Si Pembuat Ulah Jatuh Cinta

Si Pembuat Ulah Jatuh Cinta
Part 62


__ADS_3

Siang ini Gia sangat malas mengerjakan sesuatu. dirinya sedari tadi duduk di depan televisi sambil di temani dengan banyak cemilan.


Kebetulan hari ini Mama Rachel juga ada di sana. kemarin malam saat di beritahu Gia lagi berbadan dua Rachel dan Riza sangat senang. malam itu juga keduanya langsung berangkat ke rumah Adka.


"Sayang apakah kamu mau puding ini?"Tanya Rachel berjalan dari arah dapur menghampiri anaknya ke ruang tamu sambil membawa piring puding di tangannya.


"Wah mau Ma. pasti ini sangat enak"Kata Gia sumringah dengan air liur yang akan menetes.


"Habiskan sayang. kamu harus banyak makan, bagaimanapun juga kamu sekarang lagi mengandung"Kata Rachel megusap kepala anaknya yang sedang makan puding buatannya.


"Ma. Gia mau tanya, apa dulu saat mama mengandung selalu sensitif atau ngidam yang aneh aneh gitu?"Tanya Gia dengan mulut penuhi puding.


"Kebiasaan kamu kalo makan sambil bicara. pas hamil kamu sih enggak. cuman bawaannya Mama lebih lengket sama Papa kamu. tapi kalo hamil adik kamu, Mama benci banget bawaannya kali liat muka Papa kamu. bahkan di pegang aja Mama ga mau"Jelas Rachel sambil membayangkan dirinya saat mengandung dulu.


"Wah pasti Papa ke siksa banget itu. untung aku enggak"Kata Gia dengan senyum.


"Ekhem, kamu jailin suami kamu kali kali. kan ga seru kalo suami enaknya doang, sementara kita istri harus mengandung sembilan bulan di tambah lagi nanti kita melahirkan"Kata Rachel meracuni otak sang anak.


Gia mulai terhasut dengan ucapan Mamanya. dirinya tersenyum penuh arti dengan rencananya. dengan penuh semangat dirinya membisikkan rencananya ke Rachel.


Rachel hanya cekikikan saat bisa menghasut anaknya. bahkan rencana anaknya sangatlah brilian buat mengerjai para Pria.


"Baiklah mari bersenang senang"Kata Gia penuh semangat sambil mengangkat tangannya ke atas.


Kebetulan juga pintu depan terbuka, menampakkan Adka dari luar sana beriringan dengan Riza.


"Wah ada apa ini? kelihatannya sangat menyenangkan"Kata Riza menghampiri istrinya sambil mengecup keningnya sekilas.


"Ini bahkan akan sangat menyenangkan"Kata Rachel sambil mengedipkan sebelah matanya kepada suaminya penuh arti.


Riza mengerti kode tersebut. dirinya menggelengkan kepalanya enah apa yang sedang di rencanakan anak dan istrinya itu.


"Sayang kamu sedari tadi pagi belum beranjak dari sini?"Tanya Adka duduk menghampiri istrinya.


Namun Gia tidak memperdulikan Adka ada di sebelahnya. dirinya malah terus pokus menekan puding tanpa menganggap suaminya ada.


"Sayang kamu sudah makan?"Tanya Adka sambil akan mengusap kepala Gia namun Gia dengan cepat langsung pura pura menundukan kepalnya melihat kakinya.


Rachel dengan cepat menarik tangan suaminya untuk ke belakang. sementara Adka terus menerus mengajak Gia berbicara namun masih saja sama Gia tidak menjawab bahkan seperti tidak menganggapnya ada di sebelahnya.


Adka di buat jengkel dengan sikap Gia, bahkan saat dirinya mau menyentuhnya Gia langsung menghindari.


"Sayang kamu kenapa sih"Kata Adka menahan kekesalannya.


Namun masih tidak ada jawaban, Adka menghembuskan nafas beratnya. dirinya terus mengontrol emosinya agar tidak kelepasan saat mengingat kalo istrinya lagi hamil.


"Sayang, coba cerita kamu kenapa"Kata Adka sambil akan menggenggam tangan Gia.

__ADS_1


Masih tidak ada jawaban, Adka di buat kesal karena istrinya tidak mau bicara. dirinya sangatlah benci dengan yang namanya di diamkan.


"Sayang kamu kenapa sih!"Serua Adka tidak bisa lagi menahan kekesalannya.


Namun dengan cepat Gia bangkit dari duduknya. saat akan melangkah pergi dari sana, Gia malam cekikikan karena berhasil mengerjai Adka.


Adka membuang nafasnya dengan berat. dirinya dengan cepat mengejar Gia sambil memeluknya dari belakang. sontak saja membuat Gia sangat kaget.


"Maafkan aku. aku tidak bermaksud membentak kau. aku tidak suka di diamkan"Kata Adka memeluk tubuh Gia dengan erat.


Gia berusaha untuk menahan diri agar tidak tertawa. dirinya kembali ke tujuannya untuk mengerjai Adka agar tidak gagal.


Dengan cepat Gia melepaskan lilitan tangan suaminya yang berada di pelukannya. dirinya makin bahagia saja kini dirinya juga akan pura pura marah.


Gia berjalan naik ke atas kamarnya tanpa menjawab ucapan Adka. Adka dengan cepat mengikuti langkah istrinya menuju kamar sambil mengumpati dirinya yang tidak bisa mengontrol diri.


Sementara dari arah dapur ke empat sepasang mata yang sedari tadi mengintip tidak bisa menahan tawanya lagi melihat acting anaknya yang sangatlah luas biasa.


"Aduh.. perutku sakit. aku baru tahu anakku sangatlah jago berakting, kalo tau gitu dulu Mama akan daftarkan Gia ke film ajab"Kata Rachel memegangi perutnya yang terasa sakit akibat tertawa.


"Kau sangatlah pintar sayang meracuni anak itu. kau lihat tadi wajah Adka sangat lah masam, tapi benar sayang kenapa kita tidak tau bakat terpendam putri kita. mungkin Gia sangat menjiwai film ajab"Kata Riza sambil mengusap air matanya akibat tertawa.


Sudahlah Othor angkat tangan dengan kedua manusia sebleng itu. kita kembali lagi ke Gia.


Sekarang Gia tiduran sambil membelakangi tubuh Adka yang sedari tadi duduk di belakangnya sambil terus membujuk istrinya agar berbicara.


Namun usahanya tidak buruk menurutnya. Adka seketika langsung senang saat Gia membalikkan tubuhnya sambil bangun dari tidurnya.


"Sayang maaf aku tidak sengaja membentakmu"Kata Adka sendu.


"Kau pergi lagi lah ke kantor. aku tidak mau lihat wajah kau yang sangat jelek itu. dan ingat nanti malam kau tidur di luar"Ketus Gia sambil kembali tidur membelakangi tubuh Adka yang masih bengong.


"Sayang aku tidak masalah kalau kau mau aku kembali ke kantor. tapi jangan suruh aku tidur di luar nanti malam itu sangat menyiksaku"Kata Adka mencoba membujuk.


"Tidak. jangan membantah lagi atau kau tidur di luar selama seminggu atau lebih"Kata Gia.


Adka membuang nafasnya berat, dirinya dengan terpaksa keluar dari kamarnya untuk kembali ke kantor.


Adka turun ke bawah dengan wajah kusutnya bahkan sekarang dirinya tidak punya semangat untuk ke kantor.


"Hey menantu kau kenapa? ko wajah kau sangat kusut begitu?"Tanya Riza saat Adka melewati meja makan begitu saja.


"Aku baik baik saja. aku rasa, aku akan balik lagi ke kantor. biar nanti saja makan siang di luar"Pamit Adka dengan wajah lesunya.


"Baiklah semoga saja kau kuat dengan godaan ini"Teriak Riza saat Adka akan keluar dari rumah itu.


Saat tubuh Adka tidak terlihat lagi tawaan kedua manusia itu pecah di ikuti Gia datang dari atas dengan wajah gembiranya.

__ADS_1


Sekarang ketiganya sangat bahagia bisa mengerjai Adka. namun Adka sekarang frustasi!


...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...


Reina merebahkan kepalanya di kursi tempat dia beristirahat. dirinya sangat lelah baru setengah hari saja dirinya bekerja namun Reina sangat lemas seakan tubuhnya tidak memiliki tulang.


Jam istirahat sudah habis, dirinya harus kembali lagi bekerja. namun saat akan kembali melayani pengunjung kembali. dirinya dipanggil oleh Linda untuk keruanga nya.


"Assalamualaikum mba. maaf ada apa ya?"Tanya Reina sambil senyum sopan.


"Mari duduk"Kata Linda menyuruh Reina duduk di kursi depannya.


"Tadi Bu Felly menghubungi saya. katanya beliau menghubungi nomormu tidak aktif"Kata Linda.


"Ah iya mba ponsel saya mati"Kata Reina sambil tersenyum.


"Maaf mengganggu kerjamu. tadi Bu Felly menghubungi saya. nanti sore beliau menyuruh kau untuk berkunjung ke rumahnya. dan Bu Felly bilang jika kau menolak dirinya akan sedih karena sudah menyiapkan makanan"Jelas Linda.


"Baiklah mba saya nanti akan ke sana. kalo begitu saya kembali lagi bekerja mba mari"Terima terpaksa Reina membungkuk hormat sambil keluar dari ruangan itu.


Reina keluar dari ruangan Linda sambil mencoba menahan rasa pusing di kepalnya. dirinya kembali ke belakang menuju tempat pengantaran makanan pelanggan.


"Rein tolong kamu antarkan makanan ini ke meja nomor 13"Kata teman pelayan itu.


Reina menggangguk sambil mengambil nampan yang berisi makan pesanan pelanggan.


Reina mengantarkan pesanan pelanggannya menuju kursi yang di beri tahukan temannya, Namun saat sudah berada di depan kursi tujuannya kepalnya kembali berdenyut hebat.


Reina berusaha menahan rasa pusing di kepalanya. dengan sudah payah dirinya menyimpan semua makanan itu di meja.


Tapi tanpa di duga kepalanya sangat berdenyut hebat bahkan matanya sudah buram, bahkan area sekitarnya sudah ramang ramang tak terlihat. membuat dirinya tidak memperhatikan wajah pelanggannya membuat Reina tidak tahan lagi.


Dirinya berusaha untuk bicara agar menyapa pelayan tersebut namun belum juga dirinya menyelesaikan ucapannya Reina langsung jatuh pingsan


Pelanggannya tersebut yang tidak asing dengan suara di depannya. dengan cepat matanya melihat ke arah suara dan yang terjatuh pingsan.


Matanya membulat sempurna dengan tangan yang menutup mulutnya tidak percaya dengan yang dia lihat di depannya.


"Re.. reina?"Kata wanita itu sambil berjongkok dengan wajah khawatirnya.


Semua orang yang berada di sana langsung mengerumuni meja itu. bahkan tidak hanya pengunjung di sana semua karyawan pun melihat apa yang sedang terjadi.


"Rein bangun.."Kata wanita itu menepuk nepuk pipi Reina


"Hey bantu angkat kan tubuhnya ke mobil ku cepat!"Kata wanita itu setengah berteriak panik.


Dengan cepat para karyawan pria membantu mengangkat tubuh Reina ke mobil wanita tersebut, dengan wajah paniknya seorang wanita itu mengikuti dari belakang menuju mobil miliknya.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2