Si Pembuat Ulah Jatuh Cinta

Si Pembuat Ulah Jatuh Cinta
Part 49


__ADS_3

Subuh menjelang Cia terbangun dari tidurnya, dirinya berusaha dengan perlahan memindahkan tangan kekar Johan yang melingkar di perutnya.


Saat akan bangun, seluruh tubuh Cia sangat sakit seperti remuk saja. dirinya memperhatikan wajah Johan dengan seksama.


Dirinya kembali membayangkan adegan panas kemarin malam, Johan tanpa ampun terus menggempur dirinya sampai kehabisan tenaga oleh ulah Johan.


Saat Gia akan turun dari ranjang dirinya merasakan sakit luar biasa di bagian intim bawahnya, dengan susah payah dirinya masuk ke dalam kamar mandi, huh berasa berjalan dua ratus kilo meter saja.


Tidak selang lama Cia keluar berbalut handuk dengan rambut yang masih basah, dirinya berjalan ke arah ranjang untuk membangun kan Johan terlebih dahulu.


"Ka bangun yu.. udah Subuhh"Kata Via sambil menggoyangkan tangan Johan dengan pelan.


"Em iya sayang bentar, lima menit lagi"Guman Johan dengan masih memejamkan matanya.


"Ka, ayo bangun ih nanti keburu siang"Kata Cia sambil terus menggoyangkan tangan Johan.


Namun tidak ada respon sama sekali, hanya ada cara satu satunya agar Johan bangun yaitu kecupan pagi, dengan memberanikan diri Cia mendekatkan wajahnya.


Cupp


"Cepat bangun lah"Kata Cia sambil berjalan ke arah ruang ganti dengan jantung yang berdegup kencang.


Johan yang merasa ada orang mengecupnya dirinya langsung membuka mata, Johan meraba pipinya sambil melihat si pelaku berjalan setengah berlari ke arah ruang ganti.


Kau sekarang sangat nakal ya, awas saja nanti akan ku balas nanti. Johan


**


Setelah mereka selesai melaksanakan sholat subuh, Johan langsung berganti pakaian dengan stelan kantor sementara Cia pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi.


Beberapa menit kemudian nasi goreng buatannya sudah jadi, Cia menyajikan nya di meja makan, setelah itu Cia menghampiri Johan yang masih berada di kamar.


"Ka, ayo sarapan dulu, aku udah buatkan Ka Johan nasi goreng"Kata Cia sambil berjalan menghampiri Johan.


Cia menggambil alih dasi yang di tangan Johan, dirinya dengan telaten memasangkan dasi di kerah baju Johan.


Johan terus saja memandangi Cia tanpa berkedip dirinya masih tidak menyangka bisa menikah dengan wanita secantik dan sesempurna Cia.


"Sudah"Kata Cia sambil merapikan kerah baju.


"Terimakasih sayang"Kata Johan dengan senyum manisnya.


Cia menanggapi dengan anggukan, mereka berjalan secara beriringan ke arah meja makan, mereka berdua sarapan dengan Hidmat tanpa ada suara.


Setelah selesai makan, Cia mengantarkan Johan ke depan pintu. dirinya menyalami punggung tangan Johan, dan sebaliknya Johan mencium kening Cia.


"Ka Johan, nanti siang aku mau ke rumah sakit boleh? katanya Gia hari ini mau pulang?"Kata Cia menatap penuh harap.


"Pergilah, berhati hatilah di jalan, maaf aku tidak bisa mengantarkan mu nanti, nanti siang aku ada meeting"Kata Johan mengusap pipi Cia.


"Tidak masalah aku bisa naik taksi nanti"Kata Cia dengan senyum manisnya.


"Baiklah, nanti malam aku akan langsung jemput kamu di rumah Gia"Kata Johan mendapati anggukkan dari Cia.


Cupp.. cupp..


"Aku berangkat dulu ya, Assalamualaikum"Kata Johan mengecup sekilas kedua pipi Cia.


"I..iya hati hati di jalan ka"Kata Cia gelagapan namun di dalam hatinya dirinya sedang teriak kesenangan.


...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...


Di ruangan rawat Gia, Rachel di bantu Adka sedang memasukan semua barang Gia ke dalam tas ransel nya. Sementara Gia masih menunggunya duduk sambil bersandar ke sandaran kasur.


Pintu ruangan Gia terbuka, seseorang masuk kedalam ruangan, dirinya berlari kecil ke arah Gia sambil langsung menghamburkan pelukannya.

__ADS_1


"Ka Gia, Cia kangen sama Kaka, maaf kemarin Cia ga kesini lagi"Kata Cia sambil memeluk erat tubuh Gia.


"Utututu... udah gapapa santai aja kali Ci"Kata Gia melepaskan pelukannya.


"Pokonya habis pulang dari sini kita jalan jalan keliling kota okey, kita beli es krim yang banyak"Kata Cia sambil membayangkan es krim coklat.


"Lo itu, kenapa sih di pikiran Lo itu es krim Mulu ga bosen Napa dari kecil makan es terus"Kata Gia sambil menggelengkan kepalanya.


"Tidak, itu sangat lezat ka Gia, ayo kita beli"Rengek Cia dengan manjanya.


"Astagfirullah, gue baru tau Cia ternyata manja juga ya, tapi gue berasa geli gimana gitu"Kata Adka menatap Cia tidak percaya.


"Biarin sama ka Gia juga, kalo geli mah liat Adka sama ka Johan kaya Cia barusan, itu namanya geli"Kata Cia dengan ketus.


Adka langsung bungkam saat mendengar ucapan Cia, dirinya juga membayangkan nya saja sudah sangat jijik apa lagi kalo nyata.


"Sudah lah ci, Lo itu selalu saja ribut kalo ketemu sama Adka"Kata Gia menatap aneh keduanya.


"Adka ka Gia, yang selalu mulai duluan"Kata Cia melirik sinis Adka.


"Iya dah serah para betina, wanita selalu benar"Kata Adka malas.


"Sudah sudah ko malah berantem sih, cepetan kita pulang apakah kalian mau nginep di sini"Kata Rachel menatap jengah ketiganya.


Adka membantu Gia untuk duduk di kursi roda, saat mastikan semua barang tidak ada yang tertinggal.


Mereka langsung keluar ruangan dengan kursi roda Gia di dorong oleh Adka sementara Rachel dan Cia mengikuti nya dari belakang.


Adka membantu Gia untuk masuk ke dalam mobil, di ikuti Rachel dan Cia duduk di kursi penumpang.


Setelah sudah melipat kursi roda tersebut Adak langsung memasukkan nya ke dalam bagasi mobil.


Adka langsung masuk ke dalam mobil, mobil yang mereka tumpangi keluar dari kawasan rumah sakit dengan kecepatan sedang.


Tidak lama mobil Adka berhenti di kawasan rumah megah keluarga Riza. Adka langsung turun mengambil kursi roda, dirinya membantu Gia keluar dari mobil untuk duduk di kursi roda nya.


"Pergilah ma, biar Gia Adka yang jaga, kebetulan Adka hari ini tidak masuk kantor semua pekerjaan Adka di cancel sama om Zek"Kata Adka mentap Rachel.


"Iya, Tante pergi saja, kan disini ada Cia sama Adka jadi Tante tenang saja"Kata Cia.


"Baiklah Mama berangkat dulu ya Sayang"Kata Rachel berjongkok mencium kening Gia.


"Iya ma hati hati"Kata Gia dengan senyum manisnya.


Rachel pergi di antar oleh supir, setelah mobil yang di tumpangi Rachel sudah tidak kelihatan, Adka mendorong kursi roda Gia untuk masuk ke dalam rumah.


"Ka Gia udah makan?"Tanya Cia.


"Astagfirullah, sayang aku sampai lupa kalo kamu belum makan? kamu mau makan apa biar aku carikan diluar"Kata Adka jongkok di bawah dengan wajah paniknya.


"Tidak usah aku mau masakan buatan Cia. Lo mau kan buatin sup buat gue?"Tanya Gia sambil memelas.


"Siap bos akan segera di laksanakan"Kata Cia sambil menghormat.


Setelah Itu Cia langsung berjalan ke arah dapur untuk memasak sup buat kanjeng ratu neptuna.


"Astagfirullah, aku baru tau kelakuan tu anak sangat aneh ternyata"Kata Adka menggelengkan kepalanya sambil melihat punggung Cia berlari ke arah dapur.


"Ya begitulah Cia, hanya di depan keluarga nya saja dia menunjukan sikapnya itu, kali di luar mah yang bisa kamu lihat dia itu so bijak seperti orang dewasa saja"Kata Gia menatap sekilas Adka.


...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...


Malam harinya setelah makan malam, semua orang langsung bersantai di ruang tamu. kebetulan Johan juga sudah datang beberapa menit lalu.


"Ma, anak jadi jadian kemana, Gia baru Inget punya adik?"Kata Gia melihat sekeliling mencari adiknya yang sejak kemarin tidak terlihat.

__ADS_1


"Ah iya, Rendi lagi kemping biasa acara sekolah, katanya tiga hari, kemarin pas kamu kecelakaan dia berangkat, tapi Mama tidak memberi tahukan keadaan kamu takutnya dia kepikiran"Jelas Rachel.


Gia beria oh menjawab ucapan Rachel, sementara para pria sedang membicarakan soal bisnis entah apa itu.


"Ka Gia malam ini aku boleh kan nginep di sini?"Tanya Cia membuat Johan langsung menyambar.


"Tidak bisa sayang, sekarang kita langsung pulang ke rumah aku"Kata Johan melarang.


"Lah terus barang barang aku gimana?"Tanya Cia.


"Kau tenang saja semua barang sudah aku pindahkan ke rumah ku tadi sebelum ke sini, sekalian aku minta ijin sama ayah dan bunda"Jelas Johan.


"Em baiklah"Kata Cia dengan lesu.


"Kau akan melaksanakan pernikahan kapan?"Tanya Riza memecahkan suasana sambil melirik Adka.


"Setelah Gia sembuh total, Adka akan langsung mempersiapkan semuanya"Kata Adka dengan antusias.


"Wah ko seperti nya ga sabaran"Goda Johan menyenggol tangan Adka.


"Ya pasti lah itu waktu yang gue tunggu tunggu sejak lama"Kata Adka.


"Wah Ka Gia akan nikah? selamat ya ka akhirnya nikah juga kirain ga bakalan"Kata Cia polos membuat Gia langsung melotot.


"Heh kurang asem ya Lo, berani sama gue? sini Lo, mentang mentang udeh nikah ya"Kata Gia menoyor kening Cia kesal.


"Aww.. sakit ka ih, lihat saja nanti kalo ka Gia udah sembuh aku akan balas"Kata Cia sambil membuang muka kesal.


"Huh.. Lo harus banyak sabar kayanya Jo sama kelakuan Cia"Kata Gia memijit keningnya yang pusing.


"Gue selalu sabar ko, iya kan sayang?"Kata Johan memeluk pinggang Cia.


"Iya dong kan, ka Johan Ter baik"Kasta Cia memeluk Johan.


"Wes angel, woy kalo mau mesra mesraan sono di kamar jangan di sini"Kata Gia menatap kesal.


"Biarin aja udah sah ini, wlee"kata Cia sambil menyolorkan lidahnya meledek.


"Kalo mau noh Adka nganggur, ganggu aja orang lagi mesra mesraan aja"Kata Cia menatap kesal.


"Dasar ya Lo, mentang mentang udah nikah"Kata Gia tak kalah.


"Sayang kamu juga mau di peluk? sini sama aku kan gampang kita juga bisa lakuin"Kata Adka merentangkan tangannya.


Gia semakin di buat kesal saja, dirinya mencabikkan bibirnya sambil melipatkan tangannya di depan dada.


"Sudah sudah, kalian ini selalu saja ribut kalo ketemu"Kata Riza menenangkan.


"Udah yu ma, kita ke kamar udah malam, aku juga mau di manja kaya Johan tadi"Kata Riza merengek di tangan Rachel.


"Astagfirullah pah inget umur napa"Kata Rachel menahan malu.


"Biarin ayo"Kata Riza mencabikkan bibirnya sambil menggandeng tangan Rachel.


"Papa jijik ih, ga Inget umur"Teriak Gia kesal.


"Biarin sah ini"Teriak Riza juga.


Jawaban Riza membuat Gia semakin kesal saja dibuatnya.


"Sayang kita juga bisa loh besok nikah kalo kamu ga sabar kaya mereka"Kata Adka menggoda.


"Au ah, aku mau tidur juga. bantuin"Kata Gia dengan ketus.


Adka mengangkat tubuh Gia ke atas kamarnya sementara kursi rodanya di angkat oleh Johan, setelah mengantar Gia ke kamar Adka beserta keduanya pamit untuk pulang.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2