita harus menyerang agar terlihat nyata"Kata Johan ke sambungan semua anak buah nya.


"Baik bos kami mengerti!"Serua semuanya serempak


Johan memberikan sebuah earphone ke Reina dan Galuh agar memudahkan mereka semua berkomunikasi.


Saat semua sudah siap. Johan bersama anak buahnya masuk dari arah pinggir secara mengendap ngendap, sementara Adka dengan anak buahnya di ikuti oleh Galuh dan Reina masuk di bagian depan sementara kelompok Zek masuk dari bagian belakang gedung.


Mereka terus saking menukar instruksi di sela mengendap masuk. saat penyelundup mereka berkata aman Adka bersama kelompok masuk dengan penyeludupnya mengalihkan perhatian para penjaga di sana.


Namun mungkin Johan kurang teliti, atau para penyeludup lupa memberitahu kalau di setiap arah depan pinggir dan juga belakang ada sedikit laser merah di bawah dengan kalau kita melewati nya akan berbunyi.

__ADS_1


Dan benar saja mereka tidak menyadarinya saat mereka melewati laser tersebut langsung suara berbunyi sangat kesar.


Para penjaga tersebut langsung mengambil senjata masing masing saat ada bunyi tanda ada penyeludup.


"Maaf bos kami lupa memberitahu perihal laser itu maafkan atas keteledoran kami sekali lagi bos"Kata penyeludup


"Bodoh! sekarang kita langsung masuk saja kita langsung saling menyerang"Seru Zek!


"Baik bos!"Seru semuanya serempak


Dengan sekejap semua penjaga disana saling menyerang satu sama lain, dari lantai atas pun saat mendengar keributan dari bawah langsung berhamburan ke lantai dasar.


Dan benar saja mereka di bingung dengan beberapa kelompok yang Zek rencanakan. mereka saling menyerang satu sama lain membuat para penjaga yang ada di sana mulai bingung untuk menembak.


Semuanya terus adu tembak satu sama lain. sementara Reina bersembunyi di di pinggir tangga sambil mengendap ngendap naik ke lantai atas.


Saat sudah berada di depan sebuah ruangan Reina dengan cepat masuk ke dalam ruangan itu. di dalam sana para anak buah yang di seludupkan sedang membantu membuka ikatan tali dari tubuh Cia.


Dari arah lantai bawah, penjaga yang berada di sana sekejap saja semuanya tumbang. dengan cepat Adka dan Johan naik ke lantai atas di ikuti oleh Galuh dan Zek.


Tangan Johan membuka pintu sebuah ruangan yang di maksud anak buahnya. Johan mendekati ke arah Cia yang sedang memeluk tubuh Reina sambil menangis histeris.


"Sayang kamu baik baik saja kan?"Tanya Johan khawatir.


"Ka Johan, aku baik baik saja. tapi ka Gia hiks.. hiks"Kata Cia sambil memeluk tubuh Johan erat.


"Gia kenapa ci? Gia sekarang dimana?"Kata Adka tambah khawatir.


"Cia ga tau ka Adka, tapi mereka bilang kalo Gia akan mati"Seru Cia sambil menangis semakin kencang.


"Brengsek! takan ku ampuni orang yang berani menyentuh istriku walaupun se ujung kuku pun!"Sentak Adka dengan emosi yang meluap-luap.


"Mereka sangat cerdik. kita sekarang sedang di kelabui mereka. mereka sengaja memisahkan tempat Cia dan Gia agar kita pokus sama menyelamatkan satu orang"Kata Zek.


"Terus kita harus gimana sekarang om?. waktu kita semakin mepet saja sekarang sudah jam sebelas malam"Kata Adka frustasi.


"Ka... Adka mung..mungkin saja Ka Gia sedang berada di sebuah tempat yang terdapat di tengah hutan gitu. kalau ga salah hutan xxx tadi saat Cia setengah sadar, Cia sempat mendengar sekilas pembicaraan merek..."Kata Cia masih terputus dengan tubuh Cia langsung jatuh ke bawah tidak sadarkan diri.


"Cia.. sayang heyy"Kata Johan semakin panik sambil terus menepuk pipi Cia.


"Ka Johan ayo cepat bawa Cia ke rumah sakit sekarang takut janinnya kenapa kenapa!"Kata Reina khawatir saat melihat bibir Cia sangat pucat..


Dengan cepat Johan mengangkat tubuh Cia ke bawah menuju mobil. dirinya ijin terlebih dahulu tidak bisa membantu mencari keberadaan Gia.


Adka juga tidak ambil pusing, dengan cepat semua anak buahnya mengikuti mobil yang Adka kendarai menuju sebuah hutang yang Cia katakan.


Di dalam hatinya Adka sangat cemas semoga saja tempat itu memang benar tempat Gia di culik.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2