Si Pembuat Ulah Jatuh Cinta

Si Pembuat Ulah Jatuh Cinta
Part 65


__ADS_3

Kini hari sudah semakin sore, Reina sedang membereskan barangnya ke dalam tas untuk segera bergegas pulang.


Rencananya Reina hari ini mau berkunjung ke rumah Tania, sekalian membuat kejutan dengan kedatangannya bersama adiknya nanti.


Setelah pamit kepada rekan kerjanya, Reina keluar dari dalam restoran menuju jalan raya menunggu angkutan umum.


Namun tiba tiba saja ponselnya berdering dari dalam tas. Reina menggambil ponselnya memastikan siapa yang menghubunginya. di layar ponselnya tertera nomor tak di kenal.


"Iya halo, ini siapa ya?"Tanya Reina.


"Ck. apa benar ini si singa betina? kenapa menjadi lembut seperti ini"Kata pria di sebrang sana


"Kau. huh mau ngapain menelpon ku? eh kau dapat dari mana nomor ponsel ku?"Tanya Reina menyelidik.


"Jangan terlalu kepedean. Mama kasih nomor kau, dia suruh saya buat jemput kau"Kata Galuh


"Aku bisa pulang sendiri"Sinis Reina.


"Jangan membantah, saya ke sana sekarang"Kata Galuh mematikan sambungan secara sepihak


Reina menggerutu kesal sambil memegangi ponselnya. tanpa Reina sadari sebuah mobil tepat berhenti di depannya.


"Hai teman, kau kenapa sepertinya kau lagi kesal"Kata Pria itu keluar dari mobil mendekati Reina.


"Eh kau Mar, kau mau kemana?"Tanya Reina.


"Untuk menjemput teman baru ku ini"Kata Marco mengacak kan rambut Reina gemas.


"Ish.. Marco kan berantakan"Seru Reina kesal merapikan rambutnya kembali.


Marco terkekeh, menurutnya ini kemajuan yang sangat bagus. baru saja menjadi teman dengan Reina tapi mereka sudah sangat akrab. pikirnya mendapatkan cintanya juga akan sangat mudah.


"Maafkan teman mu ini"Kata Marco pura pura memasang wajah memelas.


"Ya ampun Marco wajahmu sangat jelek kau tau"Gerutu Reina kesal.


"Hahaha... ya sudah ayo, aku antarkan kau pulang"Kata Marco menarik pelan tangan Reina.


"Marco maaf, aku sudah punya janji bersama temanku, dia mungkin sebentar lagi akan sampai"Kata Reina tak enak hati.


"Oke baiklah, besok aku yang jemput oke sekalian merayakan pertemuan kita, kita makan makan aku yang teraktir"Kata Marco tersenyum pasrah.


"Baiklah. sekali lagi aku minta maaf Marmar"Kata Reina.


"Wah itu panggilan yang bagus, aku suka kau memanggilku dengan sebutan itu. baiklah sampai berjumpa lagi kawan. jangan lupa kau hubungi nomor ku, kau tau kau belum menghubungi ku"Kata Marco mencubit gemas pipi Reina.


"Iya. hati hati di jalan"Kata Reina melambaikan tangganya saat Marco kembali masuk ke dalam mobil.


Sebelum melajukan mobilnya Marco membuka sedikit kaca mobil sambil melambaikan tangan ke arah Reina dengan senyumnya.

__ADS_1


Namun tanpa mereka sadari dari tempat yang tidak jauh dari sana ada sepasang mata yang menyaksikan kegiatan mereka sedari tadi.


Wajah pria itu sedari tadi menahan kesal melihat pria yang sama tadi pagi kembali bertemu dengan Reina. Galuh berusaha menahan kesalnya menunggu pria itu pergi agar dirinya bisa ke sana.


"Kalau tau aku kesini cuman liat mereka berdua mesra mesraan kaya gitu aku tidak akan kesini. lebih baik tadi aku ke club menemui kekasihku"Gerutu Galuh kesal.


Bahkan dirinya tidak menyadari sikapnya, bahkan melihat kekasihnya jalan dengan pria lain dirinya tidak marah malahan dirinya dengan mudah memutuskan hubungannya dan mencari pacar baru lagi.


Tetapi sekarang melihat Reina dekat dan bersentuhan dengan pria lain saja sudah membuat darahnya mendidih, padahal Reina bukan siapa siapanya.


Mobil Galuh berhenti di depan Reina yang sedang menunggu di pinggir jalan. Galuh yang masih kesal, dirinya menekan kelakson mobil dengan keras membuat Reina terlonjak kaget.


Galuh membuka kaca mobilnya sambil menatap tajam Reina. Reina sangat kesal, baru saja dirinya menarik nafas ingin protes namun Galuh cepat menyela perkataannya.


"Cepat masuk atau aku tinggalkan!"Kata Galuh menatap tajam Reina.


Dengan kesal Reina masuk ke dalam mobil sambil membanting pintunya dengan kencang.


"Hey kenapa jadi kau yang kesal. kalo pintu mobilku rusak memangnya kau bisa menggantinya!"Seru Galuh tersungut emosi dengan sendirinya.


"Dasar pria aneh. kenapa kau yang jadi marah marah sama aku? seharusnya aku lah yang marah karena membuat aku jantungan. untung saja aku tidak punya penyakit jantung"Kata Reina kesal membalas tatapan tajam Galuh.


"Kau ya.."Kata Galuh menatap tajam Reina mendekati Reina.


"Apa?"Tanya Reina tak kalah menatap tajam mata Galuh.


Namun lama kelamaan jantung mereka tidak bisa terkontrol lagi. jantung keduanya berdegup sangat kencang.


Galuh tak henti hentinya menggerutu kesal dengan tingkah bodohnya marah marah tidak jelas hanya karena Reina dekat dengan pria lain.


Keduanya tersadar. Galuh dengan cepat membuang mukanya dengan perasaan cangnggung, Reina pun sama bahkan dirinya sangatlah gugup.


"Ma..maaf aku tidak sengaja membentak mu tadi"Kata Galuh melirik Reina sekilas dengan Reina masih membuang muka ke arah luar jendela.


"Ti. tidak masalah"Jawab Reina sangat gugup.


'Astaga ada apa dengan ku? kenapa aku sangat kesal saat melihat Reina berdekatan dengan pria itu? kayanya memang benar aku sudah gila, aku harus bertapa di dalam laut sana'


Galuh menyalakan mobilnya dengan cepat mobil miliknya melaju dengan cepat menerobos jalan raya yang sedang tidak macet itu.


...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...


Gia duduk di meja rias sambil mengeringkan rambutnya, sementara Adka masih di dalam kamar mandi. rencananya mereka akan ke rumah Tania untuk berkunjung.


Adka keluar dari kamar mandi mendekati Gia sambil memeluknya dari belakang.mencium aroma wangi rambut Gia sambil sesekali mengecup punggungnya yang putih.


"Kamu sangat wangi beby"Kata Adka mencium rambut Gia.


"Ih kamu itu kebiasaansana cepat pake baju"Kata Gia membalikkan tubuhnya mendorong kecil.

__ADS_1


"Ck, menyebalkan!"Gerutu Adka kesal masuk ke dalam tempat ganti.


Setelah sudah mengering rambut, Gia mendudukkan dirinya di sofa kamarnya sambil memainkan ponselnya sebari menunggu Adka.


Adka menghampiri Gia yang sedang ketawa sendiri sambil melihat ke ponsel. jiwa kepo Adka meronta ronta dengan perlahan dirinya mendekati Gia untuk mengintip.


Gia dengan cepat menyembunyikan ponselnya ke dalam tas saat Adka ingin mengintip.


"Hayo kamu lagi ngapain barusan?"Kata Adka menatap Gia menyelidik


"Tidak ada ayo kita berangkat"Kata Gia bangkit sambil mengaitkan tangannya di tangan Adka dengan senyum mengembang.


Adka menyambar kunci mobilnya yang berada di meja, setelah itu mereka berjalan menuju mobil sambil bergandengan tangan.


Adka menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang, namun Gia masih saja tersenyum sambil terus melihat Adka.


"Sayang kamu kenapa?"Tanya Adka melirik Gia sekilas kembali pokus ke depan dengan firasat hatinya yang tidak enak.


"Tidak ada, kau malam ini sangat tampan"Kata Gia sambil senyum manisnya.


Adka dibuat tak enak hati saja, tidak biasanya Gia seperti itu. firasat semakin tidak enak entah apa yang sedang Gia rencanakan.


"Eh sayang berhenti dulu. aku mau beli donat buat om Arman"Kata Gia sambil melihat toko di sebrang.


"Baiklah, ayo aku ikut"Kata Adka keluar dari mobil diikuti oleh Gia.


Mereka masuk kedalam toko donat beriringan. setelah sudah mendapatkan apa yang Gia mau, dengan cepat dirinya langsung membayarnya.


Dengan hati hati Adka menggandeng tangan Gia untuk menyebrang di lampu merah. setelah itu mereka kembali melesatkan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Namun tanpa mereka sadari. dari dalam sebuah mobil di lampu merah tadi, Ada mata yang terus menatap Adka dengan tajam.


Pria tersebut menyunggingkan senyum liciknya sambil menggelengkan tangganya.


"Bagus, tidak perlu aku capek mencarinya dia menampakkan dirinya sendiri. kayanya aku sangat banyak kehilangan info, dia sudah bahagia. kau lihat saja Adka Wirantara. permainan akan segera di mulai"


"Jadi kau bersenang senanglah sebelum aku beraksi. aku bersumpah kepada kedua orang tua ku, darah di bayar dengan darah. nyawa di bayar dengan nyawa. ku pastikan kau akan kehilangan orang yang kau sayangi seperti ku"Kata Pria itu mengepalkan tangganya dengan darah yang mendidih.


Pria itu menggambil ponselnya yang berada di saku celananya untuk menghubungi seseorang.


"Halo, kita sebentar lagi akan beraksi. kau bersiap siaplah cepat atau lambat kita akan bunuh orang tersayangnya habis itu Adka Wirantara"Kata Pria itu dengan senyum liciknya.


"........"


"Aku sekarang ke sana, kita harus buat rencana matang matang agar tidak gagal"Kata Pria itu mematikan sambungannya dengan senyum liciknya.


"Adka Wirantara. bersenang senanglah, karena setelah itu kau akan mati di tangan ku"Kata Pria itu mengepalkan tangannya dengan mata di penuhi api kebencian.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2