Si Pembuat Ulah Jatuh Cinta

Si Pembuat Ulah Jatuh Cinta
Part 71


__ADS_3

"Apa kabar tuan Zek yang terhormat"Kata Pria itu dengan seringai liciknya.


"Lucas Prakarsa"Guman Zek dengan wajah kagetnya.


"Hahaha... apa kau ingat kejadian empat belas tahun yang lalu tuan Wirantara"Kata Pria itu.


"Gara gara mobil sialan milik orang tua mu, membuat aku harus kehilangan mereka, mereka mati karena kecelakaan mobil miliknya orang tua kau!"Teriak Pria itu dengan emosi yang meluap-luap.


"Terus urusannya dengan ku apa?"Tanya Adka santai.


"Cih, kalian semua sudah mengambil kebahagian ku, orang tua kau yang telah membunuh orang yang sangat berarti di hidupku. dan sekarang aku akan membalasnya, istri dan anak mu akan mati di hadapan mu secara langsung. agar kau bisa merasakan kehilangan orang yang berarti di dalam hidup mu!"Seru Pria itu.


"Cih membunuh? apa kau tidak bisa membedakan mana yang membunuh sama yang kecelakaan? jelas jelas mobil orang tua ku dan mobil orang tua mu bertabrakan secara bersamaan!"Kata Adka sambil berusaha menahan amarah saat mendengar istrinya akan dibunuh.


"Bohong! kata Paman ku mobil orang tua mu sengaja menabrak kan nya ke mobil orang tua ku!"Teriak Pria itu tidak terima.


"Apakah kau percaya kepada Paman mu begitu saja? apa kau tidak menyelidiki nya terlebih dahulu?"Tanya Adka sinis.


"Aku tidak perlu semua itu, karena tidak mungkin Paman ku berbohong"Serua Pria itu.


Seketika bibir Lucas terangkat membentuk kan senyum liciknya, Adka yang sedari tadi memperhatikan gelagat Lucas menyunggingkan senyum sinisnya.


"Semoga saja Paman mu tidak membodohi mu"Kata Adka sinis sambil terus menatap Lucas yang berada di sebelah Pria itu.


"Jangan pernah kau menuduh Paman ku!"Seru Pria itu emosi.


"Aku yakin setelah kau mendengarkan cerita kebenarannya kau pasti sangat menyesal membela Paman tersayang mu itu"Kata Adka tersenyum licik.


"Hey anak kurang ajar jaga ucapan mu!"Sentak Lucas khawatir Adka mengetahui kejadian sebenarnya dan menceritakannya kepada keponakannya.


"Berhenti!"Sentak Zek tidak tahan lagi dengan kegaduhan yang semakin membuncah.


Zek menghela nafasnya kasar setelah itu melirik ke arah Pria di depannya "Marco Alanso, kau harus tahu kebenarannya"


Flashback on


Keadaan malam yang sangat dingin karena hujan belum juga mereda, bahkan air hujan seperti tidak mau berhenti bahkan semakin deras saja.


Di sebuah mobil sport warna hitam sepasang suami istri yang sangat serasi, suaminya sedang menjalankan mobilnya dengan wajah keduanya tak henti hentinya memancarkan kebahagiaan.


Bahkan istrinya pun tak kalah bahagia, mereka ingin segera sampai di tempat tujuan, yang di mana momen ini yang mereka sangat nantikan.

__ADS_1


Malam ini tepatnya tanggal dua puluh depan adalah hari ulang tahun putra mereka satu satunya yang mereka sayangi.


"Sayang apakah Adka sudah berada di sana?"Tanya Istrinya yang bernama Vika.


"Iya Adka sudah di sana, Zek baru saja memberitahu ku"Kata Suaminya yang bernama Louis.


"Mas lebih cepat lagi bawa mobilnya aku sudah tidak sabar memberi kejutan buat putra kita"Kata Vika antusias.


Louis yang mendengar ucapan istrinya langsung menginjak gas menambah kecepatannya, di tengah perjalanan mereka mendapat telpon dari putra kesayangannya.


Namun saat mereka sedang asik asiknya berbincang tanpa mereka sadari dari arah depan ada sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menuju ke arah mereka seperti mobilnya di depan remnya blong.


Louis sangat kaget dirinya dengan cepat menginjak rem agar kecepatan mobil miliknya mereda, namun naas rem mobil miliknya juga tidak bisa di gunakan bahkan mobil di depannya semakin dekat.


"Mas Louis awas!"Teriak Vika saat mobilnya akan di hantam keras oleh mobil di depannya.


Brakkk...


"Mommy, Deddy kalian kenapa!"Teriak anak di sebrang sana.


Mobil keduanya terpental saking tingginya kecepatan mobil keduanya, untung saja keadaan jalan di sana agak sepi membuat beberapa mobil atau sepeda motor saja yang kena pentalan.


Mobil milik Louis terus terguling guling, bahkan sekarang mobilnya sudah tidak berbentuk lagi di pinggir jurang.


Tidak butuh waktu lama tempat itu sudah di kerumuni oleh banyaknya polisi, bahkan awak media pun banyak yang meliput kejadian kecelakaan tersebut.


Sementara di sebuah rumah, seorang pria tertawa puas saat mendengar tragedi kecelakaan itu. namun tawanya seketika hilang saat dirinya ingat kalau semua kekayaan dari adiknya belum menjadi nama dirinya.


Seketika bibirnya menyeringai licik, entah apa yang pria itu rencanakan. dengan langkah cepat pria itu masuk ke sebuah kamar yang di dalam sana ada seorang anak pria.


"Paman, Paman tau ga Mamih sama Papih di lagi mana sekarang? ko mereka belum sampai juga?"Tanya anak pria itu polos.


Lucas berjongkok di depan Marco seketika wajah Lucas langsung berubah sendu, bahkan sekarang buliran kristal turun dari kelopak matanya namun bukan air mata sungguhan tetapi air mata palsu.


"Paman kenapa menangis?"Tanya Marco polosnya dengan tangannya terulur menghapus air mata yang ada di pipi Lucas.


"Mamih, sama Papih kamu kecelakaan nak, mereka di tabrak sama seseorang yang mempunyai dendam sama orang tua kamu. bahkan sekarang mereka berdua hangus terbakar"Sendu Lucas.


"Ap..apa.. Paman ga bohong kan? hiks.. hiks... ga mungkin, ga mungkin mereka tinggalin aku sendiri. aku ga akan pernah memaafkan mereka yang menabrak Mamih sama Papih hiks..."Isak Marco.


"Harus itu, nanti setelah kau dewasa kau harus membalas dendam kepada mereka. kau tenang saja Paman nanti akan membantumu"Kata Lucas mengusap pundak keponakannya.

__ADS_1


Namun di sebuah kursi tunggu rumah sakit seorang anak pria sedang menangis tersedu-sedu di dalam dekapan seorang pria.


Adka tak henti hentinya menangis di dalam dekapan Zek. bahkan saat mendengar orang tuanya kecelakaan Adka langsung datang ke rumah sakit yang orang tuanya tuju.


Hati Adka sekarang sangat sakit dan terpukul seketika kehidupannya berhenti, bahkan tidak berarti lagi buatnya saat mendengar berita dari dokter kalau kedua orang tuanya tidak bisa di selamat kan.


Namun dirinya harus berusaha kuat saat mendengar pesan dari orang tuanya yang di beritahukan oleh dokter kalo dirinya harus terus menjalankan hidup dengan baik, tidak boleh sedih berlama lama.


Flashback of


"Kau tau, Paman mu lah dalang semuanya dari kecelakaan orang tua mu. apa kau ingat dulu kau di sekap di sebuah kamar oleh Paman mu?"


"Paman mu dulu mengancam kedua orang tua mu agar membalikkan semua harta menjadi nama dirinya, dan kalau dirinya tidak menandatanganinya Paman mu mengancam mereka akan melenyapkanmu"


"Namun juga sebelum kedua orang tua mu berangkat, Paman mu sudah merusak rem mobil orang tua mu" Jelas Zek panjang lebar.


"Tidak! kalian semua mengarang cerita!"Teriak Marco frustasi dengan emosi yang meluap-luap.


"Ha..haha... yang mereka katakan memang benar, akulah yang dalang dari kecelakaan kedua orang tua mu. aku sangat iri kepada Papih mu. dia selalu di puji oleh nenek mu karena dia sangat jaya"


"Sedangkan aku? aku selalu di banding bandingkan karena aku tidak bisa mencari kerja aku sering di ejek seorang pengangguran! aku benci itu aku mau semua kekayaannya"


"Namun gara gara rencana ku yang bodoh, mereka sudah mati sebelum menandatangani surat perpindahan harta dan sekarang harta itu berada di tangan mu, sekarang saat nya aku akan membunuhmu"Kata Lucas tersenyum licik sambil menodongkan senjatanya ke kepala Marco.


Adka yang melihat suasana disana lengah dengan cepat dirinya berjalan ke arah istrinya yang terduduk di sebuah bangku dengan keadaan sangat lemas.


Degan gerakan tangan yang cepat dirinya membuka semua ikatan talinya. tidak lama semua tali yang berada di tubuh Gia sudah terlepas, Gia menghamburkan pelukannya ke dada Adka.


"Kamu tenang oke, aku sudah ada di sini"Bisik Adka membuat Gia mengangguk di dalam dekap.


Suasana di dalam ruangan itu seketika sangat mencengkram dari arah luar pun yang tadinya bising suara pukulan sekarang sudah senyap.


"Kau akan mati anak bodoh, kau akan mati!"Teriak Lucas terus memukul tubuh Marco membabi buta.


Marco masih saja diam dengan perlakuan pamannya, dirinya masih sangat syok dengan sebuah kebenarannya. ia sangatlah bodoh mempercayai ucapan pamannya sebelum mencari tahu kejadian sebenarnya.


Sekarang dirinya sangat menyesal telah menyekap orang yang tidak bersalah. ia seperti orang yang sangat jahat di dunia.


"Wow sepertinya aku ketinggalan pertunjukan yang sangat menyenangkan"Kata Galuh dari ambang pintu saat melihat tubuh Marco duduk lemas di pojok ruangan dengan banyak luka lembab.


Semua orang yang ada di ruangan langsung melihat ke arah suara. Mata Marco seketika membulat sempurna saat melihat wajah wanita di sebelah Galuh.

__ADS_1


"Rere?"Lirih Marco menatap intens wajah Reina, namun saking sibuknya ruangan itu suara lirih Marco terdengar jelas oleh telinga mereka.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2