Si Pembuat Ulah Jatuh Cinta

Si Pembuat Ulah Jatuh Cinta
Part 68


__ADS_3

Rencananya Adka dan Gia hari ini akan pulang ke rumah pribadinya yang tidak terlalu jauh dari keberadaan Johan.


Setelah semua barang-barang sudah beres, mereka berdua berpamitan terlebih dahulu. Cia mengandeng tangan Gia untuk mengantarkan ke depan sementara Johan dan Zek tidak ada di rumah sedang di kantor.


Sebelum masuk ke dalam mobil, Gia menoleh dulu ke bangunan rumah besar dengan menghela nafas panjang.


"Hati-hati gi, nanti siang aku aja yang ke rumah kamu!"Teriak Cia sambil melambaikan tangganya.


Tidak lama mereka sudah sampai di rumah yang sepat Adka beli dulu buat Gia. Gia masuk kedalam rumahnya sambil menelisik rumah yang dia tinggalkan.


Adka mengikuti langkah Gia dari belakang sambil membawa koper dan satu tas ransel.


"Sini, biar Gia yang bawa tas ransel"Kata Gia sambil tersenyum.


"Ga usah sayang biar aku saja. ayo kita naik ke atas"Kata Adka menggandeng tangan istrinya naik.


Pintu kamar terbuka, menampakkan sebuah kamar sayang sangat rapi dan bersih, namun hanya saja masih agak gelap karena tirai tirai belum di buka.


Perlahan kaki Gia masuk kedalam kamarnya, terlebih dahulu dirinya menyibakkan tirai agar sinar cahaya matahari masuk.


Sementara Adka berbaring terlebih dahulu di atas ranjang dengan terlentang. bibir Gia menyunggingkan senyum tak kala melihat suaminya terlentang di atas ranjang.


Matanya menerawang keluar jendela sambil memegangi perutnya yang sudah lumayan membuncit, tak henti hentinya Gia bersyukur dengan kehidupan nya sekarang.


Dirinya sangatlah bahagia mempunyai suami sangat sayang kepada dirinya ditambah lagi sekarang akan ada kedua anaknya yang akan melengkapi mereka.


Lamunan Gia seketika terbayarkan saat merasakan ada tangan kekar yang melingkar di perutnya.


Gia memejamkan matanya sejenak merasakan ketenangan saat di peluk oleh sang suami sambil memegangi tangan Adka yang melingkar di perutnya.


"Kamu kenapa hem ngelamun di sini?"Tanya Adka sambil mengecup pipi Gia.


"Aku sangat bahagia dengan kehidupan aku sekarang. semenjak aku kenal sama kau dulu, kau telah mengubah semua kepribadian ku, sikap ku yang selalu berbuat ulah"


"Aku sangat bersyukur mempunyai suami yang sangat sayang pada ku, dan sekarang kita akan mempunyai dua jagoan yang akan melengkapi kehidupan kita"


"Terimakasih sayang atas semuanya. terimakasih kau telah membuat aku yang dulu selalu berbuat ulah sekarang jadi bucin padamu"Kata Gia memandangi wajah Adka yang berada di pundak kanannya.


Adka membalikan tubuh Gia sambil memegangi kedua pipinya. "Sttt... kau jangan mengungkit masa lalu, semua orang pasti bisa berubah. sekarang kita fokus saja sama calon anak kita ini"


"Makasih sayang kau mau menerima aku yang banyak kekurangan ini, aku sangat beruntung mempunyai suami seperti kau"Kata Gia mentap sayang


"Sudahlah Kan gunanya suatu hubungan itu saling melengkapi kekurangan masing masing sayang, aku juga banyak kekurangan"Kata Adka mengusap lembut pipi Gia.


"Bahkan aku yang sangat sangat beruntung punya kamu"Lanjut Adka sambil merengkuh tubuh Gia dengan erat.


"I love you my husband"Kata Gia mengecup sekilas bibir suaminya.


"Love you to my wife"Kata Adka mencium bibir Gia mesra.


"Kau istirahat oke. aku mau mandi dulu mau ke kantor"Kata Adka mengusap pinggir bibir.


Gia menggangguk cepat sambil berjalan ke arah ranjang untuk duduk sambil bersandar. sementara Adka masuk kedalam kamar mandi.

__ADS_1


Tak terasa hari sudah semakin siang. Gia sekarang sudah rapi dengan baju dress selututnya untuk jalan keluar bersama Cia.


Gia perlahan menuruni anak tangga menuju ke ruang tamu. tidak lama dirinya menunggu, Cia sudah di depannya menunggu di dalam mobil. dengan antusias Gua masuk kedalam mobil bagian penumpang.


Setelah sampai di mall, mereka berdua dengan antusias terus berkeliling untuk membeli baju dan tas keluaran terbaru. namun mata mereka tertuju ke toko jam tangan couple.


Mereka masuk terlebih dahulu ke toko jam tangan untuk membeli jam tangan buat suami mereka.hampir semua mall mereka kelilingi membuat kaki mereka terasa kram dan sakit.


Sampai sekarang tangan mereka sudah penuh dengan beberapa Paper bag belanjaan. Mereka mampir terlebih dahulu di tempat makan saat mendengar cacing cacing minta di isi sekaligus sambil beristirahat.


Namun tanpa mereka sadari, dari jarak yang tidak terlalu jauh dari mereka. ada beberapa orang yang berpakaian hitam yang sedari tadi mengintai mereka.


"Halo bos, kita sudah menemukan target kita. namun dia sedang bersama temannya, apa kita bawa dia juga?"Kata pria tersebut menghubungi seseorang.


"..."


"Baik bos kita tidak akan melakukan kesalahan sedikit pun"Kata Pria itu sambil menyimpan kemabli ponselnya.


Makanan yang berada di meja kerja sudah kosong tanpa sisa. mereka memgangi perutnya yang terasa sangat kenyang.


"Ah leganya ni perut udah di isi"Kata Gia mengusap perutnya.


"Udah yu ka kita ke kantor nya ka Adka dulu. kata ka Johan dirinya ada di sana sekalian mampir buat kasi jam tangan yang tadi kita beli"Kata Cia


Setelah sudah membayar makanan mereka. Cia dan Gua berjalan beriringan menuju parkiran. namun di tempat lain pria pria yang berbaju hitam saat melihat keduanya keluar dari mall, salah satu dari mereka memberikan kode.


Cia dan Gia berjalan dengan tenang menuju mobil. tetapi tiba tiba saja mulut keduanya di bekap seseorang dari belakang.


Mereka berusaha meminta tolong namun entah apa yang mereka kasih di sapu tangan itu membuat keduanya sekarang tidak sadarkan diri dengan Paper bag yang sudah berjatuhan.


Namun tanpa mereka sadar, sopir pribadi Johan yang sedari tadi menunggu di dalam mobil keluar terlebih dahulu untuk membeli air mineral.


Supir tersebut sangat syok bercampur takut saat melihat mulut majikannya dan temannya sedang di bekap oleh beberapa orang dari belakang. dirinya tidak berani berteriak saat melihat are sekitar sangat sepi.


Untuk menghindari yang tidak tidak, dengan tangan bergetar ketakutannya dirinya menghubungi nomor Johan.


Johan yang mendengar kabar istrinya dan Gia di bawa pergi oleh seseorang, membuat dirinya langsung khawatir ditambah lagi mereka lagi hamil.


Adka juga tak kalah panik saat mendengar istrinya di cilik oleh seseorang. dengan perasaan panik dirinya dengan cepat menghubungi om Zek untung mengerakkan semua anak buahnya.


Ditambah lagi Adka dan Johan menghubungi anak buahnya untuk berkumpul merencanakan sebuah rencana.


Di sebuah ruangan Adka bersama Johan terus fokus ke layar komputer melacak keberadaan keduanya dari ponsel yang mereka gunakan.


Namun nihil kedua ponsel yang mereka gunakan tidak bisa di lacak, bahkan layar komputer langsung ngebleng menjadi warna putih.


Di tempat lain seorang pria duduk di sebuah kursi dengan senyum jahatnya saat mendengar anak buahnya berhasil menculik targetnya.


"Hahaha... Adka Wirantara kau akan hancur se hancur hancurnya!"Tawa iblis Pria tersebut penuh kebencian.


"Tuan mereka sedang melacak nomor ponsel kedua wanita itu"Kata Pria yang sedari tadi pokus ke layar komputer.


"Hal yang sangat mudah kau berikan virus ke komputer mereka"Kata Pria itu dengan seringai licik di bibirnya.

__ADS_1


"Dan setelah itu kau kasih dia sedikit kejutan"Lanjut Pria itu dengan senyum liciknya.


Adka mengeram kesal saat melihat layar komputer ngebleng.


"Brengsek! siapa yang berani bermain main dengan ku"Geram Adka penuh emosi.


"Ada apa?"Tanya Zek datang bersama anak buahnya.


Zek melirik ke arah layar komputer yang sudah berwarna putih. Johan masih pokus mencari penyebab terhadap komputernya.


"Komputer nya di kasih virus yang sangat banyak membuat ku susah untuk menghapusnya"Kata Johan kesal.


"Menurut ku orang ini bukan orang biasa. mereka merencanakan dengan matang sampai semuanya berjalan dengan rapi"Kata Zek terus melihat ke arah komputer.


Namun tiba tiba saja komputer tersebut menunjukkan sebuah tulisan membuat semua orang langsung melihat ke arah komputer.


...Hahaha apa kabar Adka Wirantara? aku kembali untuk membalas dendam ku. kau akan merasakan kehilangan orang yang kau sayang seperti diriku. kau akan merasakan gimana rasanya ditinggalkan orang yang kita sayang secara tragis. sekarang istrimu ada di tanganku. jika kau tidak mau terjadi apa apa dengan istri mu dan temannya, kau harus menemukan keberadaan ku sebelum jam dua belas malam. ingat kau tidak boleh membawa orang satupun ataupun polisi jika ingin istri kau baik baik saja....


"Brengsek! aku tidak pernah membiarkan Gia ku terluka sedikitpun"Seru Adka dengan emosi yang meluap-luap.


"Kau tenanglah terlebih dahulu. aku mau tanya apakah kau mempunyai musuh atau pernah membunuh seseorang?"Tanya Zek menatap lekat wajah Adka.


"Tidak aku tidak pernah melakukan keduanya"Kata Adka.


Zek berpikir keras tentang pembalasan balas dendam? mereka semua memikirkan tulisan apa yang berada di layar komputer, membuat mereka membuang waktu yang sekarang sudah menunjukan pukul 8 malam.


"Sial! mereka pasti terus mengelabui kita. kita pikirkan nanti tentang tulisan itu. sekarang kita harus cepat menemukan keberadaan keduanya"Kata Zek.


"Apakah mereka punya barang yang mempunyai alat pelacak?"Tanya Zek lagi.


"Ah iya cincin pernikahan ku mempunyai alat pelacak"Kata Johan sambil berlari kecil ke arah komputer yang satunya lagi.


Dengan teliti dirinya terus pokus mengotak ngatik komputer, dan berhasil. dirinya menemukan tempat keberadaannya.


"Berhasil. dari sini simbol merahnya tepat berada di sebuah Gedung tua di ujung kota"Kata Johan.


"Baiklah kita mulai dengan rencananya"Kata Zek dengan tegas.


Zek terus menjelaskan rencananya kepada anak buahnya. sementara Adka dan Johan pun sama menjelaskan rencana mereka ke anak buah masing masing.


Zek memberi instruksi untuk membuat rencana masing masing dengan dibagi tiga kelompok dengan di pimpin oleh Zek, Adka dan Johan satu satu dari kelompok tersebut.


Tujuan mereka ingin sedikit bermain dengan musuh agar membuat mereka kebingungan. namun jika rencana satu gagal, mereka akan langsung ke rencana kedua dengan menyatukan semua kelompok menjadi satu.


"Oke jadi sudah paham kan. mungkin saja orang ini akan mengelabui kita. kita jaga jaga saja kalau di gedung itu hanya mengalihkan perhatian kita. kita langsung masuk ke rencana kita yang kedua"Kata Zek kepada semua anak buahnya.


"Siap laksanakan tuan!"Jawab mereka serempak.


"Oke kalian berdua kerahkan anak buah kalian masing masing seperti rencana yang om bilang tadi. kita akan membuat sedikit permainan agar mereka bingung"Kata Zek.


"Baik om"Kata Adka dan Johan serempak.


Setelah semuanya sudah siap. mereka semua bersiap siap dengan membawa beberapa pistol yang di sembunyikan di belakang celana mereka.

__ADS_1


Bukan tanpa sebab mereka membawa beberapa senjata api, mereka hanya berjaga jaga kalau tiba tiba mereka menyerang secara tiba-tiba.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2