Si Pembuat Ulah Jatuh Cinta

Si Pembuat Ulah Jatuh Cinta
Part 26


__ADS_3

Di sebuah ruangan seorang pria sedang duduk di kursi kerjanya dengan sangat serius. pria itu sambil pokus memeriksa dokumen yang seperti tumpukan gunung. pria itu kesal kenapa semua tugas atasannya harus di kerjakan oleh dirinya.


"Aghh... dasar bos gila. seenaknya nyuruh orang buat kerjain pekerjaan nya. di tambah pekerjaan ku juga belum beres lagii. ahh menyebalkan."Teria pria itu sambil menjambak rambutnya dengan frustasi


Saat pria itu sedang fokus memeriksa dokumen dengan serius, ponsel miliknya berbunyi membuat pria itu mengalihkan pandangannya ke arah ponsel miliknya.


Pria itu langsung melihat siapa yang mengirim pesan. pria itu langsung geram melihat isi pesan, wajah nya langsung memerah menahan amarah sambil tanggan menggepal.


"AGHH... SIALL!"Teriak pria itu dengan amarah yang memuncak saat melihat isi pesan dari ponselnya.


"Brengsek! tidak akan aku biarkan seseorang untuk merebut orang yang aku sayang. berani sekali dia menyentuk Cia ku. punya nyawa berapa dia menyentuh Cia ku. Cia hanya milik aku seorang"Lanjut Johan sambil menggrpalkan tangganya dengan amarah masih memuncak.


Johan memencet nomor yang mengirim Poto itu. dan melakukan panggilan suara. "Halo. kalian terus awasi Cia ku. kalian laporkan semua kejadian di sana dan kalo pria itu macam macam kalian habisi saja dia."


Johan langsung mematikan sambungan saat melihat seseorang akan masuk ke ruangan nya.


Cklekk


Adka masuk ke dalam ruangan dengan wajah yang lelah. dirinya menjatuhkan tubuhnya di sofa. Adka pusing dengan pekerjaan kantor di tambah tadi di kampus ada masalah sedikit.


Johan tidak memperdulikan keberadaan Adka. Johan tetap melihat Poto dari ponselnya yang memperlihatkan Cia jatuh di dalam pelukan seorang pria.


Johan semakin kesal langsung saja tanpa aba aba Johan melempar ponselnya dengan keras membuat Adka kaget membuat jantung nya meronta ronta ingin keluar kandang.


"Lo apan apan sih. jantung gue meronta ronta ingin keluar ini.gimana kalo jantung gue gambek dan gue mati."Cerocos Adka tidak jelas menatap kesal.


Johan yang semakin kesal mendengar cerocosan Adka. Johan berjalan ke luar pintu tanpa memperdulikan ucapan Adka.


"Heh Lo mau ke mana?"Teriak Adka melihat Johan berjlan ke arah pintu.


Johan tidak menggubris ucapan Adka. Johan keluar sambil membanting pintu dengan keras membuat Adka terlonjak kaget.


"Ah ma Ijah naik onta"Latah Adka mendengar pintu di banting dengan keras.


Sementara Johan keluar ruangan nya masih dengan marah. Johan berjalan ke arah loby namun Johan menemui para staf Pria dan wanita sedang merumpi di jam kerjanya. Johan yang melihatnya langsung berjalan ke arah para staf itu dengan amarah yang berkobar. Johan tidak bisa mengendalikan amarahnya. ia melampiaskan kekesalannya dengan membentak semua staf yang ada di sana.


"Apa kalian sudah bosan bekerja di sini hah! jika kalian sudah bosan saya tunggu surat pengunduran diri dari kalian semua!"Teriak Johan ber api api membuat ruangan itu bergema dengan teriakan Johan.


Sumua staf menunduk dengan tangan mereka bergetar ketakutan. "Ma-maaf kan kami semua tuan. kami masih mau bekerja di sini. sekali lagi ki-kita semua minta maaf"


Adka yang berada di atas sedang merebahkan badannya di sebuah kamar yang berada di ruangan pribadi dengan malasnya bangun untuk mengecek siapa yang mengetuk pintu. Adka mendapati satpam dengan wajah panik. satpam itu memberi tahukan keadaan di loby. Adka langsung berlari menuju lift.


Brakk


"Saya di sini tidak membutuhkan orang yang malas malasan bekerja! dan saya tidak menerima permintaan maaf!"Teriak Johan bersangut sangut.


Adka yang sudah sampai langsung mendekati Johan yang sedang marah marah kepada staf.


"Semuanya kembali ke tempat masing masing dan lanjutkan pekerjaan kalian"Kata Adka dengan tegas.


Adka yang membubarkan para staf itu langsung melirik tajam ke arah Adka.


"Kenapa Lo suruh mereka pergi begitu aja. mereka sudah merumpi di jam kerjanya"Bentak Johan sambil melirik tajam.


"Kalo Lo punya masalah jangan Lo bawa ke kantor. bukan karena Lo punya masalah Lo se enaknya Lo pelampiaskan ke para staf. Lo harus ingat kita ini atasan mereka . kita harus profesional dalam bekerja."Kata Adka dengan tegas sambil mengusap punggung Johan.


"Au ah puyeng gue. mending gue ke kampus aja"Kata Johan meninggalkan Adka begitu saja.

__ADS_1


Adka hanya menggeleng gelengkan kepalanya melihat kelakuan sodaranya.


...🌨️🌨️🌨️🌨️🌨️🌨️🌨️...


"Lo gapapa kan Ci?, mana yang lecet? kita harus cepet cepet bawa Cia psikolog"Kata Gia membolak balikkan tubuh Cia.


"Heh biji salak. Lo ngapain mau bawa Gia ke sana. di mana mana kalo orang kecelakaan itu langsung inalilahiii terus kita makamin"Kata Ronald tanpa dosa


"Heh Lo nyumpahin Cia mati hah! sekate kate tuh mulut belum pernah di cium malaikat maut kayanya"Kata Gia terbawa emosi.


"Kalo malaikat maut cium gue, gue langsung ajakin dia kawin kan lumayan ga harus nikah"Kata Ronald dengan gelak tawanya.


"Udah udah. ko kalian malah ribut sih"Cia menengahi mereka.


"Iya cuman masalah jatuh doang kalian malah ribut" Kata Adam kesal melihat kelakuan keduanya.


"Diem lo"Kata mereka berdua serempak.


*


*


Setelah selesai mereka berempat berjalan ke parkiran dengan berjalan beriringan. semua siswa yang melihatnya pasti mengerira kalo mereka berempat seperti sepasang ke kasih.


"Ci ayo kita pulang"Kata Gia.


"Kamu duluan aja deh ka. aku mau ke toku buku dulu. ada yang mau aku beli. aku bisa naik taksi"Kata Cia


"Oke lah. kalo gitu gue duluan. Lo jangan pulang terlalu sore. bye"Gia melambaikan tangannya sambil masuk ke dalam mobilnya.


"Kamu mau ke toko buku ya. aku juga kebetulan mau ke sana. gimana kalo kita bareng aja kesananya pake motor aku."Kata Adam melirik Cia.


"Ga usah dam. ngerepotin aku bisa naik taksi aja"Kata Cia dengan senyum manis.


Subhanallah sungguh indah sekali ciptaan mu ini. senyum nya aja udah bikin aku diabetes. aku semakin tertarik padanya. dia berbeda dari cewek lain. apakah dia jodoh hamba ya Allah?


"Enggak ngerepotin ko. kan lumayan kamu ngirit ngirit ongkos"Kata Adam


Cia berpikir sejenak. kalo dia terus menolak takut Adam tersinggung. "Baiklah aku akan menumpang ke sana"


Adam langsung mengembangkan senyumnya mendengar ucapan Cia. Cia naik ke motor Adam setelah itu motor Adam meninggal kan area parkiran.


Beberapa saat kemudian mereka sudah sampai di toko buku. mereka berjalan beriringan masuk kedalam toko itu. Adam mengekori kemana Cia pergi menggambil buku. namun saat Cia menggambil buku Cia tidak sengaja menyenggol lemari buku itu. membuat lemari itu akan jatuh dengan semua buku yang berada di lemari itu.


Adam yang melihat lemari yang sudah oleng langsung menarik Cia menjauh dari lemari itu dan Adam langsung menahan lemari itu.


"Kamu tidak papa kan?"Kata Adam menatap Cia


"Engga ko makasih ya. kamu udah nolongin aku untuk yang ke dua kalinya"Kata Cia dengan senyum manis.


"Iya sama sama. santai aja kali"Kata Adam.


Sementara Johan yang baru pulang dari kampusnya langsung menjatuhkan tubuhnya di sofa ruang tamu. dirinya yang sangat lelah yang paginya harus memeriksa banyak dokumen namun tidak beres di tambah di kampus semua para mahasiswa wanita terus mengejar Johan membuat Johan harus berlari menghindari para segerombolan manusia sebeleng itu.


Johan memejamkan matanya merasakan kepenatannya. namun Johan membuka mata langsung melirik ke Rah ponselnya yang bergetar. Johan membuka pesan orang suruhannya yang memata matai Cia.


Johan membulatkan matanya saat melihat beberapa Poto Cia sedang naik motor bersama pria yang sama saat di kantin bahkan mereka pergi ke toko buku lebih terkejut nya saat melihat Poto satunya lagi saat pria itu menyelamatkan Cia yang akan tertimpa lemari.

__ADS_1


Kemarahan Johan langsung memuncak lagi. wajahnya langsung memerah dengan tangan terkepal.


"AGHH... BRENGSEK"Teriak Johan frustasi dengan membanting ponselnya yang baru saja ia beli karena yang tadi pagi sudah hancur dan yang sekarang juga lebih parah tidak berbentuk.


"Berani sekali dia boncengin Cia ku. bahkan dia memegang tangan Cia ku. aku tidak rela pria mana pun memegang tubuh Cia ku. aku harus menyelidiki latar belakang pria itu"Kata Johan geram menahan amarahnya.


Johan pergi ke kamarnya saat sudah membawa laptop yang berada di ruang kerjanya. Johan sekarang akan menyelidiki siapa pria itu. itu tidak sulit untuk Johan menemukan latar belakang pria itu dalam hitungan beberapa menit.


Benar saja beberapa menit kemudian Johan sudah menemukan latar belakang seorang Adam.


Ternyata namanya Muhammad Adam Abraham. dia juga anak seorang ustadz yang bernama Muhammad Abraham dan Bu Sania khanif. mereka keluarga sederhana yang tinggal di jalan xxx no 13. abahnya membunyai penyakit yang matikan, Adam dan Bu Sania tidak mengetahuinya. baiklah lihat saja nanti siapa yang akan mendapatkan Cia. kau tidak akan pernah mendapatkan Cia ku. Cia hanyalah milikku seorang


...🌨️🌨️🌨️🌨️🌨️🌨️🌨️...


Malam harinya Gia tidak bisa tidur. sedangkan sekarang sudah menunjukan pukul set dua belas malam Gia berguling giling di atas ranjangnya untuk menemukan posisi yang enak tetapi tidak bisa juga Gia memejamkan matanya. Gia langsung menyambar ponselnya yang berada di atas naskah.


Gia berniat menghubungi kekasihnya semoga kekasihnya belum tidur.


My Hanny bany sweetie 🤗💖


'Sayang kamu udah tidur?'Gia


Beberapa menit kemudian 'eh ko kamu belum tidur sih ini udah malem loh'Adka


'Aku ga bisa tidur'Gia.


'Kenapa hm?'Adka


'Aku mau Vidio call biar aku sekaligus bisa liat wajah kamu'Gia


Gia langsung menyambungkan video call.


"Kenapa kamu belum tidur? lagi mikirin aku ya? cie cie"Adka


"Ih ngeselin banget sih. tapi iya juga aku kepikiran kamu aku kangen banget sama kamu. dari tadi siang kamu ga telpon aku"Gia.


"Hehehe... maaf tadi aku banyak banget pekerjaan jadi aku ga sempet kabari. kamu. maafin aku ya"Adka


"Iya iya"Gia


"Eh yang kamu tau ga. tadi di kantor Johan marah marah sampe sampe aku liat ponselnya udah ga berbentuk di lantai lebih parahnya lagi dia marahin staf saat akan pergi ke kampus" Adka


"Wah wah wah kenapa tuh si mahluk astral"Gia.


"Aku juga ga tau. ga biasa nya dia marah marah ga jelas. mungkin dia punya banyak masalah"Adka


"Mungkin. dah lah Jan bahas di mahluk astral itu ga penting"Gia


"Udah sekarang kamu tidur ya. udah malem. aku juga mau tidur aku capek" Adka.


"Yaudah deh. selamat malam Sayang nya aku"Gia.


"Selamat malam juga pacarnya aku"Gia


Setelah mematikan sambungan Gia langsung tertidur masuk ke dalam mimpi.di sisi lain Adka juga langsung tidur karena kelelahan.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2