Si Pembuat Ulah Jatuh Cinta

Si Pembuat Ulah Jatuh Cinta
Part 11


__ADS_3

Beberapa hari setelah kemping para murid, sekolah seperti biasanya. sementara Gia setiap hari shopping, karena di skors selama 3 hari.


Dan sekarang adalah hari terakhir Gia di skors. Gia memanfaatkan waktunya dengan sebaik baiknya untuk shopping dan menghambur hambur kan uang dengan membeli barang barang yang tidak berguna pun.


Gia sedang berada di mall, saat sudah membeli apa yang dia inginkan Gia merasa cape dan sedikit pegal di tangannya karena saking banyaknya barang yang dia beli sampe sampe tangannya di penuhi oleh belanjaan.


Gia memutuskan untuk makan di restoran di sebrang jalan. Karena sedari tadi cacing cacing nya sudah bersuara tidak bisa di ajak kompromi.


Cacing sialan gue potong juga Lo buar ga bunyi terus.


Saat Gia berjalan keluar mall. saking banyaknya belanjaan yang di bawa, Gia tidak menyadari ada orang di depannya, seseorang itu pun pokus pada ponselnya berjalan ke arah Gia.


Dan tanpa mereka sadari,mereka langsung bertabrakan membuat Gia jatuh dengan semua barang belanjaan nya.


"Aduhh pinggul ku"Gia sambil memegangi pinggulnya yang terasa sakit.


"Maaf saya ga liat jalan."Kata pria itu sambil mengulurkan tangannya untuk membantu Gia bangun.


Gia menerima uluran tangan dari pria itu dan langsung menggambil semua belanjaan yang jatuh tanpa melihat pria di depannya.


Pria itu membantu Gia menggambil barang belanjaan yang berada di bawah, Gia menggakat kepalanya ingin mengucapkan terima kasih namun Gia langsung bengong.


"Elo"Kata mereka bersamaan.


"E-ehh makasih ad"Gia dengan gugup.


"Iya."Ucap Adka dengan dingin dan hendak akan berjalan meninggalkan Gia.


"Eh tunggu tunggu"Kata Gia.


Adka langsung menghentikan langkahnya dan berbalik arah menatap Gia.


"Em gimana kalo kita makan siang. gua yang terakhir sebagai tanda terima kasih gue ke elo karena Lo udah bantuin gue pas waktu kemping. pliss Jan di tolak"Kata Gia dengan wajah so imutt.


"Tu muka Jan di gitu gitu juga. makin jelek." Kata Adka dengan dingin.


"Ish, wajah gue cantik gini"Kata Gia dengan mengerucutkan bibirnya.


"Udah ga ada penolakan, dan ini tolong bawain."Gia sambil memberikan semua barang belanjaannya ke tangan Adka dan langsung mendorong tubuh Adka untuk berjalan.

__ADS_1


"Heh cewe anehh Lo apa apaan sih"Kata Adka.


"Hehe maafin"Kata Gia cengegesan sambil mendorong tubuh Adka untuk masuk ke dalam restoran.


"Heuh ogeb ga usah di dorong juga gue bisa jalan sendiri."Adka dengan dingin sambil menarik kursi.


"Iya iyaa maaf, eh ya Lo boleh pesen apa aja gue yang teraktir."Kata Gia


"Ga usah gue bisa banyar sendiri. Gue masih mampu."Kata Adka dengan nada dingin and datar.


"Tapi gue..."Gia tidak melanjutkan perkataannya saat Adka menatap nya dengan dingin.


"Gue ga makan. gue masih kenyang Lo aja."Kata Adka dingin.


Huh kalo tau Lo ga akan makan,gue ga ajak Lo kesini dasar cowok sebeleng, ets ets Lo harus sabar gi semangat lo pasti bisa takluk Adka si muka datar.


"Em oke terserah mungkin lain waktu gue akan teraktir lo"Kata Gia pasrah.


"Hemm"Kata Adka dingin sambil fokus kepada ponselnya.


Setelah beberapa saat Gia makan. Gia sudah menghabiskan makanannya akan membayarnya, namun saat akan membayar Gia melihat isi dompetnya namun tidak ada uang kes hanya ada kartu kredit, dan kebetukan di restoran itu untuk menggesek sedang rusak. Adka mengrluarkan empat lembar uang berwarna merah dan memberikannya ke kasir.


Cewek aneh so soan mo neraktir gue, dan sekarang malah kebalikannya gue yang teraktir.


"Serah Lo kalo gitu gue pamit. gue masih banyak kerjaan."Adka dengan dingin meninggalkan Gia begitu saja.


Namun Gia langsung terlintas ide cemerlang.


"Eh tunggu tunggu, boleh anterin gue pulang. itu mobil gue ban nya bocor dan supir gue yang di rumah lagi ada urusan ga bisa jempu."Kata Gia menyeimbangi langkah Adka.


"Gue ga bisa. gue lagi ada urusan. Lo bisa naik taksi."Kata Adka dingin and lempeng.


"Em pliss, kan gue ga bawa uang kes. ya ya plis"Kata Gia dengan wajah memelas.


Adka menghela nafasnya. "Hemm" Adka sambil berjalan menuju mobilnya di ikuti Gia dari belakang.


Di sepanjang perjalanan tidak ada satu kata pun dari mereka berdua Adka pokus menyetir sementara Gia pokus dengan ponselnya.


'Alamahoyy'

__ADS_1


'Gii Lo dimana gue sekarang udah ada di rumah Lo, kata bi inem Lo pergii ke luar.'Siska


'Iya Lo cepetan napa gue dah pegel markonah nungguin lo' Reno


'Wahayy jin keluar lah keluar lahh' Rian.


'Heh Juned sekate Kate Lo.' Gia


'Iya iya bentar gue sekarang lagi di jalan.betar lagi gue nyampe' Gia


Mobil Adka berhenti di depan gerbang rumah Gia. Gia turun dari mobil dan masuk kedalam rumah. Adka menerima chat dari johan langsung melajukan mobilnya ke arah perusahaan xxx yang di mana Johan dan Pa Zek sudah menunggu nya.


...----------------...


Adka yang sudah berada di depan perusahaan itu langsung melangkah kakinya masuk ke dalam dan berjalan menuju lift untuk ke ruangan Pa Zek.


Tok tok tok


"Masuk" Teriak dari dalam ruangan.


"Selamat siang tuan Adka" Pa Zek sambil membungkukan Kepala.


"Oke Pa Zek ke intinya saja. ada apa memanggil saya kesini"Kata Adka dingin.


"Oh ini tuan saya hanya ingin tuan memeriksa dokumen pengeluaran uang perusahaan bulan ini. saya merasa ada kejanggalan. jadi saya ingin tuan Adka memeriksa nya apakah hanya perasaan saya saja."Pa Zek menyodorkan dokumennya.


Adka membuka map itu dengan teliti memeriksa secara diteil isi dokumen itu. Adka mengernyit dahinya saat sudah menemukan jawaban akibat kejanggalan pengeluaran uang perusahaan itu.


"Saya sudah memeriksa nya dengan detail. ada yang korupsi uang perusahaan pa. sekarang Pa Zek adakan rapat dadakan saja. dan untuk Lo Johan selidiki siapa orang yang sudah mengambil uang perusahaan." Kata Adka panjang lebar dengan nada serius.


"Baik tuan saya akan adakan rapat dadakan."Pa Zek sambil mengangguk mengerti.


Johan sangat berbakat dalam bidang komputer. dia juga bisa dengan mudahnya membajak akun seseorang dalam hitungan menit. Johan juga bisa dengan mudah menyelidiki semua informasi dan memata matai semua orang yang mencurigakan di sekitarnya.


Adka dan Johan meninggalkan perusahaan itu memutuskan untuk pulang ke rumahnya.


...----------------...


Sementara Siska dan yang lainnya karena sudah mulai sore mereka memutuskan untuk pulang. Mereka berpamitan ke Pa Riza dan Bu Rachel.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2