
Malam harinya mobil yang di kendarai Adka dan johan berhenti di kawasan rumah Riza, Mereka berjalan secara beriringan ke pintu utama.
Mereka berempat langsung di sambut hangat oleh Rachel, Rachel menggandeng tangan putri gadisnya beserta Cia dengan kedua pria yang mengikuti nya dari belakang ke meja makan, yang di sana sudah ada Riza dan Rendi.
"Hola kakak laknat"Kata Rendi melambaikan tangganya.
"Apeu, kangen Lo sama gue bong?"Tanya Gia sambil menari kursi dekat Adka.
"Hah bong?"Kata Adka dan Johan barengan.
"Noh tuh anak kecebong"Kata Gia melirik adiknya yang di depannya.
"Oh dia toh, tapi itu nama yang jelek, menurut ku sih mendingan... hey ayo bantu gue ogeb"Kata Adka menyenggol tangan Johan.
"Makanya jangan so soan jadi orang, em apa ya Honey?"Balik tanya Johan ke Cia yang di sebelahnya.
"Apa!"Kata Cia memelototi.
"Ah tidak ada ko sayang"Kata Johan cengegesan.
Mereka berlima terus saja adu omongan membuat Riza dan Rachel dibuat pusing melihat tingkah kelimanya.
"Sudah sudah kita makan, nanti dulu berantemnya"Kata Riza menengahi rasanya kepalanya sangat pusing saat semua keluarga nya berkumpul.
Mereka makan Hidmat tanpa ada suara satupun dari mereka, hanya ada dentingan sendok di sepanjang makan malam itu.
Setelah makan malam selesai, mereka semua bersantai di ruang keluarga, mereka bercanda riang.
"Ad kalian akan tinggal di sini kan? atau kalian berdua sudah punya rumah sendiri?"Tanya Riza menatap Adka.
"Adka sih pah, udah nyiapin mansion di deket mansion yang Johan tinggalin"Jelas Adka.
"Syukur lah kalo udah, malam ini kalian semua nginep kan di sini?"Tanya Riza.
"Iya Pah kami akan menginap malam ini"Kata Gia.
"Bangus lah"Kata Riza.
"Ka Gia mau nginep di sini? emangnya ga punya rumah?"Tanya Rendi langsung mendapat tatapan tajam dari kakaknya.
"Ngusir gue Lo? wah bener bener nih anak ngajakin gue ribut ini mah"Kata Gia bangkit dari duduknya dengan memasang kuda kuda.
"Iya ngusir gue, astaga rumah ini pasti bakal kaya pasar lagi"Kata Rendi.
"Hey heyy.. anak kecebong sialan...ayo sini Lo banyak bacot!"Seru Gia memperlihatkan Bogeman tangganya.
"Sudah lah mendingan gue tidur dari pada ladenin orang sinting kaya Kakak"Kata Rendi berjalan ke arah kamarnya.
"Ka Adka harus banyak sabar sama monster betina itu, dia sangat garang!"Teriak Rendi sambil cekikikan ke dalam kamarnya.
"Hey.."Kata Gia terpotong.
__ADS_1
"Sudah lah sayangku, jangan di ladenin anak kecebong itu"Kata Adka berusaha menenangkan Gia.
"Ayo sayang kita ke kamar, disini sangat berisik"Kata Johan sambil menggandeng tangan Cia menuju Kamar di ruang tamu.
"Yang kita juga ke kamar Yo, aku ngantuk"Kata Adka bergelayut manja di tangan Gia.
"Huh baiklah, ma, pah kita naik ke atas duluan"Pamit Gia.
"Yasudah, cepetan buat cucu sana"Goda Rachel.
"Siap ma, bisa di atur!"Teriak Gia di tangga.
"Emangnya kamu udah enggak lagi?"Tanya Adka.
"Em aku tunggu di kamar dah"Kata Gia mengerlingkan matanya sambil berlari ke arah kamarnya.
"Sayang tunggu aku dong"Kata Adka senyum mengembang sambil mengejar Gia.
Sementara di bawah sana Rachel dan Riza menyunggingkan senyuman saat kedua pasangan di atas sana sedang berlarian.
"Mama ga nyangka Gia yang dulunya si pembuat ulah sekarang sudah jatuh cinta sama lelaki"Kata Rachel melihat ke atas pintu kamar Gia yang tertutup.
"Semua orang bisa berubah kan sayang"Kata Riza.
"Sudah lah ma, kita juga ke kamar yu"Kata Riza penuh arti.
"Astagfirullah Papa, Inget umur napa"Kata Rachel mencabikan bibirnya.
Sementara Gia sedang duduk di ranjang dengan berselojoran kaki, dirinya terus pokus ke ponselnya tanpa memperdulikan Adka yang baru keluar dari ruang ganti.
"Yang"Kata Adka sambil tiduran di paha Gia.
"Heem"Kata Gia singkat.
"Yang... sayang"Kata Adka sambil menusuk nusuk perut Gia.
"Hah.. apa"Kata Gia kesal sambil menyimpan ponselnya di atas naskah.
"Em yang, beneran?"Tanya Adka terus menusuk nusuk perut Gia.
"Beneran apa?"Tanya Gia menautkan alisnya pura pura bodoh.
"Nggak"Kata Adka kesal bangun dari paha Gia dan melanjutkan tidur di pinggir Gia sambil membelakangi nya.
Gia dibuat gemas oleh tingkah Adka. dirinya merebahkan tubuhnya di pinggir Adka, dirinya memeluk tubuh kekar Adka sambil menelusupkan tangannya ke baju Adka sambil mengelus-elus dada Adka.
"Aku udah ga datang bulan lagi loh yang"Bisik Gia menggoda.
Adka yang mendengar bisikan Gia, dirinya langsung membalikkan tubuhnya menghadap ke Gia.
"Benarkah?"Tanya Adka sambil senyum merekah.
__ADS_1
Gia menganggukan kepalanya, Adka tidak menunggu lama lagi, dirinya langsung menyambar bibir Gia dengan rakus, mereka saling me**mat satu sama lain.
Lidah Adka sudah menjelajahi semua inci rongga mulut Gia, mereka bercumbu dengan waktu yang lama.
Mereka saling tukar selivannya, keduanya mulai kehabisan pasokan oksigen, Adka melepas ciuman nya dengan nafas yang memburu dari keduanya.
Mata mereka bertemu dengan jarah yang sangat dekat, Ciuman Adka turun ke bawah leher Gia, Gia memejamkan matanya menikmati sentuhan bibir dari Adka.
Adka kembali mencium bibir Gia, dengan tangganya yang tidak lagi diam, sekarang tangan Adka berusaha mengelucuti pakaian Gia di sela ciumannya.
Kini tubuh Gia sudah polos, Adka melepas semua pakaian yang ia kenakan, Adka jamin sekarang tidak akan gagal lagi.
Buah kembar Gia terpampang nyata di depan mata Adka, Adka langsung menyambar benda itu dengan bermain di benda kenyal tersebut.
Gia semakin dibuai oleh sentuhan lidah Adka, dirinya menekan kepala Adka agar memperdalam lagi kecupannya.
Tubuh Gia di buat panas dingin oleh Adka, tanpa sadar Gia mengulurkan suara desahan saat Adka menggigit p**ingnya dengan keras.
Nafas Adka sudah tidak beraturan lagi, matanya memerah dengan nafsu yang sangat membuncah.
"Percayalah, aku akan melakukannya dengan pelan"Bisik Adka dengan suara berat nya.
Tanpa menunda waktu lagi Adka memulai penyatuan, Gia menjerit kesakitan sambil meremas seprai kuat kuat saat dinding pertahanan nya sudah bobol.
Di suasana malam yang sunyi itupun, hanya ada suara erangan kenikmatan dari keduanya di dalam kamar itu.
Malam yang panjang itu, menjadi malam panas buat mereka berdua.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
Perlahan mata Gia mulai terbuka, Gia merasakan badannya terasa remuk berasa tidak ada tulang.
Wajahnya sangat dekat dengan wajah Adka yang masih terlelap. dirinya kembali membayangkan adegan panas kemarin malam.
Pipinya bersumbu merah saat membayangkan dirinya kemarin malam yang sangat agresif. Tanpa Gia sadari Adka sudah terbangun dengan senyum mengembang nya.
"Good morning Sayang nya aku"Kata Adka mengecupi semua yang ada di wajah Gia.
"Eh.. iya aku ke kamar mandi dulu"Kata Gia gelagapan.
Namun saat akan melangkah kakinya, dibagikan bawahnya terasa sangat perih yang amat luar biasa.
"Aww.."Ringis Gia
"Apakah sangat sakit?"Tanya Adka khawatir.
Gia mengangguk malu malu, Adka langsung menggendong tubuh Gia ke dalam kamar mandi, Gia terus memberontak di pelukan Adka, namun dirinya tidak memperdulikannya.
Mereka berdua akhirnya mandi berdua, keduanya mengulangi adegan panas semalam di kamar mandi, membuat mandi mereka sangat lama.
BERSAMBUNG....
__ADS_1