
Pagi hari tiba dimana pagi ini adalah hari bahagia bagi Cia dan Johan yaitu hari tunangan mereka.
Johan sudah berada di gedung xxx beserta keluarga besarnya. Cia beserta keluarga besarnya masih di jalan.
Tidak berselang lama Cia dan yang lainnya sudah sampai di tempat parkiran hotel. mereka semua masuk dengan Cia di depan di gandeng oleh Gia.
Saat Cia dengan keluarga nya masuk ke dalam aula hotel yang sudah di booking, semua keluarga besar Cia jadi pusat perhatian.
Mereka terkagum dengan kecantikan Cia dan Gia pada saat itu mereka sangat cantik dan elegan.
Dan ga usah di tanya lagi Johan dan Adka sudah tidak berkedip melihat pujaan hatinya masih masing.
Gia menggandeng tangan Cia mendekati Johan dan Adka berada. Adka dan Johan masih saja bengong saat Cia dan Gia sudah di hadapan mereka.
Cia masih saja menunduk karena gugup untuk melihat area sekitar. sementara Gia yang melihat kedua pria di depannya hanya bengong.
Gia menepuk keras tangan Adka sontak membuat Adka tersadar langsung meringis memegangi tangganya yang terasa sakit.
"Sayang sakit ada apa sih"Kata Adka sambil mengelus tangganya.
"Salah sendiri dari tadi bengong sambil mangap juga. ga malu sama yang lain? di liatin noh"Kata Gia dengan ketus.
Adka melihat sekeliling emang benar dirinya ditatap oleh semua para undangan tatapan masing masing.
Seketika Adka langsung membenarkan ekspresi wajahnya agar tidak merusak citra nya yang terkenal dingin dan angkuh.
"Kamu hari ini sangat cantik sekali sayang"Bisik Adka membuat Gia pipi langsung merah merona.
Adka terkekeh yang melihat pipi Gia yang memerah. Gia yang kesal langsung mencubit perut Adka dengan kesal.
Adka yang tadi tertawa langsung berhenti sambil menatap kekasihnya kesal.
Sementara Cia masih menunduk dirinya masih enggan menggangkat wajahnya melihat semua orang terutama calon tunangannya yang berada di hadapannya.
Johan juga masih sama terus menatap lekat lekat wajah Cia yang masih menunduk.
Lamunan Johan seketika buyar saat pembawa acara di atas panggung akan memulai acaranya. Johan mendekat ke arah Cia dan membisikkan sesuatu.
"Angkat wajahmu"Kata Johan membuat Cia mengangkat wajahnya perlahan menatap wajah tampan Johan.
"Kamu sangat cantik sekali sayang. aku tidak sabar ingin segera menikah dengan mu"Bisik Johan membuat pipi Cia bersemu merah.
"Haha... sudah ayo kita gabung bersama mereka. acaranya akan segera di mulai" Kata Johan melirik para keluarga nya. Cia hanya menggangguk sambil berjalan beringin dengan Johan mendekati para keluarga nya.
Acara pertama adalah pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Quran. setelah selesai acara pertama di teruskan dengan acara acara lainnya.
Dan yang di nanti nanti pun tiba yaitu acara pemasangan cincin dari keduanya. setelah acara pemasangan cincin berjalan dengan Hidmat dilanjutkan dengan ucapan selamat dari semua keluarga.
"Selamat ya sayang semoga lancar sampai hari H nanti"Kata Tania memeluk Cia dengan haru.
"Iya bunda makasih"Balas Cia memeluk Tania dengan erat
__ADS_1
"Selamat ya nak. semoga kalian di lancarkan sampai nanti ke hari pernikahan"Kata Tania memeluk Johan.
"Iya bunda aku akan berusaha menjadi imam yang baik buat anak Bunda"Kata Johan membalas pelukan Tania
"Iya bunda percaya sama kamu"Kata Tania melepas pelukannya sambil menyeka air mata yang akan jatuh.
"Anak ayah udah besar ternyata. ayah cuman bisa doain semoga tidak ada halangan sampai nanti hari pernikahan"Kata Arman memeluk Cia dengan erat.
"Iya makasih ayah"Kata Cia melepas pelukan.
"Ayah percaya sama kamu, kamu pasti bisa bimbing Cia ke jalan yang lurus"Kata Arman Memeluk Johan
"Iya yah kita saling belajar"Kata Johan melepaskan pelukannya.
"Ah selamat ya semoga kalian bisa lancar ke hari pernikahan nanti"Kata Gia memeluk Cia.
"Iya masih banyak ka Gia. kaka juga cepet nyusul ya"Kata Cia dengan senyum menyindirnya.
"Maunya sih gitu. ya seperti itulah ci. si mba pacarnya belom siap"Kata Adka sambil melirik Gia.
"Bahas teros. yaudah kalo mau cepet cepet nikah Sono sama sekertaris kamu yang seksi itu"Kata Gia ketus mencubit perut Adka dengan keras sambil berjalan meninggalkan Adka setelah mengucapkan selamat pada Johan.
"Eh buat kalian selamat ya. sayang tunggu dong kamu jangan tinggalin aku!"Teriak Adka mengejar Gia.
Semua orang yang melihat tingkah kedua pasangan itu hayang menggeleng gelengkan kepalanya.
Acara ucapan selamat di lanjutkan oleh keluarga besar Johan dan keluarga besar Cia termasuk Oma Salwa, Opa Satya dan yang lainnya.
Setelah mengucapkan selamat, semua tamu dilanjut dengan makan makan yang sudah di sediakan.
"Aku pijitin sini yang biar ga pegel"Kata Johan menatap iba.
"Jangan berani berani belum muhrim"Kata Cia menunjuk mata Johan sambil menyipitkan matanya.
"Huh lama bener halalnya. udah kita sekarang langsung nikah aja aku udah ga sabar yu yang"Rengek Johan membuat Cia terkekeh.
"Ih ka Johan sabar dulu dong. ga lama kan cuman satu mingguan lagi"Kata Cia
"Iya Aa Johan kudu sabar dong"Kata seseorang dari arah belakang.
"Kau sudah mendingan?"Kata Johan menatap wanita itu.
"Udah sembuh dong. kan aku udah bisa ka sini"Kata wanita itu.
"Eh iya sayang kenalin ini Reina yang aku ceritain tadi pagi"Kata Johan menatap Cia.
"Oh perkenalkan saya Talicia Ricard. kamu bisa panggil saya Cia"Kata Cia menyodorkan tangganya dengan senyum ramahnya.
"Eh teh maaf siapa tadi Ta-lisia Ricared?"Tanya Wanita itu dengan bingung.
"Talicia Ricard mba"Kata Cia menegaskan
__ADS_1
"Ah iya lah itu teh Cia saya ga bisa ngomongnya. kenapa teh Cia punya nama hese kitu pusing deh kepala akuh"Kata Wanita itu dengan memegang kepalanya.
"Teh itu apa ya sama tadi he-hese kit-u?"Kata Cia kesusahan.
"Aduh lupa kan ga ngerti ya. itu teh itu istilah di Sunda kalo di Jakarta itu bisa 'mba'. nah kalo hese kitu itu 'susah' gitu"Jelas wanita itu dengan cengegesan.
"Oh kamu orang Sunda?"Kata Cia sambil mengangguk paham.
"Iya teh saya dari Sukabumi. hapunteun ya teh bahasa saya masih campuran hehe. eh maksudnya saya minta maaf"Kata Wanita itu cengegesan.
"Iya engga papa mba"Kata Cia dengan senyum ramah.
"Eh tu saya lupa kan. perkenalkan nama Saya teh Reina Matsuhima yang dibantuin Aa Johan kemarin malam"
"Aa?"Cia dengan Johan bersamaan keheranan.
"Aduh Aa itu bisa di artikan 'kak'"Kata Reina sambil menepuk jidatnya.
"Ah kalo gitu mba, ka aku permisi dulu ya. selamat buat kalian berdua. aku mau makan dulu lapar nih ka pasti kan makanan nya makanan kota hehe"Kata Reina sambil memegang perutnya yang ingin di isi sambil cengengesan.
"Iya mba sana kasian nanti cacingnya nangis"Kata Cia becanda.
"Mba Cia bisa ae mana bisa cacing nangis yang ada juga nanti cacingnya ngambek nanti teh ga mau makan ahahha"Kata Reina dengan gelak tawanya.
"Udah ah perut aku nyeuri ketawa terus mba Cia nya ngalawak terus dari tadi. papay ka Cia aku mau makan enak dulu"Kata Reina melambaikan tangganya sambil berjalan menjauh.
"Ka Johan ketemu Raina dari mana. unik banget dia aku aja yang baru kenal udah suka sama dia"Kata Cia masih terus menatap Raina yang ke sana kemari menggambil lauk pauk.
"Iya aku juga ngerasa gitu dia itu beda dari wanita lain. dia itu di balik sifatnya yang barbar dan blak blakan dia itu wanita polos"Kata Johan menatap Cia terus.
"Iya. eh ka kayanya dia seumuran kita deh"Kata Cia menatap johan.
"Iyap kayanya aku ga tau"Kata Johan.
"Eh ka dia tinggal di mana?"Tanya Cia.
Johan hanya mengangkat bahu nya. tidak berselang lama juga Ronald dan Adam datang dengan pasangannya masing masing.
Bersambung
Nyeuri : Sakit
Lapar : Laper
Aa : Kakak
Ngomong : Bicara
Hese : Susah
Kitu : Gitu
__ADS_1
Hapunteun : Minta maaf
Ngalawak : Ngelawak