
Pagi hari tidak biasanya Gia bangun lebih awal dari kebiasaanya yang selalu saja bangun siang, Gia berada di dapur sedang memasukan pudding ke dalam tepak.dia membuat pudding beberapa menit yang lalu. Bi Inem yang melihat Gia langsung menghampiri nya.
"Non lagi ngapain pagi pagi di dapur?"Tanya Bi Inem melihat Gia memasukan pudding kedalam tepak.
"Eh ini Bi Gia habis buat pudding buat temen Gia di sekolah"Kata Gia.
"Oh sini biar bibi bantu non. Sekarang non makan aja bibi udah siapin di meja makan nanti biar bibi anterin ke meja makan kalo udah."Kata Bi Inem
Gia menggangguk dan berjalan menuju meja makan. "Eh iya bi makasih".
Sementara Rachel dan Riza akan turun ke bawah untuk sarapan yang melihat Gia sudah berada di meja makan pagi pagi mereka secara bersamaan mengernyit kan dahinya karena tidak biasanya Gia bangun sepagi itu.
"Eh anak mama udah bangun, tumben"Kata Rachel sambil menarik kursi.
"Anak Papa juga ma"Kata Riza tidak mau kalah.
Gia memutar bola matanya malas dengan perdebatan kedua orang tuanya yang masih pagi."Iya iya Gia anak mama da papa"
"Omo omoo... itu beneran kan. ka Gia apa itu jelmaan nya atau itu makhluk halus yang menyerupai ka Gia. dapet hidayah dari mana bangun sepagi ini" Rendi dengan wajah tidak percaya menghampiri Gia.
"Heh anak kecebong se Kate Kate Lo sama Kaka sendiri gue kutuk juga Lo jadi batu"Gia dengan wajah kesalnya.
"Huh dari pada Lo ka anak nya gorila"Kata Rendi tidak mau kalah.
"Lo"Kata Gia menatap tajam Rendi
"Lo"Kata Rendi tidak mau kalah.
Terjadi lah adu bacot di antara mereka berdua. Rachel dan Riza sudah jengah melihat keduanya.
"Udah udah kalian tuh bisa akur sekali aja Napa"Kata Rizal
"Engga"Kata Gia dan Rendi kompak.
Rachel dan Riza hanya menggelengkan kepalanya yang hampir setiap pagi kedua anaknya selalu berantem kaya tom and Jerry.
Setelah selesai sarapan Gia dan Rendi berpamitan dengan kedua orang tuanya. namun sepanjang sarap Gia dan Rendi saling tatap dengan tajam.
"Eh non ini pudding nya"Kata bi Inem menghentikan langkah Gia.
__ADS_1
"Eh iya bi sampe lupa. ini gara gara anak kecebong itu. makasih bi."Kata Gia sambik menekan kan kata anak kecebong.
"Kaka biadabb!"Teriak Rendi yang mendengar kata Kaka Nya.
Gia yang mendengar teriakan adiknya langsung berlari kedalam mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
...----------------...
Sesampainya di area parkiran Gia langsung keluar dari mobilnya dan masuk ke area kampus. Gia melihat sekeliling tidak ada seorang pun murid karena sekarang masih sangat pagi.
Saat Gia sedang asik kontekan bersama temen temennya sambil berjalan masuk kedalam kelasnya Gia langsung tertuju ke bangku yang berada di belakang miliknya.Gia melihat Adka yang sedang asik membaca buku tanpa menyadari Gia datang.
Gia yang melihat Adka langsung memasukkan ponselnya ke saku roknya dan berjalan untuk menghampiri Adka.
"Eh Ad Lo udah dateng " Kata Gia basa basi. namun Adka tidak menghiraukan ucapan Gia.
"Kalo orang ngomong tuh dengerin" Kata Gia sudah mulai kesal dengan Adka yang tidak menghiraukan nya.
"Apaan si, Lo ganggu aja gue lagi baca buku" Kata Adka sambil menoleh sedikit ke arah Gia.
"Em ini gue buatin Lo pudding, sebagai ucapan terima kasih gue. ini gue yang buat sendiri. semoga Lo suka"Kata Gia sambil menyodorkan pudding.
"Em oke."Adka dengan masih pokus membaca buku sambil membawa pudding di tangan Gia dengan satu tangannya.
Tak berselang lama kelas Gia sudah mulai ramai oleh murid yang datang bersama dengan ke empat temannya.
Siska berjalan ke arah Gia dengan tatapan aneh. "Eh Lo beneran Gia, Lo ga kerasukan atau Lo udah dapet hidayah."
"Heh Lo sekate kate kalo ngomong, engga Rendi engga Lo sama aja ngeselin"Kata Gia dengan kesal menoyor kepala Siska.
"Sakit sekali epribadihh"Siska dengan lebaynya.
"Lebay lo" Kata Gia.
Gia dan yang lainnya menatap teman sekelasnya yang sedang mojok di pojokan sekolah. seorang wanita itu sedang bersandar di pundak si cowok nya dengan manja. Jesika yang melihat itu langsung terhura melihat kemesraan Mereka berdua.
"Ahh so sweet banget"Kaya Jesika.
"Jomblo ya. sini aku temenin"Kata Rian sambil memegang pundak Jesika.
__ADS_1
Jesika langsung menyingkirkan tangan Rian yang berada di pundaknya dengan kasar. "Apaan si lo"
...----------------...
Saat jam istirahat pertama Gia dan kedua temannya memutuskan untuk mejeng di tangga menunggu adik kelasnya untuk mereka bertiga kerjain. sementara Reno dan Rian pergi ke kantin.
Saat mereka sedang menunggu di tangga, ada siswi cewe lebih tepatnya adik kelasnya yang berpenampilan culun berjalan ke depan mereka.
Gia langsung memberi kedua temannya kode dengan mengedipkan matanya. dan langsung membuat kedua temannya mengerti kode itu. Siska dan Jesika langsung menangkap kedua tangan cewek itu dan Gia langsung membuka satu sepatu yang adik kelasnya pake.
"iyuw bau banget"Kata Gia dengan mengejek.
"Ka tolong kembalikan alas kaki saya"Kata Adik kelas itu memelas
Gia melangkah kan kakinya ke lapangan dan berhenti di depan tiang bendera. Adik kelasnya yang sedari tadi memohon untuk mengembalikan alas kaki miliknya. namun Gia tidak menghiraukan nya.
Gia langsung berteriak ke semua murid yang berada di lapangan membuat semua murid langsung menoleh ke arah Gia dan teman temannya.
"Heh kalian liat ini alas kaki bau banget."Kata Gia dengan tawa mengejeknya.
Semua orang langsung bergidik jijik melihat alas kaki yang di ombang ambing ke sana ke mari di atas.
"Gi balikin aja. kasian tau dia mau nangis" Kata Jesika polos dan langsung di beri tatapan tajam oleh Gia dan Siska.
Gia menalikan alas kaki adik kelasnya di tali untuk bendera. saat akan menaikan Bendera eh salah saat akan menaikan alas kaki adik kelas nya. ada suara cowok yang tidak asing bagi Gia sontak Gia tidak melanjutkan kegiatannya dan menoleh ke arah suara di ikuti semua murid yang berada di lapangan.
"Adka"Kata Gia mengernyitkan dahinya
"Balikin alas kaki dia" Adka dengan dingin sambil berjalan ke arah Gia di ikuti Johan dari belang.
"Em oke"Gia langsung melempar alas kaki adik kelasnya sembarangan membuat tepat mengenai muka adik kelasnya dan dengan isyarat tangannya untuk adik kelasnya pergi.
Namun kedua temannya menatap Gia aneh. karena baru kali ini Gia melepaskan targetnya begitu saja.
"Gue ingetin sekali lagi Lo berhenti jadi tukang ngebuli orang." Adka dengan dingin.
"Em iya gue khilaf"Gia sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Masa khilaf tiap hari"Johan dengan cekikikan namun langsung di beri tatapan tajam oleh Gia.
__ADS_1
Sementara Adka langsung meninggalkan area lanpang begitu saja di ikuti Johan dari belakang. Gia juga langsung berjalan ke kelasnya meninggalkan lapangan di ikuti oleh kedua temannya namun masih memikirkan beberapa pertanyaan di pikiran masing masing tentang kejadian barusan.
Bersambung