
Setelah pelajaran pertama sudah selesai Gia dan Cia berjalan beriringan menuju kantin. mereka berdua duduk di kursi pojok kantin. enggak berselang lama Ronald dan Adam datang menghampiri ke meja pojok.
"Hola Beby. kamu udah lama ya nungguin aku?"Kata Ronald so imut
"Babi babi gue punya nama. kerasukan hantu dari mana Lo ngomong ke gitu geli gue dengernya"Kata Gia sambil mengaduk jus jambu
"Yeileh gue udah di imut imutin tu ngomong malah di katain. yebelin banget lo"Kata Ronald kesal menatap Gia
"Mohon bersabar ini ujian"Kata Adam dengan tawanya di ikuti oleh Cia.
Saat mereka asik berbincang sambil dengan gelak tawa di antara mereka. seorang pria dengan wajah tampan bin cool berjalan ke meja pojok yang di tempattin Gia dan yang lainnya.
"Halo semuanya gue mau gabung boleh?"Kata Pria itu langsung duduk di sebelah Gia.
Semua orang yang berada di meja itu langsung menatap ke arah pria itu.
"Halo..halo...halo..haloo... ihhh makin gemesin deh kamu"kata pri itu sambil mencubit kedu pipi Gia dengan gemas.
"Ihh babang Galuh kebiasaan deh kalo ketemu suka maen cubit cubit aja"Kata Gia cemberut.
"Utututu maaf dong jangan ngambek kebiasaan suer deh"Kata Galuh membentuk jarinya dengan hurup V
Sementara Ronald yang melihat kedekatan Gia dengan Galuh senior nya membuat dirinya bertanya tanya ada hubungan apa Galuh dengan Gia.
Mereka kelihatan nya sangat dekat. apakah mereka punya hubungan khusus. sampe sampe Gia panggil ka Galuh dengan sebutan babang Galuh. ah kayanya gue harus pastiin deh. tapi masa bodo gue akan terus berusaha buat dapetin Gia gimana pun caranya. Gia hanya milik gue.
Sementara Galuh memperhatikan gerak gerik Ronald. Ronald sedari tadi terus menatap Gia tanpa berkedip. tatapannya pun beda.
Kelihatan nya tu orang suka deh sama Gia. dari cara natapnya pun beda. eh apa dia udah tau kalo Gia itu udah punya pacar?
"Eh ka Galuh tumben tumbenan ke kantin. biasnya Kakak kelihatan nya selalu sibuk. sampe sampe kita jarang ketemu sama ka Galuh. iya ga ka"Kata Cia melirik Gia.
Gia hanya mengangguk sambil terus meneruskan makanannya yang baru saja dia pesan.
"Hehe iya kemarin kemarin Kaka mengikuti lomba basket. jadi Kaka setiap hari latihan"Kata Galuh.
"Oh ya? terus gimana ka Galuh menang kan?"Kata Cia antusias.
"Ya so pasti Galuh gituloh. ya pasti menang"Kata Galuh bangga.
"Ingin ku berkata kasar"Kata Gia dengan mulutnya pinuh dengan makanan.
Gia sedang asik makan seperti orang kesetanan tidak di kasih makan se abad. Gia tersedak membuat Galuh dan Ronald panik mereka menyodorkan minuman masing masing secara bersamaan.
"Uhuk uhuk..."Gia sambil memegangi tenggorokan nya.
"Ini gi minum dulu"Kata Galuh menyodorkan minuman
"Ini minum gi"Kata Ronald menyodorkan minuman nya
Gia langsung menggambil minuman yang di sodorkan oleh Galuh. membuat Ronald menatap sendu.
"Makanya kalo makan tuh pelan pelan pelan. ga akan ada yang ambil ko"Kata Galuh mengusap pundak Gia.
"Iya Lo gi. kaya ga di kasih makan se abad ajah"Kata Adam syok melihat cara makan Gia.
"Heh. kurang asem Lo. ngatain gue ga makan se abad. kalo gue ga makan mah gue mati tar kalian bakalan rindu sama gue yang cantek terparipurna ineh"Kata Gia sambil mengibas ngibaskan rambutnya.
__ADS_1
Ronald menyentil dahi Gia dengan gemas. "Heh narsis bener lo"
"Aw... ish sakit tau gue aduin Lo ke ayang beb gue tau rasa"Kata Gia memegangi dahinya.
"Hahaha.... emang ada cowok yang mau sama cewek modelan kaya Lo?"Kata Ronald tertawa
"Ish nyebelin Lo pada. gue mah banyak yang ngejar ngejar yang pengen jadi pacar gue. malahan mereka ngantri"Kata Gia bangga.
"Banyak utang ya Lo di kejar kejar depkole torch"Celetuk Adam tanpa dosa
"Bahasamu ngantri ke ada pembagian sembako geratisan aja"Kata Ronald membuat Gia kesal.
...🌨️🌨️🌨️🌨️🌨️🌨️🌨️...
Setelah pelajaran kedua selesai Gia dan Cia berjalan beriringan menuju tempat parkiran. mereka menjadi pusat perhatian para pria. para pria itu ada yang bengong melihat kecantikan Gia dan Cia, ada juga yang mangap seperti kurang kasih sayang. eh salah kurang makan. ada juga memandang mesum ke arah mereka tanpa berkedip.
Kebetulan di parkiran dekat mobil milik Gia, Ronald dan Adam sedang berdiri di pinggir mobil.
"Ngapain Lo disitu. awas awas ngalagin gue masuk. hus hus"Usir Gia mendorong badan Adam.
"Eh eh. biasa aja kali surijem"Kata Adam kesal.
"Iya Lo ngalangin Gia masuk aja"Kata Ronald membela.
"Au ah gelap. gue mau balik bye"Kata Adam sambil berjalan ke arah motornya.
"Ini masih terang woyyy"Teriak Ronald melihat motor Adam menjauh dari area parkiran.
"Huh emang ngeselin tuh anak. lama lama gue presto juga dia"Dengus Ronald kesal.
"Eh kamu ga boleh gitu. aloh ga suka"Kata Cia menasehati.
"Emm.. kayanya engga ada deh emang nya kenapa?"Kata Gia.
"Temenin gue nonton film yo di bioskop. gue kemarin beli dua tiket masuk. tadinya mau nonton sama sepupu gue. eh malah dia mau jalan sama pacarnya."Kata Ronald bohong. eh eh jangan di dengerin si Ronald sebelg cuman alesan doang pengen jalan berdua.
"Mau ya, ya, yaaa..."Kata Ronald dengan wajah memelas.
"Boleh juga. gue juga bosen di rumah terus. setiap hari rebahan Mulu. untung engga karatan iya"Kata Gia
Sementara Ronald yang mendengar jawaban Gia langsung tersenyum mengembang di bibirnya. "Oke nanti malem gue jemput Lo jam tujuhan"
"Woy Juned maen mau jemput jemput aja. emang Lo tau rumah gue di mana?"Kata Gia menatap Ronald.
"Hehe... iya juga ya"Ronald menggaruk rambutnya yang tidak gatal.
"Udah gue mau pulang bye. nanti aman gue share look."Kata Gia sambil masuk ke dalam mobilnya di ikuti oleh Cia.
...🌨️🌨️🌨️🌨️🌨️🌨️🌨️...
Malam harinya Gia sudah rapi dengan polesan make up sedikit. membuat siapa pun yang melihat pasti akan terpesona dengan kecantikan Gia.
Ronald sudah menunggunya di ruang tamu. sebelum Gia turun ke bawah, Gia menelpon Adka terlebih dahulu. setelah sudah meminta ijin ke Adka dirinya akan main keluar bersama temennya. meskipun ada perdebatan sedikit. Gia langsung berjalan ke bawah menghampiri Ronald yang sudah menungu di ruang tamu.
"Eh maaf lama"Kata Gia membuat Ronald Langsung menoleh ke arah Gia.
Ronald seketika langsung terhipnotis dengan kecantikan Gia malam ini. mulutnya langsung mangap dengan mata tidak berkedip.
__ADS_1
"Gue tau ko gue cantik. ga usah liat gitu juga kali"Kata Gia menatap malas.
"Udah ayo berangkat mau sampe kapan Lo liatin gue kaya gitu. risih gue"Kata Gia kesal.
"Eh iya. kalo gitu om tante kita pergi dulu"Kata Ronald dengan sopan.
"Iya. pulangnya jangan terlalu malam."Kata Riza menatap Ronald.
"Iya jagain Gia. Gia kembali harus dengan utuh. ingat itu"Kata Rachel seakan mengancam.
"Yeileh ma. cuman ke bioskop doang sampe segitunya. kalo gitu kita pamit dulu assalamualaikum"Kata Gia menyalami kedua orang tuanya di ikuti oleh Ronald.
Di sepanjang perjalanan Ronald sesekali mencuri pandangan ke arah Gia. enggak berselang lama mereka berdua udah sampai di tempat bioskop. mereka berjalan beriringan masuk ke dalam.
Setelah Gia membeli popcorn dan minuman. Gia dan Ronald masuk ke dalam ruangan bioskop. kebetulan tiket yang Ronald beli adalah film horor.
Sementara Adka sedang duduk di kursi kerjanya sambil memeriksa beberapa dokumen. ponsel yang berada di atas baskah bunyi, Adka langsung mengambil ponselnya. Saat menyalakan ponselnya ada pesan dari orang suruhannya.
Adka langsung melihat isi pesan tersebut. Mata Adka langsung membulat sempurna saat melihat beberapa Poto Gia sedang berada di bioskop dengan si curut liar.
Bahkan ada Video yang sebelumnya, Vidio di mana Gia dan yang lainya sedang berada di kantin. Gia yang sedang tersedak saat makan melihat Galuh dan Ronald langsung menyodorkan minumnya.
Membuat amarahnya semakin memuncak. tangannya terkepal dengan wajah yang sudah memerah menahan amarahnya. Adka langsung membanting ponselnya dengan keras. sementara Johan yang akan masuk ke dalam ruangan kerja Adka. Johan yang sudah di ambang pintu mendengar benda jatuh dengan sangat keras Johan langsung masuk.
"AGHH... BRENGSEK"Teriak Adka dengan frustasi.
"Wah ada apa ini. seperti ada acara ulang tahun"Kata Johan dengan santainya.
"Diem lo!"Bentak Adka.
"Kalem bos kalem"Kata Johan panik.
"Berani beraninya tuh curut liar jalan sama Gia ku. gue ga akan biarin tuh curut."Teriak Adka frustasi.
"Eh ka sebenarnya ini ada apa? Lo kayanya lagi seneng"Kata Johan dengan tawanya.
"Seneng mata Lo peang"Kata Adka kesal menatap tajam ke arah Johan.
"Lo tau ga?"Kata Adka langsung di potong oleh Johan
"Enggak"Kata Johan dengan polos.
"Mati Lo sono. gue belum selesai ngomong. Lo tau ga, kalo si curut liar sekarang lagi jalan bareng sama Gia. malahan sekarang mereka lagi nonton bareng lagi. ahh apa jangan jangan tadi Gia ijin mau maen sama dia lagi? agh.. gue ga tanya lagi dia mau maen sama siapa malah langsung ijinin aja. kan kalo tau sama si curut gue ga akan kasih Ijin"Kata Adka sambil mengacak ngacak rambutnya dengan frustasi.
"Yeileh. itu mah salah Lo kali, ga tanya dulu kan sekarang Lo marah marah ga jelas"Kata Johan.
"Sebenarnya Lo dukung siapa sih hahh!"Bentak Adka kesal.
"Hehe.. ya maaf. kita harus kasih pelajaran sama si curut itu dan si Adam mereka berani sekali deketin cewek yang kita suka. pokonya kita harus ngomong sama om Zek besok. kita harus segera pulang, kita harus melindungi cewek kita dari orang sebleng kaya mereka"Kata Johan menatap serius.
"Iya Lo bener. kita harus ngomong sama om Zek besok. pokonya kita harus segera pulang. nanti kita kasih mereka pelajaran"Kata Adka dengan senyum licik.
...🌨️🌨️🌨️🌨️🌨️🌨️🌨️...
Sementara Gia dan Ronald masih berada di dalam bioskop. Ronald sedari tadi tidak fokus ke layar bioskop melainkan Ronald terus menatap wajah Gia tanpa berkedip.
Ah Gia ku. kamu lebih cantik ya ternyata di liat dari dekat. pokonya aku ga perduli kamu udah punya pacar ke. aku akan rebut kamu dari pacar kamu. pokonya kamu hanya milik aku seorang.
__ADS_1
Bersambung