
Adka dan Johan sedang sarapan di ruang makan dengan hening. selesai sarapan mereka berdua bersantai di ruangan tamu menunggu om Zek datang. kebetulan mereka kelas siang.
Agar mereka berdua tidak bosan, sembari menunggu kedatangan om Zek mereka berdua maen PS. mereka berdua ke asikkan sampe sampe mereka teriak teriak ga jelas. dan dari arah pintu juga sedari tadi seseorang di arah luar terus mengetuk pintu entah berpuluh puluh kali.
Karena tidak ada jawaban orang itu langsung membuka pintu dengan menendengnya. membuat Adka dan Johan terlonjak kaget mereka langsung berhenti main, mereka melihat ke arah pintu. Om Zek berjalan dengan wajah tidak bersahabat. Adka dan Johan dengan susah payah menelan selipannya.
"Eh om Zek kapan datang ko kita ga tau"Kata Johan cengir kuda.
"Eh iya om kita terkejoet"Kata Adka
"Kalo maen PS juga harus denger orang di luar yang ketuk pintu udah berpuluh puluh kali"Kata Zek dengan dingin.
"Ah sudah lah om mau istirahat ke kamar"Kata Zek datar sambil berlalu meninggalkan ruang tamu.
"Eh om nanti pulang kuliah kita berdua mau ngomong sesuatu"Teriak Adka melihat om Zek yang sudah jauh.
Zek hanya mengangkat tanggan menunjukan jempolnya. Zek langsung masuk ke dalam kamarnya.
...🌨️🌨️🌨️🌨️🌨️🌨️🌨️...
Kebetulan hari ini kelas Gia dan Cia hanya satu pelajaran. Gia memutuskan untuk pulang duluan. sementara Cia menunggu di area parkiran sedang menunggu seseorang. tidak berselang lama seorang pria berjalan dengan cool ke arah Cia.
"Udah lama?"Kata pria itu.
"Enggak ko. jadi umi ka Adam pengen ketemu aku?"Tanya Cia
"Iya katanya umi mau ketemu kamu. kemarin malem umi ngomong terus deh aku langsung kabarin kamu"Jelas Adam
"Em kira kira umi kamu mau ngapain ya mau ketemu sama aku?"Kata Cia menatap Adam.
"Udah dari pada bingung. mendingan kita berangkat aja nanti kita tau kan umi mau apa ketemu sama kamu"Kata Adam sambil berjalan ke arah motornya.
Cia menyusul naik ke motor Adam. meski Cia selalu berjaga jarak dengan orang yang bukan muhrimnya. Adam menjalankan motor nya dengan kecepatan sedang meninggalkan area parkiran kampus.
Beberapa saat kemudian motor Adam berhenti di rumah yang tidak terlalu besar tapi elegan. Cia turun dari motor mengikuti Adam berjalan ke arah pintu.
Tok tok tok
"Assalamualaikum. umii"Kata Adam sambil mengetuk pintu.
"Waalaikusalam"Teriak umi Adam dari dalam sambil membuka pintu.
"Eh ada tamu rupanya. pasti ini Cia kan? ayo masuk"Kata Umi Adam senyum ramah.
"Eh iya tan"Kata Cia sambil mengikuti Adam dari belakang.
"Kalo gitu aku ke kamar dulu ya mi, Ci"Kata Adam sambil berjalan ke arah kamar.
"Eh Cia ayo duduk"Kata Umi Adam ramah.
"Eh iya Tante"Kata Cia sambil duduk.
"Jangan panggil Tante dong. panggil umi aja biar tambah akrab"Kata Umi Adam sambil senyum.
"Iya Tante eh Umi"Kata Cia dengan senyum manisnya.
"Nah gitu kan enak. aslinya kamu sangat cantik ya Cia. Adam selalu cerita loh tentang kamu sama umi"Kata Umi Adam.
"Umi bisa aja"Kata Cia dengan malu malu.
"Eh iya sampe lupa kamu belum di kasih minum, bentar ya Umi ambilin dulu"Kata Umi Adam ramah.
"Bareng aja umi, kebetulan aku mau ke toilet"Kata Cia bangkit dari duduknya.
__ADS_1
"Yaudah ayo"Kata Umi Adam sambil menggandeng tangan Cia.
Perlakuan Umi Adam membuat dia merasa cangnggung tapi lama kelamaan, Cia merasa nyaman dengan Umi Adam.
"Umi lagi masak? boleh Cia bantu?"kata Cia berjalan ke arah Umi Adam.
"Iya nih lagi masak buat makan siang. udah kamu duduk aja di meja makan."Kata Umi Adam.
"Cia mau bantuin"Kata Cia dengan wajah memelas.
"Kamu bisa masak ci?"Tanya Umi Adam
"Bisa umi. sekarang gantian umi yang duduk biar Cia yang masak oke?"Kata Cia senyum manis.
"Tapi kan.."Kata Umi di potong oleh Cia.
"Udah ga ada penolakan nanti aja kalo udah jadi. umi bantu Cia untuk sajiin"Kata Cia dengan senyum manis.
Tidak lama kemudia Cia sudah beres memasak, aromanya pun sangat enak.
"Wah kelihatan enak nih"Kata Umi Adam sambil melihat semua pasakan yang Cia buat.
"Hehe kayanya Cia ga tau. ayo mi kita sajikan di meja makan"Kata Cia sambil membawa hasil pasakannya.
"Iya Ayo"Kata Umi Adam
Sampe sampe pasakkan yang Cia buat wanginya sampe ke kamar Adam. Adam yang habis mandi mencium aroma pasakkan dari arah dapur. Adam langsung keluar dari kamar berjalan ke arah meja makan.
"Wih siapa yang masak nih ga biasanya. baunya juga enak banget sampe ke kamar aku."Kata Adam
"Cia yang masak"Kata Umi Adam datang dari arah dapur membawa piring.
"kamu bisa masak ci?"Tanya Adam tidak percaya.
"Sedikit sedikit ko"Kata Cia sambil duduk di meja makan.
"Enak banget loh ci. ini mah kaya makan di restoran mahal"Kata Umi Adam sambil terus memasukan makanan ke mulut nya.
"Iya umi. enak"Kata Adam sambil makan
"Umi bisa aja"Kata Cia dengan senyum manis.
"Eh beneran sayang ini enak banget top deh"Kata Umi sambil mengacungkan jempol.
Mereka makan dengan Hidmat tanpa ada satu orangpun yang berbicara. setelah selesai makan karena sekarang udah semakin sore Cia pamit untuk pulang. Adam di suruh Umi untuk mengantarkan Cia. Cia sempet ingin nolak tapi Cia tidak bisa nolak perintah Umi, jadi mau tidak mau Cia pulang di antar Adam.
...🌨️🌨️🌨️🌨️🌨️🌨️🌨️...
Setelah pelajaran kedua sudah selesai Adka dan Johan langsung pulang dengan mengendarai mobil masing masing. sebelum mereka pulang ke rumah, Adka dan Johan mampir dulu ke perusahaan, hanya ingin memantau. sementara pekerjaan Adka hari ini di kerjakan oleh sekretarisnya.
Setelah itu mereka langsung pulang ke rumah. setelah sampai di halaman rumah Adka dan Johan langsung masuk. mereka pergi ke kamar mereka masing masing untuk membersihkan diri dulu dan setelah itu mereka akan pergi ke ruangan kerja om Zek.
Adka sudah rapi dengan pakaian santai. Adka keluar berajalan menuju kamar Johan.
"Woyy buruan lama banget lo"Teriak Adka di luar kamar.
"Iye iyee. bentar napa"Teriak Johan dari dalam kamar.
Johan keluar dari kamar. mereka berjalan beriringan menuju ruangan kerja om Zek.
Tok tok tok
"Masuk"Teriak Zek dari dalam.
__ADS_1
"Em om kita to the points aja. kita ingin bicara sama om"Kata Adka melihat Zek masih pokus dengan laptopnya.
Mendengar ucapan Adka Zek langsung berjalan ke arah Adka, Zek duduk di sofa depan Adka dan Johan.
"Mau ngomong apa?"Kata Zek menatap mereka bergantian.
"Jadi gini, kita ingin pulang. kita enggak betah di sini. dan untuk ngurus perusahaan om tidak perlu kawatir. kita akan urus perusahaan di sana"Kata Johan.
"Kenapa kalian berdua ingin pulang tiba tiba? apakah ada masalah?"Tanya Zek
"Enggak ko om."Kata Adka menatap
"Oke kalo kalian mau pulang. Karena kalo kalian bekerja juga tidak akan bener kalo niat kalian ingin pulang. tetapi kalian bersabar lah terlebih dahulu. kalian di sini dulu dalam satu bulan. kalian tuntaskan dulu pejerjaan kalian disini. nanti setelah itu om yang akan pengan kendali perusahaan disini. dan untuk perusahaan di sana om mempercayai kamu untuk memegang kendali di sana"Jelas om Zek melirik Adka.
Adka dan Johan mendengar penjelasan om Zek sedikit lega, mereka tidak perlu menunggu kuliah mereka selesai untuk pulang. tetapi di sisi lain mereka harus bersabar satu bulan ini untuk menahan rindu dengan cewek yang mereka sayang. walaupun di sana mereka selalu di ganggu oleh curut liar, tetapi saat mereka kembali, mereka tidak akan pernah biarkan satu cowok pun dekat dengan cewek mereka.
"Baiklah kalo begitu om. cuman satu bulan kan? kita akan bersabar"Kata Johan menatap Zek.
"Kalo gitu kita permisi dulu untuk ke kamar. maaf menggangu waktunya"Kata Adka berdiri dari duduknya.
"Tidak masalah"Kata Zek dengan senyum tipis.
...🌨️🌨️🌨️🌨️🌨️🌨️🌨️...
Gia sedari tadi terus menelpon nomor Adka namun tidak ada jawaban. Gia menyimpan ponselnya di atas naskas dengan kesal. Gia mengambil boneka Teddy bear dengan bentuk love di tengah pemberian Adka.
"Kamu kemana Adka? kamu tega ga kabarin aku, kamu tega selalu bikin aku kawatir"Kata Gia sambil memukul Boneka Teddy bear.
"Kenapa hah! apa kamu terlalu sibuk sampe sampe kamu akhir akhir ini jarang kabarin aku"Teriak Gia dengan Isak tangis sambil terus memukul Boneka Teddy bear.
Ponsel Gia berdering ada panggilan video call. Gia menggambil ponselnya sambil menghapus air mata yang ada di pipinya. saat melihat nama yang tertera di layar wajah Gia langsung berubah. tenyata itu sambungan Vidio call dari kekasihnya yang sedari tadi dia kawatir.
"Sayang kamu kenapa? ko kaya habis nangis?"Adka
"Ini semua gara gara kamu. kemana aja kamu sampe ga kabarin aku. kamu tau ga aku kawatir sama kamu"Ketus Gia
"Utututu... pacarnya aku kawatir ya. sampe nangis gitu"Adka
"Diem kamu. jawab kamu dari mana aja"Ketus Gia.
"Ih cerem pacarnya aku kalo lagi ngambek. maaf deh maaf aku lupa mau kabarin kamu. aku pulang kuliah langsung ke perusahaan"Adka
"Lupa? kamu sama pacar sendiri lupa? tega kamu"Gia cemberut.
"Udah dong jangan ngambek maafin. janji deh ga akan ulangin lagi"Adka
"Ih ko pake deh sih"Gia cemberut.
"Iya iya aku janji ga akan ulangin lagi. udah dong jangan cemberut Mulu lama lama aku terkam"Adka
"Neh kalo bisa neh"Gia memajukan bibirnya.
"Awas ya kamu nanti kalo aku pulang habis deh"Adka.
"Ga takut wlee"Gia mengeluarkan lidahnya.
"Nah gitu dong senyum kan cantik"Adka
"Jadi menurut kamu. aku cemberut ga cantik gitu"Ketus Gia.
"Salah ngomong lagi kan. bukan gitu kalo kamu senyum tambah cantik, kalo kamu cemberut kaya tadi gemesin"Adka
"Ah meleleh ini bang"Gia lebay
__ADS_1
Mereka berdua Vidio call dengan canda tawa dari keduanya, saling menukar cerita sampe bahasan yang tidak penting pun mereka bahas .Meraka Vidio call sampe larut malam. Gia dengan berat hati harus mematikan sambungan karena Adka sudah lelah pengen istirahat.
Bersambung