
"Eh perkenalkan nama gue Reno. cowok ganteng nya ga ketulungan sampe yayang Siska kelepek kelepek."Reno sambil menyodorkan tangannya untuk berkenalan.
"Apaan sih lo. ga jelas"Siska memutar bola matanya
"Gue Rian. ya pasti kalian bisa liat gue ganteng"Rian menyodorkan tangannya.
"Ganteng kaya pantat pancii. ck"Jesika sambil ketawa.
"Eh maaf bukan muhrim."Cia menyatukan tangannya di depan dada dengan senyum manisnya.
"Eh. iya"Rian dan Reno barengan.
'Menarik.' Gumam Johan.
"Gue Johan"Johan dengan senyum ramahnya.
Cia menanggapi dengan anggukan ta lupa senyum manisnya.
Saat semuanya sedang asik bercanda. Cia ijin untuk ke belakang. Johan mengikuti Cia dengan alasan ingin ke toilet.
Cia sedang duduk di kursi taman sendirian. Johan yang melihatnya langsung berjalan mendekat.
"Hai. boleh ikut duduk?"Tanya Johan.
"Astagfirullah. ngagetin aja. em boleh ko silahkan."Cia dengan senyum ramahnya.
Mereka seketika hening tidak ada suara di antara mereka.
"Lo sekolah di mana?"Johan memulai percakapan.
"Di SMA xxx"Cia melirik Johan.
"Oh. kelas berapa sekarang?"Tanya Johan basa basi.
"Kelas 11. sama seperti ka Gia"Kata Cia.
"Eh aku boleh tanya?"Kata Cia.
"Boleh apa?"Kata Johan.
"Apa sekolah di SMA xxx seru? aku rencananya mau pindah ke sana"Kata Cia menatap Johan.
"Seru aja sih. walau pun gue juga baru pindahan pas semester satu."Jelas Johan.
"Benarkan? tadinya aku juga ga akan pindah. tapi aku mau lebih lama tinggal di sini. Ayah sama bunda ke luar kota. aku selalu kesepian di rumah."Jelas Cia.
"Tenang saja gue akan temanin Lo setiap waktu."Gumam Johan namun masih terdengar.
"Hah kamu ngomong apa barusan?"Tanya Cia.
"Ah bukan apa apa lupain aja"Elak Johan.
"Eh ko Lo besok langsung masuk sekolah sih. Lo ga urus urus dulu gitu? langsung besok masuk aja"Kata Johan.
"Sebenarnya aku udah urus semua dari satu Minggu yang lalu. jadi besok tinggal masuk"Jelas Cia.
"Kalo gitu aku masuk kedalam duluan."Cia dengan sopan.
Saat Cia sedang berjalan tanpa sengaja Cia tersandung. Cia tidak bisa menahan tubuhnya. namun Johan langsung berlari ke arah Cia dengan sigap Johan menangkap tubuh mungil Cia. Mata keduanya bertemu.
'Ada apa dengan diri ku kenapa menatap mata Johan. hati aku berdetak lebih cepat dari yang biasanya'
__ADS_1
'Ah cantik sekali.manis'
Cia langsung tersadar langsung berdiri.
"Astagfirullah"Cia dengan menunduk.
"Eh maaf gue refleks"Johan salah tingkah
"Iya terimakasih. kalo gitu saya permisi"Kata Cia langsung meninggalkan Johan.
...🦎🦎🦎🦎🦎🦎🦎...
Cia dengan tergesa gesa masuk ke dalam kamar Gia. dengan wajah panik dan ketakutan.
"K-ka. huhh.. huh.. huh.."Cia dengan hos hossan.
"Ada apa sih lo. kaya di kejar maling aja."Gia dengan duduk di sofa kamar.
"Kebalik ka. di kejar warga karena maling"Cia dengan mumutar bola matanya malas.
"Hehe. iya kebalik. Lo ngapain ke kamar gue? dan tuh muka Lo kenapa kayanya ketakutan."Kata Gia sambil mendekati Cia.
"Aku tidur di sini ya ka"Cia dengan wajah imutnya.
"Ga bisa. sana Lo tidur di ruang tamu"Usir Gia.
"Ka. malam ini aja plis"Cia dengan wajah imutnya.
"Ish. iya iya. tapi Lo kenapa tuh wajah kaya liat setan aja"Kata Gia.
"Kan aku lagi nonton film horor. nah pas ada adegan hantunya. tiba tiba buku di sebelah tv nya jatuh ya aku takut langsung aja kesini"Kata Cia.
"Hihihihi. aku ada di belakang mu"Gia sambil menirukan senyum mba Kun.
Gia yang melihat ekspresi Cia langsung tertawa terbahak bahak. Cia emang sedari kecil takut sama yang mistis mistis. tapi Cia juga punya sifat yang ga Cia perlihatkan sama orang. Cia hanya memperlihatkan sama keluarga yaitu sfat manja nya yang engga ketulungan.
Cia merebahkan tubuhnya di sebelah Gia. Gia yang sudah mengantuk sudah akan memejamkan matanya. tapi Cia yang sedari tadi tidak bisa tidur selalu mengingat film yang dia tonton.
"Ka Gia. aku ga bisa tidur"Rengek Cia seperti anak kecil.
"Hoam terus lo mau apa"Gia dengan mata lima wat.
"Aku mau di elus elus biar bisa tidur. plis"Cia dengan wajah imutnya.
"Iya sini sini mendekat Lo nya"Gia berusaha membuka matanya.
Cia mendekat. Gia langsung mengelus rambut Cia dengan sayang.Gia seperti ibu yang sedang membuat anaknya tidur. Cia yang sudah mulai tenang langsung tertidur. Gia yang mendengar hembusan nafas teratur dari Cia.
"Ini yang gue suka dari Lo. semoga Lo ga akan pernah berubah"Gia menatap wajah Cia dan langsung menyusul Cia ke alam mimpi.
...🦎🦎🦎🦎🦎🦎🦎...
Saat Gia dan Cia masuk mereka langsung jadi pusat perhatian orang. terutama para murid pria.
Masyaalohh itukah yang di namakan bidadari
Cantik bener apakah itu bidadari untuk gue
Pasti dia murid baru. ahh gue meleleh
"Gue duluan masuk ke kalas ya. gapapa kan gue ga anterin?"Kata Gia.
__ADS_1
"Ka Gia temenin aku plis. aku ga mau sediri"Cia merengek.
"Huh. baiklah ayo"Kata Gia pasrah.
Cia menggandeng tangan Gia dengan manja menuju ruangan kepala sekolah.
.
.
.
Saat jam istirahat Gia bersama teman temannya pergi ke kantin. Adka sekarang selalu ikut kemanapun Gia pergi, Adka berusaha mendekati Gia namun Gia ya seperti biasnya cuek. Johan juga yang biasanya setiap jam istirahat dia selalu ke perpustakaan untuk membaca buku sekarang malah ikutan ke kantin.
"Huh untung aja tadi pa tuyul bisa di ajak kompromi buat Cia satu kelas. kalo engga gue botakin seluruh rambut yang dia punya"Kata Gia.
"Eh tapi kasian juga entar ga ada gatel gatel gimana gitu. kebayang gue si bola dunia semua bulunya rontok . ck"Kata Siska langsung membuat semua orang tertawa geli.
"Hus ka ga boleh ngomong kaya gitu pamali. ga baik tau"Kata Cia menceramahi.
"Iya iya Bu ustadzah. maafkan hamba mu ini yang kurang kasih sayang seseorang"Gia dengan wajah so sedih.
"Gue bisa ko sayangin lo"Celetuk Adka. langsung membuat semua orang yang ada di meja itu tertuju pada Adka.
"Apa Lo pada liattin gue?"Adka dengan wajah tanpa ekspresi.
Mereka memutar bola mata dengan malas. Dari arah kejauhan Galuh berjalan ke arah meja Gia dan yang lainnya.
Gia langsung terlintas ide untuk menjahili Adka.
Gue panas panasin si Adka ah. gue mau liat tuh si cowok sebleg gimana ya reaksi nya. agh Gia Lo sadar dia ga cinta sama Lo dan Lo kan lagi berusaha jauhin dia. tapi ah masa bodo. gue coba dulu aja deh.
"Eh babang Galuh. sini duduk di sebelah Gia. Lo geser sana"Gia melirik Adka sekilas dengan wajah Sinis
Adka dengan berat hati bergeser. tadinya Adka ingin caper ke Gia namun tak sesuai dengan ekspektasi.
"Babang Galuh udah makan? mau aku pesenin?"Gia dengan perhatian nya.
'Ndeh markonah. ngapain tuh panggil babang Galuh segala. bikin gue panas aja.terus panggilnya juga aku kamu lagi. di tambah wajahnya di imut imut lagi sama si Galuh lah sama gue cuek bener' Guman Adka.
"Em ga usah. ga laper"Galuh sambil mengacak ngacak rambut Gia gemas.
Adka yang sedari tadi sudah menahan rasa cemburu. tubuh Adka sudah panas dingin wajahnya sudah merah menahan marah. Adka sudah tidak kuat melihat Gia selalu perhatian ke Galuh.
Brakk
Adka menggebrak meja dengan sangat keras. membuat murid yang berada di kantin langsung menatap ke arah Adka dan yang ada di meja Gia langsung melirik Adka.
"Lo kenapa ad? Lo baik baik aja kan?"Tanya Johan risau.
"Gue baik baik aja. gue permisi ke toilet"Kata Adka dengan datar sambil meninggalkan kantin.
Haha huh rasain,emang enak gue kerjain. eh apakah dia benar-benar cemburu?. ah Gia Lo terlalu berharap, mana mungkin dia cemburu. tapi mengapa wajah dia tadi merah yah?
Adka langsung membasuh mukanya dengan air. Adka mengusap mukanya dengan kasar.
"Aghh... gue harus buru buru ngomong sama Gia. gue ga boleh keburuan sama galuh"Adka mengacak ngacak rambutnya frustasi.
"Pokonya Lo bakalan jadi milik gue gi. ga akan gue biarin Lo jadi milik orang lain. sekali gue udah cinta sama seseorang gue ga bisa lepas gitu aja."Kata Adka.
"Ehemm......"
__ADS_1
Bersambung