Si Pembuat Ulah Jatuh Cinta

Si Pembuat Ulah Jatuh Cinta
Part 57


__ADS_3

Hari sudah semakin siang, Gia masih duduk di sofa ruangan Adka menumpangkan kakinya sambil pokus ke ponselnya.


Dirinya sudah hampir menunggu lebih dari set jam di ruangan suaminya itu, namun suaminya belum juga datang dari ruangan meeting.


Gia berjalan ke arah meja kerja Adka, di ambilnya sebuah bolpoin sambil menyobek buku kosong di sana.


'Sayang aku sangat lapar, aku akan pergi ke restoran xxx'


Setelah menulis sedemikian di kertas tersebut, Gia keluar dari ruangan Adka dengan tas di tangganya.


Tidak lama Gia sudah berada di lantai bawah, dirinya keluar dari gedung perusahaan Wirantara company untuk menyetop sebuah taksi.


Setelah sudah sampai di tempat tujuan, Gia langsung masuk ke dalam restoran itu, mencari tempat duduk yang kosong.


Gia memesan beberapa makanan, eh bukan beberapa makanan lagi, Gia masih saja Gia yang dulu, suka makan and doyan.


Dirinya memesan ayam bakar, beberapa makanan seafood, ikan bakar dan masih ada beberapa makanan lagi, belum lagi di tambah makanan penutup dengan minumannya.


Tidak menunggu lama pesanan nya sudah datang, saking banyaknya yang Gia pesan sampe sampe meja yang ia tempati hampir penuh dengan makanannya.


Kalian bayangkan saja itu perut atau apa? buset bisa masuk tuh makanan segitu banyak di perut Gia? kayanya perut Gia bisa nampung dosa dosa kalean yang Sekaban.


"Wah kelihatannya enak nih, udah lama ga makan sedikit kaya gini"Kata Gia berbinar sambil mengambil beberapa makanan ke piringnya.


Gia memakan semua makanan itu dengan lahap, kalo Adka di sana mungkin Adka akan syok kejang kejang lihat istrinya makan seperti orang yang enggak makan satu abad.


Kini semua piring di meja itu sudah habis tanpa sisa, hanya ada beberapa makanan penutup saja. Gia memegang perutnya yang sudah kenyang sambil bersandar di kursi.


"Ah... leganya, wah seperti puding ini sangat enak"Kata Gia sambil menggambil puding di meja makan.


Namun dari arah kanan meja yang tidak jauh dari tempat Gia duduki, seorang pria sedang memperhatikan wajah Gia yang sedang makan dengan seksama.


"Kau pulangkan terlebih dahulu ke perusahaan, saya ada urusan sebenar"Kata Pria itu kepada pria di sebelahnya.


"Baik tuan, kalo begitu saya permisi"Kata Pria satunya itu sambil membungkuk hormat pamit undur diri.


Setelah melihat kepergian pria satunya lagi, Pria itu mulai mendekati meja yang di tempati oleh Gia.


Pria itu berhenti di belakang Gia, matanya tertuju pada meja yang banyak sekali piring piring bekas makanan.


Pria tersebut dibuat tercengang melihat isi meja dipenuhi oleh piring yang sudah kosong, bahkan wanita di depannya itu masih memakan puding di tangganya.


"Astagfirullah, kau menghabiskan semua makanan ini?"Tanya Pria itu masih tidak percaya sambil duduk di kursi depan Gia.


Gia seketika memalingkan wajahnya ke depan pria tampan tersebut, Mata Gia langsung membulat sempurna.


Dirinya langsung bangkit dari duduknya, Gia mendekati Pria itu untuk duduk di sebelahnya.


"Ya ampun aku ga salah orang kan?"Tanya Gia terus menatap pria di depannya tidak percaya.


"Hey nengnong kamu ga berubah ya dari dulu selalu saja banyak makan, ini beneran kamu habisin semua piring di meja ini?"Tanya Pria itu mengusap kepala Gia.


"Hehehe khilaf bang sumpah"Kata Gia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Ini beneran Babang Galuh, Gia ga salah orang kan?Kata Gia memastikan.


"Menurut mu"Kata Galuh sambil merentangkan tangganya.


Gia dengan cepat memeluk tubuh Galuh dengan erat dirinya masih tidak percaya bisa bertemu dengan Galuh.

__ADS_1


Karena setelah lulus SMA dulu, Galuh melanjutkan kuliahnya di luar negri, jadi Gia sejak itu tidak lagi ketemu sama Galuh.


"Bang tega bener sih sama Gia, kenapa ga pernah hubungin Gia?"Kata Gia melepas pelukannya.


"Maaf nengnong, aku dulu sangat sibuk, aku harus kuliah sambil mengurus perusahaan Papa di sana"Jelas Galuh.


"Terus kenapa bang Galuh sekarang ada di kota ini? kenapa ga ke rumah Gia dan hubungin Gia kalo bang Galuh ke negara ini lagi?"Tanya Gia mencabikkan bibirnya.


"Utututu kamu masih saja ya kaya dulu cerewet sekali.."Kata Galuh mengacak ngacak rambut Gia gemas.


"Bang.. ih kan berantakan"Kata Gia kesal sambil membetulkan rambutnya.


"Hehe.. maaf maaf, jadi Bang Galuh di sini sudah hampir 2 tahun, Bang Galuh meneruskan perusahaan Papa yang ada di kota ini"Jelas Galuh.


"Ih nyebelin, udah dua tahun di sini, ga kabarin Gia lagi, huh.. dasar Abang durhakim"Seru Gia dengan Ketus.


Galuh di buat terkekeh oleh tingkah Gia yang tidak berubah dari dulu, namun dari kantung celana milik Galuh, ponselnya bergetar, dirinya menggambil ponselnya melihat siapa yang menghubunginya.


Wajahnya langsung malas melihat nama yang tertera di layar ponselnya. dirinya dengan malas mengangkat sambungan telpon dari kekasih ke seberapanya itu.


"Sayang!"Teriak wanita di sebrang sana


Galuh dengan cepat menjauhkan ponselnya dari telinganya, membuat Gia keheranan.


"Ada apa?"Bisik Gia.


"Bentar kekasih ke sekian ku menelpon"Bisik Galuh.


Galuh dengan kekasihnya berbincang bincang, kekasihnya merengek ingin di jemput untuk pergi ke mall sementara Galuh sedang merayunya dengan beberapa alasan.


Setelah berhasil, Galuh menyimpan kembali ponselnya kedalam saku celana sambil menghembuskan nafas beratnya.


"Ya apa dayanya babang Galuh mu.. yang mempunyai wajah tampan ini"Kata Galuh dengan pedenya.


"Haish.. bang Galuh sangatlah menyebalkan"Dengus Gia kesal.


"Hahaha.. nengnong kau banyangkan saja kemari malam aku menemui sepuluh kekasih ku sekaligus dalam satu malam, tambah mantap lagi dari sepuluh itu mereka menciumi bibirku yang sekseh ini"Kata Galuh sambil menerawang kejadian kemarin malam.


"Ih ka Galuh bekas"Celetuk Gia.


"Apakah nengnong mau merasakan bibir manis babang mu ini"Goda Galuh sambil terus mendekati tubuh Gia.


Namun dari pintu restoran, terlihat seorang pria melihat ke arah meja Gia dengan wajah yang memerah.


Pria tersebut berjalan dengan cepat ke meja tersebut, tanpa pikir panjang lagi pria tersebut langsung membogem wajah Galuh.


Gia terbelalak kaget dirinya melihat ke arah Pria dengan wajah merahnya.


"Sayang? ko kamu ada di sini?"Tanya Gia heran.


Tidak lama Gia pergi dari perusahaan, Adka juga baru selesai rapat, dirinya langsung ke ruangan nya untuk menemui istri tercintah.


Namun dirinya tidak menemukan keberadaan Gua, saat akan duduk di kursi kerjanya, matanya tertuju ke sebuah kertas di atas meja.


Adka membaca tulisan di kertas tersebut, karena ingin segera menyusul istri tercintahnya ke restoran itu, Adka dengan cepat menyelesaikan pekerjaan yang tertunda tadi sebelum rapat.


Setelah selesai semua pekerjaan, Afka langsung menyusul sang istri ke restoran xxx.


"Jadi ini alasan kamu pergi tanpa menunggu aku terlebih dahulu, kamu pergi makan sama pria lain"Kata Adka dengan emosinya yang meluap-luap.

__ADS_1


"Adka sayang bukan begitu, aku bisa jelaskan"Kata Gia memegangi tangan Adka.


Galuh yang mendengar nama Adka, dirinya mengangkat wajahnya, pikirannya penuh tanda tanya saat melihat Adka adik kelasnya dulu berada di sini, bahkan memukulinya, memangnya dia mempunyai salah apa?


"Hey kau Adka, berani sekali kau memukul wajah ku"Kata Galuh kesal sambil berusaha bangun.


"Galuh?"Kata Adka saat matanya melihat ke arah Galuh.


"Kau ini cemburuan sekali boy, aku tadi tidak sengaja ketemu sama babang Galuh di sini"Dengus Gia kesal sambil duduk di kursi.


"Hey Gia sayang kan aku gak tau kalo kamu sama si Galuh"Kata Adka duduk sambil mengusap rambut Gia.


"Mana bisa kami tau, kamu aja tadi langsung marah marah tidak jelas"Kata Gia ketus.


Keduanya terus berdebat sambil Adka terus membujuknya, Galuh di buat kesal dengan keduanya, dirinya berasa sedang menonton live orang sedang merajuk.


"Hey kalian berhenti lah!"Seru Galuh kesal.


"Diam lah, bisa gawat kalo istri kesayangan gue ngamuk, ntar malem ga dapat jatah"Seru Adka mentap tajam Galuh.


"Wah wah... kalian udah nikah? dan tidak ngundang gua?"Kata Galuh berdecak pinggang.


"Gak penting ye kan sayang"Kata Adka memeluk pinggang Gia.


"Apaan sih ga usah pegang pegang, sana kamu jauh jauh, aku lebih baik pergi sama babang Galuh aja"Ketus Gia sambil melepaskan tangan Adka yang berada di pinggangnya.


"Hey... kenapa kamu panggil dia lagi dengan kata sayang kamu lagi"Kata Adka kesal.


"Biarin dari pada kamu orang cemburuan"Kata Gia membuang mukanya.


"Gia sayang berarti itu tandanya aku sayang banget... benget... benget... sama yayang Gia"Kata Adka dengan nada selembut mungkin sambil mengelus rambut Gia.


"Huh.. ayo babang Galuh kita pergi aja dari sini, biarin aja tuh orang sini sampe jamuran"Kata Gia ketus sambil menggandeng tangan Galuh.


Batin Galuh be like, 'Ku hanya diam, mendengar melihat segala pertengkaran kalian'


"Hey.. kau mau kemana, awas saja kalo berani pergi aku akan pergi ke bar sana menyewa wanita penghibur"Kata Adka kesal.


Mata Gia langsung melotot, dirinya dengan cepat melepas genggaman tangan nya dari tangan Galuh.


Dengan cepat dirinya duduk di pangkuan Adka sambil memainkan jarinya di dada bidang Adka.


"Jangan dong, kamu emangnya tidak puas dengan servis aku?"Kata Gia dengan lembut sambil terus memikirkan jarinya di sana.


"Enggak ko aku puas dengan servisnya kamu sayang, bahkan nanti malam kita coba gaya baru lagi oke"Kata Adka seketika lembut sambil mengelus rambut Gia.


Mereka berdua berciuman dengan mesra tanpa memperdulikan keadaan sekitar, bahkan sekarang Galuh berasa nyamuk di sana.


Galuh di buat tercengang dengan tingkah laku kedua pasangan sebeleng di depannya, barusan mereka bertengkar, dan sekarang apa? mereka bermesraan di depan matanya.


Ditambah apa tadi, mereka membahas servis *** ***.. wah sangat menyebalkan.


Galuh bangkit dari duduknya dengan wajah kesalnya, kalo kaya gini Mendingan tadi dirinya menjemput kekasihnya.


"Pasangan sama sama sinting, tadi mereka berdebat, dan apa barusan, tidak menunggu lama lagi mereka kembali bermesraan dengan membahas servis *** ***.. "


"Sangat menyebalkan sekali, mereka secara terang terangan bermesraan di depan ku"Gerutu Galuh kesal sambil keluar dari Restoran tersebut meninggalkan kedua pasangan sinting yang masih berciuman mesra.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2