Si Pembuat Ulah Jatuh Cinta

Si Pembuat Ulah Jatuh Cinta
Part 64


__ADS_3

Adka masih betah menendangi wajah Gia yang masih terlelap di pelukannya. tangganya mencoba mengganggu tidur sang istri dengan mengusap semua wajah Gia sambil sesekali menciumnya dengan lembut.


Dan benar saja Gia merasa terganggu dengan sentuhan tangan dan bibir Adka. perlahan matanya terbuka sedikit.


"Morning beby"Kata Adka sambil mengecup singkat bibir Gia.


"Hemm morning Sayang, aku masih ngantuk"Dehem Gia sambil kembali lagi tertidur sambil membenamkan wajahnya di dada bidang Adka.


Adka terkekeh melihat tingkah Gia. Adka membalas mempererat pelukan Gia sambil sesekali mengecup puncak rambut Gia.


Dengan pelan Adka memindahkan tangan Gia untuk pergi ke kamar mandi. dirinya harus cepat ke kantor karena ada rapat dadakan.


Tidak lama Adka sudah kembali dari dalam kamar mandi dengan handuk yang di lilit setengah badannya. Adka tersenyum kecil saat melihat istrinya masih terlelap tidur di atas ranjang.


Gia membalikkan badannya sambil tangannya meraba kasur di sebelahnya. karena menyadari kasur di sebelahnya kosong, Gia dengan cepat langsung bangun sambil melihat ke semua area kamar mencari Adka.


Wajah Gia seketika sendu dia pikir suaminya meninggalkan nya. namun matanya tertuju ke arah pintu ruang ganti yang terbuka. Wajah Gia kembali berseri saat mendapati Adka keluar dari sana.


"Sayang kenapa bangun? apa tadi aku berisik?"Tanya Adka menghampiri Gia duduk di tepi ranjang.


"Tidak. aku kira kau tinggalkan aku karena tidak mendapati mu di sebelahku"Kata Gia.


"Tidak akan. aku tidak akan meninggalkan mu sampai pun"Kata Adka mengelus pipi Gia dengan sedikit anggukan dari kepalanya.


"Apa kau akan berjanji, gimana pun nanti keadaannya kau harus selalu bahagia dan menyayangi mereka"Kata Adka sambil mengelus perut rata istrinya.


Entah apa yang ia rasakan membuat dirinya bisa berbicara seperti itu dengan sendirinya. Gia menatap wajah lekat Adka dengan langsung memeluk tubuh Adka, dirinya sangat tidak senang saat Adka berkata barusan.


"Kenapa kau bicara seperti itu. aku tidak suka. aku akan selalu bahagia jika kita selalu bersama sampai tua nanti, dan kita akan merawat kedua anak kita bersama"Kata Gia lirih di sela pelukan.


"Baiklah maafkan aku. aku berjanji tidak akan berbicara seperti itu lagi"Kata Adka dengan tangan mengusap rambut Gia dengan sesekali dia mengecupnya.


"Sini biar aku yang memasangnya"Kata Gia sambil mengambilkan dasi dari tangan Adka.


Kini Adka sudah rapi dengan setelah kantor nya. Gia masih saja sama, setelah dari kamar mandi dirinya kembali merebahkan tubuhnya.


Kehamilannya kali ini membuat dirinya malas malasan. bahkan dirinya hanya turun dari atas ranjang untuk ke kamar mandi atau mau makan. Cia juga kalo mau mengobrol selalu masuk ke kamar Gia.


Sebelum berangkat Adka terlebih dahulu menghampiri sang istri yang sedang bersandar di sandaran ranjang sambil memainkan ponselnya.


"Sayang aku berangkat dulu. nanti siang aku akan pulang terlebih dahulu untuk makan siang bersama mu"Kata Adka mengecup sekilas dahi Gia.


"Baiklah kau hati hati. eh nanti kalau kau pulang aku nitip makanan dong"Kata Gia sambil memasang wajah imutnya.


"Jangan memasang wajah seperti itu, aku tidak kuat godaan kau tau"Kata Adka sambil menarik kedua pipi Gia gemas.


"Kau mau apa Gia sayang?"Kata Adka sambil berdoa dalam hati agar Gia tidak meminta yang aneh aneh.

__ADS_1


"Tidak banyak ko. Cuman aku mau mie ayam, ayam geprek, baso, Boba, martabak, es krim, spaghetti sama satu lagi rujak mangga muda"Cerocos Gia sambil menghitung dengan jarinya.


Adka hanya melongo seperti orang bodoh saat mendengar penjelasan istri tolehahnya.


'Ya allah, ya rohman. kuatkan lah hamba mu ini yang mempunyai istri jadi jadian. baru saja hamba mu ini berdoa tetapi dia meminta makanan yang dia bilang tidak banyak? terus itu persenan kaya catatan surat wasiat apa?' Guman Adka sudah angkat tangan


"Tidak banyak bukan? eh iya Inget ya sayang aku maunya semua makanan itu masih panas saat kau bawa kesini dan es krim nya jangan sampai meleleh"Kata Gia dengan senyum merekahnya.


Dengan cepat Adka mengangguk dengan senyum keterpaksaannya. dia sekarang sangat frustasi bagaimana dirinya membawa makanan yang masih panas dan es krim yang tidak meleleh?


Bahkan dirinya nanti harus mencari tempat tempat pesanan itu lah di tambah lagi, jalan ke rumahnya agak jauh dari kota besar.


Gia bahagia bukan kepalang. dengan cepat dirinya mendaratkan bibirnya memberi kecupan di semua wajah Adka.


Mereka berdua berciuman dengan mesra. namun adegan itu harus terhentikan saat ponsel Adka berbunyi dari sekertarisnya kalo rapat akan segera di mulai.


...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...


Reina duduk di kursi depan dengan wajah kesalnya, dirinya tidak henti hentinya menggerutu kesal di dalam hatinya.


Dirinya sangat kesal saat Tante Felly ber drama menangis dengan penyakit jantungnya kumat saat Reina tidak mau di antar oleh Galuh.


Reina yang sangat panik saat itu. dirinya dengan cepat mengiyakan, sontak saja Felly sangat senang tanpa memperdulikan acting nya yang sudah ketahuan.


Reina menatap tajam ke arah mengemudi. Galuh memasang wajah santainya acuh tak acuh terus pokus ke jalan.


"Jangan menatap saya terus nanti suka. saya tau saya memang tampan"Kata Galuh tanpa mengalihkan pandangannya.


"Sudah saya katakan jangan pernah kau bicara bahasa alien jika bersama ku"Kata Galuh menoleh sekilas kepinggir.


"Huh dasar lalaki sinting (pria gila)"Seru Reina melirik Galuh setelah itu membuang mukanya.


"Terserah kau. sana cepat turun"Kata Galuh menatap tajam mata Rein.


"Oke bye. TERIMAKASIH ATAS TUMPANGANNYA TUAN"Kata Reina keluar dengan membanting pintu mobil dengan keras sambil menekankan ucapannya.


Reina masuk kedalam restoran dengan kesal, Samapi dirinya tidak sadar ada seorang pria di depannya. buat tubuh mereka bertabrakan.


"Maaf saya tuan. saya tidak sengaja"Kata Reina sambil menundukkan kepalanya.


Pria itu menatap wajah Reina yang menunduk dengan lekat. tidak lama bibirnya menyunggingkan senyum.


'Kita bertemu lagi kelinci kecil' Guman pria itu


"Tidak apa-apa. eh apakah kita pernah bertemu?"Tanya Pria itu membuat Reina mendongakkan wajahnya melihat pria itu.


"Eh"Kata Reina saat melihat wajah pria itu.

__ADS_1


"Hai kita dulu sempat bertabrakan juga saat kau akan ke belakang. apakah kita boleh kenalan? aku tidak punya teman di kota ini. aku baru datang semingguan ini"Kata Pria itu mentap lekat wajah cantik alami Reina.


Reina masih tidak menjawab. dirinya takut salah teman. bahkan dirinya baru bertemu dua kali bukan, akan sangat aneh jika pria di depannya ingin menjadi temannya.


Namun Reina menyingkirkan pikiran negatifnya. tidak ada salahnya bukan buat berteman, kebetulan juga diriny tidak mempunyai teman banyak di sana. dengan senyum manisnya Reina menepuk bahu pria itu.


"Tentu saja kita akan menjadi teman"Kata Reina dengan senyum manisnya.


"Wah benarkah? aku sangat senang mendengarnya. semoga kita menjadi teman yang baik"Kata Pria itu tersenyum.


"Perkenalkan nama aku Reina Matsuhima"Kata Reina mengulurkan tangannya dengan senyum manisnya.


"Nama yang cantik seperti orangnya. saya Marco Alonso"Kata Marco sambil menerima uluran tangan Rein.


"Baiklah Marco aku harus segera bekerja"Kata Reina sambil akan melangkah masuk ke dalam restoran.


"Eh Rein tunggu. ini kartu nama ku, di sana ada nomor ponsel ku. nanti kau bisa menghubungi nya agar kita semakin akrab"Kata Marco memberikan kartu nama miliknya.


"Baiklah, aku bekerja dulu, kau hati hati di jalan"Kata Reina masuk kedalam sambil melambaikan tangganya.


Marco membalas lambaian tangan Reina dengan senyuman di bibirnya.


'Kau akan menjadi milikku kelinci kecil. cepat atau lambat aku akan mendapatkan cinta mu' Guman Marco dengan senyuman di bibirnya.


Sementara di mobil. Galuh belum pergi dari tempat itu, matanya masih mengikuti pergerakan Reina berjalan ke arah pintu restoran.


Namun dirinya dibuat bingung saat seorang pria yang bertabrakan dengan Reina. pria tersebut terlihat sangat akrab dengan Reina.


Bahkan Reina dengan pria itu bersikap manis tidak seperti dengan dirinya. pikiran Galuh di penuhi dengan banyak pertanyaan. apakah mereka saling kenal?


Galuh tampak kesal saat Reina memegang bahu pria itu dengan senyum manisnya. tanpa Galuh sadari tangan yang berada di bawah sana mengepal keras.


'Siapa pria itu. kenapa wajahnya tidak asing? Sial... kenapa Reina bisa bersikap semanis itu bersama pria lain. bahkan dengan ku saja dia selalu galak seperti singa yang sedang datang bulan' Guman Galuh mentap kesal ke luar sana


"Hey kenapa aku menjadi kesal sendiri melihat mereka berdua? kenapa aku menjadi aneh saat kenal dengan wanita setengah singa itu. ya terserah dia lah mau deket sama siapa. sepertinya aku harus bertapa di bawah laut agar otak ku kembali encer"Seru Galuh kesal.


Dengan cepat dirinya melajukan mobilnya menjauhi parkiran restoran tersebut. tak henti hentinya di sepanjang perjalanan Galuh terus mengumpati dirinya sendiri dengan tingkah bodohnya.


BERSAMBUNG....


Bonus neh visual Babang Galuh sama Neneng Reina buat kalian semoga suka🥰🙏


# Galuh Fernando Pratama



# Reina Matsuhima

__ADS_1




__ADS_2