Si Pembuat Ulah Jatuh Cinta

Si Pembuat Ulah Jatuh Cinta
Part 31


__ADS_3

Gia menatap keluar jendela. tatapannya kosong dia sibuk dengan pikirannya sendiri


Kenapa akhir akhir ini sikap kamu berubah Adka? aku rasa itu bukan diri kamu. bahkan kamu sekarang jarang sekali kabarin aku. apakah kamu terlalu sibuk dengan pekerjaan kamu sampe kamu lupa kabarin aku? tapi kenapa kamu tidak bilang kalo kamu sibuk? kan setidaknya aku tidak kawatir bahkan mikir kamu macam macam


Hupt. ya Tuhan aku sudah lelah menjalani hubungan ini dengan LDR. aku tidak bisa menatap dirinya dengan nyata. bahkan aku tidak tau apa yang dia lakukan di sana. apakah jangan jangan dia tergoda dengan cewek bule yang cantik disana? AGHH tidakk!


Gia larut dalam lamunannya sampai dia tidak menyadari dari luar Cia mengetuk pintu kamar Gia beberapa kali namun tidak ada jawaban. Cia yang sudah jengkel langsung menarik gagang pintu, kebetulan pintu tidak di kunci Cia langsung masuk.


Cia menemukan Gia berada di dekat jendela, tatapannya kosong ke luar jendela. Cia berjalan mendekat ke arah Gia.


"Hey. ka Gia kenapa? ko berdiri di sini"Kata Gia sambil menepuk pundak Gia.


Gia langsung tersadar dari lamunannya, Gia berbalik menatap Cia. "Eh elo ci. tadi lo bilang apa?"


"Tuh kan ka Gia sedari tadi melamun. tadi aku tanya ka Gia kenapa ko berdiri di Deket jendela sambil ngelamun lagi"Tanya Cia.


"Oh enggak ko gue gapapa. eh iya mau ngapain Lo ke sini?"Gia mengalihkan pembicaraan.


"Enggak aku bosan aja di kamar sendiri. di rumah lagi sepi lagi, jadi aku kesini deh"Jelas Cia sambil duduk di sofa.


"Yakin ga ada maunya tuh?"Selidik Gia sambil duduk di sebelah Cia.


"Hehe... Kakak tau aja deh"Kata Cia cengegesan tidak jelas.


"Lo mau apa gadis kecil?"Kata Gia mengelus kepala Cia.


"Ih ka Gia apa apaan sih panggil aku gadis kecil terus dari dulu, kan kita seumuran cuman beda beberapa bulan aja"Kata Cia sambil cemberut.


"Hahaha... iya iya Lo mau apa emangnya?"Kata Gia sambil menyelidik wajah Cia.


"Aku mau tidur siang di peluk ka Gia. kemarin malam aku ga bisa tidur"Rengek Cia membuat Gia geli.


"Astagfirullah surijem gue kira mau apa ternyata gadis kecil ini mau tidur di peluk gue ya"Kata Gia mencubit pipi Cia gemas.


"Sakit tau. dan udah berapa kali aku bilangin.jnagan panggil aku gadis kecil terus"Kata Cia cemberut.


"Yaudah. mau tidur kan? ayo kita naik ke kasur"Kata Gia sambil menarik tangan Cia pelan menuju ranjang.


"Kenapa Lo semalam susah tidur? ada masalah"Kata Gia sambil mengelus pundak Cia.

__ADS_1


Bahkan gue juga ga bisa tidur semalam karena Adka tidak kabarin gue seharian kemarin, sekarang juga engga. bahkan sekarang nomornya juga tidak aktif.


Cia menggelengkan kepalanya didalam pelukan Gia.


Aku kepikiran Ka Johan terus sampe ga bisa tidur semalaman.


"Udah kamu tidur sekarang. cup cup cup"Kata Gia sambil menepuk nepuk pundak Cia pelan seperti seorang ibu menidurkan anaknya dengan sayang.


Tidak berselang lama Gia merasakan hembusan nafas teratur, seperti Cia sudah tidur dengan lelapnya sambil memeluk Gia dengan erat.


"Lo tidak berubah, Lo masih saja gadis kecil yang manja"Kata Gia mengelus kepala Cia.


Saat akan memejamkan mata ponsel milik Gia bunyi. Gia menggambil ponsel dari atas naskah dengan hati hati agar tidak membuat Cia terbangun. ternyata Ronald yang menelpon kira Gia Adka kekasihnya.


"Mau apa lo telpon gue?"Kata Gia ketus


"Yeileh sensi bener Lo. gue cuman mau kasih tau Lo nanti malem gue jemput Lo jam delapan biar kita barengan kesananya. nah buat Cia nanti Adam yang jemput"Ronald


"Heh gue kira mo ngapain. serah Lo deh, bye"Kata Gia dengan kesal langsung memutuskan sambungan secara sepihak.


Jangan di tanya lagi dengan Ronald di sana, Gia yang memutuskan sambungan secara sepihak hanya mengelus dadanya. kalo dia tidak sayang sama Gia mungkin sama Ronald sudah di lelepin ke dalam sumur


...🌨️🌨️🌨️🌨️🌨️🌨️🌨️...


"Hoam. ka Gia apakah ini udah sore?"Kata Cia sambil menguap.


"Yap sekarang udah jam setengah lima. tenyata kita lumayan lama tertidur"Kata Gia dengan santainya sambil duduk.


"Oh jam setengah lima. whattt jam setengah lima. astagfirullah aku belum solat ashar"Teriak Cia membuat Gia langsung menutup kedua telinganya.


"Busett tu mulut udah cocok jadi toa masjid. udah sana sana buruan sholat"Kata Gia sambil mengibas ngibas tangannya mengusir Cia dengan kesal.


"Ka Gia ga sholat?"Kata Cia sambil turun dari ranjang.


"Lagi malez besok deh"Kata Gia malas


"Etss ga ada kata males. ayo cepetan wudhu kita sholat berjamaah"Kata Cia menarik tangan Gia agar turun dari ranjang.


"Ih nyebelin Lo. ga usah di tarik tarik juga kale. iya bentar neh gue mau ambil air wudhu dulu"Kata Gia berjalan ke kamar mandi dengan kesal.

__ADS_1


...🌨️🌨️🌨️🌨️🌨️🌨️🌨️...


Setelah selesai makan malam. Gia dan Cia meminta ijin dengan Riza dan Rachel untuk keluar malam ini dengan Ronald dan Adam, setelah mendapati ijin walaupun tidka boleh pulang terlalu malam, Gia dan Cia langsung pergi ke kamar mereka masing masing untuk bersiap siap.


Kini sudah jam delapan malam. Ronald dan Adam sudah menunggu di ruang tamu. tidak berselang lama Gia dan Cia turun menghampiri kedua sahabatnya yang sedang duduk bersama kedua orang tuanya.


Mereka berpamitan. setelah itu Gia masuk ke dalam mobil Ronald sementara Cia naik ke motor Adam. Mobil Ronald keluar dari area parkiran menjalankan dengan kecepatan sedang, sementara motor Adam mengikuti dari belakang.


Beberapa saat kemudian mereka sudah sampai di tempat tujuan. mereka langsung masuk ke dalam cafe. Ronald melihat sekeliling Mecari tempat duduk yang kosong ternyata tempat yang kosong hanya satu lagi yaitu di pojok.t kebetulan sekarang malam Minggu banyak para pemuda yang nongkrong di cafe itu.


Mereka memesan minuman dan beberapa makanan. sementara Gia memesan nasi goreng. tidak berselang lama pesenam mereka datang.


"Astagfirullah. ka beneran pesen nasi goreng? kan tadi sebelum kesini udah makan"Kata Cia menatap tidak percaya ke arah Gia


"Beda lagi dung kan itumah tadi, sekarang mah sekarang"Kata Gia tidak menghiraukan ucapan Cia sambil terus memakan nasi goreng.


Ketiganya yang melihat menggeleng gelengkan kepalanya melihat tinggkah Gia. mereka membayangkan sebesar apa perut Gia.


"Ngapain kalian liatin gue sampe segitunya? emangnya ada yang salah dari gue?"Tanya Gia keheranan


"Ih gemes gue. gue ga bisa bayangin tuh perut sebesar apa coba. tadi sebelum ke sini makan nah sekarang udah makan lagi malahan seperti orang tidak di kasih makan se abad aja"Kata Ronald menyentil dahi Gia gemas.


"Aww sakit ogeb. serah gue dong mulut mulut gue kenapa kalian yang ribet"Ketus Gia sebari meneruskan melahap nasi goreng itu.


"Kayanya kita harus banyak amit amit deh lihat tingkah ni anak jadi ngeri. bisa bisa kayanya dalam sehari Gia bisa habisin satu karung nasi"Celetuk Adam menahan tawanya.


"Bener bener ya Lo dasar temen durjanab. nyebelin ban..."Gia tidak melanjutkan ucapannya karena Gia tersedak.


Ronald dengan sigap langsung menyedorkan minumannya sambil menepuk punggung Gia. Gia langsung meminum jus yang di sodorkan oleh Ronald, seketika dirinya langsung lega. tetapi tangan Ronald menyentuh pinggir bibir Gia membuat Gia terkejut.


"Makan tuh yang bener sampe belepotan gini"Kata Ronald mengusap nasi yang menempel anteng di sisi bibir Gia.


"Ehemm..."Kata seseorang menatap ke arah mereka berempat yang ada di meja pojok.


Bersambung


Anaknya mamih Rachel nih boss😎🤣


__ADS_1




__ADS_2