Si Pembuat Ulah Jatuh Cinta

Si Pembuat Ulah Jatuh Cinta
Part 74 (End)


__ADS_3

Kini sudah dua jam Gia berada di ruang persalinan berjuang melahirkan anak twins mereka. Adka yang dengan sabarnya menunggu dan menyemangati istri tercintanya saat persalinan walaupun dirinya jadi korban cakaran istri tercintanya.


Tetapi wajahnya sekarang memancarkan kebahagian saat kedua anak nya sudah terlahir ke dunia. Adka tak henti hentinya menghujani kecupan bertubi tubi di wajah Gia sambil membisikkan kata cintanya.


"Selamat tuan Wirantara anak pertama anda berjenis kelamin laki laki dan yang kedua perempuan"Kata Dokter


Mata Gia langsung berembun saat melihat wajah kedua bayi di gendongan suster. dengan tangan yang bergetar menahan tangis Gia mencoba meraih pipi Adka "Sayang aku sudah menjadi seorang ibu"


"Iya sayang kita sudah menjadi orang tua, terimakasih sayang kau telah berjuang melahirkan Beby twins kita"Kata Adka sambil mendaratkan kecupan hangat di dahi Gia.


"Terimakasih sayang, aku sangat mencintaimu"Lanjut Adka sambil terus mengecupi semua area wajah Gia.


Gia hanya mampu tersenyum dengan nafas yang masih tersengah sengah. wajah terus saja memancarkan senyuman saat melihat Beby twins mereka.


Gia langsung di pindahkan ke ruang inap sementara kedua Beby twins di bawa suster untuk segera di bersihkan.


**


"Sayang kamu mau makan apa?"Tanya Adka mengusap kepala Gia dengan dirinya sedang berbaring di ranjang.


"Iya Gi kamu harus makan, agar energi kembali lagi"Kata Rachel.


"Iya ma, em sayang aku pengen ayam penyet sama steak aja"Kata Gia.


"Baiklah, sebentar aku akan menyuruh Liam membelinya untukmu"Kata Adka mengambil benda Papih nya untuk menghubungi sekertaris nya.


"Jus mangga nya jangan lupa yang"Tambah Gia lagi.


"Iya bawel"Kata Adka menarik gemas hidung Gia.


"Papa ga ke kantor? dan kamu ren?, kenapa tidak pergi ke kampus?"Tanya Gia melirik ke arah sofa.


"Tidak pekerjaan Papa tidak terlalu banyak"Saut Riza duduk di sofa.


"Rendi kelasnya siang ka"Kata Rendi melirik sekilas kakaknya.


Cklekk...


Pintu ruangan terbuka menampakkan seorang suster sedang mendorong box bayi, sontak saja Rachel dan Riza dengan antusias mendekati Beby twins.


"Mba kalo baby twins udah bangun terus menangis mba langsung kasih asi ya, biar asi ibu bisa keluar dengan lancar"jelas suster itu.


Suster tersebut segera undur diri setelah mengantar box bayi Beby twins ke dekat ranjang yang di mana Gia berbaring.


Setelah suster itu keluar Adka langsung mengadzani kedua Baby twins terlebih dahulu.


"Papa liat Beby twins sangat tampan dan cantik"Girang Rachel sambil menoel noel gemas pipi mereka.


"Pasti dong kan Opa nya juga tampan"Kata Riza narsis.


Rachel tidak meladeni perkataan suaminya dirinya masih pokus menjahili kedua cucunya yang anteng tertidur.

__ADS_1


"Eh apa kalian sudah mendapatkan nama buat mereka berdua?"Tanya Rachel mengalihkan perhatiannya.


"Kami sudah punya mah, yang Beby boy namanya 'AIDAN WIRANTARA' kalo Beby girls 'ARIELLA WIRANTARA' "Kata Adka dengan senyum merekahnya.


"Nama yang sangat bangus"Nimbrung seseorang dari arah pintu.


Ternyata Johan datang bersama Cia sambil menggendong baby Felix di ikuti Reina dan Galuh dari belakangnya.


"Maaf ya ka Gia, baru datang sekarang tadi baby Felix rewel"Kata Cia memeluk tubuh Gia saat sudah memindahkan tubuh Felix ke gendongan Johan.


"Iya ga papa Ci"Kata Gia dengan senyum manisnya.


"Ah Ka Gia selamat ya sekarang udah jadi Mamih nih, maaf ya telat. aku baru dapat kabar pas sudah sampe ke butik buat cari gaun pengantin hehe..."Kata Reina merengkuh hangat tubuh Gia.


"Iya ga papa, aku doain semoga acara kalian nanti di lancarkan, aminn..."Kata Gia mengaminkan doanya di ikuti yang lainnya.


"Gi aku mau gendong ya baby girls, sekalian latihan"Kata Galuh dengan antusias.


"Boleh tapi hati hati Lo"Kata Adka melirik sekilas dengan tangganya yang tidak diam menjahili baby Aidan yang dia gendong.


"Kalo udah di gendong sama om Galuh, pipis aja cantik ga papa ko"Bisik Johan ke telinga baby Ariella.


"Diem lo jangan hasut ponakan gue yang cantik ini yang enggak enggak!"Kata Galuh menatap kesal.


Namun entah bisikan apa yang Johan berikan, dan benar saja belum lama Galuh mengendong Ariella, Baby girls itu menurut numpang pipis di gendongan Galuh.


Galuh mencebikkan bibirnya kesal karena bisikan durjanah Johan membuat baju miliknya basah di pipisin oleh Baby Ariella. namun beda lagi dengan semua orang yang berada di ruangan itu, mereka tertawa geli melihat ekspresi masam Galuh.


Satu bulan kemudian....


Reina dan Galuh sekarang sudah menjadi sepasang suami istri mereka sudah menikah dua Minggu yang lalu, Mama nya Galuh dulu saat tau Reina akan menikah dengan anaknya, dirinya orang yang paling heboh.


Bahkan dirinya langsung menyiapkan semuanya dari mulai gedung dan yang lainnya.


Dan sekarang di ruang tengah rumah Gia lagi banyak orang, rumah itu sangat riuh oleh tangisan bayi dan tawaan orang orang. dari mulai keluarga besar sampai ke anak panti asuhan untuk merayakan syukuran Beby Twins satu bulanan kecil kecilan makan makan.


Seketika suara riuh mereka terhenti saat ustadz akan membacakan ayat suci Al Qur'an terlebih dahulu. beberapa Acara di laksanakan dengan Hidmat, dan sekarang adalah acara makan makan.


Sementara Rachel dan Tania masih sibuk merapikan beberapa sembako, nasi kotak dan ampau buat bekal anak panti nanti.


Reina, Cia bersama bi surti lagi sibuk kesana kemari menyiapkan piring dan lain lain, dan laki laki menjadi korban Johan menjaga anaknya yang lagi tidur dan Galuh sedang asik ngobrol bersama ustadz.


Namun beda lagi dengan nyonya tuan rumah, Gia duduk di sofa sedang memberi asi kepada Beby Aidan. sementara Adka anteng duduk di sebelahnya.


"Sayang kamu makan dulu gih biar Aidan biar aku pindahin aja ke box bayi kamu pasti pegel"Kata Adka.


"Yaudah deh, nih kamu tidurin nya pelan pelan takut bangun lagi"Kata Gia sambil memindahkan tubuh Aid ke pangkuan sang Papih.


"Iya siap Bu bos"Kata Adka semangat.


"Baby Ariella masih anteng kan main sama Opa nya di kamar? kalo Papa mau makan kamu ambil aja bawa ke sini biar nanti yang jagain Aid bobo suruh bi Iyem aja"Kata Gia.

__ADS_1


"Iya sayang iya, gih kamu susul mereka makan aku ke atas dulu. cup..."Kata Adka mengecup sekilas bibir Gia.


Bibir Gia menyunggingkan senyum manisnya sambil terus melihat punggung suaminya naik ke atas tangga. hatinya sangat bahagia, di tambah keberadaan baby twins membuat hidupnya sangat lengkap saja.


Tak henti hentinya Gia bersyukur mendapatkan suami yang sangat sayang pada dirinya, bahkan saat Baby twins rewel tengah malam Adka selalu bangun buat ikut menemani Gia.


"Anak anak kita makan makan dulu yu sekarang, kalian kesini ikutin kakak"Teriak Reina ke anak anak membuat mereka mengikuti langkah Reina menuju meja yang sudah banyak berjejer beberapa makanan.


Acara makan sudah usai, anak panti satu persatu pamit untuk pulang setelah mendapatkan bingkisan pulang di tambah hari sudah sore.Tinggalkanlah keluarga yang berada di ruangan tengah itu.


"Sayang kamu udah makan?"Tanya Gia melirik ke arah Adka.


"Belum. suapi ya yang?"Kata Adka dengan wajah memelas.


"Ga malu apa?"Tanya Gia menatap jengah ke arah Adka.


"Enggak udah biarin aja mereka anggap aja patung, eh Rein titip Ariella dulu nih"Kata Adka menyerahkan tubuh Baby girl ke gendongan Reina.


"Hadeh udah punya buntut juga, manjanya malah makin jadi"Cibir Galuh menatap sekilas dengan tangganya terus menoel noel pipi Aidan yang sedang berbaring di rolling bayi.


"Serang gua lah sirik aja!"Ketus Adka.


"Ayo yang aku udah laper, jangan dengerin bisikan syetan yang terkutuk"Kata Adka menarik pelan tangan Gia menuju meja makan.


Semua orang yang menyaksikan perdebatan itu hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Adka yang masih sama.


Gia mengambil beberapa lauk pauk ke piring. dengan telaten dirinya menyuapi bayi besarnya sambil sekali kali melirik ke arah ruang tangah.


"Sayang aku sangat bahagia mempunyai istri seperti kamu. makasih udah mau menjadi ibu dari anak anak ku, makasih ya selalu sabar menghadapi sikap aku , terimakasih juga sudah menerima kekurangan ku juga aku sangat sangat mencintaimu my wife"Kata Adka mengusap lembut rambut Gia.


"Aku bahkan sangat bahagia mempunyai mu yang, aku tidak bisa berkata apa apa lagi ke kamu yang intinya aku juga sangat sangat mencintaimu my husband tercinta ku... cupp.."Kata Gia dengan Ahir kata mengecup sekilas bibir Adka yang sedang mengunyah makanan.


"Udah makin nakal ya"Kata Adka mencubit gemas kedua pipi Gia.


"Kalo kita hanya berdua aku akan langsung memakan mu sayang"Bisik Adka dengan nada sensual.


Gia mencubit gemas perut Adka sambil mencebikkan bibirnya. "Ih mesum banget sih"


"Biarin sama istri sendiri juga"Kata Adka mencolek dagu Gia membuat pipinya memerah seketika.


Adka di buat tertawa geli melihat tingkah istri tersayangnya yang masih malu malu kalo di goda.


Di meja makan Adka terus menggoda Gia membuat semakin kesal saja, sementara Johan dan Cia sedang bermain bersama baby boy nya dengan kebahagian terpancar dari wajah mereka.


Beda lagi dengan Reina dan Galuh, mereka lagi bermain dengan baby twins itung itung belajar karena mereka lagi program kehamilan.


Kebahagiaan tengah melingkupi keluarga mereka. Kehadiran baby.... tentu menambah kebahagiaan mereka. Permasalahan dan segala lika liku percintaan Gia dan Adka juga Johan dan Cia, kini telah berakhir bahagia. Raina dan Galuh pun telah hidup bahagia.


Akhirnya si pembuat ulah jatuh cinta pada si pria dingin yang dulu sangat dia benci. Bahkan keduanya bisa hidup bahagia sampai saat ini hadir baby.....


...End...

__ADS_1


__ADS_2