Si Pembuat Ulah Jatuh Cinta

Si Pembuat Ulah Jatuh Cinta
Part 7


__ADS_3

Pagi harinya jam set delapan Gia sudah menyiapkan semua perlengkapan untuk kemping, dia mengotak ngatik ponselnya sedang berbalas chat dengan teman temannya.


Alamahoyyy


'Eh kalian udah pada siap belum?'Gia


'Udah dong tinggal berangkat'Jesika


'Eh para dua Firaun kemane ko belum nimbrung'Siska


'Combck apa atu sayang kangen ma gue?'Reno


'Idihh pede bener lo'Siska.


'Hola combck'Rian


'Nah tuyul jadi jadian datang🤣'Gia


'Eleh sekate Kate Lo Maemunah 😒'Rian


'Dah bye kita ketemu di sekolah'Giaa


Gia langsung memasukkan ponsel nya ke saku celana.Gia turun ke bawah sambil menggendong tas lumayan besar.


"Pagii semuanya"Gia sambil duduk di meja makan.


"Pagii"Ucap mereka serempak.


"Eh kaka ke sekolah bawa mobil?"Tanya Rendi.


"Ngga Galuh akan jemput Kaka"Gia sambil memakan roti.


Tok tok tok


"Em itu kayanya Galuh, bentar ya aku bukain dulu."Gia sambil melangkah kakinya menuju pintu depan.


"Ayo masuk dulu"Gia mempersilahkan Galuh masuk.Galuh berjalan mengikuti langkah Gia dari belakang.


"Eh nak Galuh duduk dulu ikut kita sarapan"Riza dengan ramah.


"Terimakasih om saya sudah sarapan"Jawab Galuh dengan ramahnya.


"Kalo gitu ma, pa, aku berangkat dulu yah"Gia menyalami orang tuanya di ikuti oleh Galuh.

__ADS_1


"De Kaka berangkat dulu"Gia ke Rian dan Rian langsung mencium kedua pipi Gia.


"Assalamualaikum"Gia dan Galuh serempak.


"Waalaikusalam kalian hati hati" Ucap Rachel.


Galuh melakukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke sekolah.


...----------------...


Sementara di rumah besar atau terkesan sangat mewahnya, Adka dan Johan sedang siap siap akan berangkat.


"Ga ada barang yang ketinggal kan?"Tanya Johan ke Adka.


"Ngga ada buruan kita berangkat."Ucap Adka dengan datar.


"Ndeh tuh muka ke aspal datar bener"Guman Johan namun masih terdengar oleh Adka.


"Diem Lo gue masih denger"Adka melirik tajam Johan.


"Kirain udah budegg"Guman Johan masih terdengar oleh Adka.


"Johann!"Teriak Adka.Johan langsung berlari menuju mobil.


...----------------...


"Minggir minggir tuan putri lewat"Gia dengan pedenya sambil menyibakkan rambutnya kebelakang berjalan menuju teman temannya dengan merangkul tangan Galuh.


"Belaga Lo markonah mentang mentang di jemput babang Galuh" Celetuk Siska menatap Gia.


Saat mereka sedang berbincang datang sport keluaran terbaru semua murid langsung tertuju pada mobil yang mamsuki area parkiran termasuk Gia and the geng.


Adka dan Johan turun dari mobil dengan pakaian casual. Terlihat berbeda dari biasanya, Johan yang biasanya terlihat kaku sedikit kutu buku. Hari ini terlihat begitu tampan.


'Woahhh. Kenapa Johan jadi tampan begitu'


'Adka sayangku, pangeranku.ohhh astaga aku padamu'


'Woahhhh... Adka keren banget'


"Berisik...." teriak Gia "Apaan si lebay banget, yang kaya gitu di bilang keren"


Tapi emang lumayan keren si. Gia

__ADS_1


"Apaan si Gia Lo marah marah cemburu ya?"Goda Siska.


"Yeyy siapa juga yang cemburu, babang Galuh jelas lebih tampan dari pada cowo sebleng kaya dia"Elak Gia.


"Iya si, kan Gia cuma cinta sama Babang Galuh" kata Siska


"Tapi menurut novel yang pernah Gue baca, benci itu bisa jadi cinta. Jadi kesimpulannya Lo jangan terlalu benci sama Dia. Bisa bisa nanti Lo bakalan cinta sama Dia" Jesika mengompori.


"Diem lo!"Gia melirik tajam Jesika


Semua murid sudah di kumpul di tengah lapangan, setiap murid di bagi nomor bus dan nomor kursi oleh guru wali kelas masing masing.


Semua murid yang sudah mempunyai nomor mobil dan nomor kursi bus, langsung masuk ke dalam bus.


Jumlah bus yang di tumpangi sebanyak 10 bus karena dari kelas sepuluh di ambil dua kelas, kelas sebelas di ambil tiga kelas dan kelas dua belas di ambil lima kelas.


Gia dan teman temannya berada di bus nomor tiga. Gia duduk di kursi nomor 8 dan untuk di sebelahnya entah siapa.


Dari arah pintu bus Adka mencari nomor kursi yang tertera di kertas yang di bagikan tadi. Adka berhenti di kursi no 8, Adka melirik Gia sebentar dan langsung duduk di sebelah Gia.


Gia yang belum menyadari kedatangan Adka terus mengobrol ke kursi belakang yang di tempati oleh Siska dan Jesika.


"Eh ka Lo duduk di situ?"Reno melirik Adka yang berada di barisan satunya lagi bersebelahan dengan kursi yang di tempati Adka.


"Menurut lo."Adka melirik Reno dengan nada dingin.


Gia yang mendengar suara cowo di sebelahnya dan suara itu tidak asing bagi Gia. Gia langsung melirik sebelahnya, Gia langsung kaget melihat Adka yang berada di sebelahnya.


"Heh Lo ngapain di kursi gue"Gia dengan panik


"Menurut lo."Adka sambil terus memainkan ponselnya namun dengan nada dingin.


"Iya maksud gue ngapain Lo duduk di sini"Gia dengan melirik Adka sinis.


"Karna ini kursi gue."Adka dengan wajah datarnya sesekali melirik Gia.


Gia yang tidak mau berdebat hanya menggangguki dengan wajah malasnya dan melanjutkan mengobrol dengan kedua temannya.


Di sepanjang perjalanan bus yang di tumpangi oleh Gia dan teman temannya bernyanyi nyanyi dengan riang.


Terutama Gia dan kedua temannya bernyanyi paling keras namun Adka hanya diam mengotak ngatik ponselnya tanpa memperdulikan area sekit. Dan tidak terasa mereka sudah sampai di tempat tujuan yaitu di hutan xxxx.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2