Si Pembuat Ulah Jatuh Cinta

Si Pembuat Ulah Jatuh Cinta
Part 16


__ADS_3

Malam harinya Gia bersama keluarganya sedang makan malam tidak lupa dengan kedua temannya sedang duduk dengan Hidmat menyantap makan malam.


"Kalian akan berapa hari nginep di sini?"Tanya Rachel di sela makannya.


"Kaya nya satu hari lagi deh Tante"Kata Siska.


"De, habis ini kita mau nonton film horor, Lo mau ikutan?"Tanya Gia menatap adiknya.


"kayaknya ngga deh. Gue mau ngerjain tugas."Kata Rendi


"Halah. Bilang aja Lo takut, masa cucu Firaun penakut, sekalian aja Lo pake rok biar kaya cewek"Ledek Gia dengan tawanya.


"Ndeh markonah sekate kate Lo sama adik sendiri. Bukannya gue takut tapi gue ngeri aja liat adegan hantu yang muncul tiba-tiba."Elek Rendi.


"Banyak alesan Lo. Huh dasar cowok lemah Lo" Kata Gia


"Ngga gue ga lemah Lo aja"Rendi dengan sewotnya.


Mereka berdua saling tatap tatapan tajam membuat Rachel dan Riza menggelengkan kepalanya melihat mereka yang selalu bertengkar di manapun berada. Siska dan Jesika hanya melihat drama adik Kakak itu sambil terus meneruska makan.


Selesai makan yang di isi drama adik kakak selesai. Rachel dan Riza menonton TV di ruang tamu, Rendi masuk kedalam kamar yang katanya ada tugas sekolah.


Sementara ketiga cewek curut berada di kamar sedang duduk di atas kasur sambil menonton drakor setelah tadi nonton film horor yang membuat Jesika teriak ketakutan dan langsung mengeluarkan kaset dan di ganti sama drakor.


Membuat Gia dan Siska menatap kesal ke arah Jesika karena langi seru serunya Jesika langsung mengganti film. mereka menonton drakor sambil ngemil yang tadi sore mereka beli di supermarket.


"Ah iya terus Pepet terus bentar lagi itu nyampe"Sorak Gia saat melihat adegan akan ada kis


"Lama anjrit kalo sama gue udah sosor ajah itu rejeki astagfirullah gereget gue cuma kis doang ya elah seabad"Cerocos Siska ya kalah heboh.


Saat adegan di drakor saling kis mereka rangsung teriak kaya gorila lagi mau berak. eh gorila berak gimana ah masabodo Othor ga tau.


"Omoo. Gue Kapan begituan"Teriak Gia


"Ah pengen tolong temukan hamba mu ini jodoh ya Allah"Doa Jesika dengan mengangkat kedua tangannya.


kedua temannya langsung serempak mengikuti Jesika. "Amin"


Setelah acara nonton Drakor sudah selesai ketiga curut sedang berbaring di kasur sambil pokus pada ponselnya masing masing sementara Gia melamun.


'Emang benar sumber kecewa itu adalah hati yang terlalu berharap kepada manusia. Dan gue terlalu bodoh berharap kepada orang yang ga mungkin cinta sama gue. Geu sekarang harus bersikap bodo amat agar ga gampang kecewa.'


"Gi Lo baik baik aja kan?" Jesika sambil menepuk tangan Gia pelan.


"Hah engga ko gue baik baik aja"Gia langsung tersadar dari lamunannya.


"Em terus rencana Lo kedepannya buat hubungan Lo sama Adka gimna?,Lo masih akan deketin si Adka?"Tanya Siska membuyarkan lamunan Gia.

__ADS_1


"Em kayanya gue harus berusaha lupain dia. Bagaimana pun gue ga mau maksain hati orang"Kata Gia dengan sendu.


"Semangat Gia lo pasti bisa move on sementara lo itu kan cantik masih banyak cowok di luaran sana yang mau sama Lo"Siska menyemangati Gia. Karena Siska baru kali ini melihat Gia sesedih ini karena cowok biasanya Gia bodo amat.


"Iya gue harus semangat"Kata Gia dengan menyemangati dirinya sendiri.


"Semangat Gia"Kata kedua temannya menyemangati.


"Tuhan, jiga dia tidak layak di sisiku. Maka tempatkanlah dia di sisimu. Aminn. Alfatihah."Gia sambil mengangkat kedua tangannya seperti berdoa. Di ikuti oleh kedua temannya.


"Amin. Yasin walkuranilhakin"Kata Siska.


"Aminn. Perdamaian perdamaian. Perdamaian perdamaian. Banyak yang cinta damai tapi perang semakin ramai. Bingung bingung ku memikirnya."Kata Jesika sambil menyayikan solawat ibu ibu.


"Salah alamat neng nong"Gia sambil menoyor dahi Jesika.


...🦎🦎🦎🦎🦎🦎🦎...


Satu Minggu kemudian Gia masih terus bersikap cuek ke Adka. Sekarang Gia sedang menjalankan mobilnya menuju sekolah. tetapi di tengah jalan mobil Gia tiba tiba berhenti.


Gia langsung keluar mobil mengecek ke ban namun oke engga bocor terus lihat bensin, alamak Gia lupa isi bensin mana jalanan sepi lagi.


"Ya Allah ya Rohman ya Rohim ya Malik. eh gue malah baca Asmaul Husna sih."Gia mengusap wajahnya dengan kasar.


Saat Gia sudah kehabisan ide malahan sebentar lagi masuk kelas mana ga ada angkutan umum ya lewat. Gia langsung tertuju ke mobil yang berhenti di depannya.


"Mobil Lo kenapa?"Kata pria itu mendekati Gia.


Gia langsung menoleh ke arah suara. "Eh babang Galuh. ini mobil gue mogok habis bensin lupa isi"


"Kenapa Lo ga telpon supir pribadi Lo?"Kata Galuh.


Gia menggaruk belang rambutnya "Eh iya. gue lupa"


"Em gini deh Lo bareng sama gue aja ke sekolah. biar nanti mobil Lo orang suruhan gue buat bawa ntar di anterin ke sekolah. bentar lagi gerbang di tutup "Kata Galuh sambil melihat jam di tangannya


"Iya deh ayo"Kata Gia dengan antusias mendahului Galuh masuk ke dalam mobil.


Sementara Galuh menggelengkan kepalanya melihat tinggkah Gia.


Sesampainya di area parkiran mereka berdua langsung masuk ke sekolah. Para murid yang melihat Galuh dan Gia berjalan berdampingan dengan bergandengan tangan. sontak para murid langsung bisik bisik tetangga.


Cocok banget mereka yang satu ganteng yang satunya cantik.


Ah gue ga terima Galuh sama Gia


Omoo dada gue sesek liat Gia sama Galuh.

__ADS_1


Oh princess Gia aku sakit hati


Sementara Gia yange mendengar celetukan para murid hanya senyum sambil terus menggandeng tangan Galuh.


Sementara Adka yang melihat Gia dan Galuh bergandengan tangan Adka merasakan ada getaran aneh di tubuhnya. dadanya terasa sesak wajahnya seketika langsung memerah menahan amarah tangan Adka langsung menggepal.


Ada apa dengan gue. kenapa liat Gia gandengan sama Galuh gue jadi marah. dan kenapa liat mereka dada gue terasa sesak. dan ini getaran apa?


Saat istirahat Gia berjalan ke arah kantin menyusul Siska sama yang lainnya namun di tengah perjalanan Gia bentrokan dengan Adka.


Mata mereka bertemu namun Gia langsung tersadar. Gia melanjutkan langkahnya tetapi saat Gia ingin berjalan tiba tiba tangganya di pegang oleh Adka dan di tarik ke arah gudang.


"Ih apa apaan sih lo. lepasin" Kata Gia sambil memberontak berusaha melepaskan cengkraman Adka yang begitu kuat.


Namun Adka tidak menggubris kata Gia. tetapi samakin mencengkeram tangan Gia lebih kuat menuju gudang.


"Mau ngapain sih lo"Kata Gia jutek sambil menghepaskan tangan Adka dengan kasar.


Namun Adka hanya diam sambil terus menatap Gia. mereka seketika hening tidak ada yang bicara sedikit pun. Adka memulai percakapan.


"Kenapa Lo ngehindar terus dari Gue?" tanya Adka dingin


Gia mendengus kesal. Dasar manusia gak peka.


"Heh. Jawab" teriak Adka frustasi, seminggu jauh dari Gia membuatnya uring uringan tidak jelas. Hidupnya terasa hampa.


"Hahahaha bukan nya Lo yang bilang gue bukan tipe Lo. bahkan Lo udah mempermalukan gue di depan umum."Kata Gia sudah mulai terpancing emosi.


"Tapi gue ga bilang sama Lo buat cuek sama gue. Lo akhir akhir ini terus berusaha ngehindar dari gue.gue risih dengan sikap lo"Kata Adka dingin.


Gia mengernyitkan dahinya dan tersenyum sinis. "Ngapain Lo risih sama sikap gue. gue bukan siapa siapa Lo jadi serah gue lah."


Adka yang mendengar ucapan Gia barusan dadanya langsung terasa sesak mukanya langsung memerah menahan amarah.


"Tapi tetap gue ga suka Lo ngehindar terus dari gue" Teriak Adka frustasi.


Gia mendongak, menatap tajam mata elang itu " Lo ngerti gak si?? Kenapa Lo jadi cowok gak peka banget. Gue tuh suka sama Lo, Gue cinta sama Lo. Tapi Lo gak pernah peka sama perasaan Gue. Lo gak peduli dengan perasaan Gue. harusnya Lo tau gue ngehindar dari Lo karena gue sadar gue bukan cewek baik gue emang cewek brengsek ga pantes buat lo" teriak Gia


Gia berlalu pergi, setelah meluapkan segala uneg uneg dalam hatinya. Rasanya Dia sangat puas mengungkapkan segalanya.


Adka diam mematung, masih mencerna setiap kata yang di ucapkan Gia barusan.


Cinta??


Benarkah yang selama ini di rasakan nya Cinta??


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2