Si Pembuat Ulah Jatuh Cinta

Si Pembuat Ulah Jatuh Cinta
Part 3


__ADS_3

Sementara di kantin Gia dan yang lainnya sedang duduk di kursi pojok kantin tempat favorit mereka.


"Lo kenapa si Gi dari tadi marah marah Mulu lagi datang bulan Lo?" Siska melirik Gia sambil mengaduk jus jeruknya.


"Iya gue liat liat Lo kaya benci banget sama murid baru yang namanya Adka itu gue perhatiin dari tadi Lo natap dia ke malaikat maut mau cabut nyawa tau ckck..." Rian dengan ketawanya.


"Diem lo."Gia melirik Rian dengan tajam.


Rian yang melihat tatapan Gia seperti mau membunuh langsung bergidik."Wes slow bro"


Saat Gia dan yang lain sedang asik mengobrol, ada adik kelas mereka yang tersandung dan tidak sengaja menumpahkan minumannya tepat ke kaki Gia.


"Lo bisa jalan ngga!" Bentak Gia menggebrak meja dengan keras langsung bangkit dari duduknya dengan wajah memerah menahan amarahnya.


Dan otomatis semua murid yang ada di kantin langsung melihat apa yang terjadi. Gia langsung menjadi pusat perhatian semua murid di kantin.


"Ma-maaf ka Gia aku ga sengaja kaki aku tersandung" Ucap siswi itu dengan menundukkan kepalanya karna ketakutan.


"Gue ga butuh penjelasan Lo" Gia dengan emosii.


"Sekarang lo bersihin kaki Gia pake rok Lo sendiri" Bentak Siska dengan menyilangkan tangannya di dada.


"Ba-ba-baik saya akan mengelapnya" Ucap siswi itu dengan masih menundukkan kepalanya dengan tubuh yang bergetar. Para murid lainnya hanya menonton kejadian itu karna mereka tau itu adalah kebiasaan Gia dan teman temannya membuly orang.


Dari arah kejauhan sosok pria yang mendengar kegaduhan di kantin langsung berjalan menuju kantin. "Ehemm.." Deheman dari seorang pria dan langsung otomatis yang ada di sana menoleh ke arah suara.


Gia terkejut melihat pria itu dan mengernyitkan alisnya. "Galuhh?" Ucap serempak Gia, Siska dan Jesika.


"Ada apa ini?" Galuh sambil berjalan mendekati Gia.


"Itu dia menumpahkan minumannya di kaki gue" Gia sambil menunjuk siswi di depannya itu.


"Lo bangun dan pergi dari sini."Ucap Galuh.dan siswi itu pun bangkit dari duduknya dan langsung berjalan menjauhi mereka.lanjutnya."Dan untuk semuanya bubar ini bukan Doger monyet"Galuh menatap ke semua siswa yang menggumpal dan mereka langsung bubar.

__ADS_1


"Lah ko lo nyuruh dia pergi begitu saja gue belum kasih dia pelajaran" Gia menatap Galuh.


"Kasian dia mau nangis, dan udah lah cuma masalah sepele dia juga ga sengaja kan" Galuh dan langsung duduk di kursi di depan Gia.


Ya Galuh selain tampan dan jago bermain basket dia juga orang yang baik dia tidak pernah tegaan terhadap orang, dia duduk di kelas 12 lebih tepatnya Kaka kelas Gia. Dari sikap itu Gia semakin suka terhadap Galuh, tapi Galuh belum menyadari kalo dari dulu Gia mencintai dirinya karna Galuh sudah menggap Gia seperti adik dia sendiri.


"Udah Lo duduk Jan marah marah Bae entar cantiknya ilang loh" Galuh sambil menggoda Gia.


Gia yang mendengar celetukan Galuh wajahnya langsung memblusing merah merona.


"Ndeh Maemunah baper ckck..." Reno dengan tertawa meledek Gia. Sementa mereka Yang ada di meja itu langsung tertawa geli melihat wajah Gia.


"Eh gue denger denger di kelas kalian ada siswa baru" Galuh menatap mereka bergantian.


"Iya si Adka sama Johan" Ucap Siska.


"Eh mending Lo bersihin dulu tuh kaki ke toilet sebelum bel masuk" Ucap Jesika sambil melirik Gia.


"Iya iya gue ke toilet dulu, nanti kalian duluan aja ke kelas ntar gue nyusul" Hi sambil bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju toilet.


Saat Gia sedang berjalan keluar toilet, Gia tidak sengaja menabrak seseorang hingga dirinya dan yang di tabrak terjatuh ke lantai.


"Aww... pinggulku" Gia meringis memegangi pinggulnya.


"Lo kalo jalan pake mat..." Gia tidak melanjutkan perkataannya saat pria itu pun menatap Gia satu sama lain dan tanpa sengaja mata mereka bertemu.Hening sesaat mereka tidak ada yang mengeluarkan suara, tapi Gia langsung sadar.


"Lo lagi lo lagi kenapa sih gue kalo ketemu Lo selalu sial" Cerocos Gia sambil bangkit dari lantai.


"Bukannya Lo yang nabrak gue." Ucap pria itu dengan muka datarnya.


"Hehh jelas jelas Lo yang nabrak gue Sueb" Gia ga mau kalah.


"Serah Lo." Ucap pria itu dengan muka datar tanpa ekspresi dan berjalan meninggalkan Gia yang sedari tadi nyerocos ga jelas.

__ADS_1


"Hehh kasjaa gue belum selesai gomongg woyy!,Dasar Adkaa sebleng"Teriak Gia yang melihat Adka meninggalkan dirinya begitu saja. Tetapi Adka tidak memperdulikan teriakan Gia dia terus berjalan menjauhi toilet.


...----------------...


Gia masuk kedalam kelas dengan wajah kesal, Dan langsung duduk di bangkunya dengan melirik sekilas Adka di belakangnya sedang membaca buku.


Tak selang lama guru IPA mereka datang.


"Lo dari mana aja sih, ke toilet aja se abad, untung untung Lo ga akaran di toilet, eh atau jangan jangan penghuni toketnya ngajak dulu Lo kencan? huptt" Bisik Siska dengan menahan tawanya.


Gia menyentil dahi Siska dengan keras. "Mata Lo peang sebleng Lo"


"Maemunah sakitt kan gue cuman bercanda" Siska sambil memegangi dahinya yang terasa sakit.


...----------------...


"Sekian pelajaran hari ini. dan untuk tugas kerja kelompok kalian membuat poster temanya terserah kalian dan buat dengan se kreatif mungkin dan untuk pengumpulan ya mumpung besok ada pelajaran IPA lagi besok di kumpulkan."Ucap Bu Meta.


"Oh iya dan untuk kelompoknya, kelompok satu yaitu, Gia, Siska, Jesika, Reno, Rian, Johan dan Adka."Ucap Bu Meta.


Gia yang mendengar nama Adka di kelompoknya kaget. "WHATT!!"Pekik Gia dengan teriak.


Membuat semua murid yang ada di kelas dan Bu Meta langsung melirik Gia. "Ada apa dengan kamu Gia?"Tanya Bu Meta bingung.


"A-ahh ngga ko Bu" Gia gelagapann.


"Heh heh Lo ga kenapa Napa kan?"Jesika melirik Gia ke belakang bangkunya.


"Iya Lo kenapa Lo ga kesurupan kan? Wahay para jin keluar lahh... keluar lahh, bismillahirrahmanirrahim alfatihah"Siska sambil memegang dahi Gia seperti sedang merukiyah.


"Hehh onta gue ga kenapa Napa"Gia menarik tangan Siska dengan wajah cemberut.


Sementara di belakang sana Adka rersenyum sinis.Dan ibu Meta meneruskan membacakan nama nama kelompok.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2