Si Pembuat Ulah Jatuh Cinta

Si Pembuat Ulah Jatuh Cinta
Part 37


__ADS_3

Gia sedang berbaring di ranjang miliknya sambil memainkan ponsel. dirinya terus bolak balik buka WhatsApp menanti chat dari kekasihnya.


Tetapi nihil Adka tidak juga menghubunginya. Gia dengan wajah kesalnya turun dari ranjang berjalan ke arah sofa.


Gia mempunyai ide agar dirinya tidak bosan,dirinya akan menghubungi Cia untuk menemani nya shopping. Gia memencet nomor Cia, tidak berselang lama Cia menggangkat sambungan telepon.


"Ci Lo di mana? temenin gue shopping Yo. gue bosen di rumah terus"Gia


"Aku lagi jalan sama ka Johan. maaf ya ka aku ga bisa temenin"Cia


"Em yaudah deh ga papa. bye"Gia


"Huh dari pada gue gabut mendingan gue ke kantor nya Adka kali ya?"Kata Gia sambil mikir.


"Nah iya deh gue ke sana sambil bawa makan siang buat Adka"Lanjut Gia dengan sumringah.


Gia langsung menyambar tas sambil memasukan ponselnya ke dalam tas. Gia berjalan ke luar kamar menuju arah dapur.


Gia menyimpan tasnya di atas meja. setelah itu Gia berjalan ke arah dapur untuk memasak.


"Eh non Gia. mau apa non biar bibi buatin?"Tanya Bi Surijem.


"Ah ga usah bi biar Gia aja. Gia mau buat nasi goreng buat di bawa ke kantor nya Adka"Jelas Gia sambil pokus mengiris bawang.


"Oh kalo begitu bibi permisi dulu non. kalo ada apa apa panggil aja bibi di belakang"Kata Bi Surijem sambil berlalu pergi.


Tidak berselang lama nasi goreng buatan nya sudah jadi. Gia berjalan ke arah mobilnya yang berada di parkiran. mobil yang di kendarai oleh Gia keluar dari area rumah dengan kecepatan sedang.


Tidak berselang lama mobil yang dikendarai miliknya memasuki area halaman kantor milik Adka.


Cia keluar dari mobil sambil membenarkan pakaian sebelum masuk.


"Eh non Gia, mau ketemu sama tuan Adka ya?"Tanya pak satpam dengan ramah.


"Iya nih pa mau kasih makan siang"Kata Gia sambil mengangkat rantang.


"Yaudah pa kalo gitu Gia masuk dulu ya"Kata Gia ramah sambil melangkah kakinya masuk kedalam perusahaan.


Saat Gia memasuki area loby semua mata para karyawan yang sedang berada di sana langsung melirik ke arah Gia.


karena itu yang pertama kalinya buat Gia mampir ke perusahaan Adka, membuat semua karyawan yang ada di sana menatap Gia.


"Maaf mba saya mau ketemu sama CEO perusahaan disini, apakah beliau ada?"Tanya Gia membuat semua yang ada di loby menatap sinis.


"Apakah mba sudah ada janji bersama beliau?"Tanya wanita itu menatap tak suka.


"Belum, apakah harus punya janji kalo bertemu sama Adka?"Kata Gia dengan lantang nya menyebutkan nama Adka membuat karyawan mengernyitkan dahinya termasuk wanita di depannya menatap tidak suka.

__ADS_1


"Iya sebaiknya anda pulang saja kalo tidak ada janji bersama beliau, dan satu lagi anda harus sopan dengan CEO kami jangan asal sebut namanya saja"Kata Wanita itu dengan sinis.


"Heh anda dengar saya tidak! apakah anda tuli hah? cih dasar Ja*lang murahan"Kata Wanita itu dengan sinis


Gia tidak menggubris sama sekali ucapan wanita di depannya itu, tapi lama kelamaan Gia sudah kehabisan kesabarannya, dirinya mengepalkan tangannya menahan emosi saat wanita di depannya menyebut dirinya seperti ja*lang


"Anda juga kalo ada tamu itu harus sopan, saya tidak habis pikir perusahaan sebesar ini bisa memasukan orang seperti anda. tidak punya sopan santun sama sekali, huh sangat menjijikkan"Kata Gia dengan santainya.


Ucapan yang Gia lontarkan membuat para karyawan berdecak kagum melihat keberanian Gia kepada wanita yang selalu membuat masalah itu.


Para karyawan juga sudah jengkel dengan tingkah wanita itu tapi apa boleh buat mereka tidak berani melaporkan karna wanita itu adalah wakil menejjer.


"Kau berani sekali ngatain saya"Kata Wanita itu dengan mengangkat tangannya akan menampar Gia.


Namun sebelum tangan Mamita itu menempel di pipinya, Gia menangkap pergelangan tangan wanita itu sambil mencengkram nya dengan erat.


"Aww lepasin kau ja*lang"Teriak wanita itu sambil mengaduh kesakitan.


"Jaga ucapan anda, saya semakin yakin kalo anda tidak punya sopan santun sama sekali. Anda lebih tepatnya seperti sampah"Kata Gia dengan sinis.


"Dasar Ja*lang murahan kau tidak tau kalo saya itu wakil menejjer di perusahaan ini"Kata Wanita itu dengan menahan sakit di pergelangan tangannya


"Cih hanya wakil menejer saja sudah belagu, saya tegaskan lagi sama anda jangan pernah anda bilang saya dengan sebutan jalang. Anda lebih pantas mendapatkan sebutan itu, sebaiknya anda introspeksi diri terlebih dahulu sebelum anda mengatai saya dengan mulut kotor anda itu"Kata Gia sambil menghempaskan tangan wanita itu dengan kasar.


Satpam yang mendengar keributan di dalam loby langsung berlari memasuki loby. satpam itu menelan ludahnya dengan susah payah saat melihat Gia sedang bertengkar dengan wanita yang sama dengan kejadian sebelumnya beberapa hari lalu membuat ulah.


"Pa satpam tolong usir dia dari sini"Teriak wanita itu sambil menunjuk Gia.


Pa satpam yang bernama Tono itu membulat kan matanya mendengar wanita yang bernama Sekar memintanya mengusir kekasih tuan Adka.


Dirinya membayangkan tuan Adka dan tuan Johan akan memecat nya bahkan lebih parah lagi.


"Maaf kan kegaduhan ini nona Gia pasti membuat nona tidak nyaman. eh iya apa nona ingin ke ruangan tuan Adka?"Tanya Pa Tono tanpa memperdulikan Sekar sedang memelototi nya.


"Iya pa tidak apa apa, iya boleh bapak antar saya untuk ke ruangan Adka saya tidak tahu saya baru pertama kali berkunjung ke sini"Kata Gia dengan senyum lebar.


"Heh satpam sialan kenapa tidak di usir wanita ja*lang itu!"Bentak Sekar bersungut-sungut emosi.


"Sebaiknya jaga ucapan anda kepada nona Gia kalo anda tidak mau di pecat"Kata pa Tono melirik tajam.


"Haha emangnya siapa dia? dan apa hubungannya dengan saya di pecat?"Kata Sekar dengan tertawa sinis.


Saat pak Tono ingin menyaut lagi ucapan Sekar Gia langsung menahannya.


"Biar saja pak, tidak papa nanti juga dia akan menyesali perbuatannya"Kata Gia dengan senyum penuh arti.


Pak Tono hanya menggangguk sambil melangkahkan kakinya beriringan menjauhi loby menuju ruangan Adka. sementara para karyawan masih bingung dengan ucapan wanita yang bersama pa Tono tadi.

__ADS_1


Tapi tidak dengan Sekar wajahnya masih sangat kesal, dirinya meninggalkan loby sambil menghentak hentakan kakinya.


Gia bersama pak Tono sudah berada di lantai atas setelah pak Tono mengantarkan Gia di depan ruangan Adka, pak ijin mengundurkan diri untuk kembali ke bawah.


Gia tanpa aba aba mengetuk pintu ruangan Adka terlebih dahulu, dirinya langsung membuka pintu ruangan Adka.


Gia menaikan alisnya saat melihat adegan yang dirinya lihat. yang dimana Adka sedang memeluk sekertaris yang terbilang sangat seksi buat pakaian ke kantor. Gia yang melihat itu menahan amarah pada dirinya. Gia mencoba menenangkan dirinya supaya lebih tenang.


"Ehem"Deheman Gia membuat Adka tersadar dan meloleh ke arah suara.


Adka yang melihat Gia di ambang pintu membuat dirinya langsung melepas sekertaris nya, membuat dirinya mengaduh kesakitan memegangi pantatnya.


"Eh... kamu sayang tumben ke sini"Kata Adka sambil was was takut Gia salah paham.


"Iya nih yang aku bawain makan siang buat kamu"Kata Gia sambil berjalan melewati sekertaris kekasihnya yang masih duduk di lantai.


Adka yang melihat sikap Gia biasa biasanya saja membuat dirinya menghela nafas lega karena Gia tidak salah paham.


"Kenapa kamu ga kasih tau aku kalo kamu mau ke sini, kan aku bisa jemput kamu di bawah"Kata Adka sambil membelai wajah Gia.


"Bukan surprise dong kalo aku kasih tau"Kata Gia bergelayut manja di tangan Adka.


"Eh iya saya lupa, mba Lidya gapapa kan? kayanya betah banget duduk di situ"Kata Gia dengan wajah so khawatir nya.


"Eh gapapa ko"Kata Lidya bangkit dari lantai.


"Syukur lah kalo mba gapapa, lain kali kalo habis di ruangan atasan tuh langsung keluar ya mba kan ga ada kerjaan lagi"Kata Gia penuh arti.


"Ah... ahaha iya tadi saya kepeleset jadi tuan Adka langsung bantu saya"Kata Lidya dengan santainya.


"Oh begitu. omoo mba ngapain pakai baju kaya gitu ke kantor?"Tanya Gia so polos


"Em pakai kerja lah, mba ngaco aja"Kata Lidya menahan kesal.


"Oh baju buat kerja toh. tapi itu seperti baju yang sering di pakai wanita malam deh, terlalu terbuka,kalo saya boleh saran nin sih mba pakai baju yang sebenarnya kalo ke kantor. iya ga yang?"Tanya Gia sambil melirik kekasihnya yang sedari tadi memainkan rambut Gia.


"Heem"Kata Adka tidak terlalu pokus ke mereka berdua.


"Ah iya makasih sarannya mba, kalo gitu saya permisi mau ke meja saya"Kata Lidya mencoba senyum sambil menahan amarah di dirinya.


Lidya keluar ruangan dengan wajah kesalnya. dirinya mendudukkan dirinya di kursi kerjanya dengan kesal.


"Dasar ja*lang murahan bisa bisanya dia mengejek gue secara terang terangan"Kata Lidya sambil mengepalkan tangannya.


"Lo liat aja gue bakal bales Lo, Lo liat aja nanti Adka pasti bakalan jatuh ke pelukan gue."Kata Lidya dengan senyum liciknya


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2