Si Pembuat Ulah Jatuh Cinta

Si Pembuat Ulah Jatuh Cinta
Part 9


__ADS_3

Sementara di kelompok Adka. Galuh yang memimpin kelompok. Adka si cowok dingin itu berjalan santai di belakang. Dia tidak peduli dengan teman satu kelompoknya yang berjalan jauh mendahuluinya.


"Ahhhhh..."


Adka mendengar lirih seseorang berteriak, menengok ke kanan dan ke kiri tidak ada siapa siapa. karna penasaran Adka mencoba mencari sumber suara.


Adka terus berjalan tanpa dia sadari telah memasuki daerah hutan terlarang. Adka kembali mendengar suara teriakan itu yang semakin jelas. berjalan mundur karena dia menyangka itu adalah teriakan dari hewan buas.


Brukk....


Adka merasa menabrak seseorang dari belakang. Adka yang mengira itu hewan buas dan sejenisnya langsung berbalik. Adka mengernyitkan dahinya dengan mata membulat sempurna.


"Elo..."Ucap mereka berdua bersamaan.


"Ngapain Lo di sini" kata Gia ketus, lupa sudah ketakutannya yang tadi dia rasakan.


"Menurut lo"Kata Adka dingin dan muka datarnya.


"Ah sebleng lu gue tanya bener bener"Kata Gia dengan ketus.


"Gue denger suara teriakan. Dan gue langsung mencari ke sumber suara.gue kira itu suara teriakan hewan buas"Kata Adka dengan datarnya


"Heh ogeb Lo pikir gue apaan?, gue yang cantik gini di samaain sama yang gituan."Gia dengan percaya dirinya.


"Orang utan."Adka dengan santainya.


"Heh Suhali Lo bener benar ya ngajak gue ribut"Gia dengan mulai esmosi


Adka yang tidak memperdulikan ucapan Gia langsung berjalan begitu saja meninggal Gia yang sedari tadi mengumpat dirinya.


"Heh manusia purba gue belum selesai ngomong ,Shitt.."Gia dengan wajah kesalnya.


Gia melihat sekeliling dan terdengar ada suara hewan buas dan sontak Gia langsung berlari menyusul Adka yang belum jauh.


"Heh Lo maen tinggal aja gue kan cewe, gimana kalo gue kenapa napa dasar jadi cowok ga berkerimanisiaan bener"cerocos Gia dengan berjalan di belakang Adka.

__ADS_1


"Berperikemanusiaan cewe aneh."Adka melirik sekilas ke belakang namun dengan nada penuh penekanan.


"Iya itu, salah sedikit kali sama aja"Gia dengan membela dirinya.


Namun sedari tadi Adka berjalan dan di ikuti oleh Gia dari belakang mereka berjalan tanpa tau arah akan kemana. tetapi Adka masih sedikit mengingat jalan yang tadi dia lewati.


Namun karena Adka jalannya yang terlalu cepat Gia berjalan sedik berlari kecil, tetapi saat Gia berjalan tanpa dia sadari Gia tersandung oleh kayu agak tajam dan membuat Gia meringis kesakitan. Adka yang mendengar Gia meringis berjalan menghampiri Gia.


"Aww... kaki gue"Gia sambil memegangi kakinya yang ungu dan sedikit terpelintir karna dengan kencangnya.


"Makanya jalan tuh liat liat."Adka dengan memegang kaki Gia yang ungu.


"Heh Lo bukannya bantuin gue malah nyalahin, itumah salah kayu nya aja pake ada di situ."Gia dengan nyolotnya.


"Heh cewe aneh itu Lo yang ga hati hati."Adka dengan mencolek hidung Gia dan memegang kaki Gia yang terpelintir dengan pelan.


Sementara Gia bengong dengan apa yang Adka perbuat dia baru kali ini melihat Adka berkata dengan hangat dan seperti perduli.


"Jangan Ge'er." Kata Adka dan langsung saja pikirannya tersadar.


"Udah ayo jalan lagi bentar lagi kayanya sampe"Kata Adka dan hendak berjalan namun dia berbalik melihat Gia yang menunduk dengan memegangi kakinya yang terasa sakit tidak bisa jalan.


Adka yang melihat wajah Gia kesakitan langsung berjongkok di depan Gia dengan membelakangi nya.


"Ayo naik"Adka dengan menunjuk punggungnya.


Namun Gia hanya diam sambil melihat punggung Adka.


"Eh cepetan naik mau gue tinggalin di sini"Acam Adka dengan sedikit kesal karena Gia tidak menanggapi.


Gia yang mendengar ancaman Adka langsung naik ke punggung Adka dengan pelan pelan.


Di sepanjang perjalan Adka dan Gia hanya diam tidak ada satu suara pun di antara mereka. namun Gia sedari tadi jantungnya berdegup dengan kencang saat berdekatan tanpa jarak sedikitpun dengan Adka.


'Kenapa jantung gue mau loncat gini sih Deket sama cowok sebleng' batin Gia

__ADS_1


'Tapi dia ganteng juga saat dia pegang kaki gue, manis' batin Gia dengan senyum di bibirnya.


'Eh gue jadi kenapa sih.' batin Gia.


"Em Makasih ya"Kata Gia dengan pelan namun terdengar oleh Adka.


Adka yang mendengar ucapan Gia hanya mengangguk tetapi membuat bibirnya senyum sedikit. Adka langsung tersadar dan kembali memasang wajah datarnya.


...----------------...


Sementara semua kelompok sudah sampai mereka baru menyadari kalo Gia dan Adka tidak ada.


Semua orang panik karena kemungkinan Gia dan Adka ketinggalan di tengah tengah hutan.


"Semuanya mohon tenang, kita tunggu beberapa jam dulu kalo mereka belum juga datang kita akan cari mereka.


Sekarang kalian bersihkan dulu badan kalian dan nanti para cowok kumpul di sini kita akan mencari Gia dan Adka."Ucap guru cantik ke semua murid.


"Ini salah gue, kenapa gue tadi tinggalin Gia yang sedang ngeplog.kalo gue ga ninggalin Gia pasti Gia enggak ketinggalan"Siska dengan lirih merasa bersalah.


"Iya gue juga salah"Jesika dengan menundukkan kepalanya merasa bersalah.


"Udah jangan pada salahin diri yang penting sekarang kita berdoa semoga Gia dan Adka cepet balik"Johan menengahi mereka.


Siska dan Jesika hanya menggangguk langsung berjalan menuju tendanya.


Saat menunggu satu jam Gia dan Adka belum saja datang pa kepsek langsung mengepulkan murid cowok kelas 11 dan 12 untuk memutuskan mencari mereka.


"Oke anak anak karna Gia dan Adka belumjuga datang bapa putuskan kita akan cari ke dalam hutan, bapa akan bagikan beberapa kelompok kelompok agak kita semua bisa berpencar." Kata bapa kepsek ke semua murid cowok.


Setelah Pa kepsek memberi tahukan kelompok kelompok dan menyuruh para murid cewek tetap berada tenda yang di jaga oleh guru cewek.


Saat mereka akan pergi masuk ke dalam hutan langkah mereka langsung berhenti karena muncul seseorang dari dalam hutan.


"Giaaa, Adkaaa..."

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2