
Gia sedang berbaring di atas kasur sambil memainkan ponselnya. namun tiba tiba ponselnya bergetar, dari layar ponsel tertera nama Cia.
"Iya ci ada apa tumben tumbenan Lo telpon gue?"Tanya Gia.
"Ka kesini dong nginep di rumah Cia"Cia
"Lah kan Tante sama om ada di rumah, lah terus mo ngapain?"Tanya Gia
"Temen aku lagi nginep, sekalian aku mau kenalin sama Kaka, nah kan kalo Kaka juga nginep di sini pasti seru"Cia
"Iya dah tar gue ke sana sama Adka"Kata Gia.
"Oke, bye bye Kaka ku tersayang. assalamualaikum"Cia
"Waalaikusalam"Kata Gia
Gia menyimpan ponselnya di atas naskah. Gia keluar dari kamar berjalan ke arah meja makan yang di mana disitu sudah ada Rachel bersama Riza.
"Lah mah anak jadi jadian kemana?"Tanya Gia sambil duduk di kursi.
"Kayanya bentar lagi"Kata Rachel.
"Nungguin ya"Kata Rendi dari arah tangga.
"Idih ngarep lo"Kata Gia melirik tajam adiknya.
"Udah jangan berantem"Kata Riza menengahi.
"Eh mah, pa aku malem ini mau nginep di rumah Cia ya"Kata Gia sambil mengunyah makanan.
"Ga usah di percaya mah, pa. palingan itu cuman alesan ka Gia doang aslinya mah mau kelayapan"Kata Rendi mengompori.
"Diem Lo anak jadi jadian. mau masuk rumah sakit atau ke ke kuburan?"Kata Gia sambil menunjukan Bogeman.
"Ih takut, saking takutnya pen nari balett"Kata Rendi dengan gelak tawanya.
"Kasih hamba mu ini kesabaran ya Allah"Kata Gia sambil mengelus dadanya.
"Kalo makan tuh diem. ga usah banyak omong"Kata Riza dengan tegas.
Seketika Gia dan Rendi langsung terdiam sambil melanjutkan makannya. setelah selesai makan malam semua orang langsung bersantai di ruang tamu.
"Boleh kan mah nginep di rumah nya Cia?"Kata Gia.
"Iya boleh"Kata Rachel.
"Mah kita pindah ke kamar aja yu, papa mau tidur"Kata Riza menatap penuh arti.
"Omongan mu pa mau tidur tapi yang lain"Kata Rachel menatap jengah.
"Ayo dong ma jangan gitu sama papa, dapet pahala loh mah lumayan"Kata Riza memelas.
"Astagfirullah pendengaran ku tak suci lagi"Kata Gia dengan lebay.
"Nyebelin banget sih udah tua juga, Inget ya malam ini papa tidur di luar"Kata Rachel melirik tajam.
"Hupt.. bwahaha ututu papa kasian bener malam ini ga punya jatah. udah ah Gia ke atas dulu, Inget Pah tidur di luarr"Kata Gia meledek sambil menahan tawa.
"Anak kamu tuh ma, kerjaannya ngeledek orang tua mulu"Kata Riza dengan cemberut.
"Eh eh anak papa juga, Ngadi Ngadi ya itu benih siapa hah"Kata Rachel sinis.
"Ehehe iya deh iya, ayo ma kita tidur sekalian bikin lagi adik buat mereka"Kata Riza mengedip kan matanya penuh arti.
"Huh Inget umur udah tua juga"Kata Rachel.
__ADS_1
"Eh sayang gini gini juga masih kuat dan masih bikin kamu ketagihan"Goda Riza.
Rachel berjalan ke arah kamarnya dengan kesal. "Papa tidur di luar satu Minggu"
"Sayang ko gitu sih yang"Teriak Riza mengejar Rachel.
Sementara Gia duduk di tepi ranjang sambil mengotak ngatik ponselnya mencari nomor Adka.
"Sayang kamu udah pulang?"Tanya Gia
"Udah dari tadi kenapa yang?"Adka
"Kamu lagi sibuk ga? anterin aku ke rumah Cia, aku mau nginep di sana"Kata Gia.
"Enggak tuh, Jam berapa?"Adka
"Sekarang gimana yang"Kata Gia.
"Oke kalo gitu aku ke sana sekarang, bye bye cintaku"Adka
"Bye bye juga sayang nya aku"Kata Gia.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
Johan memencet kelakson mobil saat sudah di halaman rumah Cia. tidak berselang lama Cia keluar dari dalam rumah bersama Rein.
"Ayo ka masuk, semuanya kebetulan lagi makan malam"Kata Cia mempersilahkan Johan masuk.
"Ka Johan baru pulang dari perusahaan?"Tanya Cia.
"Enggak ko sayang, udah pulang dari tadi"Kata Johan.
"Aa Johan teh kerja di kantoran?"Tanya Rein.
"Iya ka Johan CEO perusahaan"Kata Cia melirik Johan.
"Selamat malam ayah, bunda"Kata Johan setelah sampai di meja makan.
"Malam, kamu udah makan jo?"Tanya Arman.
"Hehe belum yah"Kata Johan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Kalo gitu ayo gabung kita makan malam bersama"Kata Tania dengan senyum manisnya.
"Iya bunda"Kata Johan sambil duduk di kursi.
Mereka semua makan dengan Hidmat, hanya ada suara dentingan sendok. setelah acara makan malam sudah selesai para laki laki bersantai di ruang tamu, sementara Cia dan Rein membantu Tania untuk mencuci piring.
Kebetulan ART di rumah Cia sedang pulang kampung, jadi akhir akhir ini semua pekerjaan rumah di kerjakan oleh Tania dan Cia.
Setelah mencuci piring selesai ketiganya berjalan beriringan menuju ruang tamu. Cia duduk di sebelah Johan sementara Rein duduk di sebelah Tania.
"Kalian kapan akan cari baju buat nanti?"Tanya Arman.
"Besok deh kayanya yah"Kata Johan.
"Oke biar gedung ayah yang carikan"Kata Arman.
"Em bukannya ga boleh yah, tapi ayah tenang ajah semua nya udah beres ko ayah ga usah repot-repot"Kata Johan tak enak.
"Benarkan? ya sudah kalo sudah beres ayah cuman mendoakan semoga acaranya berjalan dengan lancar"Kata Arman mentap Johan dan Cia.
"Aamiin"Jawab mereka serempak.
"Rein kamu bisa dateng kan nanti ke acara nikahan aku?"Tanya Cia menatap Rein.
__ADS_1
"Insyallah mba kalo urusan saya di kampung sudah selesai, saya akan dateng sama adek saya"Kata Rein.
"Loh sayang, kamu mau ke kampung lagi?"Tanya Tania khawatir.
"Iya bunda aku mau jemput adek kasian di sana sendirian pasti bibi memperlakukan adek dengan kasar"Kata Rein Lirih.
"Bunda Khawatir kalo kamu balik lagi ke sana kamu nanti akan di nikahin lagi sama juragan jengkol sama bibi kamu"Kata Tania menatap lekat Rein.
"Iya kata bunda benar, apa kamu di antar saja sama sopir ke sana"Kata Arman menengahi.
"Insyallah ga akan terjadi apa apa ko bunda, ayah. Rein ga mau ngerepotin bunda sama ayah kalian semua tenang aja, Rein ga akan lama ko cuman jemput adek doang"Kata Rein sambil senyum.
"Kamu pulang ke sana kapan sayang?"Tanya Tania.
"Besok bunda, doain ya biar Rein selamat sampai tujuan"Kata Rein menggenggam tangan Tania.
"Iya pasti sayang, jaga diri kamu baik baik ya, kalo ada apa apa langsung telpon kami"Kata Tania mengusap kepala Rein.
"Siap pasti bunda, sekali lagi makasih"Kata Rein menghamburkan pelukannya.
"Iya kamu sekarang kan sudah jadi bagian keluarga ini"Kata Tania mengusap kepala Rein.
"Ah bunda tega aku anak kandung bunda loh, ko ga di peluk juga"Rengek Cia pura pura ngambek.
"Kamu itu selalu saja cemburuan"Kata Tania menggeleng kan kepalanya.
"Assalamualaikum beybehh, kembali lagi dengan saya cewek cantik sejagad raya yang sangat mempesona!"Teriak wanita di ambang pintu membuat semua orang langsung menoleh ke arah suara.
"Astagfirullah Gia kebiasaan banget kamu bikin semua orang jantungan"Kata Tania mengatur nafasnya.
"Hehe maaf Tante kebablasan"Kata Gia cengegesan.
"Adka ga kerasukan jin kan bisa suka sama modellan kaya ka Gia, masih banyak loh ka cewek lebih dari ka Gia"Kata Cia mengompori.
"Sialan Lo, maaf ya bebep Adka mah terima gue apa adanya, dia itu tergila gila oleh pesona kecantikan gue yang paripurna sejagad raya ineh"Kata Gia menggandeng tangan Adka.
"Buset loh Gi, kaya pidato lo"Kata Johan mentap jengah.
"Ayo yayang kita duduk ajah, jangan urusin para jelmaan Hulk"Kata Gia membuang muka.
"Heh sembarang kamu berarti Tante juga Hulk dong"Kata Tania pura pura marah.
"Aku ga bilang ke Tante ya, tapi kalo Tante mau juga gapapa ko"Kata Gia dengan santainya.
"Udah bunda emang kan keponakan kita satu itu ya kamu ngerti lah"Kata Arman menenangkan Tania.
"Om ko gitu sih"Kata Gia cemberut membuat semua orang langsung tertawa.
"Eh ci, ini pasti temen lo yang kamu ceritain ke gue kan?"Tanya Gia melirik Rein.
"Iya itu Reina"Kata Cia.
"Halo mba, perkenalken nama saya Reina"Kata Rein menyodorkan tangan ramah.
"Anggia"Jawab Gia membalas jabatan tangan Rein.
"Lo orang mana Rein?"Tanya Gia
"Rein orang Sukabumi mba"Kata Rein senyum ramah.
"Wih orang Sunda dong lo? bisa kali ajarin basa Sunda dikit dikit"Kata Gia penuh harap.
"Bisa dong mbak, nanti kalo ada waktu kita belajar"Kata Rein senyum manis.
Mereka semua berbincang bincang di isi dengan gelak tawa atas kelakuan Gia dan Rein, sakinh asiknya mereka ngobrol, mereka tidak sadar kalo sekarang malam sudah semakin larut.
__ADS_1
Adka bersama Johan berpamitan untuk pulang, sementara Arman dan Tania masuk ke dalam kamarnya untuk tidur. namun Gia, Cia dan Rein masih menonton drakor di ruang tamu. setelah film nya selesai mereka bertiga memutuskan balik ke kamar Cia untuk tidur.
BERSAMBUNG...