
"Kau baru pulang?"Kata Zek saat Adka memasuki rumah nya.
"Iya"Adka duduk di sofa dekat Zek.
"Ada yang mau om bicarakan. om tunggu di ruang kerja om"Kata Zek berlalu pergi.
Apa yang ingin om Zek bicarakan. sepertinya ada hal serius.
Adka pergi ke kamar nya untuk membersihkan badannya dulu. beberapa saat kemudian Adka sudah selesai dengan ritual mandi nya.Adka melangkah kakinya menuju ruang kerja pa Zek.
"Duduk lah" Adka langsung duduk di sofa depan Zek
"Jadi apa yang ingin om katakan."Kata Adka menatap serius.
"Dulu saat kedua orang tua mu masih hidup. mereka menginginkan kau kuliah di luar negara sambil belajar mengurus perusahaan cabang di sana."Kata Zek menatap Adka serius.
Degg
Terus kalo aku kuliah disana bagai mana dengan Gia ku? aku harus menjelaskan nya dari mana dulu? pasti dia bakalan sedih saat aku memberitahunya
"Terus aku disana dengan siapa?"Tanya Adka.
"Kau akan ditemani oleh Johan. dia akan menjadi asisten pribadi mu"Kata Zek
Adka ada dalam pilihan yang sulit. antara pergi meninggalkan Gia demi mewujudkan kuliahnya. atau tetap berada di negara ini dengan mengecewakan Zek dan Alm. kedua orangtuanya.
Setelah pembicaraan mereka selesai Adka langsung pergi ke kamarnya untuk istirahat. Adka yang merasa bingung dengan keadaan nya saat ini.
...🌨️🌨️🌨️🌨️🌨️🌨️🌨️...
Gia baru selesai membersihkan dirinya. Gia keluar dengan handuk yang melilit di badannya. beberapa saat kemudian Gia sudah keluar dari ruang ganti dengan pakaian yang sudah rapi.
Gia melihat ke arah luar jendela, melihat ke arah taman belakang membuat dirinya lebih tenang melihat tanaman yang sangat indah buat di pandang mata.
Saat sedang asik melamun. ponselnya berdering membuat Gia tersadar. Gia langsung menggambil ponselnya dan melihat siapa yang menelepon nya.
Adka?
"Ngapain dia pagi pagi udah telpon aku"Kata Gia melihat layar ponsel tertera nama kekasihnya.
"Halo ada apa sayang? tidak biasanya kamu nelpon aku pagi pagi?"Kata Gia.
"Ada yang ingin aku bicarakan sama kamu"Adka
"Oh. kamu mau bicara apa?"Kata Gia.
"Aku ga bisa bicaran sekarang. kita ketemu aja nanti siang di taman deket kota"Adka.
"Oke. emm sepertinya sangat serius ya?"Kata Gia.
"Iya. nanti aku tunggu kamu di sana. maaf nanti aku ga bisa jemput kamu. aku ada urusan yang engga bisa di tinggal."Adka.
"It's okey. tidak masalah nanti kita bertemu saja di sana. kalo begitu aku tutup dulu ya telponnya. selamat pagi sayang"Kata Gia
"Selamat pagi juga sayangnya aku"Adka.
Gia mengira Adka ingin membicarakan sesuatu itu. Adka akan memberikan tahunya kalo dirinya tidak jadi untuk kuliah di luar negri.
"Assalamualaikum. kaka ku yang cantik. kembarannya orang utan."Kata Rendi di ambang pintu.
Gia yang tadinya senyum manis mendengar pujian adiknya saat mendengarkan lanjutnya langsung cemberut.
"Sekate kate Lo anak kecebong. ngapain Lo kisini hus.. huss pergi sana. semenjak Lo datang kamar gue hawanya jadi panas"Gia mengusir Rendi kelas.
__ADS_1
"Apakah saya perduli? oh tentu tidak."Rendi dengan wajah acuh.
"Lo berani sama gue?"Gia nyolot melirik tajam.
"Anjai"Rendi menatap Gia menahan tawanya.
"Sini Lo anak kecebong"Gia wajah merahnya menahan marah.
"Kalem bos kalem"Rendi dengan seribu langkah langsung lari terbirit-birit kebawah menuju meja makan.
"Rendi! Awass ya lo!"Teriak Gia kesal menatap kepergian Rendi.
...🌨️🌨️🌨️🌨️🌨️🌨️🌨️...
Gia sedang menunggu kedatangan Adka di kursi taman. engga berselang lama Adka datang dengan senyum manisnya berjalan ke arah Gia.
"Kamu udah lama di sini"Adka mencium kening Gia sekilas.
"Engga ko"Kata Gia menatap Adka.
"Eh katanya kamu mau ngomong. mau ngomong apa?"Gia menatap Adka.
"Aku harus kuliah di luar negri."Kata Adka menatap kelat ke arah Gia.
Deg
Gia hanya diam mematung mendengarkan ucapan Adka. dirinya tidak menjawab perkataan yang Adka bicarakan.
"Maafkan aku. aku ga bisa nolak untuk pergi ke luar negri untuk kuliah di sana. Ini keinginan kedua orang tuaku saat masih hidup. Om Zek memberi yang tahuku"Jelas Adka sambil memegang kedua tangan Gia.
Ternyata dugaan ku salah. aku kira Adka akan bilang dia ga jadi ke luar negri. tapi aku harus gimana lagi aku ga bisa halanginya untuk kuliah di sana.
"Aku hanya membayangkan. apakah aku bisa menjalankan hubungan kita dengan jarak jauh."Gia dengan lirih
"Hey.. kita masih bisa Vidio call, atau telpon. Masih bisa berkomunikasi" kata Adka
Gia berpikir sejenak emang ada benarnya apa yang di ucapkan Adka.
"Iya aku ngerti ko. sekarang ayo kita bersenang senang hari ini"Gia dengan semangat.
"Terimakasih. aku mencintaimu Gia ku"Adka membelai rambut Gia.
"Aku yang lebih mencintai mu"Gia mencubit gemas pipi Adka.
Mereka meninggalkan taman dengan berjalan ke arah mobil Adka sambil bergandengan tangan.
Mereka mengabiskan waktunya bersenang senang dengan berkeliling kota. sambil mereka pergi ke tempat wisata dan sore harinya mereka makan di sebuah tempat yang sangat romantis.
Malam harinya Gia mengajak Adka untuk ke pasar malam. Gia kesana kemari mencoba semua wahana yang ada di sana. Setelah puas mencoba semua permainan mereka bejalan bergandengan dengan tawa riang keduanya.
"Apakah kamu bahagia?"Adka berhadap ke Gia sambil mengelus rambut Gia.
"Aku sangat... sangat bahagia"Kata Gia dengan wajah senangnya.
"Dan sumber kebahagiaan ku adalah. melihat kamu selalu bahagia"Kata Adka sambil menarik kedalam pelukannya.
Saat mereka berpelukan mereka menjadi pusat perhatian semua orang yang ada di sana.
"Aku malu"Gia membenamkan mukanya di dada bidang Adka
"Jangan pedulikan tatapan orang. anggap saja mereka hantu"Kata Adka mengusap kepala Gia.
Gia memukul lengan Adka kesal. "Mereka manusia bukan hantu".
__ADS_1
"Hehe becanda sayang. kamu mah selalu masukin ke hati mulu. kali kali ke ginjal ke"Kata Adka dengan menggoda Gia.
"Iya aku mau masukin ke usus kamu"Jawab Gia dengan wajah kesalnya.
Mereka berjalan menuju mobil milik Adka, dengan Adka mengekori Gia dari belakang. Gia melirik ke belakang tidak menemukan Adka dengan kesal Gia langsung masuk ke dalam mobil sambil mengumpat Adka.
Namun tadi di tengah perjalanan Adka melihat ada boneka Teddy bear besar dengan bentuk hati di tengah nya. Adka pergi ke tempat itu untuk membeli kan untuk Gia sebagai tanda perpisahan nya agar Gia tetap mengingat dirinya kalo sudah tidak ada.
Aska langsung masuk kedalam mobil dengan membawa boneka Teddy bear besar. namun Gia tidak terlalu memperhatikan Adka masuk karena masih kesal.
"Sayang kamu masih marah?"Tanya Adka melihat Gia.
"Aku ga mau ngomong. dan jangan coba coba untuk merayu aku aku ga akan mempan"kata Gia dengan kesal menghadap ke arah jendela.
"Ih pacar nya siapa sih ini. pede banget siapa juga yang mau ngerayu."Kata Adka.
"Udah dong maafin aku. coba kamu balik hadap kesini sebentar"Kata Adka mengusap pundak Gia.
Dengan masih kesal Gia membalikkan tubuhnya menghadap Adka. Gia langsung terkejut melihat boneka Teddy bear dengan love di tengahnya mengerumuni muka Adka.
"Ini buat kamu"Kata Adka menongolkan kepalanya di sebelah kana boneka itu.
"Ah .... makasih sayang. aku sangat mencintaimu"Gua langsung memeluk Adka dengan boneka besar yang berada di tengah tengah mereka.
Adka langsung menyimpan Bone besar itu di jok belakang. Adka memandang wajah Gia dengan seksama.
"Maaf kan aku tadi meninggalkan mu"Kata Adka menatap Gia.
"Iya. Ahh... aku pasti merindukan pelukan hangat ini"Kata Gia langsung menghamburkan pelukan dengan sangat erat.
Adka tidak membalas ucapan Gia. Adka juga memeluk Gia dengan erat sambil mengelus kepala Gia. setelah lama mereka pelukan Adka melonggarkan pelukannya dan menatap Gia.
"Aku besok berangkat subuh subuh"Adka menatap Gia dalam dalam.
Gia menunduk hatinya seakan tidak rela sang kekasih besok akan pergi meninggalkan nya.
"Aku akan mengantar kamu ke bandara"Kata Gia menatap mata Adka dengan lirih.
"Tidak usah. aku berangkat akan sangat pagi."Kata Adka
"Aku janji nanti kalo udah sampai aku pasti akan langsung hubungin kamu"Kata Adka memegang pipi sambil menatap mata Gia lekat lekat.
"Janji?"Kata Gia menunjukkan kelingkingnya.
"Janji"Adka mengaitkan kelingkingnya di kelingkingnya Gia.
Cup
Adka mengecup bibir Gia sebentar. namun tidak ada penolakan dari Gia Adka melancarkan aksinya. Adka menggigit bibir bawah Gia agar membuka bibirnya.
Adka langsung melum*at bibir Gia. Saat mereka sedang asik ciuman. Adka sadar kalo Gia kehabisan nafas. Adka melepas ciuman keduanya mengatur nafasnya kembali.
Adka mengusap bibir Gia dengan senyum di bibirnya. "Manis"
Gia malu pipinya langsung memerah seperti kepiting rebus.
"Ah.. ee.. ituu.. anuu... Ayo kita pulang sudah semakin malam"Gia gelagapan sambil membuang muka ke arah jendela
"Hahaha... pacarnya siapa sih gemisin kalo lagi gugup."Adka tidak bisa menahan tawanya melihat sang kekasih gugup.
Gia mencubit perut Adka kesal yang sedari tadi belum selesai tertawa. "Udah puas ketawanya. cepetan kita pulang"
"Haihhh galak bener sih. iya iya kita pulang"Kata Adka sambil menyalakan mesin mobil.
__ADS_1
Adka melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. sepanjang perjalanan Gia masih bingung ingin bicara apa. dia masih malu mengingat kejadian tadi.
Bersambung