Si Pembuat Ulah Jatuh Cinta

Si Pembuat Ulah Jatuh Cinta
Part 4


__ADS_3

Saat Bu Meta sudah selesai, para murid keluar kelas untuk pulang, tapi sementara Gia, Siska, Jesika,Reno,Rian,Adka dan Johan masih berada di dalam kelas.


"Jadi kita kerja kelompok di rumah siapa?"Tanya Johan melirik mereka secara bergantian.


"Gimana kalo di rumah Gi?"Usul Jesika.


"Kita mah setuju setuju aja ya kan?"Siska sambil melirik Rian, Adka,Reno dan Johan dan langsung di angguki oleh mereka.lanjutnya, "Gimana Gi?"


"Serah kalian dahh,kalo gitu gue duluan kalian rencanain deh gue tunggu kalian jam 2 siang.Papayy"Gia sambil berjalan menuju pintu keluar.


"Oke nanti gue sama Reno yang beli peralatan jadi di rumah Gia kita tinggal ngerjain"Ucap Rian.


"Oke dah yo pulang kita bahas lagi nanti"Ucap Siska sambil menggandeng tangan Jesika.


"Tunggu.rumah Gia dmna?"Tanya Adka dengan ekspresi datarnya.


"Eh iya gue sampe lupa di jalan anggrek no 12"ucap Siska melirik Adka.


"Yo ah cap cus kita pulang"Siska sambil menggandeng tangan Jesika.


"Heh my Hanny gue da di gandeng"Teriak Reno dengan menggoda Siska.


"Gandeng aja noh kebo punya kakek gue"Siska tanpa memberhentikan langkahnya.


"Ndeh konah Sekaten Kate"Teriak Reno kesal.


Sementara Rian,Adka dan Johan hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Reno.


................


Sementara Gia sudah sampe di rumahnya dan masuk. Gia yang melihat sekeliling ruang tamu mencari keberadaan mama nya namun tidak ada, mendengar ada suara di dapur Gia langsung berjalan menuju dapur dan benar saja mama nya lagi memasak. Saat Gia berjalan menghampiri mama nya muncul lah ide jahilnya.


Gia mengendap ngendap agar mama nya tidak mendengar langkah kakinya dan "Assalamualaikum mama ku tersayang!"Teriak Gia sontak membuat mama nya kaget


"Aduh kodok loncat pake lejing"Latah mama Rachel.


"Huptt...Bwahahahaa." Gia tidak bisa menahan tawanya melihat mama nya latah dengan suara tawanya yang pecah Karna dia berhasil mengerjai mamanya.


"GIAAA! dasar kamu ya selalu saja kagetin mama dasar anak durhakin mama kutuk jadi garpu"Rachel geram karna Gia mengerjainya.

__ADS_1


"Aduh ampuni anak mu ini ma ckck.."Ucap Gia dengan tawanya.


"Huh.. kamu ga buat ulah lagi kan hari pertama masuk sekolah?"Rachel menyelidiki mata Gia.


"A-ah ngga ko ma"Gia gelagapan karna mama nya menatap matanya.


"Jangan bohong sama mana"Ucap Rachel.


"Hehe... sedikit ko suer"Gia dengan tangan membentuk huruf V.


"Huh... udah sana kamu bersihin dulu badan kamu nanti langsung makan siang"Ucap Rachel Gia menanggapinya dengan anggukan dan berjalan naik ke atas.


ibunya Gia alias Rachel dan Omanya Salwa sudah merasa capek menghadapi sikap Gia yang seenaknya dan juga suka ngejahilin orang.


Gia seperti itu karna terlalu di manja oleh Opanya Satya juga Rachel. Namun sekarang Rachel juga sudah merasa jengah dengan sikap anaknya yang melebihi sikap jahil dirinya.


Setelah Gia beres mandi langsung berjalan menuju meja makan.


"Eh de Lo udah pulang"Gia sambil menarik kursi untuk duduk.


"Blum gue belum pulang masih di Jonggol"Rendi menatap kesal kakaknya.


"Udah Jan berantem" Rachel menengahi.


"Eh iya ma temen temen aku mau ke rumah, mau ngerjain tugas kelompok"Ucap Gia menatap Rachel.


"Oh kapan mereka kesininya?"Tanya Rachel


"Kayaknya si bentar lagi soalnya janjian jam 2"Ucap Gia sambil mengunyah makanannya.


Dan benar saja ada ketukan pintu.


Tok tok tok


"Assalamualaikum"


"Eh ma bentar pasti itu mereka"Gia bangkit dari duduknya dan berjalan menuju pintu depan.


"Waalaikusalam ayo masuk"Gia mempersilahkan mereka masuk.mereka berjalan mengikuti Gia menuju ruang makan.

__ADS_1


"Eh kalian udah datang ayo duduk makan siang dulu,Kalian belum makan kan?"Tanya Rachel dengan sopan nya.


"Eh Tante tau aja kalo kita belum makan"Ucap Siska cengegesan.


Dan merekapun makan siang bersama dengan hening tanpa ada satu kata pun.


Setelah sudah beres makan mereka berkempul di ruang tamu untuk memulai tugas kelompoknya.


"Nih gue udah beli alat alatnya"Reno sambil menyodorkan kertas polio dll.


"Okeh siapa yang akan menggambarnya? Gue ga jago menggambar"Tanya Gia melirik ke teman temannya.


"Em biar gue aja."Kata Adka dengan wajah datar nya.


"Em emang Lo bisa gambar?"Gia menyelidiki wajah Adka.


"Bisa."Adka dengan datar.


"Posternya mau tema apa?"Tanya Johan menatap teman temannya.


"Gimana kalo tentang kesehatan?"Usul Jesika.


"Em boleh juga ide lo"Ucap Giaa sambil mikir.


Dan Gia pun langsung menyodorkan alat alatnya ke Adka, tetapi Gia yang akan memberikannya ke Adka pensil yang di pegang jatuh dan dengan barengnya Gia dan Adka langsung berjongkok untuk menggambil pensil itu dan tangan mereka berpegangan saat mereka sama sama menggambil pensil itu.


Gia dan Adka langsung melirik bersamaan sontak membuat mata mereka bertemu dengan jarak yang sangat dekat.


Mereka hanya diam dengan saling menatap. 'Ah kenapa dengan jantung gue ko mau loncat dari kandangnya gini liat mata si cowo gila ini dari Deket.'Guman Gia.


'Em cantik, etss etss gue kenapa'Guman Adka.


Mereka yang melihat adengan itu hanya bisa senyum penuh arti. Dan langsung ada ide jahil dari Rian untuk mengerjai Gia dan Adka.


"Ehem ehemm... sampe lama gitu natapnya"Rian menghangatkan Gia dan Adka sontak mereka langsung tersadar dan langsung menjauhkan tubuhnya.


Adka langsung menggambil pensilnya dan duduk di kursi sementara Gia langsung salting."A-a-aku ambilin kalian minum dulu"Gia gelagapan sambil berjlan menuju dapur.Mereka yang melihat tingkah gia langsung menggelengkan kepalanya.


Kini sudah menjelang sore, tugas kelompoknya pun sudah selesai.mereka pun memutuskan untuk pulang.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2