
Hari weekend ini Reina sedang membereskan rumahnya bersama adiknya, tidak terasa dirinya sudah satu bulan saja bekerja di restoran makan.
Akhir akhir ini juga Reina sering dibuat kesal oleh Galuh, hampir setiap hari pria itu selalu berkunjung kerumahnya.
Bukan tanpa sebab dirinya kesal, Galuh sering membantu pekerjaan rumahnya kalau di hari weekend. namun bukan membantu, semua pekerjaan semakin bertambah dengan ulah yang Galuh perbuat membuat nya pening kepala.
Reina berada di dapur untuk menyiapkan sarapan buat adiknya, sementara Cinta masih menyapu teras depan rumah.
Makanan yang dia buat disajikan di atas tempat makan. dengan penuh ceria Reina kembali ke teras depan menemui adiknya.
"Adek udah sarapan dulu gih. ini biar teteh yang bereskan saja"Kata Reina.
"Tidak apa teh, cuman sedikit lagi bukan, sebaiknya kita bereskan terlebih dahulu agar kita bisa makan bersama"Kata Cinta tersenyum memandangi kakaknya.
Senyuman tampak menghiasi wajah cantiknya. dengan anggukan Reina segera membereskan pekerjaan nya bersama Cinta.
Setelah membereskan semua pekerjaan nya dan juga sarapannya, Reina menjatuhkan tubuhnya di sofa dengan wajah tampak sangat lelahnya.
Reina memejamkan matanya sambil merasakan lelahnya. namun ponsel miliknya yang berada di atas meja bergetar. tangganya menggambil ponselnya dengan mata yang masih terpejam.
"Iya halo"Kata Reina.
"Maaf Rere mengganggu mu. apa kau nanti siang sedang sibuk? aku ingin mengajakmu makan siang nanti ,sekalian jalan jalan"Kata Marco di sebrang sana
"Tidak. aku tidak sibuk, jadi nanti kita akan makan di mana Marmar?"Tanya Reina.
"Di restoran xxx. nanti aku akan menjemputmu"Kata Marco di seberang sana dengan wajah bahagianya saat Reina menyebutkan nama panggilan nya.
"Tuan anda sangat percaya diri sekali. memangnya kau tau rumah ku di mana"Kata Reina terkekeh.
"Huh kau sangat menyebalkan Rere, kau tidak pernah memberitahukan kepada sahabat mu ini di mana rumahmu."Kata Marco di sebrang sana pura pura kesal
"Sudahlah kau tidak perlu menjemput Ku. nanti siang kita bertemu saja di sana"Kata Reina.
"Baiklah. Rere aku akan kabarin kau lagi nanti. bye bye"Kata Marco.
Reina kembali meletakkan ponselnya lagi di atas meja. tidak lama ponselnya kembali berdering dengan malas dirinya mengambil ponselnya kembali.
"Halo. iya Mamar apa lagi?"Tanya Reina malas.
"Marmar?"Tanya di sebrang sana
Reina dengan cepat melihat ponselnya, ternyata itu Galuh.
"Tidak. ada apa?"Tanya Reina ketus
"Nanti siang kau sibuk? aku mau mengajak makan siang"Kata Galuh
"Ya aku lagi sibuk. aku udah ada janji dengan teman aku"Kata Reina.
__ADS_1
"Hey sama siapa? wanita atau Pria?"Tanya Galuh
"Apa sih Gal. serah aku lah mau sama pria ke wanita ke, apa masalahnya sama kau coba"Kata Reina malas.
"Pokonya aku nanti ikut. aku jemput kau siang nanti ga ada penolakan"Kata Galuh mematikan sambungan secara sepihak
Siang harinya Galuh sudah menelpon kalo dirinya sudah menunggu berada di depan gang rumahnya. dengan kesal Reina menghampiri mobil Galuh.
Tidak lama mereka sudah sampai di tempat tujuan. Reina masuk ke dalam restoran mencari tempat temannya duduk.
Sementara di pojok kanan restoran Marco sedari tadi sudah tidak sabar menunggu kedatangan Reina.
Dirinya sangatlah rindu karena dua Minggu mereka tidak bertemu karena pekerjaan martir yang harus mengawasi perkembangan proyek yang di luar kota.
Wajahnya terus menampakkan senyum, dirinya tidak sabar Reina datang. dirinya juga akan menyatakan cintanya kepada Reina agar bisa cepat menjadi miliknya
Bibirnya menyunggingkan senyum saat Reina sedang berjalan ke arah dirinya, namun seketika senyumannya hilang saat melihat seorang pria mengikuti Reina dari belakang.
"Hai Marmar, maaf jika membuat mu lama menunggu"Kata Reina tersenyum manis sambil menarik kursi di depan Marco.
"Tidak apa aku juga baru datang ko"Kata Marco membalas senyuman.
Marco melirik ke sebelah Reina, Galuh mentap Marco dengan tatapan tajam, Marco pun sama menatap ke arahnya tak kalah tajam.
"Jadi kau kapan pulang dari luar kota?"Tanya Reina membuyarkan tatapan mata keduanya.
"Dua hari yang lalu. kau tau aku sangat rindu dengan teman ku ini"Kata Marco sambil mencubit kedua pipi Reina.
Sementara yang di sebelah sana hatinya terasa panas, Galuh terus menatap tajam ke arah Marco kesal. bisa bisanya dirinya di acuhkan oleh keduanya.
"Ekhem"Dehem Galuh.
Reina melirik ke arah Galuh sekilas, namun dirinya kembali berbincang dengan Marco tanpa memperdulikan Galuh.
Reina terus berbincang melepaskan kerinduan bersama temannya. Marco sesekali menawarkan kentang goreng miliknya sambil menyuapinya.
Galuh terus memperhatikan Marco yang terus menatap wajah Reina tanpa berkedip, dari matanya saja pasti Marco menyimpan perasaannya kepada Reina bukan hanya sebatas teman saja.
Saat ada saus yang belepotan di bibir Reina, Marco menghapus dengan tangganya. namun Galuh semakin tidak tahan saja, dengan kesal dirinya menggebrak meja dengan sangat kencang membuat semua pengunjung langsung menoleh ke arahnya.
Brak..
"Rein sudah lah kita pulang ayo"Kata Galuh menarik tangan Reina sambil berusaha menahan emosinya.
"Tidak mau lepasin, aku belum selesai berbicara kepada temanku"Kata Reina sambil berusaha melepaskan genggaman tangan yang lumayan kencang.
"Hey, ayo pulang!"Seru Galuh semakin menarik tangan Reina dengan kesal.
"Hey kau jangan kasar sama temanku, lepaskan tangganya"Kata Marco tak terima.
__ADS_1
"Kau jangan ikut campur. aku berhak kepadanya. aku pacar plus tunangannya. jadi kau jangan ikut campur urusan kita berdua. ayo pulang"Seru Galuh dengan emosi yang meluap-luap dengan terus menatap tajam ke arah Marco.
Galuh terus menarik tangan Reina keluar restoran dengan emosi yang masih meluap-luap. Reina terus mengikuti langkah Galuh dengan kekesalan.
Sementara di dalam sana Marco masih berdiri ditempatnya sambil mencerna semua perkataan Galuh.
Bibirnya menyeringai licik sambil tangannya yang di bawah sana mengepal kuat dengan mata memerahnya.
"Kau lihat saja, Reina hanya milikku. siapapun mereka yang berani merebut milikku akan aku singkirkan"Guman Marco dengan seringai liciknya.
**
Di sepanjang perjalanan pulang keduanya tidak mengeluarkan suara sama sekali. setelah Samapi Reina dengan cepat keluar dari mobil diikuti oleh Galuh.
"Rein tunggu!"Kata Galuh menghentikan langkah kaki Reina.
"Em soal tadi ak...aku minta maaf. kau lupakan saja ucapan ku tadi"Kata Galuh.
Entah kenapa ucapan Galuh membuatnya tidak senang. matanya menatap Galuh tajam.
"Huh dasar pria sinting"Ketus Reina Kemabli melangkahkan kakinya.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
Sebuah mobil hitam masuk kedalam gerbang rumah megah. dari dalam mobil seorang pria turun dengan wajah menyeramkan.
Pria tersebut masuk kedalam rumah tersebut, dengan langkah tegapnya dirinya menghampiri seorang pria separuh baya yang sedang duduk di sebuah kursi sambil membelakangi nya.
"Ekhem"Dehem Pria itu membuat Pria separuh baya itu membalikkan kursinya.
"Kau akhirnya datang, jadi bagaimana? kau akan memulai rencananya kapan?"Tanya Pria separuh baya itu.
Pria tersebut menyunggingkan senyum liciknya. seketika tangganya mengepal keras dengan mata memerah saat kembali mengingat kejadian 14 tahun yang lalu.
"Aku tidak bisa menundanya lagi terlalu lama. besok kita akan memulai rencana kita. besok kita incar dulu istri nya, akan lebih mudah jika istrinya sudah di tangan kita"Kata Pria itu dengan senyum liciknya.
"Kau lihat saja Adka Wirantara. kau akan merasakan apa yang aku rasakan, aku akan menyingkirkan duku semua orang yang kau sayangi setelah itu itu kau yang akan aku bunuh"Guman Pria itu dengan mata kebenciannya.
"Tapi kau ingat harus berhati-hati dengan anak pungut itu. aku dengar anak pungut itu sangat cerdik mengelabui musuh"Kata Pria separuh baya itu sambil menyunggingkan senyum liciknya.
"Om tenang saja aku sudah merencanakan semuanya dengan sangat matang"Kata Pria itu.
"Baiklah besok kita gabungkan anak buah om sama anak buah kau. aku yakin mereka tidak akan bisa mengalahkan pasukan kita yang banyak"Kata Pria separuh baya itu.
"Om tenang saja besok pagi kita kumpul di markas biasa. kalau begitu aku pamit"Kata Pria itu sambil melangkahkan kakinya keluar dari rumah tersebut.
Setalah Pria tersebut tidak terlihat, Pria setengah baya tertawa jahat.
"Hahaha... dasar anak bodoh!"Tawa licik Pria itu menggema di ruangan tamu.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....