
Ke esokan harinya ketiga curut masih berbalut selimut padahal sekarang sudah menunjukkan pukul enam lewat sepuluh menit.
Rachel menggelengkan kepalanya melihat ketiga curut yang masih berbalut dengan selimutnya. Rachel tidak berhasil membangunkan mereka namun engga kehabisan cara.
Akhirnya Rachel berhasil membangunkan ketiga curut itu. mereka langsung bergantian mandi dengan nyawanya yang belum terkumpul semua, Gia sudah di kamar mandi tapi akan mengambil sabun malah yang di ambil deterjen.
Sementara Jesika masih duduk di tepi ranjang dengan mata yang masih terpejam. Siska sedang berjalan untuk menggambil handuk namun dia tidak melihat ada tembok di depannya, jadilah dia terbentur ke tembok.
Setelah mereka sudah rapi. mereka turun ke bawah untuk berpamitan.
"Anak kecebong Keman Pah?"Kata Gia
"Udah berangkat dia katanya ada urusan dulu"Kata Riza
"Sarapan dulu."Gia menyalami kedua orang tua nya di ikuti oleh kedua temannya.
"Engga pasti ke buru mah nanti aja di kantin."Kata Gia.
"Iya tan pasti, ga akan keburu"
"Kita berangkat dulu ya om, tante."Kata Jesika.
"Assalamualaikum"Gia dan kedua temannya serempak.
"Waalaikusalam, hati hati Jan ngebut ngebut."Kata Riza.
...🦎🦎🦎🦎🦎🦎🦎...
Mobil Gia memasuki area parkiran. ketiga langsung berlari menuju gerbang yang sedikit lagi akan di tutup. dan untungnya mereka berlari dengan cepat kalo tidak mungkin ke tiga curut itu pasti panjat tebing belakang lagi.
"Anyyoung!"Teriak Gia dan kedua temannya saat masuk ke dalam kelas.
Gia merasa aneh kenapa semua murid hanya diam dan menatap dirinya saat mereka datang biasanya selalu rusuh seperti di pasar.
"Kalian pada kenapa sih, lagi sariawan?"Tanya Gia keheranan.
"Atau kalian ngga di beri uang jajan."Kata Siska.
Namun mereka masih aja diam, Rian dan Reno memberi ketiga curut kode agar melihat ke belakang.
"Heh Lo liat ke belakang coba" Reno dengan suara pelan.
"Emang nya ada apa di belakang? ada gorila yang nyasab?"Gia dengan tawanya.
"Ehemm" Kata seseorang dari belakang.
Ke tiga curut itu langsung berbalik ke belakang. mereka terkejoet menelan ludah nya dengan susah payah melihat guru botak pelajaran PAI.
"Eh ada bapa tuyull, eh maksud saya bapa Bagus. lagi ngapain pa di sini?" Kata Gia cengegesan ga jelas.
__ADS_1
"Lagi nungguin Ayam jantan lahiran. ya ngajar lah. udah sana kalian duduk"Kata pa bagus.
Ke tiga curut mengangguk langsung berjalan ke bangku masing masing.
' Huh untung pa bagus baik. selamet dah gue' Gia.
"Heh Lo pada kenapa ga bilang dari tadi kalo ada pa bagus"Kata Gia ke Rian yang berada di bangku depan.
"Heuh Jubaedah gue dari tadi udah ngode ngode Lo, Lo aja yang ga peka."Kata Rain
...🦎🦎🦎🦎🦎🦎🦎...
Di pojok kantin tiga orang cewek sedang membicarakan sesuatu dengan serius.
"Kita akan mulai rencana kita sekarang. gue mau dia ngerasain apa yang gue rasain."Kata salah satu cewek itu.
"Iya gue juga mau dia ngerasain seperti apa di buly."Kata salah satunya lagi.
"Okey pokonya harus berhasil."Kata Leodira.
Leodira adalah anak yang waktu itu Gia buly. yang membuat jusnya jatuh membasahi rok Leodira sementara yang dua nya lagi korban buly yang di suruh bersihin sepatu Gia dan korban alas kaki kemarin, namanya Rindi, dan Meyda.
Sebenarnya mereka tidak ada dendam sedikit pun kepada Gia. namun mereka ingin menyadarkan Gia kalo pembulyan itu bukan hal yang baik namun merugikan orang lain untuk kesenangan tersendiri membuat orang lain menderita.
Sekarang mereka berencana akan seolah olah akan membuly Gia di tempat lumayan ramai dan sekarang tempatnya adalah di kantin. kebetulan di kantin sekarang lumayan ramai.
"Grils ke kantin Yo gue laper"Kata gia ke kedua temannya.
"Lo aja sana duluan ntar kita nyusul tanggung nih gue bentar lagi menang sama si Reno"Siska sambil pokus pada permainan.
"Iya gih sana hus hus, kalo di jalan ga kuat laper mah batu aja makan"Reno dengan tawanya.
"Ga asik Lo pada"Kata Gia
Gia mrlirik ke belakang bangkunya melihat Adka yang sedari tadi pokus membaca buku pelajaran. Namun Johan sedari tadi pergi ke perpustakaan untuk membaca buku di sana.
Bisa di katakan semenjak ada Adka sama Johan kelas mereka agak populer lagi yang sekian lamanya di juluki kelas tidak ada prestasi.
"Ad temenin gue ke kantin Yo, gue ga ada temen buat makan"Kata Gia memelas.
"Lo aja sana gue lagi baca ga liat Lo. Udah sana Lo ke kantin aja sendiri manja amat Lo. ganggu aja."Adka masih pokus dengan bukunya.
"Tega Lo. serah ah gue mau ke kantin by"Gia sambil menghentak hentakan kakinya.
Gia di sepanjang perjalanan dengan wajah kesalnya kepada kedua temennya di tambah Gia yang sedari tadi mendekati Adka namun Adka tidak memperdulikannya dan tadi omongan Adka yang mengusirnya membuat Gia semakin kesal.
Leodra yang melihat Gia dari kejauhan akan berjalan menuju kantin sendirian tanpa kedua sahabatnya membuat Rencananya akan berjalan dengan lancar. langsung memberi kedua temannya kode.
"Oke siap siap ke rencana kita, Gia sudah mulai dekat."Kata Leodira
__ADS_1
"Oke kita jalani sesuai rencana kita setelah kita mempermalukan Gia setelah itu kita bawa Gia ke toilet dan kita minta maaf terus itu kita jelasin motif kita. semoga Gia bisa berubah"Kata Leodira.
Langsung mendapat anggukan dari kedua temannya.
Sementara Siska dan Jesika sudah kalah beberapa kali main ular tangga dari Reno dan Rendi, sesuai perjanjian yang kalah harus neraktir makan di kantin.
"Lo pasti curang kan"Jesika tidak terima dengan kekalahannya.
"Iya Lo pada pasti curang. noh dadu yang bisikin ke gue kalo Lo curang"Kata Siska.
"Enak aja Lo, pokonya bebep harus teraktir kita"Kata Reno.
"Iya dah serah Lo, ayo cepetan ke kantin lapar gue"Kata Siska langsung menarik tangan Reno.
Reno yang melihat itu langsung jingkrak jingkrak kegiranagan.
Gia masih kesal dengan kedua temennya. saat Leodira dan kedua temannya mendekati, Gia tidak menyadarinya.
Bruk..
Leodira terpental ke tembok di depan Gia. Gia langsung tersadar dan membuat semua orang langsung menatap ke arah mereka.
"Heh Lo bisa ga sih ga usah pake kekerasan. kalo Lo mau ngebuly kita ga usah pake tangan juga."Bentak Rindi.
Gia mengernyitkan dahinya tidak mengerti. karena sedari tadi Gia diam tidak merasa melakukan hal apapun.
"Hah. kan gue dari tadi diem."Kata Gia kebingungan.
"Halah Lo ga usah pura pura, jelas jelas gue liat Lo, dorong Leodira dengan keras."Kata Meyda.
"Udah udah gue gapapa ko"Kata Leodira sambil memegangi kepalanya.
Sementara Siska dan ke tiga sahabanya sudah berada di kantin langsung melihat kerumunan langsung mendekati kerumunan itu.
Semua murid langsung bisik bisik tetangga. Namun semua murid langsung tertuju ke Siska bersama temannya yang berjalan mendekati ke arah Gia dan yang lainnya.
"Gi ada apa ini?"Kata Jesika saat masuk ke dalam kerumunan para murid melihat Gia.
"Gia udah nyelakain Leodira sampe kepalanya terbentur keras ke tembok" Kata Meyda.
"Beneran Gi Lo ngelakuin itu"Siska tidak percaya karena Gia tidak pernah melakukan kekerasan walupun suka ngebuly
"Ngga gue ga ngelakuin itu sumpah"Gia membela diri karena dia tidak melakukan hal apapun apa lagi mencelakai orang lain.
"Ada apa ini."Kata Cowok yang menerobos ke rumunan para murid.
Gia langsung menoleh ke arah suara lalu mengernyitkan dahinya.
Bersambung
__ADS_1