Si Pembuat Ulah Jatuh Cinta

Si Pembuat Ulah Jatuh Cinta
Part 2


__ADS_3

Gia memarkirkan mobilnya di parkiran. Dengan senyuman lebar Gia menyapa kedua teman somplaknya. Saat mereka berjalan menuju kelas banyak siswa laki-laki yang menyoraki kedatangan mereka.


"Gila cantik cantik bener apalagi si Gia"


"Hidup gue bakalan sempurna kalo nikahin Gia"


"Jangan ngimpi Lo, Lo lupa kalo Gia itu suka sama si Galuh"


Ketiga cewe itu yang mendengar bisikan para murid laki-laki langsung menggangkat kepalanya dan menyibakkan rambutnya kebelakang dengan gaya so cantik nya, ehh othorr lupa ya emang mereka cantik. Mereka berjalan menuju kelas.


"ASSALAMUALAIKUM EPRIBADEHH" Teriak Gia and the geng sambil membuka pintunya dengan mendobraknya memakai kaki sontak membuat para punghuni didalam kelas langsung kaget atas tingkah mereka bertiga.


"Hehh kebiasaan Lo marpoahh bikin kita jantungan gimana kalo kita mati berdiri" Rian sambill menatap kesal karena hampir setiap hari kelakuan ketiga gadis sebleg selalu gitu.


"Hehe dah jadi kebiasaan mangapp"Gia sambil cengegesan


"Eleuh eleuh Beby Siska makin cantik aja" Ucap Reno menggoda Siska


"Hah Babii utann kahh? ck.."teriak semua murid sambil ketawa mengejek.


Siska teman se geng dengan Gia dan yang satunya lagi bernama Jesika. Siska dan Jesika sebelas dua belas lah sama cantik kaya Gia. Reno and Rian temen sekelas Gia and the geng lebih tepatnya ketua kelas dan wakil ketua kelas. Reno dari kelas 10 suka sama Siska tapi tidak pernah mengungkapkannya dan Rian sama suka sama Jesika tapi ya begitulah sama nasibnya kaya si curut satunya lagi.


...----------------...


"Hehh kalian berdua tau ga sih kalo Bu indah lagi ngamuk ke apa coba?" Gia sambil melirik kedua sahabatnya.


"Ke bebek yang lagi PNS ck..." Kata Siska diikuti tawanya.


"PMS sebleng" Gia dengan langsung menyentil dahi Siska.


"Emangnya bebek bisa PMS?" Mode tolol Jesika mulai on.


Saat mereka sedang berbincang datang lah Bu indah sesaat semua orang langsung diam tanpa suara. Bu indah adalah guru MTK paling galak.Gia and the gengg masih berbincang sambil ketawa keras tanpa mereka sadar Bu Indah sudah ada di belakang mereka


"Ehemm.."Deheman dari belakang ya so pasti Bu indah akan jadi macan jadi jadian dengan wajah yang sudah memerah menahan amarahnya.


"Yang lebih parah lagi ke monyett amaj..." Gia tidak meneruskan perkataannya karna kuping nya sudah di jewer oleh Bu indah.


"Kamu bilang ibu apa coba ucapkan sekali lagii!" Bu indah dengan geram.

__ADS_1


"Aww..aww.. sakit Bu ampunn" Gia sambil memegangi telinganya.


Saat Bu indah ingin meneruskan ocehannya,


Tok tok tok..


Ada ketukan pintu Bu indah dan yang lainnya serempak langsung melirik ke arah pintu.yang di sana ada dua orang siswa laki-laki yang satunya berwajah tampan dan gagah dan yang satunya lagi berpakaian culun seperti kutu buku namun masih sangat tampan.


Bu indah langsung melepaskan tangannya yang sedari tadi menarik telinga Gia. Bu indah berjalan menghampiri kedua siswa laki-laki itu "Eh silahkan kalian masuk"


Sementara Gia sedari tadi mengumpat Bu indah dengan suara kecil karna kesal. Tanpa memperdulikan ada siswa baru yang berada di depan.


Para siswa ciwi berbisik bisik dengan ketampanan kedua murid baru.


"Gia liat deh mereka tampan tampan" Ucap Siska dengan terus menatap slah satu siswa baru di depannya itu.


Tapi Gia masih bodo amat dia masih kesal ke Bu indah. Sampai dia tidak melihat siapa murid baru di kelasnya.


"Oh ya anak anak kita kedatang dua murid baru"Lanjut Bu indah"Silahkan kalian memperkenalkan diri dulu"


Mereka berdua menanggapinya dengan anggukan. "Hai semua nama gue Adka Wirantara gue pindahan dari sekolah xxx semoga kita bisa berteman" Ucap Adka dengan nada datarnya.


"Oke kalian bisa duduk, kalian bisa duduk di bangku belang Gia yang kosong."Bu indah sambil menunjuk bangku belang Gia.


Keduanya menanggapi dengan anggukan. Saat Adka berjalan melewati Gia. Gia langsung melirik murid baru itu.


"Itu cowo kan.." Guman Gia.


Tepat pada saat itu, pria itupun menatap ke arah Gia. Keningnya berkerut, lalu Dia tersenyum tipis. Senyum yang mengandung arti. Adka langsung melewati Gia yang lagi bengong dan langsung duduk di bangkunya di ikuti oleh Johan.


Gia yang sedari tadi hanya bengong dan langsung tersadar karna Siska memegang tangannya dan terus memanggil manggil nama Gia. "Giaa Lo ku bengong setelah melihat wajah anak baru itu, apa jangan jangan Lo naksir dia?" Siska melihat mata Gia menyelidiki


"Heh mata Lo peang masa gue sukaa sama dia cinta gue cukup buat babang Galuh.. ahh babang Galuh aku padamu" Gia sambil membayangkan wajah ketua basket yang Gia suka yaitu Galuh.


Siska langsung memutar bola matanya dengan malas.Sementara Gia masih dengan benggongngnya mengingat ngingat cowo yang dia temui waktu tadi pagi di jalan. 'Iya bener dia cowo sebleng tadi pagi' Guman Gia


----------------


Tak terasa bel istirahat sudah berbunyi semua siswa cowo langsung berjalan menuju keluar kelas, Sementara para siswi cewe langsung menghampiri bangku belakang Gia tempat murid baru Duduk. Dan Gia, Siska, Jesika, Reno dan Rian masih ada di dalam kelas itu.

__ADS_1


"Hay tampan nama gue Meli"


"Hay gue Jeny"


" dan Gue Rani"


Ucap mereka dan diikuti oleh semuanya. "Semoga kalian betah ya sekolah di sini." ucap Meli dengan mata genitnya.


"Ya."Adka hanya menggapinya dengan


kata ya.dan membuat semua orang melongo dengan jawaban Adka karna hanya satu kata.


"ah iya pasti semoga kita bisa berteman baik" Johan dengan senyum manisnya.


Mereka yang melihat Johan senyum dengan manisnya langsung terpesona oleh ketampanan Johan.


Setelah selesai berkenalan mereka pun berjalan keluar kelas.


Sementara Siska dan Jesika pun langsung mendekati Adka


"Hola gue Gia"


"Haii gue Siska"


"Dan gue Jesika"


"Gue Reno dan ini Rian"


Mereka sambil menyodorkan tangannya. "Gue Johan semoga kita bisa berteman"Johan dengan senyum manisnya. Saat ingin menyalami Adka Tapi Adka hanya diam dan menatap mereka bergantian dengan datar.


Gia yang sedari tadi melihat apa yang sahabatnya menyodorkan tangannya untuk berkenalan dengan anak baru itu hayang diam. Gia langsung menarik kedua sahabatnya itu dan menarik tangan mereka dengan kesal.


"Ayo pergi ke kantin ngapain kalian berdua kenalan sama muka datar kaya dia buang buang waktu aja." Gia sambil menarik kedua sahabatnya berjlan keluar kelas.


"Tapi Gi.."Gia langsung menarik dengan keras berjlan muju luar kelas dan membuat mereka berdua tidak melanjutkan perkataannya. Sementara Reno dan Rian hanya mengikuti mereka dari Belakang.


Adka yang melihat sekilas pada Gia langsung tersenyum sinis dan membuat Johan melirik Adka. "Apakah kamu mengenal wanita yang bernama Gia itu?" Tanya Johan.


"Tidak."Adka tanpa melirik Johan.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2