
Prang..
"Gi-giaa"Teriak Adka dan Cia barengan.
Flashback on
Gia naik ke atas untuk mandi karena tubuhnya sangat gerah. Gia duduk terlebih dahulu untuk menelpon Mama nya untuk menanyakan kabar di sana.
Mama Asoy melehoyy.
"Assalamualaikum. mama gimana di sana sehat sehat kan?"Gia.
"Waalaikusalam. kami di sini sehat ko. kamu gimana kaki kamu udah sembuh?"Rachel
"Udah ko ma. udah lebih baik sekarang Gia bisa jalan sendiri lagi."Gia
"Syukur kalo gitu" Rachel
"Mama kapan pulang?"Gia.
"Kayanya besok juga mama pulang. karena kerjaan papa di sini udah beres. jadi besok kita semua akan pulang."Rachel
"Yey. besok aku jemput ya di bandara besokkan hari weekend"Gia.
"Iya nanti mama kasih kabar kalo mau pulang jam berapa berapanya karena belum pasti mau jam berapa berapanya. kalo gitu udah dulu ya. assalamualaikum"Rachel.
"Iya ma. waalaikusalam"Gia.
Gia meletakkan ponselnya di meja saat Gia ingin masuk ke dalam kamar mandinya tenggorokan Gia terasa kering. Gia menggambil gelas yang ada di atas naskah.
Gia berjalan ke arah tangga untuk turun. namun Gia mengurungkan niatnya saat mendengar percakapan Adka dan Cia di ruang tamu. Saat mendengar percakapan mereka dengan seksama. betapa terkejutnya saat mendengar kalo adik nya sebenarnya sakit.
flashback off
Gia yang tidak bisa menahan berat tubuhnya langsung terduduk lemas di lantai. Adka dan Cia langsung berlari ke arah Gia menuju ke atas.
"Gi kamu ngga papa kan?"Kata Cia sambil berjongkok.
"Hiks.. hiks.. kenapa kalian ga kasih tau aku kejadian yang sebenarnya? kenapa? hiks."Gia dengan Isak tangisnya.
Adka langsung memeluk Gia dengan erat sambil mengelus rambut Gia. "Ini juga karena kami semua engga mau kamu kepikiran sama keadaan Rendi. jadi kita sementara engga kasih tau kamu"
"Udah jangan nangis terus jelek tau"Adka sambil mengusap air mata di pipi Gia.
"Cantik gini"Gia di sela sambil sesegukan.
"Ih narsis bener lagi nangis juga"Adka sambil mengacak ngacak rambut Gia.
"Udah kamu jangan nangis terus ya. sekarang kamu mandi terus tidur. besok kita jemput mereka di bandara."Adka mengelus rambut Gia.
Gia menggapi dengan anggukan kecil.
"Kalo gitu aku pulang dulu ya udah malam. besok pagi pagi aku ke sini oke."Kata Adka.
Gia langsung memeluk Adka dengan erat. "Iya hati hati"
"Aku malam ini nginep di kamar kamu ya ka."Kata Cia dengan wajah memelas.
Gia menggangguk. Adka langsung mengecup kening Gia sekilas lalu berjalan ke bawah untuk pulang.
...🦎🦎🦎🦎🦎🦎🦎...
Pagi harinya Cia sedang di dapur untuk menyiapkan sarapan membantu bi ijem. saat sedang menata makanan di meja makan. ada ketukan pintu dari depan, bi ijem langsung melihat siapa yang datang.
Adka berjalan beriringan dengan bi ijem menuju meja.
"Gia belum bangun Ci?"Kata Adka ke arah Cia.
"Belum masih tidur kayanya. kamu bangunin gih susah bener dari tadi di bangunin. kaya kebo"Kata Cia.
__ADS_1
Adka naik ke atas menuju kamar Gia. Adka mengetuk pintu tapi tidak ada jawaban. Adka membuka pintu ternyata tidak di kunci.
Adka berjalan ke arah ranjang. Adka menggeleng kan kepalanya melihat gaya tidur Gia yang sangat subhanallah dengan kaki di atas bantal.Adka duduk di tepi ranjang menepuk tangan Gia pelan.
"Honey bangun udah mau siang"Adka menepuk tangan Gia pelan.
Gia menggeliat dengan mata terpejam. "Iya ma. lima menit lagi"
"Kalo belum bangun juga aku cium nih"Bisik Adka di telinga Adka.
Gia yang mendengar suara Adka langsung kaget. Gia masih setengah sadar langsung duduk di ranjang.
"Em kamu ngapain pagi pagi udah ada di sini"Gia sambil mengumpulkan nyawanya.
"Aku kesini mau main lah. eh kata anak anak nanti siang kita ngumpul di tempat tongkrongan biasa. mereka ngajak ngopi"Kata Adka
"Terus jemput ke bandara nya kapan dong?"Kata Gia.
"Tadi papa telpon aku. katanya mereka sampe bakalan sore. jadi setelah kita nongkrong kita langsung jemput mereka."Jelas Adka mentap Gia.
"Gih sekarang kamu mandi. hambis itu kita sarapan. aku tunggu di bawah"Adka mengecup sekilas kening Gia sambil berjalan keluar kamar.
Setelah selesai mandi Gia turun ke bawah menuju meja makan. mereka sarapan dengan hening. setelah selesai sarapan mereka duduk di ruang tamu sambil menunggu siang.
Gia dan Adka sedang menonton film horor. mereka duduk di kursi lipat. dengan Gia bersandar di dada Adka. sementara Cia sedang berada di kamarnya.
Siang harinya Adka, Gia dan Cia satu mobil untuk pergi ke tongkrongan. anak anak yang lainnya sudah lebih dulu datang di sana.
Sesampainya di tempat tongkrongan Adka mencari keberadaan yang lainnya. Adka melihat mereka sedang duduk di pojok cafe.
"Udah lama Lo pada?"Kata Adka sambil duduk.
"Udeh se abad gue nunggu kalian. sampe gue akaran kita"Kata Siska.
"Idih Lo aja kali gue mah engga" timbrung Jesika.
"Mohon perhatian gue mau pamer nih" Kata Siska ke teman temannya.
"Kan gineh gue kan habis keramas pake shampo Pantene lihat nehh wangi kan"Siska sambil mengibas ngibaskan rambutnya.
"Ya terus gue harus bilang wow gitu"Kata Gia.
"Diem Lo gue belum selesai. gue mau meragain iklan Pantene nih"Kata Siska.
"Coba coba gue mau lihat" kata Galuh.
"Aku jadi duta sampo lain? hahaha. dulu pernah pake bensin sekarang pake oli"Sidak seperti memerangakan iklan Pantene.
Semua orang langsung tertawa geli mendengar iklan Pantene yang Siska peragakan.
"Heh ogeb kalo Lo iklannya kaya gitu pasti ga akan ada yang beli. aduh perut gue sakit"Kata Reno menahan tawanya.
"Nah sekarang gue juga mau iklan fair & lovely pasti mantep"Kata Jesika.
"Yang bener Lo iklannya. sakit perut gue"Kata Galuh.
"Ehem. sekali putaran setengah putaran bersih kan sel kulit mati dan kotoran. tar putar di wajah bilas muka ku ilang" Kata Jesika dengan pedenya nyanyi iklan fair & lovely.
"Aduh perut gue sakit inih beneran." kata Rian dengan cekikikan.
"Udah dari pada Lo pada ketawa mulu sakit perut. mendingan dengerin cerita gue"Kata Adka menenangkan temannya yang sedari tadi ketawa.
"Nih kalian tau ngga?"Kata Adka langsung di potong.
"Engga"Meraka menjawab dengan serempak.
"Eh ogeb. Bebep gue belum selesai ngomong."Kata Gia dengan kesal.
"Monggo Tuan raja lanjukken"Kata Johan.
__ADS_1
"Kan gini. pas Minggu lalu kompleks Deket rumah gue ada yang kemalingan"Kata Adka.
"Ya terus?"kata Siska masih bingung dengan ucapan Adka.
"Nah gue mikir enak ya jadi maling di kejar tanpa mandang fisik"Kata Adka tanpa dosa.
"Demi Allah gue nyesel dengerin cerita Lo. gue kira mo cerita apa"Kata Galuh. dengan gemas. kayanya kalo ada batu mo lempar tuh ke ginjalnya Adka.
"Astagfirullah Suripto iya lah di kejar kalo engga pasti kabur."Johan menyentil dahi Adka kesal
"Aduh Hanny bany sweetie beby sakit ya."Giq sambil mengelus dahi Adka
Mereka langsung memutar bola matanya malas melihat adegan di didepannya.
"Info yang jualan petasan dong?"Kata Galuh.
"Buat apa petasan?"Kata Cia bingung.
"Buat yang sekali meledak bisa hancurin hubungan orang"Kata Galuh Manas manasin.
"Irii bilang boss"Kata Adka menatap tajam.
"Sutt. gue mau nyanyi pasti kalian sampei terhura dengerin lirik yang gue nyanyiin."Kata Rian.
"Terharu ogeb"Teriak mereka serempak.
"Udeh sama aja. nih dengerin dengan seksama. kalian perlu hayati. gue mau nyanyi aku anak setan"Kata Rian.
"Perasaan aku ga enak ini"Bisik Gia ke Adka.
"Sama aku juga."bisik Adka.
"Ehem.. ehem.. Aku anak setan tubuh ku bau kemenyan. karena ibu ku ratu siluman. sekian terima kasih. terima kasih."Rian dengan menunduk seakan sudah menyanyi di panggung.
Dan benar saja setelah Rian selesai nyanyi semua orang tidak bisa menahan tawanya mendengar alur lirik yang Rian nyanyikan.
Mereka nongkrong di isi dengan candaan. sampe ke asik kan mereka nongkrong mereka tidak sadar kalo sekarang sudah sore. Adka, Gia dan Cia memutuskan akan pergi ke bandara jadi mereka pulang duluan.
Saat Gia turun dari mobil ternyata kedua orangtuanya dan adiknya sudah berada di tempat parkiran. Gia langsung berlari ke arah mereka. Adka dan Cia mengikuti nya dari belakang.
"Mama, Papa, Rendii"Teriak Gia langsung menghamburkan pelukan ketiganya.
"Hiks... Kenapa kalian ga kasih tau aku kalo Rendi sakit dan pergi ke luar kota itu sebenarnya untuk berobat"Isak Gia di sela pelukannya.
Gia melepas pelukannya.Ketiganya yang mendengar perkataan Gia langsung kaget kenapa Gia bisa tau. Riza menatap Gia seolah bertanya.
"Aku udah tau ko. aku ga sengaja denger percakapan Adka sama Cia."Kata Gia.
"Maafin kami gi. kami hanya engga ingin kamu kepikiran."Kata Rachel menatap Gia.
Gia mengangguk dan melirik Rendi. "Heh bocah tengil apa Lo udah sembuh?"
"Udah dung ini buktinya aku pulang"Kata Rendi.
"Halo om. Tante"Adka sambil menyalami keduanya.
"Om sama Tante berterima kasih sama kamu. dan kamu Cia karena kalian menjaga Gia selama kita ga ada"Kata Riza.
"Iya om sama sama"Kata Cia.
"Iya dong om. om ga nyuruh juga aku akan selalu jaga Gia iya kan sayang"Kata Adka melirik Gia.
Gia langsung memelototi Adka. Adka menyebut kata Sayang di depan orang tuanya.
"Wah wah kalian pacaran? bagus dong Tante sama om setuju ko. tapi pacaran sehat ingat jangan kelewat batas"Kata Rachel melirik Gia dan Adka.
"Ah udah ayo kita pulang. nanti kita lanjutkan kali di rumah. mama, papa sama Rendi pasti capek"Kata Gia menghilangkan kegugupan nya.
Mereka semua menuju mobil masing masing. Adka satu mobil bersama Gia dan Cia di mobil miliknya. sementara Rachel, Riza dan Rendi pulang naik mobil bersama supir yang menjemput nya.
__ADS_1
Bersambung