
Setelah semua murid memasang tenda dengan jumlah 3 orang. Murid murid di kumpulkan di tengah lapangan di area hutan.
"Oke anak-anak kalian sudah beres kan memasang tenda masing masing?"Teriak Pa kepsek melirik ke semua murid.
"Sudah Pa"Teriak semua murid.
"Oke sekarang kalian istirahat dulu pasti kalian cape di perjalanan tadi, dan nanti malam kita akan jelajah malam. namun yang akan jelajah malam kelas 11 tiga kelas dan kels 12 tiga kelas yaitu kelas 11 kelas A,C sama D. dan kelas 12 kelas B,C sama D. dan untuk sebagaian akan memasak dan ada juga kegiatan lain dengan guru yang sudah bapa susun. Dari bapa cuman segitu selamat istirahat" Ucap Pa kepsek.
"Kita ga boleh kelewatan jelajah malam.pokonya nanti yang se kelompok sama kita kalo Kaka kelas kita jaillin pasti seru"Gia dengan tawanya di ikuti oleh kedua temannya.
"Ah so pasti ga seru ga liat muka mereka ketakutan mah"Siska dengan tawanya.
"Ih kalian ga bole gitu kasian mereka"Jesika dengan polosnya namun langsung mendapatkan tatapan tajam dari Gia dan Siska.
...----------------...
Malam harinya semua murid yang akan jelajah malam sudah berkumpul. Sementara Gia dan kedua temannya masih berada di tenda mereka.
"Cepetan lama banget si Lo Jes, bawa apaan sih lo"Gia dengan wajah kesal.
"Iya iya ayok"Jesika keluar tenda dan langsung berjalan menuju orang yang sudah berkumpul.
"Oke anak anak jadi bapa sudah memasangkan pengunjuk agar kalian bisa kembali ke sini lagi. Dan kalian seberapa cepat datang kesini akan mendapatkan hadiah dan kelompok kelompoknya bapa akan bagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 7 orang."Ucap bapa kepala sekolah.
Dan masih banyak lagi yang Pa kepsek di bicarakan. Pa kepsek mengumumkan nama nama kelompok yang kelompok satu adalah Gia, Siska, Jesika, Rian, Johan dan dua murid cewe kelas 12 D, di ketuain oleh Gia.
Sementara kelompok dua adalah Adka, Reno, Galuh dan tiga cewe kelas 12 C dan satu cowo kelas 12 B. Di ketuain oleh Galuh.
Saat semua kelompok sudah di bagikan semua murid siap siap untuk betangkat.
__ADS_1
"Awas gue yang di depan"Gia berjalan paling depan.
Saat Kelompok Gia sudah berada di tengah tengah hutan. Gia mengedipkan matanya ke kedua temannya, itu berarti rencana mereka akan segera di mulai.
Gia dan kedua temannya berhasil menakut nakuti kedua Kaka kelas itu sampe sampe muka mereka menjadi pucat karna ketakutan. dan saat itu juga ke tiga sejoli gada akhlak itu langsung tertawa ter bahak bahak. sementara Rian dan Johan tidak memperdulikan mereka.
"Lama banget ajib eh, mana malam Jumat Kliwon lagi" Siska dengan wajah kesalnya.
"Iya makin sini gue makin merinding"Jesika dengan memperhatikan area sekitar.
"Udah Lo pegang tangan gue aja sini"Rian langsung menarik tangan Jesika.
"Apaan si Lo mencari kesempatan dalam kesempitan"Jesika menarik tangannya yang di pegang oleh Rian.
"Udah berisik Lo pada, Lo juga Sis, Jes penakut Lo. kan mereka kembaran nya si Rian sama si Johan hupt"Gia menahan tawanya.
"Eh kalian semua die, liat deh semak semak gerak gerak"Siska menyorotkan senter ke semak semak dan langsung mereka melirik semak semak.Jesika yang penakut repleks langsung memegang tangan Rian yang berada di pinggirnya. Rian yang melihat tinggkah Jesika hanya diam tidak mau merusak suasana.
"Ahh gue takut... itu apaan gerak gerakk"Jesika dengan memegang tangan Rian dengan kenceng.
"Biar gue yang periksa"Johan mendekati semak semak.
"Gue ikut"Gia menyusul Johan dari belakang.
Saat Johan dan Gia mendekati ada sesuatu yang keluar dari semak semak dan sontak membuat mereka kaget dan tentu saja membuat Jesika teriak dan langsung memeluk Rain dengan erat.
Saat melihat hanya tupai mereka langsung bernafas lega tetapi Jesika masih memeluk Rian dengan ketakutan.
"Biasa juga kali meluknya cuman tupai, kalo mau gue peluk sini sini biar babang Rain pelukk"Rain dengan menggoda Jesika mau memeluk Jesika namun Jesika langsung sadar dan melepaskan pelukannya.
__ADS_1
"Apaan si Lo peluk peluk gue genit amat jadi cowo"Jesika menjauhkan tubuhnya.
"Heh solimin Lo yang peluk gue tadi bukan gue"Rain tak mau kalah"l.
"Heh solimin solimin solehahh"Ucap Jesika.
"Udah kita terusin keburu malem"Johan menengahi.
"Eh Lo pada duluan aja gue mau ngeplog dulu bentar siapa tau gue ketemu kembaran lo pada."Gia ke semua temenya dengan tawanya
"Terserah Lo. semoga Lo ketemu"Ucap Siska memutar bola matanya dengan malas mereka melangkahkan kakinya untuk melanjutkan perjalanan dan di ikuti oleh lainnya.
Tetapi saat Gia pokus pada ponselnya tanpa Gia sadari Siska menyenggol tanda panah penunjuk jalan, otomatis yang tadinya panahnya ke kanan jadi ke kiri.
Gia yang sudah beres dengan acara ngeplog nya langsung berjalan ke kiri arah petunjuk jalan.
"Ko mereka cepet bener ilang nya perasaan gue cuman bentar."Gia sambil berjalan mencari semua temannya.
Saat Gia asik jalan dan mencari semua temannya. Gia baru menyadari kalo dia sedang tersesat dia tidak tau arah kemana karna sedari tadi Gia jalan hanya mundar mandir di area situ.
"Ahh sial gue nyabasabb" Gia dengan mengacak ngacak rambutnya dengan kesal.
Gia yang tadinya berani tanpa ada rasa takut.sekarang dia merasa ketakutan saat melihat ke sekeliling hutan yang gelap dengan ada suara binatang dan langsung membuat Gia teriak."Ahh..."
Saat Gia sedang berjalan mundur Gia berasa menabrak seseorang dari belakang. Gia membalikan badannya secara perlahan, saat sudah berhadapan sengan sosok yang di tabrak Gia yang tadinya ingin teriak niatnya di uraungkan saat melihat orang yang ada di depannya.
"Elo..."Ucap mereka berdua bersamaan.
Bersambung
__ADS_1