
#.ANGGIA KAISAR MAHARANI
# ADKA WIRANTARA.
Gia, dan Adka memggantarkan keluarga nya ke bandara. Sedari tadi Gia nempel terus pada Mama nya. dan saat penerbangan sebentar lagi Gia merengek seperti anak kecil.
"Mama Gia mau ikut. Gia ga mau di rumah sendiri" Rengek Gia.
"Mama ga akan lama kali gi. kamu di rumah ga akan sendiri ko Mama udah suruh Cia buat temenin kamu untuk sementara."Jelas Rachel menenangkan Gia.
Talicia Ricard, Adalah putri dari Arman Ricard , dan Tania Kaisar Febriliyan. Tania adik dari Riza.
"Emangnya Mama, Papa sama Lo de mau kemana sih" Kata Gia dengan cemberut.
"Ada urusan sebentar sayang."Kata Riza mengelus rambut Gia.
"Kakak. iya benar kita cuman sebentar ko di sana ga akan lama janji"Kata Rendi menunjukkan giginya yang ******.
"Kalo gitu kita pergi dulu ya nak. kamu jangan lupa makan. jaga kesehatan. kita janji ga akan lama"Kata Rachel.
"Dan kamu Adka, om titip anak om ini yang cerewet" Riza melirik Adka sambil mencubit pipi Gia.
"Iya om siap"Adka mengangguk dengan senyum ramahnya.
Saat ketiganya berjalan ke arah pesawat. Gia langsung menghamburkan pelukan satu persatu dengan Isak tangisnya.
Gia menatap ke arah pesawat yang semakin menjauh. Adka yang di sebelahnya hanya bisa diam.
"Udah ayo pulang"Adka melirik Gia ke samping.
"Em iya"Kata Gia.
Adka membantu memapah Gia menuju tempat parkiran mobil. Mobil Adka melaju dengan kecepatan sedang.
Sesampainya di rumah Gia langsung duduk di sofa ruang tamu sambil bengong.
"Gi. gi. giaa...?"Adka sambil menepuk tangan Gia pelan.
"Eh iyaa apa?"Gia langsung tersadar dari lamunannya.
"Gue tau Lo sedih. tapi kan nyokap, bokap, sama adik Lo pergi ga akan lama. mereka akan balik lagi. sementara nyokap sama bokap gue pergi untuk selama selamanya."Lirih Adka.
"Eh iya. maaf gue ga bermaksud"Kata Gia merasa bersalah.
"Yaudah mandi dulu ya sini gue bantu ke atas. gue juga mau balik dulu. ga lama ntar ke sini lagi. dan nanti anak anak juga akan main ke sini. gue udah kasih tau mereka tentang Lo."Kata Adka.
"Em oke. gue bisa sendiri ko."Gia dengan nada dingin.
"Udah ga usah ngeyel kaki Lo dalam masa penyembuhan pasti masih sakit, apa lagi naik tangga.
Tapi saat Gia akan naik tangga di bantu oleh Adka. mereka mendengar suara ketukan pintu.
Tok tok tok
Gia yang langsung berjalan turun lagi ke arah pintu bareng Adka.
__ADS_1
"Assalamualaikum"Kata seseorang di luar.
"Waalaikusalam"Gia sambil menarik pintu agar ke buka.
"Ka Giaaa...."Kata gadis cantik itu langsung memeluk Gia.
"Aduh Cia ga bisa nafas ini woy. gue belum mau mati muda"Gia di sela pelukan.
"Hehe iya maafin aku ka. aku kebawa suasana"Talicia sambil melepaskan pelukan.
Cia melirik ke arah Adka. "Dia siapa ka?"
"Saya Adka temennya Gia."Adka dengan wajah datar.
"Oh saya Talicia"Cia dengan senyum manis bin sopan.
"Udah ayo masuk ka aku cape"Cia sambil menggandeng Gia ke dalam.
"Gue balik dulu."Pamit Adka.
"Heem"Kata Gia.
"Iya ka hati hati di jalannya"Talicia dengan senyum ramah.
...🦎🦎🦎🦎🦎🦎🦎...
Siang harinya Adka sudah lebih awal ke rumah Gia. Adka sedari tadi terus berusaha mendekati Gia. dengan cara apapun agar Adka bisa berdua terus bersama Gia.
Seperti saat Gia mau makan. Gia engga mau makan sama sekali. Adka berusaha agar Gia mau makan sampai sampai Adka menyuapi Gia. Gia sempat nolak tetapi Adka terus memaksa membuat Gia cape berdebat membuat Gia terpaksa menurut.
Gia dan Adka sedang berada di belakang rumah tepatnya di taman belakang. Adka berusaha membantu Gia untuk belajar berjalan tanpa tongkat dengan sedikit sedikit. tadinya Gia menolak namun Adka seperti biasa memaksa lagi.
Cia sudah menunaikan ibadah solat Zuhur langsung berjalan ke bawah celengak celinguk mencari keberadaan Adka dan Gia.
Namun saat sedang mencari keduanya. Cia mendengar suara ketukan pintu.
Tok tok tok
"Assalamualaikum"Kata seseorang dari luar.
"Waalaikusalam. sebentar"Kata Cia sambil berjalan ke arah pintu depan.
Cia langsung membuka pintu membuat ketiga cowok di depannya tercengang melihat kecantikan Cia. cewek muslimah berhijab dengan cantik alami dengan polesan make up sederhana.
"Iya ada yang bisa saya bantu?"Tanya Cia dengan senyum ramahnya.
Johan yang sedari tadi memandangi Cia tanpa berkedip. melihat dengan seksama wajah Cia. dan saat Cia senyum barusan membuat jantung Johan berdetak engga karuan.
"Eh, Gia nya ada? saya temennya"Kata Siska.
"Oh temennya ka Gia. ayo mari masuk"Cia dengan ramah.
Tadi Cia diberi tau oleh Gia saat sedang berada di kamarnya kalo temen-temennya akan datang.
Kebetulan saat mereka semua masuk Gia dan Adka muncul dari area belakang ke arah ruang tamu.
"Eleuh eleuh. Pepet teros, si kulkas udah meleleh gais. ini penomena alam kita harus abadikan."Kata Reno.
"Diem Lo."Adka dengan dingin menatap tajam ke arah Reno.
__ADS_1
"Udeh pertama ada di sini juga kali. hayoh kalian ada hubungan apa?"Selidik Reno
Adka dan Gia langsung menatap tajam ke arah Reno.
"Wes slow. gue ga ngajakin Lo maen ular tangga ko sumpah."Reno rengan mengangkat tangannya membentuk huruf V.
"Urusannya apa sama ular tangga dodol"Kata Rian.
"Ah aku pengen dodol garut"Jesika dengan antusias.
"Iya nanti aku beliin sayang mau berapa?"Rian
"Ih apaan sih lo. ga jelas"Kata Jesika dengan ketus.
"Udah diem Lo pada. eh Lo gi udah bisa jalan tanpa tongkat sekarang"Kata Siska berjalan ke arah Gia.
"Lo bisa liat kan gue ga pake. pake nanya lagi"Celetuk Gia dengan bercanda.
"Markonah ngajakin gue ribut aja. untung Lo lagi sakit kalo engga.."Siska di potong oleh Gia.
"Kalo engga apa"Gia sambil memelototi Siska.
"Ka- kalo engga kita ke mall. ye kan"Siska dengan gelagap.
"Eh maaf mendingan Kalian semua duduk tidak enak berdiri kaya gini. bentar saya ambilkan minum dulu"Kata Cia ramah dengan senyum manisnya.
Engga berapa lama Cia membawa mapan berisi jus.
"Silahkan di minum ka"Cia dengan ramah.
"Eh iya. pasti sedari tadi Lo pada bingung. dia siapa.kenalin ini Talicia."Jelas Gia melirik Cia ke semua temannya.
"Perkenalkan nama saya Talicia Ricard. kalian bisa panggil aku Cia dengan senyum manisnya.
"Apa Lo anaknya om Arman sama Tante Tania?"Tanya Siska.
"Iya."Cia dengan ramah.
"Wah gue sampe pangling loh. cantik bener. kamu ingat ga waktu itu gue main ke rumah Gia pas SMP dan Lo lagi nginep di rumah Gia."Jelas Siska.
"Iya Inget. loh jadi kamu Siska? dan pasti yang di sebelah kamu itu Jesika?"Kata Cia sambil mengingat ngingat.
"Iyap betul ada memegangkan uang sebesar seratus ribu"Siska dengan tawanya.
Sejak SMP Siska dan Jesika emang selalu main ke rumah Gia. namun dulu saat main ke rumah Gia kebetulan Cia sedang nginep di rumah Gia. jadi Siska dan Jesika sejak ketemu saat itu mereka menjadi akrab. namun sejak saat itu Siska dan Jesika tidak pernah bertemu lagi dengan Cia. karena Cia pokus belajar hingga tidak pernah lagi ke rumah Gia.
Bersambung.
Nih sayang sayangnya Othor. Othor tolelahh kasih visualnya. semoga suka dengan visualnya. jangan bilang terimakasih Othor ga Nerima kata terimakasih karena belum di buka pendaftaran nya. Hehe cuman Becanda jangan masukin ke hati ke usus aja🤣.
Salam hangat Othor cantik tertolehah🥰.
Jangan lupa Like, Kemen And Votenya😚
#.TALICIA RICHARD
#.JOHAN WIRANTARA
__ADS_1