
Adka melepas ciumannya, membelai pipi Gia yang sudah memerah seperti tomat. Gia langsung memeluk Adka, menyembunyikan wajahnya di dada bidang Adka.
Astaga apakah gue barusan ga salah liat pa Adka kiss cewek itu?
Ah pa Adka ternyata dari sikap dinginya ternyata sangat romantis juga
Oh astaga kita nonton live
Cewek itu sangat beruntung sekali mendapatkan hati pa Adka yang sangat cuek
Ah aku ga kuat omoo pa Adka
Begitulah teriakan teriakan histeris para karyawan dan masih banyak lagi.
"Ih yang aku malu banget"Kata Gia di sela dekapan Adka.
"Ngapain malu toh ini perusahaan aku, anggap saja tadi tidak ada orang"Kata Adka dengan santainya.
"Ih nyebelin, gimana tidak ada orang noh banyak"Kata Gia memukul dada Adk kesal.
Adka melihat sekeliling, dan benar saja semua para karyawan yang berada di loby lagi menatap ke arah dirinya dan Cia. Adka membenarkan mimik mukanya seperti biasanya.
"Ekhem, ngapain kalian liatin saya sama kekasih saya. cepat kembali bekerja atau kalian saya pecat sekarang juga!"Kata Adka membentak sambil melirik tajam ke semua karyawan.
"Ba...baik Pak"Jawab semua serentak.
"Ihh ngeri banget tuh muka"Kata Gia bergidik ngeri.
"Enggak ko aku imut"Kata Adka merubah mimik mukanya di imut imutin.
"Iya pacarnya aku mah gemesin"Kata Gia sambil mencubit kedua pipi Adka.
"Pacar siapa dulu dong, pacarnya Neneng Gia"Goda Adka.
"Ish kamu tuh ya, udah ah aku mau pulang"Kata Gia melirik jam tangannya.
"Yaudah aku anterin ya"Kata Adka mengusap rambut Gia.
"Ga usah pekerjaan kamu banyak kan aku bisa naik taksi ko"Kata Gia menatap kekasihnya.
"Tidak apa nanti setelah aku anterin kamu kan bisa langsung kesini lagi, sekarang yang terpenting kamu selamat sampai tujuan kalo soal pekerjaan mah gampang. oke ayo"Kata Adka menggandeng tangan Gia menuju keluar perusahaan.
"Maaf aku selalu marah marah ga jelas, cup... I love you"Kata Gia sambil mengecup sekilas pipi kanan Adka.
"Maafin ga ya? maafin deh kasian. cup... I love you to sayang"Kata Adka mengecup bibir Gia sekilas.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
Mobil Johan berhenti di depan gerbang kediaman Cia. Cia turun dari mobil di ikuti oleh Rein di belakang nya.
"Maaf ya sayang, aku ga bisa mampir dulu pekerjaan aku di kantor lagi banyak banget"Kata Johan
__ADS_1
"Iya gapapa ko ka"Kata Cia
"Aku pergi ke kantor dulu, nanti malem aku ku rumah kamu oke, dah sayang"Kata Johan melambaikan tangannya.
"Iya hati hati di jalan ka"Kata keduanya barengan.
Setelah mobil Johan sudah tidak terlihat lagi. Cia mengandeng tangan Rein untuk masuk ke dalam.
Rein berdecak kagum saat melihat bangunan rumah Cia seperti rumah yang ada di dongeng dongeng.
"Wah rumah mba bangus banget, berasa kaya di istana"Kata Rein sambil melihat kagum area sekeliling.
"Kamu bisa saja, ayo cepetan kita masuk"Kata Cia terus menggandeng tangan Rein.
Tok tok tok
"Assalamualaikum"Kata Cia sambil mengetuk pintu.
"Waalaikusalam, sebentar"Teriak seseorang dari dalam rumah.
"Eh non Cia udah pulang"Kata Bi Pa'ah.
"Iya bi, ayah sama bunda mana ya bi?"Tanya Cia
"Tuan sama nyonya lagi di ruang tamu non"Kata Bi Pa'ah.
"Oh makasih ya bi, ayo Rein"Kata Cia menarik tangan Rein.
"Waalaikusalam, loh Johan mana sayang katanya kamu tadi keluar sama dia?"Tanya Tania.
"Ka johan tadi nganterin sampe depan gerbang doang, katanya mau langsung ke kantor banyak banget kerjaan"Jelas Cia membuat keduanya mengangguk ngangguk.
Sementara Rein hayang menundukan kepalanya, Rein iri kepada keluarga Cia yang sangat hangat, dirinya kembali mengingat almarhum Umi dan Abi nya.
Keluarga mereka juga tak kalah hangat, mereka dulu sangat menyayangi dirinya dan adiknya. namun dengan sebuah kejadian membuat orang tuanya meninggal dunia.
Cia seketika melirik Rein yang sedari tadi hanya menunduk. dirinya menarik pergelangan tangan Reina agar duduk di sebelahnya.
"Eh iya Ayah, Bunda kenalin ini temen Cia mananya Reina"Kata Cia melirik Rein yang sedari tadi menunduk.
Rein memberanikan diri mengangkat kepalnya. dia berusaha untuk menghilangkan kesedihannya dengan senyum ramahnya.
"Ha..halo Om, Tante nama saya Reina"Kata Rein tersenyum canggung.
Arman beserta Tania hanya mengangguk ngangguk sambil menatap Cia seakan mengisyaratkan butuh penjelasan. sementara Rein yang melihat keduanya hanya mengangguk tanpa menjawab dirinya langsung menundukan kepalanya lagi.
"Eh iya Rein pernah di bantuin ka Johan pas malam nya sebelum kita tunangan. ka Johan tolongin Rein saat melihat Rein di kejar para preman, nah Rein pingsan ka Johan tidak tega kan kalo ninggalin Rein begitu saja di jalanan ka Johan pun bawa Rein ke rumah sakit terdekat"
"Rein ini orang Sukabumi loh Yah,Bun dirinya kabur ke Jakarta karena akan di nikahin oleh Bibinya sama juragan jengkol bahkan mau di jadiin istri ke lima coba. kata Rein sih motifnya untuk membayar hutang bibinya. dan Cia mau minta ijin untuk malam ini Rein akan nginep di sini"Jelas Cia panjang kali lebar kali tinggi.
"Astagfirullah Ayah ga habis pikir ada ya orang kaya gitu"Kata Arman iba saat mendengar semua cerita dari anaknya.
__ADS_1
"Iya bunda juga ga habis pikir bisa bisanya menjual orang untuk membayar hutang"Kata Tania bersungut-sungut emosi.
"Eh iya Reina kan ya?"Tanya Tania.
"Iya tante"Kata Rein sambil tersenyum canggung.
"Kalo boleh tau orang tua kamu kemana, ko kamu bisa bisanya tinggal sama bibi kamu yang jahat itu"Kata Tania menatap intens.
"Em U..umi sama Abi sudah meninggal tante"Kata Rein dengan Lirih.
"Oh maaf Tante tidak tau"Kata Tania merasa bersalah
"Gapapa ko tante"Kata Rein berusaha tersenyum untuk menutupi kesedihannya yang teringat kepada Umi dan Abi nya.
Tania semakin merasa bersalah saat melihat mata Reina berkaca kaca sambil berusaha agar air matanya tidak menetes.
"Reina sini"Kata Tania sambil menepuk kursi di sebelah nya yang kosong.
Reina berjalan dengan ragu ragu ke arah Tania sambil menundukan kepalanya. setelah Reina duduk Tania langsung memeluk Reina dengan erat.
Pertahan Reina seketika runtuh dirinya tidak bisa menahan air matanya lagi dirinya terisak di dalam dekapan Tania.
"Hiks hiks.. Tante kenapa Umi sama Abi ninggalin Rein secepat ini, apakah Rein banyak salah sama Allah sampai sampai menggambil Umi dan Abi? Rein kesepian Tante, Rein rindu Umi sama Abi, Rein rindu pelukan Umi, Rein rindu di perhatiin Umi, Rein rindu semua yang ada pada Umi sama Abi hiks...hiks.."
"Hiks.. hiks... hidup Rein sekarang terasa hampa, hiks.. Rein harus tinggal sama Bibi Neli bahkan bibi selalu berbuat kasar sama Rein dan adik, hiks... hikss"Kata Reina memeluk erat Tania sambil sesegukan.
Arman bersama Cia yang melihat Reina menangis di pelukan Tania sambil menceritakan keluh kesah nya Rein sampai membuat mereka meneteskan air matanya.
"Sudah kamu jangan ngomong begitu tidak baik, allah sebenarnya sayang sama Umi dan Abi kamu makanya dia panggil mereka. Sudah jangan nangis, Rein sekarang ga sendirian lagi, kan ada Cia, Tante Tania sama om Arman, bahkan kamu bisa anggap kita keluar ga kamu"
"Kamu bisa panggil Tante sama kaya Cia panggil Tante dan panggil Om Arman dengan sebutan ayah, kamu harus semangat biar Umi dan Abi Rein di sana bangga, kalo Rein nangis terus entar Umi sama Abi Rein disana juga sedih"Kata Tania melepaskan pelukannya sambil mengusap air matanya yang berada di pipi Rein.
"Wih Rein kamu rekor bisa ngomong Indonesia sampai akhir tanpa campuran sunda"Kata Cia dengan senyum nya..
"Eh ko bisa ya? biasanya kan sok eh tuh kan baru aja ngomong udah belok lagi"Kata Rein menepuk dahinya.
"Pokonya kamu ga boleh sedih lagi oke, sekarang kita keluar"Kata Cia duduk di sebelah Rein langsung memeluk Rein dan Tania
"Makasih ya Ci, tan.. eh Bu..bunda kalian baik banget sama Rein. walaupun Rein baru kenal sama kalian tapi Cia dan Bunda sangat baik banget sama Rein. Rain sekarang sangat bahagia bisa kenal sama Cia, bunda sama ayah"
"Rein bisa merasakan kembali hangatnya keluarga bahkan hangatnya pelukan seorang Bunda"Kata Rein panjang lebar sampai meneteskan air matanya lagi, tapi sekarang air mata bahagia.
"Pengen ikutan dong"Kata Arman langsung bergabung memeluk ketiganya.
"Bunda, Ayah, Rein kita sekarang kaya Teletubbies ya"Kata Cia dengan gelak tawa nya.
"Eh iya ya"Kata Arman dengan tawanya di ikuti oleh mereka semua.
'Terimakasih ya Allah telah mempertemukan Rein dengan keluarga ini. Rein sangat bahagia, sekarang Rein ikhlas ko Allah ambil Umi sama Abi karena Allah sayang kan sama Umi dan Abi. sekarang Rein janji ga akan sedih lagi ko Umi, Abi. Umi sama Abi tenang ya di alam sana. Rein janji akan jagain adek, dan bikin adek bahagia'
Bersambung...
__ADS_1