Si Pembuat Ulah Jatuh Cinta

Si Pembuat Ulah Jatuh Cinta
Part 73


__ADS_3

"Assalamualaikum, wah udah pada kesini aja"Kata Galuh masuk ke dalam rumah sambil masih betah menggenggam tangan Reina.


"Kamu aja kesini nya ke Lamaan luh"Kata Rachel datang dari arah dapur bersama Tania dengan membawa piring yang berisikan brownis.


"Hehe.. macet tante"Kata Galuh menyalami tangan Tania dan Rachel di ikuti Reina.


"Halah.. macet apa macet"Goda Johan sambil melirik tangan keduanya yang masih saling bertautan.


"Ya begitulah"Jawab Galuh penuh makna sambil menarik kecil tangan Reina untuk duduk di sofa.


"Hai hai... Beby Felix gemoy deh jadi pengen gigit tuh bakpao yang ada di pipi kamu"Kata Galuh sambil menoel noel pipi besar Felix yang sedang di gendong oleh Johan.


"Sialan Lo samain pipi anak gue dengan bakpao"Kesal Johan mengikut perut Galuh.


Gia yang sedari tadi mengelus rambut suaminya yang lagi tiduran di pahanya langsung menoleh ke arah Reina. "Jadi kalian berdua jadian?"


"Em.. anu.. itu"Kata Reina malu malu dengan rona merah di pipinya.


"Iya dong, bahkan kita akan nikah dua mingguan lagi, ya kan sayang?"Kata Galuh dengan enteng.


"Hah?"Jawab mereka semuanya serempak.


"Kenapa sih kalian kelihatannya antusias banget liat aku nikah"Kata Galuh dengan santainya.


"Ih ka Galuh kapan bilang ke Rein kalo kita nikah dua minggu lagi?"Cemberut Reina kesal namun lain di hati, hatinya sangat berbunga bunga saat mendengar ucapan Galuh.


"Barusan"Kata Galuh santai.


"Sabar Rein, lagi gebet kayanya dia"Kata Adka.


"Tapi bener sih lebih cepat lebih baik, ga baik lama lama pacaran"Kata Arman ikut nimbrung.


"Nah bener tuh om, aku padamu"Kata Galuh sambil mengacungkan kedua jempolnya.


"Pa ustad ceramah dengerin tuh"Kata Riza sambil menyeruput kopi.


Kedatangan Galuh dan Reina membuat ruangan tengah itu semakin ramai saja dengan suara tawaan.


Sampai tidak terasa hari sudah semakin gelap, matahari sudah di gantikan oleh gelapnya malam.


Cia dan Johan sudah masuk ke ruang tamu, mereka rencananya akan menginap satu malam di rumah Adka dan Gia.


"Ci Tante sama om pulang dulu ya, besok Tante main lagi deh"Kata Tania.


"Iya Tante hati hati di jalan"Teriak Gia saat mobil yang Arman bawa keluar dari area halaman rumah besar itu.


"Oh iya Gi, ad, om, Tante kita juga pulang dulu ya"Kata Galuh sambil menyalami kedua tangan Rachel dan Riza.


"Iya, jagain Reina kamu harus antarkan Reina ke rumahnya tanpa lecet sedikitpun"Kata Rachel menetap tajam.


"Siap itumah Tante beres"Kata Galuh mengacungkan jempolnya sambil berjalan duluan masuk ke dalam mobil.


"Aku pamit dulu ya semuanya, aku takut Cinta sudah pulang kerja. Ka Gia jangan tegang tegang oke? Rein selalu mendoakan kakak agar persalinannya nanti lancar"Kata Reina memeluk tubuh Gia.


"Dahh semuanya... Assalamualaikum"Kata Rein sambil masuk kedalam mobil.

__ADS_1


"Waalaikusalam"


...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...


Cia berbaring miring di atas ranjang sambil menyusui beby Felix, sementara Johan masih berada di dalam kamar madi masih membersihkan badannya.


Tidak lama pintu kamar mandi terbuka menampakkan tubuh Johan yang dililit setengah badan oleh handuk dengan rambutnya yang masih basah di tambah tubuh atletisnya yang sangat menggodahh.... ahh membuat siapa yang melihat tidak akan berkedip.


Bibir Johan menyunggingkan senyum saat melihat istrinya masih betah menyusui putra kecilnya, dengan perlahan Johan berjalan mendekati istrinya ke arah ranjang.


"Masih betah aja menyusui beby Felix, sayang aku nya kapan?"Bisik Johan mencium sekilas pipi Cia.


"Ih mas itu rambut kamu keringin dulu, tuh liat basah kan"Cerocos Cia saat suaminya menggerakkan kepalnya membuat air di rambut Johan mengenai bukit kembarnya yang terbuka.


"Sini aku elapin yang"Kata Johan mendekatkan tangannya.


Plakk...


"Modus ya, cepetan sana di baju dulu"Ketus Cia memukul pelan tangan suaminya yang mulai nakal sambil memelototinya.


"Galak amat sih"Cemberut Johan sambil berjalan ke arah lemari baju.


"Sayang kaos aku yang hitam di simpan di mana?"Tanya Johan terus mencari kaos kesayangan.


"Itu di lemari yang satu lagi yang paling atas"Kata Cia sambil melepaskan pu**ng yang sedari tadi di s**ap Beby Felix.


"Ada ga mas?"Tanya Cia mendekati Johan yang sedari tadi terus mencari kaos.


"Enggak ada tuh. kamu yang cari coba yang, aku udah kedinginan ini"Kata Johan dengan maksud lain.


"Biarkan seperti ini dulu"Bisik Johan pelan merasakan kehangatan dan rasa yang sangat nyaman.


"Em yang apa sudah boleh?"Tanya Johan penuh arti sambil bemberi kecupan di pipi kanan Cia.


"Belum. mas sabar satu Minggu lagi aku nifas"Jawab Cia tak enak hati karena Johan selalu merengek terus menanyakan soal ranjang.


"Mas tahan dulu oke? sebentar lagi kok"Lanjut Cia santai sambil membalikkan tubuhnya menghadap suaminya.


"Iya, lebih baik kamu tidur gih pasti kamu cape dari siang jagain beby Felix nanti mas nyusul oke"Kata Johan mengusap rambut Cia sambil menghela nafas beratnya.


...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...


Berbeda lagi di kediaman Adka, sekarang keduanya lagi bergulat di ranjang membuat suasana di kamar tersebut sangatlah panas oleh kegiatan keduanya.


Tidak lama keduanya sudah sampai ke puncak kenikmatan, tubuh Adka berbaring di sebelah Gia yang terlihat sangatlah lemas dengan keringat akibat Adka yang terus saja minta nambah seakan tidak pernah cukup.


Cup


"Pasti kamu cape, sekarang kamu istirahat oke, aku mau ke kamar mandi dulu mau membersihkan badanku"Kata Adka mengecup sekilas bibir Gia.


Gia memyautinya dengan deheman, dirinya masih memejamkan matanya merasakan kelelahan. dan benar saja tidak lama Adka masuk ke dalam kamar mandi Gia sudah tertidur nyenyak.


**


Tidak terasa hari sudah berganti dengan pagi, suara burung burung sudah terdengar sangat merdu, matahari sudah mulai naik ke atas menampakkan dirinya.

__ADS_1


Namun kedua insan masih saja tertidur pulas saling mendekap erat satu sama lain.


"Hoamm"Uap Gia sambil merentangkan tangganya.


Senyum manis tersirat dari bibir Gia saat melihat suaminya masih tertidur pulas memeluknya sambil menyembunyikan kepalanya di dada miliknya.


"Ganteng banget sih suami aku"Kata Gia sambil mencubit gemas hidung mancung suaminya.


"Iya dong aku gituloh"Saut Adka dengan mata yang masih terpejam.


"Ih nyebelin narsis amat"Kata Gia mencomot bibir sekseh suaminya.


"Udah lepasin dulu aku mau bangun"Kata Gia berusaha menyingkirkan tangan suaminya yang melingkar di perut mulusnya.


"Tidak. biarkan seperti ini dulu"Kata Adka mengeratkan pelukannya sambil mendusel duselkan kepalanya di dada Gia yang tidak menggunakan apapun membuat si empunya kegelian.


"Sayang, perut aku mules ini aku pengen BAB kayanya"Bujuk Gia mengelus rambut suaminya.


Dengan terpaksa Adka melepaskan pelukannya sambil mencuri kecupan di buah favorit kesukaannya. dengan berjalan pelan Gia masuk ke dalam kamar mandi saat merasakan mules seperti ingin BAB.


Namun sudah lebih dari sepuluh menit dirinya duduk di WC tapi tidak keluar keluar ingin hajatnya, bahkan sekarang rasa mulesnya sudah hilang.


Baru saja dirinya ingin menarik gagang pintu perutnya sudah kembali mulas lagi bahkan yang sekarang ini sangat mulas dari yang sebelumnya.


"Sa..sayangg"Teriak Gia terbata sambil merasakan mulas yang luar biasa.


"Sayang tolong... sa..sakitt"Lanjut Gia sambil terduduk di lantai.


Adka yang tadinya masih tertidur saat mendengar suara teriakan istrinya dengan cepat dirinya langsung berlari ke kamar mandi.


"Astagfirullah sayang kamu pendarahan"Panik Adka saat melihat dari bawah ada darah.


"Ayo sayang aku bantu, kita ke rumah sakit seperti kamu udah mau lahiran"Kata Adka dengan telaten menggendong tubuh Gia.


"Mas sakitt banget..."Ringis Gia mencakar kuat tangan Adka.


Adka merasakan perih di area tangganya saat Gia mengajarnya dengan sangat kuat, namun Adka tidak memperdulikan yang terpenting sekarang Gia harus segera di bawa ke rumah sakit.


"Mah, pah kalian susul Adka ke rumah sakit Gia kayanya mau lahiran!"Teriak Adka saat melewati meja makan.


"Gia mau lahiran? Alhamdulillah!, pah ayo kita bawa keperluan Gia sama Dede bayinya!"Teriak Rachel antusias.


"Woy Lo Johan ikut gue, Lo nyetir mobil buruan!"Teriak Adka sambil berlari ke arah mobil.


"Iya bentar, sayang aku pergi dulu ya kamu nanti berangkat bareng Tante Rachel ya"Kata Johan sambil mendaratkan kecupan singkat di bibir ranum Cia.


"Iya mas hati hati"Kata Cia saat melihat Johan terus berjalan ke luar rumah.


Di sepanjang perjalanan Adka menjadi korban cakaran dari Gia bahkan sekarang keadaan Adka sudah memprihatinkan, rambutnya yang sudah acak acakan.


Bahkan saking paniknya terhadap istri dirinya tidak sadar kalau sekarang masih memakai celana pendek telanjang dada.


Tidak lama mereka sudah sampai di rumah sakit xxx milik Adka. saat melihat pemilik rumah sakit datang sambil berteriak kalo istrinya akan melahirkan, suster yang ada di sana langsung bergerak cepat membawa Gia ke ruangan persalinan.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2