Si Pembuat Ulah Jatuh Cinta

Si Pembuat Ulah Jatuh Cinta
Part 41


__ADS_3

Seorang pria sedang duduk di kursi kebesarannya, matanya terus pokus menatap ke arah layar monitor. namun pria itu terlihat risih dengan suara notif dari grup WhatsApp kantor.


Pria itu memastikan ada apa mereka ribut di jam kerja seperti ini.


'Wet wet gue yakin tun Mak lampir bakal langsung bos pecat'


'Iya tuh bener kayanya kalo Pak Adka tau langsung di cingcang tuh nek lampir'


'Semoga aja bos keluarin nek lampir itu, gue udah jengah oleh sikap tu nek lampir'


Seperti itulah isi chat para karyawan yang Adka baca bahkan lebih banyak lagi. namun saat di chat terakhir, mata Adka tertuju ke sebuah Vidio, matanya seperti tidak asing tempat yang berada di Vidio itu.


Karena penasaran Adka langsung memutar Vidio itu, yang awalnya biasa saja tidak ada yang aneh tapi saat Vidio sudah di tengah tengah, mata Adka itu langsung melotot, matanya memerah seketika, tangganya mengepal menahan marah dan rahangnya mengeras.


Adka berusaha tenang untuk melihat Vidio sampai akhir, namun matanya kembali terbuka sempurna saat di video di akhir akhir yang menjuluki wali menegeer akan menampar kekasihnya bahkan beraninya menyebut ja*lang.


"Brengsek.... berani sekali ja*lang itu menghina kekasihku!"Kata Adka dengan amarah yang menggebu-gebu.


"Tidak akan ku ampuni kau ja*lang muarahan"Kata Adka langsung menyambar ponselnya mencari nomor seseorang.


"Cepat pecat wakil menegeer mu itu sekarang juga. atau kau juga yang saya pecat!"Kata Adka bersungut-sungut emosi dan langsung mematikan sambungan telpon secara sepihak.


"Huh merepotkan saja"Kata Adka menghempaskan tubuhnya di sofa.


"Eh astagfirullah. iya gue harus telpon Gia buat kasih penjelasan"Kata Adka menggambil ponselnya mencari nomor kekasihnya.


"Sayang lagi sibuk enggak?"Tanya Adka.


"Enggak tuh yang ada apa?"Gia


"Ke perusahaan aku dong sini, aku kangen sama kamu yang"Kata Adka.


"Yaudah iya bentar aku ke sana sekarang, bye bye sayang ku"Gia.


"Iy... ish maen matiin aja, untung pacar gue Lo, kalo bukan udah gue tendang ke hutan belantara"Kata Adka dengan wajah kesalnya.


Beberapa menit kemudian mobil Gia berhenti di parkiran perusahaan kekasihnya. Gia berjalan ke arah loby, namun dirinya dibuat bingung oleh semua karyawan yang menundukan kepalnya dan menyapanya dengan ramah.


Tetapi saat akan masuk ke dalam lift dirinya tidak sengaja berpapasan dengan Nek lampir yang kemarin debat bersamanya.


Wanita itu menatap sinis ke arah Gia sambil membuang muka. Gia tidak memperdulikannya dirinya terus berjalan masuk ke arah lift.

__ADS_1


Sesampainya di atas Gia melihat sekertaris kekasihnya menatapnya tak suka, namun Gia membalasnya dengan senyuman.


Gia membuka pintu ruangan kekasihnya. Gia melihat Adka masih pokus menatap layar monitor bahkan saking pokusnya Adam tidak menyadari dirinya datang.


"Ekhem... aku tau pekerjaan kamu banyak, tapi jangan pokus pokus amat lah kekasih sendiri datang aja ga nyadar"Kata Gia sambil berjalan ke arah Adka.


"Eh sayang, maaf. iya deh janji ga bakal gitu lagi"Kata Adka sambil menarik Gia duduk di pangkuan nya.


"Heem... kamu udah makan siang?"Tanya Gia sambil mengelus rambut Adka.


"Hehehe... belum yang. enggak sempet"Kata Adka mengeluarkan pelukannya.


"Udah lepas dulu, sekarang kamu makan dulu oke, nanti sakit"Kata Gia turun dari pangkuan Adka sambil berjalan ke arah sofa diikuti oleh Adka.


"Kamu udah makan yang?"Tanya Adka sambil terus menatap Gia yang sedang mengeluarkan makannya.


"Belum sih, aku mah nanti aja dirumah habis pulang dari sini, sekarang kamu makan dulu aaa.."Kata Gia sambil menyodorkan satu suapan ke mulut Adka.


"Aamm... sekarang gantian, kamu juga harus makan yang oke sini aku suapin"Kata Adka mengendorkan satu suapan ke mulut Gia.


Mereka makan sambil suap suapan secara bergantian sampai tidak terasa piring yang tadinya penuh sekarang sudah bersih tanpa sisa.


"Yang kenapa ko kamu tidak bilang soal kejadian kemarin siang ke aku?"Tanya Adka mengelus puncak rambut Gia.


"Ish kamu tuh... soal kamu adu omong sama wakil menegeer kemarin siang di loby"Kata Adka menatap intens wajah kekasihnya.


"Oh soal itu, ko kamu bisa tau sih yang"Tanya Gia menatap manik mata kekasihnya menyelidik.


"Gampang kalo soal begituan mah. kamu tenang aja aku udah pecat dia ko, aku pastiin dia melamar kerja di mana mana juga gak akan ada yang nerimanya"Kata Adka tersenyum sinis.


"Emm.. apa itu tidak terlalu berlebihan yang?"Kata Gia tidak enak.


"Tidak. bahkan aku masih baik sama dia, aku tidak membunuhnya karena beraninya dia mengatai kekasih tercinta ku dengan sebutan yang sangat menjijikan"Kata Adka mulai tersungut emosi.


"Astagfirullah yang nyebut kamu tuh, ga baik main bunuh bunuh nyawa orang aja"Kata Gia bergidik ngeri.


Huh pantas saja dia tadi tadi menatapku seperti itu, ternyata di pecat toh. Gia


"Heem pokonya kalo ada apa apa langsung bilang sama aku, aku ga mau kejadian kemarin ke ulang lagi. aku ga akan biarin pacar aku yang cantik dan imut ini tersakiti walaupun segores pun"Kata Adka mengusap pipi Gia dengan sayang.


"Uhh toswisnya pacar aku ini"Kata Gia langsung menghamburkan pelukannya.

__ADS_1


...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...


Setelah tadi pagi Cia bersama Ayah dan Bundanya mengantar Rein ke terminal bus, pulangnya Cia mampir ke perusahaan Johan.


Siang harinya Cia bersama Johan pergi untuk Feeting baju. mobil Johan berhenti di depan butik ternama di kota itu. Johan berjalan beriringan bersama Cia masuk kedalam butik itu.


"Mba tolong carikan baju pengantin bisa pakai hijab buat calon istri saya"Kata Johan datar.


"Baik tuan. mari nona ikut saya, saya akan tunjukan"Kata Wanita itu dengan senyum ramahnya.


"Kau ikutkan dengan dia aku akan tunggu di sini"Kata Johan menatap hangat.


Cia menggangguk sambil mengikuti langkah wanita itu.


"Ini adalah model terbaru di butik kita nona"Kata Wanita itu sambil menunjukkan gaun pengantin yang terlihat elegan.


"Wah sangat cantik, aku ambil yang ini mba"Kata Cia mental kagum gaun pengantinnya.


"Baik mba, mba boleh coba dulu bajunya di sana"Kata Wanita itu menunjuk ruangan ganti baju.


Cia masuk ke dalam ruangan itu untuk mencoba bajunya. Cia keluar ke tempat Johan berada untuk menunjukkan gaun pengantin nya. Johan yang melihat Cia keluar dengan gaun pengantin yang sangat indah di tambah wajah Cia yang sangat cantik.


Dirinya langsung terhipnotis, Johan bahkan tidak berkedip memandangi Cia dari atas sampai bawah.


"Ka... ka Johan heyy"Kata Cia melambai melambaikan tangannya di depan wajah Johan.


"Eh iya.. em kamu terlihat sangat cantik sayang"Kata Johan dengan senyum mengembang.


Seketika pipi Cia langsung merah merona mendapat celetukan dari Johan. Johan melihat tingkah Cia dirinya tertawa geli. Cia kembali ke dalam ruangan ganti untuk menggantinya lagi dengan baju dirinya.


"Tolong mba bungkus yang ini dan jas yang tadi saya coba"Kata Johan.


"Baik tuan"Kata Wanita itu langsung membawa gaun pengantin bersama jas.


Setelah Johan membayar baju ke kasir, mereka melanjutkan perjalanan untuk berjalan jalan keliling kota.


Sepanjang hari ini mereka berjalan jalan ke liling kota sampai malam hari. sore harinya mereka nonton film di bioskop setelah itu mereka makan untuk mengisi perut di sebuah restoran.


BERSAMBUNG...


Othor mau kasih tau kalo part selanjutnya akan Othor skip nanti langsung ke hari pernikahan Cia dan Johan.

__ADS_1


ANYYOUNG... makasih buat kalian yang masih pantengin cerita Othor ini. jangan lupa untuk tinggalin jejak kalian okey.


Like, komen and vote gaiss...


__ADS_2