Si Pembuat Ulah Jatuh Cinta

Si Pembuat Ulah Jatuh Cinta
Part 56


__ADS_3

kini sudah menunjukan pukul satu sore, namun Reina belum juga menemukan tempat lowongan pekerjaan.


Dirinya sudah melamar ke beberapa perusahaan, ruko ruko kecil dan restoran tempat saji.


Namun tidak ada satupun tempat yang ia datangi yang menerima lowongan pekerjaan.


Reina berjalan tidak ada tujuan, wajahnya sudah sangat lelah dengan keringat bercucuran di wajahnya.


Reina sudah menyerahkan, mungkin hari ini sudah cukup, besok dirinya akan melanjutkan lagi mencari pekerjaan.


Namun matanya tertuju kepada sebuah tempat makan yang banyak sekali pengunjungnya, Reina dengan semangat langsung masuk ke dalam tempat makan itu melewati beberapa pengunjung.


"Maaf mba apa di sini ada lowongan pekerjaan?"Tanya Rein kepada wanita yang berada di arah kasir.


"Kebetulan mba di sini sangat membutuhkan orang yang mengantar makanan, akhir akhir ini pengunjung sangat banyak kami sangat kewalahan"Jelas wanita itu.


"Wah benar kah? ini surat lamaran kerja saya"Kata Rein berbinar kegirangan.


"Iya mba, oh tidak perlu, mba bisa langsung bekerja hari ini juga, lihatlah banyak sekali pengunjung hari ini"Kata Wanita melirik semua pengunjung tempat makan itu yang sangat ramai


"Nanti teman saya yang akan antarkan mba untuk mengganti pakaian"Lanjut wanita itu.


"Iya mba iya saya akan bekerja sebaik mungkin"Kata Reina antusias.


"Mba Lina...tolong antarkan mba ini ke ruangan ganti pakaian, dia pekerja baru di sini"Teriak wanita itu melambaikan tangan ke arah temannya.


"Iya sebentar, ayo mba ikut saya"Kata Lina sambil senyum ramahnya.


"Iya"Kata Rein mengikuti Lina dari belakang.


"Nama kamu siapa?"Tanya Lina melirik Rein.


"Nama saya Reina mba, semoga saja pekerjaan saya tidak mengecewakan, tolong bimbingan nya dari mba Lina"Kata Rein sambil senyum manisnya.


"Kamu tenang saja, jika ada yang tidak kamu mengerti, kamu bisa tanyakan kepada saya, ruangan saya ada di sana"Tunjuk Lina ke sebuah ruangan di pojok.


"Wah pekerjaan apa mba di sini?"Tanya Rein.


"Saya kepala pelayan di sini, jadi kamu tidak usah sungkan sama saya"Kata Lina mengusap punggung Rein.


"Nah ini tempat kamu berganti pakaian, di dalam sana ada pakaian pelayan di dalam lemari warna putih, jika sudah nanti kamu ke ruang saya, saya akan jelaskan pekerjaan kamu nanti"Jelas Lina.


Reina mengangguk, dirinya masuk ke dalam ruangan itu, setelah menemukan lemari putih yang di maksud Lina, dirinya langsung menggambil baju dari lemari itu.


Setelah sudah rapi dengan baju pelayannya, dirinya keluar dari ruangan itu sambil membawa tas isi baju ganti nya ke ruangan Lina.


Tok..tok.. tok..


"Masuk"Teriak Lina dari dalam sana.


Reina membuka pintu ruangan itu, dirinya langsung duduk di depan kursi Lina.


"Rein pekerja kamu disini adalah, mengantar makanan dan mencatat apa yang pelanggan pesan, setelah kamu mencatat pesanan pelanggan, kamu langsung kasih pesanan tersebut ke Koki di belakang, dan setelah itu kamu mengantar nya lagi ke pelanggan."Jelas Lina.


"Baik mba saya mengerti"Kata Rein sambil senyum manisnya.

__ADS_1


"Maaf mba kalo boleh tau, gaji di sini per hari atau per Minggu?"Tanya Reina ragu.


"Oh kalo soal gaji disini, itu terserah pada kalian, disini ada yang menggambil perhari dan perminggu juga ada"Jelas Lina


"Baik mba kalo begitu saya permisi untuk mulai bekerja"Kata Rein bangkit dari duduknya dengan senyum manisnya.


"Iya ayo saya antarkan kamu ke ruangan pelayanan, biar saya perkenalkan kamu sama pekerja pelayan yang lainnya"Kata Lina bangkit dari duduknya sambil berjalan ke arah Rein.


Mereka berjalan secara beriringan keluar ruangan, mereka berjalan ke ruangan pelayanan yang sedang beristirahat.


Setelah Lina memperkenalkan Rein, Lina undur diri untuk ke ruangannya lagi.


Rein langsung bekerja ke sana kemari untuk mencatat pesanan pelanggan dan harus mengantar catatan pesan pelanggan tersebut ke Koki di belakang.


Kini hari sudah mulai malam, Reina membereskan barang barangnya untuk pulang, dirinya pergi ke ruangan Lina terlebih dahulu untuk mengambil gaji hariannya.


Uang gajinya tidak terlalu banyak, hanya dua ratus ribu perharinya, tapi dirinya tetap bersyukur, uang segitu menurutnya sangat banyak kalo di hitung perbulannya.


Setelah mendapatkan uang gaji pertamanya, Reina pulang ke rumahnya menggunakan bus.


...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...


Disebuah bar yang terkenal di kota itu, seorang pria sedang duduk di Subah ruangan VVIP dengan kedua wanita malam duduk di pangkuan nya.


Pria itu sedang menikmati minuman alkohol untuk menghilangkan kepenatan nya, dari kursinya lagi seorang pria satunya lagi sedang duduk dengan meneguk whisky di tangganya.


Kedua wanita itu tidak lagi diam, mereka meraba dada Pria tersebut sambil terus menuangkan whisky ke gelas pria tersebut yang sudah habis.


"Kalian pergilah.."Usir Pria tersebut.


"Tuan sebaiknya kita pulang, nanti kalo nyonya besar tau anda ke sini bisa marah"Kata Pria di depan pria itu.


"Baiklah kita pulang, nanti malam aku juga akan pergi makan malam dengan pacar ke 20 ku"Jawab pria itu sedikit mabuk.


Pria satunya lagi membantu memapah pria itu ke dalam mobil milik mereka. di sepanjang perjalanan karena efek pria itu minum alkohol terlalu banyak, membuat pria itu sedikit mabuk.


Mobil yang kendarai mereka tidak lama berhenti di kawasan rumah yang sangat mewah, dengan susah payah pria satunya lagi membantu pria itu keluar dari mobil yang sudah mabuk berat.


Pria satunya itu dengan sabarnya memapah ke pintu utama dengan menahan berat badan pria itu.


"Astagfirullah, apakah dia mabuk lagi Gle?"Kata Wanita separuh baya saat melihat ke arah pria yang sedang mabuk berat.


"Iya nyonya, tuan sangat mabuk berat"Jelas Gleend mendudukkan Galuh di kursi ruang tamu.


"Anak bandel ya kamu, sudah Mama bilang jangan mabuk mabukan lagi, gimana kalo Papa kamu tau hah!"Bentak Wanita separuh baya itu sedikit berteriak sambil menarik telinga Galuh.


"Wah wah.. Gle siapa dia berani sekali menarik telinga ku"Guman Galuh setengah sadar.


"Hey kurang ajar!"Kata Wanita separuh baya itu mengencangkan tarikan di telinga Galuh.


"Hey Gle kenapa kau diam saja, cepat singkirkan dia dari hadapan ku!"Bentak Galuh setengah sadar.


Gleend menelan selivannya dengan susah payah, bagaimana bisa dia mengusir nyonya besarnya itu, membayangkan nyonya besarnya ngamuk kesetanan saja membuat dirinya merinding.


"Merepotkan sekali, cepat kau bantu anak sialan ini ke kamarnya, kalau dia terus mericau seperti orang gila, tenggelamkan saja dia di bathroom agar otaknya encer"Kata Wanita setengah tua itu dengan wajah kesalnya.

__ADS_1


"Baik nyonya, kalo begitu saya permisi ke atas dulu"Kata Gleend berusaha memapah tubuh Galuh yang terus bergumam aneh aneh.


"Gle aku hebat kan mempunyai banyak sekali pacar, bahkan pacarku tidak terhitung, haha.. wajahku memang sangat tampan membuat semua wanita sangat tergila gila"Guman Galuh sambil tertawa


"Iya kau sangat hebat bos, sampai sampai kau tidak membagi ku"Kata Gleend kesal sambil berusaha membuka pintu kamar Galuh.


Sebelum Gleend membaringkan tubuh Galuh, ternyata Galuh sudah tidak sadarkan diri. dengan susah payah dirinya membaringkan tubuh Galuh di atas ranjang.


Gleend pergi ke bawah menemui Wanita separuh baya itu untuk pamit pulang.


...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...


Disebuah restoran tempat saji seorang wanita dengan baju ketatnya sedang duduk menunggu seseorang di meja pojok.


Tidak lama dari arah pintu restoran tersebut datang seorang pria tampan dengan gagahnya pria tersebut berjalan mendekati wanita itu.


"Maaf Beby membuat kau menunggu lama"Kata pria itu mencium sekilas kening wanita itu.


"Tidak apa Beby"Kata wanita itu sambil menggeser kursi agar dekat dengan pria itu.


"Kamu udah makan Beby?"Tanya wanita itu sambil terus menempelkan tubuhnya di pria itu.


"Udah honey, apa kau udah makan Linda?"Tanya Pria itu memeluk pinggang wanita itu sambil mengusap rambut wanita itu.


"Heem, honey aku sengat merindukan mu"Bisik Linda dengan suara sensual nya.


Pria itu tanpa aba aba langsung mengangkat dagu Linda, dirinya langsung menciumi bibir Linda dengan rakus, mereka saling membalas ciuman.


Karena kursi tersebut sangat pojok, membuat mereka tidak terlalu terlihat oleh para pengunjung lainnya.


Ciuman panas tersebut harus terhenti saat ponsel milik pria itu berbunyi. Pria itu menggambil ponselnya, matanya menangkap nama seorang wanita dari layar ponselnya.


"Sial gue lupa ada janji dengan indah malam ini"Guman Pria itu.


"Ada apa honey?"Kata Linda menatap pria itu.


"Tidak ada, Beby maaf aku harus segera ke perusahaan, asisten pribadi ku memberi kabar kalo di perusahaan ada masalah sedikit, maaf aku tidak bisa mengantarkan mu pulang"Jelas Pria itu.


"Kamu tenang saja besok kita ketemu lagi oke, besok aku jemput kamu di apartemen"Kata Pria itu mengusap kepala Linda sambil mencium sekilas bibir merah itu.


"Baiklah hati hati, nanti aku hubungi lagi"Kata Linda.


"Iya bye honey"Kata Pria itu.


"Galuh, hati hati"Teriak Linda sambil melambaikan tangannya.


Galau keluar dari restoran tersebut menuju mobilnya dengan tergesa gesa, dirinya langsung melesatkan mobilnya ke tempat pacar satunya lagi di sebuah pantai.


Namun saat sedang asik berciuman ddi sisi pantai, ponselnya kembali berdering ternyata pacar satunya lagi menghubunginya.


Galuh langsung mencari alasan kepada pacar nya yang bernama indah itu untuk pulang duluan tanpa mengantar Indah pulang.


Setalah pamit kepada Indah Galuh langsung meluncurkan mobilnya ke tempat pacar satunya lagi, Namun sama saat sedang mesra mesraan sama pacarnya itu ponselnya kembali berbunyi, tidak salah lagi itu dari pacar satunya lagi.


Malam ini Galuh sangatlah lelah, dirinya menemui sepuluh pacarnya sekaligus di malam itu, Galuh sampai pulang ke rumahnya pukul set dua belas malam.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2