Si Pembuat Ulah Jatuh Cinta

Si Pembuat Ulah Jatuh Cinta
Part 42


__ADS_3

Hari yang di tunggu tugu pun tiba, dua Minggu berlalu begitu cepat. yang dimana Minggu lalu adalah hari wisuda mereka.


Dan sekarang tiba lah dimana Cia dan Johan akan melaksanakan pernikahan di sebuah gedung ternama di kota itu.


Acara pernikahan Johan bersama Cia diadakan dengan sangat meriah, semua undangan yang akan di hadiri oleh semua kolega bisnis dan semua keluarga besar bahkan awak media pun ikut meliput acara bahagia Johan.


Sampai pernikahan mereka akan melalukan siaran langsung yang akan di tayangkan di semua stasiun televisi.


Tidak lah aneh semua awak media berlomba lomba untuk meliput hari bahagia Johan. Johan adalah CEO perusahaan Wirantara crop yang tak kalah besar dari perusahaan yang Adka pimpin yaitu perusahaan Wirantara company.


Kedua perusahaan tersebut sangat berpengaruh di kota itu bahkan sudah mempunyai banyak cabang di mana mana.


Jadi tidak salah kalo semua awak media berlomba lomba ingin meliput hari pernikahan CEO perusahaan Wirantara crop.


Disebuah kamar hotel Cia sedang di rias oleh MUA, disana Cia di temani oleh Gia bersama Tania. sementara semua keluarga besar mereka sudah duluan ke gedung xxx.


"Mah apakah Rein akan datang ke acara bahagia aku?"Tanya Cia lirih mengingat Rein tidak kembali kembali sampai sekarang.


"Aku sangat merindukan dia"Kata Cia berkaca kaca.


"Aduh yey jangan nangis, nanti make up yey nya luntur, nanti engke harus make up pin yey lagi"Kata perias MUA yang jadian jadian.


"Sudah lah sayang jangan terlalu banyak pikiran, sekarang adalah hari bahagia kamu"Kata Tania menenangkan.


"Iya ci, tenang aja nanti kita sama sama cari keberadaan Rein"Kata Gia mengusap punggung sahabatnya.


Cia hanya menggangguk kan kepalanya. Beberapa menit berlalu sekarang Cia sudah cantik dengan make up yang tidak terlalu tebal.


Sangat cocok dengan gaun pengantin yang ia pakai dengan hijab menambah kecantikan Gia berkali kali lipat.


"Wah lo beneran Cia kan? gue sampe ga ngenalin lo"Kata Gia berdecak kagum melihat penampilan Cia.


"Iya sayang kamu cantik banget bunda sampai pangling"Kata Tania menatap anaknya kagum.


"Ah kalian bisa saja, udah dong jangan terus puji aku, ini cuman biasa saja mendingan kita cepat cepat berangkat"Kata Cia mengalihkan pembicaraan.


"Cie yey udah ga sabar kan, Engke doain semoga pernikahan yey langgeng sampai maut memisahkan"Kata MUA jadi jadian.


"Amin makasih"Kata Cia sambil senyum.


Cia berjalan ke arah mobil di gandeng oleh Gia dan Tania. Saat Cia keluar, Cia langsung menjadi pusat perhatian para wartawan yang juga menunggu di sana. mereka langsung menggambil Poto.


Bodyguard yang ditugaskan langsung melindungi ketiganya dari semua wartawan yang desak desakan saat ketiganya akan masuk ke dalam mobil.


Mobil yang mereka tumpangi melaju dengan kecepatan sedang. semua bodyguard juga menyusul dengan mobil satunya lagi sambil mengikuti dari arah belakang mobil.


Di sepanjang perjalanan Cia terus memegang tangan Gia untuk menghilangkan kegugupannya.


"Ka Gia, aku sangat gugup banget"Kata Cia.

__ADS_1


"Udah Lo rileks aja"Kata Gia memegang tangan Cia dengan erat.


"Iya sayang kamu tenang aja itu cuman semntara percaya sama bunda nanti juga tidak gugup lagi"Kata Tania menyaut dari jok depan.


Tidak lama mobil mereka sudah sampai di gedung, mobil mereka berhenti di depan gedung. semua bodyguard dari mobil belakang langsung turun berjalan ke mobil mereka.


Sebelum keluar Cia melihat ke luar jendela, dirinya gugup saat melihat semua wartawan yang banyak bahkan lebih banyak dari tadi dirinya keluar dari di hotel.


Pintu mobil di bukan oleh salah satu bodyguard, Cia semakin gugup. Gia tau kalo Cia gugup langsung memegang tangan Cia menenangkan.


Cia menghela nafasnya langsung Cia dan Gia keluar dari pintu penumpang di ikuti oleh Tania yang keluar dari pintu depan.


Cia di gandeng oleh Gia dan Tania, dengan para bodyguard yang berjajar di sisi kanan dan kiri sampai ke pintu gedung untuk melindungi awak media yang berdesak desak kan.


Saat masuk ke dalam gedung semua mata langsung tertuju pada mereka bertiga, semuanya terhipnotis oleh kecantikan ketiganya, mereka terkagum kagum.


Mereka bertiga terus berjalan ke arah Johan. Johan bahkan tidak berkedip saat Cia semakin mendekat.


Cia duduk di sebelah Johan dengan Arman di depannya. Cia semakin gugup saja dirinya terus menundukan diri sambil meremas tangannya untuk menghilangkan kegugupannya.


"Kamu sangat cantik sayang, aku sampai tidak mengenali mu"Bisik Johan membuat pipi Gia memerah.


"Aku sudah tidak sabar memakan mu nanti"Bisik Johan yang tidak Cia ngerti.


Johan terus berbisik menggoda Cia namun acara bisikan mereka langsung berhenti.


"Oke kita mulai acara akad nikah nya"Kata Arman mengumumkan dengan mik di tangganya.


"Semangat bro Lo pasti bisa, demi buka segel" bisik Adka dari belakang namun masih terdengar oleh Cia.


Johan menghela nafasnya sebelum menerima uluran tangan Arman.


"Saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan anak saya yang bernama Talicia Ricard binti Arman Ricard dengan maskawin emas 24 karat dan uang tunai sebesar 15 milyar, seperangkat alat sholat dibayar tunai"Kata Arman.


"Saya terima nikahnya Talicia Ricard binti Arman Ricard dengan maskawin tersebut. di bayar tunai"Kata Johan dengan satu tarik nafas.


"Bagai mana saksi sah?"Kata Arman melirik arah sekitar.


Sah


Sah


Sah


"Alhamdulillah, selamat sekarang kalian sudah sah menjadi pasangan suami istri"Kata Arman sambil senyum haru.


Johan dan Cia berhadapan mereka tukar memasangkan cincin, setelah itu Cia mencium punggung tangan Johan, Johan pun membalas mencium kening Cia.


Acara di lanjutkan dengan sungkeman, semuanya undangan di buat hari sampai mereka ikut meneteskan air matanya haru.

__ADS_1


Setelah acara sungkeman selesai, yang dipenuhi keharuan. sekarang dilanjutkan dengan mengucapkan selamat kepada kedua calon mempelai.


Dan sekarang adalah acara yang di tunggu tunggu oleh keluarga besar mereka, yaitu sesi Foto keluarga, semua keluarga bergantian untuk berfoto.


Akhirnya acara sudah selesai sampai jam set 7. Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar. Cia menjatuhkan dirinya di sofa pelaminan saat merasakan pegal di bagian kakinya.


"Huh.. sangat melelahkan, ka lihat lah kaki aku pegel banget. ish kenapa sih tamunya banyak banget kan aku berdiri terus dari tadi di tambah ini apaan High heels nya ya ampun tinggi banget"Kata Gia mengoceh.


"Sini aku pijitin, kamu ganti ya pake sandal biar ga pegel lagi"Kata Johan sambil mengangkat kaki Cia diletakkan di pahanya sambil mulai memijit.


"Tolong kamu ambilkan sandal buat istri saya sekarang"Kata Johan menelpon seseorang.


Cia yang tadinya menikmati pijitannya sambil memejamkan matanya, matanya langsung membuka sempurna.


Saat Johan memanggilnya dengan sebutan 'Istri' pipi Gia menjadi panas. membuat Johan terus menggoda Cia terus menyebutnya Istri.


Dari kejauhan Adka bersama Gia berajalan bergandengan mendekati Cia dan Johan sedang bercanda gurau.


"Selamat ya kalian. gue doain semoga langgeng sampai maut memisahkan kalian"Kata Gia langsung memeluk Cia dengan erat.


"Makasih ka, Ka Gia juga cepet nyusul oke"Kata Cia samb melepaskan pelukannya.


"Mau nya sih gitu, eh malah si mba pacarnya ga mau"Kata Adka menyindir sambil melirik sekilas Gia.


"Heh kata siapa ga mau, aku juga mau kali. aku cuman bilang belum siap bukan enggak mau"Kata Gia menatap Adka sinis.


"Sama aja kan belum siap juga ga mau"Kata Adka tak kalah menetap Gia tajam.


"Yaudah sana nikah aja sama sekertaris kamu yang bohai itu"Kata Gia ketus.


"Ya kalo kamu ngizinin mah mau lumayan bodinya skuy"Kata Adka memanas manasi sambil melekuk lekukan tangganya.


"Sana nikah sana bye aku mau pulang huh"Kata Gia kesal membuang muak sambil berjalan meninggalkan mereka.


"Adka ko diem sih, sana kejar ka Gia"Kata Cia menatap aneh.


"Bodo ah gue juga mau balik serah dia mau ngapain. maunya di ngertiin mulu sampai dia tidak tau ngertiin balik"Kata Adka menghela nafasnya kasar.


"Gue pamit dulu bro, sekali lagi selamat buat kalian. semoga berhasil buat buka segel"Teriak Adka sambil terus berjalan.


"Astagfirullah anak itu"Kata Johan dibuat malu secara terang terangan di depan Cia.


"Ka Johan akan buka segel apa?"Tanya Cia polos sebenarnya sedari tadi Cia ingin menanyakannya.


'Huh untung istri gue polos, kalo enggak mau ditaroh dimana muka gue ini' Johan


"Ah enggak Adka cuman becanda, Ayo yang kita balik ke hotel, aku sangat cape"Kata Johan menggandeng tangan Cia.


"Iya bentar kita harus pamit sama Bunda dan Ayah dulu ayo"Kata Cia sambil menarik tangan Johan.

__ADS_1


Setelah mereka ijin untuk pamit pulang terlebih dahulu, mereka langsung meluncur ke sebuah hotel yang sudah di siapkan Johan untuk mereka inap satu malam ini.


BERSAMBUNG....


__ADS_2