
Beberapa tahun kemudian.
Kehidupan Gia dengan Adka tahun tahun ini juga semakin romantis. akhir akhir ini Adka juga selalu mengajak Gia ke hubungan yang lebih serius lagi. tetapi Gia selalu beralasan ingin melanjutkan dulu kuliah.
Sementara Johan beberapa tahun ini juga dia selalu berkunjung kerumah Cia untuk alasan ingin main. padahal pengen pendekatan.
Namun semuanya tak semudah yang Johan bayangkan, Johan pernah mengungkapkan perasaannya kepada Cia. Cia tidak menolaknya namun Cia menjawabnya ingin langsung menikah, bisa di bilang ta'aruf.
Johan sempat kecewa dengan jawaban Cia. namun Johan akan memantapkan dirinya untuk nanti menikah dengan Cia.
Karena bagi Johan pernikahan itu sakral di tambah Johan pengen punya pekerjaan dulu. tapi Johan bernjanji setelah ia sukses Johan akan melamar Cia. dan Cia siap menunggu.
Minggu lalu mereka sudah melaksanakan ujian akhir untuk kelulusan.mereka juga memanfaatkan hari liburnya pergi ke villa keluarga Adka untuk berlibur.
...🌨️🌨️🌨️🌨️🌨️🌨️🌨️...
Hari yang semua murid tunggu hari ini adalah hari kelulusan bagi mereka. dan untuk temanya semua murid putri menggunakan kebaya dan murid putra menggunakan jas.Di hari kelulusan ini juga para orang tua murid pun di undang untuk ke sekolah
Di kediaman rumah Gia. Rachel, Riza dan Rendi sudah rapi dengan pakaiannya untuk pergi ke sekolah Gia. Mereka sudah lama menunggu Gia. namun Gia belum juga turun. Rachel jengkel langsung berjalan ke kamar Gia.
Rachel membuka pintu kamar melihat Gia memakai kebaya warna biru Dongker tapi Gia masih duduk di depan cermin belum juga dandan.
"Astagfirullah markonah ko belum juga dandan sih. ini sudah mau siang"Rachel berjalan ke arah Gia dengan kesal.
"Eh Mama. Gia bingung pake nya gimana"Gia menggangguk kepala yang tidak gatal.
"Makanya kalo ga bisa itu bilang. sini mama makeup pin"Rachel sambil mengambil alat alat make-up
Engga lama Gia sudah cantik dengan make-up ala mama Rachel. polesan Make-up sederhana engga terlalu tebal namun sangatlah cantik.
Gia memakai high heels yang sudah di siapkan oleh Rachel. namun Gia kesusahan berjalan karena baru kali ini Gia menggunakannya.
Rachel yang melihat anaknya kesusahan berjalan memakai high heels menggelengkan kepalanya.
"Aduhh gustiii. kamu gabisa pake high heels. kamu perempuan atau bukan sih pake high heels doang ga bisa. pokonya kamu nanti harus belajar memakainya"Cerocos Rachel sambil membantu Gia berjalan kebawah.
"Karep Kanjeng mami lah"Gia menatap malas Mama nya yang sedari tadi tidak berhenti nyerocos kaya kereta api mogok. eh woy gimane ceritanya kereta api mogok di samain sama itu. ah bodo amat serah Othor lah.
Mobil keluarga Gia memasuki area parkiran. mereka semua turun dari mobil Gia menggandeng tangan Rachel mereka berjalan beriringan menuju lapangan sekolah.
Saat mereka berjalan ke area lapangan. Gia dan orang tuanya langsung jadi pusat perhatian semua orang. mereka kagum dengan tampilan Gia yang saat ini berbeda dari hari biasa Gia terlihat sangat cantik dengan make-up tipis.
Rachel juga tak kalah cantik walaupun sudah punya anak dua semua orang terkagum melihat Rachel seperti anak masih ABG. Riza juga sangat tampan dengan jasnya. ah ga usah di tanya lagi Rendi juga sangat keren membuat semua ciwi ciwi melihatnya tanpa berkedip.
Di situ sudah ada Cia bersama bunda Tania dan ayah Arman, Adka bersama Johan juga sedang bergabung dengan mereka.
sementara Untuk perwakilan orang tua Adka dan Johan, mereka meminta pa Zek untuk perwakilkannya. ke empat sahabat Gia pun sedang berada bersama kedua orang tuanya.
Orang tua Gia dan orang tua Cia langsung berbincang bincang dengan pa Zek juga. sementara Johan langsung mengobrol dengan Cia.
Adka tersunyum geli melihat Gia berjalan dengan susah payah menggunakan high heels nya. Adka berjalan menghampiri Gia.
"Uh pacarnya aku kasihan susah jalan pake high heels"Adka sambil mencubit pelan hidung Gia.
"Ih bukannya bantuin malah cubit cubit"Gia dengan cemberut.
"Pacarnya siapa sih gemesin banget kalo lagi ngambek"Adka mencubit kedua pipi Gia dengan gemas.
"Au ah gelap"Gia dengan masih cemberut.
"Terang gini loh sayang"Adka dengan tertawa geli menjahili kekasihnya.
"Becanda ko ayo aku bantuin jalan deh. kita gabung sama mereka ke depan."Adka menggandeng tangan Gia.
"Ko pake deh sih. ga niat bener"Gia menyikut perut Adka kesal.
__ADS_1
"Aduh sakit sayang galak bener lama lama aku cari cewe yang cantik tambah lemah lembut."Adka memegangi perutnya yang sakit.
Gia langsung memelototi Adka dengan tajam. Adka langsung tertawa geli melihat ekspresi Gia seperti macan ingin menerkam mangsanya.
"Kamu cantik banget"Bisik Adka membuat pipi Gia langsung merah merona seperti kepiting rebus.
Sementara Johan dan Cia sedang duduk di kursi bersampingan. di antara keduanya tidak ada satu pun yang bicara. keduanya semakin canggung. Johan ber inisiatif memulai percakapan untuk menghilangkan kecanggungan di antara mereka.
"Cia. gue mau ngomong sesuatu"Johan menatap Cia serius.
"Eh iya mau ngomong apa ka?"Kata Cia menatap Johan.
"Gue akan kuliah di luar negri bersama Adka. Pa Zek menyuruh kita belajar mengurus perusahaan cabang kita yang ada di sana. sambil kita berdua kuliah"Jelas Johan.
Saat Johan berkata akan ke luar negeri. ada perasaan aneh di dalam hati Cia. Cia seakan tidak rela untuk jauh dari Johan dan ada rasa sedih saat Johan mengatakan akan kuliah di luar negri.
"Semoga Ka Johan di sana betah ya"Cia dengan senyum manis.
"Iya"Kata Johan.
Keduanya langsung hening lagi. Cia menunduk kan kepalanya Cia merasa sedih akan jauh dari ka Johan.
'Huh rasanya berat sekali untuk jauh dari ka Johan. tapi mau gimana lagi aku ga bisa melarangnya pergi'
Johan melirik Cia yang sedari diam melamun.
"Apakah kamu baik baik saja?"Johan menepuk tangan Cia pelan membuat Cia tersadar.
"Eh iya aku baik baik aja ko"Kata Cia.
Acara pun di mulai. dari acara pertama adalah pembukaan dan setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Alquran.
Setelah itu sambutan dari kepala sekolah dan perwakilan dari kelas masing masing. dan sambutan kesan dan kesan dari adik kelas. dan masih banyak lagi.
Dan sekarang adalah yang di tunggu tunggu oleh semua siswa. yaitu pengumuman siapa yang lulus. pa kepsek membacakan siapa saja yang lulus.
"Waalaikusalam"jawab semua murid.
"Oke sekarang bapa akan mengumumkan siapa saja yang lulus. dan selamatt.... kalian semua nya lulus"Teriak pa kepsek membuat semua murid teriak senang.
"Alhamdulillah ma, pa, dek aku lulus"Gia sambil memeluk ketiganya.
"Iya sayang selamat ya."Kata Rachel.
"Iya selamat ya ka"Kata Rendi.
"Sayang kita lulus"Gia menghamburkan pelukannya ke Adka.
"Iya kita lulus"Adka membalas pelukan Gia dengan erat.
Siska dan Jesika datang menghampiri Gia. mereka bertiga langsung berpelukan seperti teletubis.
"Ahh... kita lulus gue masih engga percayaa"Kata Siska sambil memeluk erat
"Gue juga masih ga percaya"Kata Jesika memeluk erat.
"Pengen ikut juga dong"Kata Rian dan Reno merentangkan tangganya akan memeluk ke arah mereka bertiga.
Adka yang melihat itu langsung memelototi keduanya. Rian dan Reno langsung cengegesan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Ya elah bro cuman sebentar"Kata Reno.
"Iya pelit amat lo"Kata Rian menatap Adka.
"Bodo amat serah gue"Adka dengan ketus.
__ADS_1
"Ih kalian pada apaan sih ribut mulu"Kata Gia menatap ke arah mereka.
"Eh gi gue sekalian mau pamitan sama Lo. besok gue mau keluar kota. bokap sama nyokap akan tinggal tetap di sana. jadi gue akan kuliah di sana."Kata Siska.
"Iya gue juga di suruh nyokap sama bokap untuk kuliah di luar negri. gue ga bisa nolak permintaan mereka"Kata Jesika.
"Ko Lo pada ga kasih tau gue dari awal sihh"Gia menatap sedih keduanya.
"Kita ga sempet ngasih tau ko Lo"Kata Siska.
"Ahh. Lo pada jangan pernah lupain gue.dan semoga kalian betah di sana."Kata Gia memeluk erak sahabatnya.
"Iya gue minta maaf kalo ada salah"Kata Jesika.
"Iya gue juga minta maaf" kata Siska.
Gia menggangguk sambil melepaskan pelukannya.
Semuanya menyaksikan hiburan dari sekolah dengan gembira. sementara Cia sedari tadi diam sejak kejadian tadi.
Sekarang sudah semakin sore semua orang sudah mulai pulang.
"Kalo gitu Tante sama om pulang duluan ya."Kata Tania menatap Gia.
"Iya tan, om hati hati di jalannya"Kata Gia.
"Iya paman, bibi kita pulang duluan"Kata Cia dengan senyum manis.
"Kalo gitu ka kita pamit assalamualaikum."Kata Tania.
"Waalaikusalam"Jawab Riza dan Rachel.
Mobil Cia meninggal area parkiran. Sementara Riza, Rachel dan Rendi juga pulang duluan. karena Gia akan pulang di antar oleh Adka.
Adka melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang sambil terus terusan melirik Gia sambil menjalankan mobilnya.
"Kamu kenapa sih yang. liatin aku mulu. pokus nyetir entar nabrak lo"Kata Gia mulai risih di tatap terus menerus.
"Ga akan nabrak ko"Kata Adka sambil terus melirik Gia.
"Ih kamu kenapa sih yang"Kesal Gia risih sedari tadi Adka terus melirik Gia.
Adka menepikan mobilnya di pinggir jalan. Adka menatap dalam mata Gia. Gia di buat bingung dengan tingkah Adka.
"Kamu kenapa hmm"Kata Gia mengelus rambut Adka.
"Aku mau ngomong sesuatu sama kamu"Adka menatap Gia serius.
"Kamu mau ngomong apa?"Gia menatap Adka.
Adka menarik nafas dan membuat nya dan menggenggam tangan Gia sambil menatap mata Gia. "Em aku akan terusin kulian aku di luar negeri pa Zek menyuruh aku memimpin perusahaan cabang di sana sambil kuliah."
Gia langsung menunduk diam tanpa membalas ucapan Adka. Adka langsung menarik tubuh Gia kedalam pelukannya.
"Hiks hiks.. kamu akan tinggalin aku dong di sini"Isak Gia memeluk erat.
"Cup.. cup.. kita bisa LDR dulu, kita kan bisa Vidio call."Adka mengusap rambut Gia.
"Kenapa kamu ga kasih tau aku dari awal. dan kamu berangkat nya kapan ke sana?"Gia masih memeluk erat Adka.
"Aku juga di kasih tau pa Zek kemarin malam. mendadak. aku berangkat kemungkinan lusa"Adka masih mengelus rambut Gia.
"Udah kamu jangan nangis. besok kita habiskan waktu kita berdua sebelum aku pergi oke."Adka mengusap air mata di pipi Gia.
Gia menggangguk sambil sesegukan. Adka melajukan mobilnya lagi dengan kecepatan sedang menuju rumah Gia.
__ADS_1
Bersambung.