
"Ahh lepasin"Teriak Gia sambil berusaha melepaskan cengkraman seseorang itu.
Pria itu tidak menggubris sama sekali ucapan Gia. malah semakin mencengkram tangan Gia dengan kuat sambil terus menarik ke lorong sangat pojok yang jarang di lewati para pengunjung.
"Mau Lo apa sih hah!"Gia dengan kesal sambil melepaskan genggaman tangannya dengan keras.
Cup
Gia terbelalak kaget saat benda kenyal mempel di bibirnya. Adka ******* halus bibir itu. Meski tidak mendapat balasan dari Gia, namun Adka cukup mengerti kalau Gia kaget juga gugup.
Plak
"Apa yang Lo lakuin Hah?" teriak Gia setelah menampar pipi Adka
Adka memegang pipinya yang terasa panas akibat tamparan Gia."Gue lakuin ini karena suka sama lo. gue cinta sama Lo"
Gia hanya diam yang sedari tadi emosi menahan amarah sekarang diam membisu.
"I'm sorry. gue udah lancang sama Lo. tapi jujur gue cinta sama Lo. gue baru sadar kalo gue beneran cinta sama Lo. dan maaf gue ga peka sama perasaan gue sendiri."Adka menatap ke arah Gia dengan lirih.
Gia masih diam membisu. pikirannya entah kemana. sekarang antara senang, marah menjadi satu. Gia takut Adka mempermainkan nya lagi untuk kedua kalinya.
Adka memegang kedua bahu Gia sambil menatapnya dengan mata penuh keseriusan. "Gue beneran cinta sama Lo. gue ga main main"
Adka yang belum juga mendapatkan jawaban dari Gia langsung menarik tubuh Gia kedalam pelukannya. Gia langsung nangis di dekapan Adka sambil memukul dada Adka dengan isak tangisan.
"Hiks.. hiks.. kenapa Lo jahat sama gue. kenpa ka? kenapa?"Gia menangis sambil memukul dada Adka.
Adka langsung melonggarkan pelukannya dan langsung menatap wajah Gia.
"Udah jangan nangis lagi. gue sekali lagi minta maaf. Gue sadar. gue dulu sangat keterlaluan kata kata gue waktu itu pasti sangat menyakiti hati Lo. gue beneran bener menyesal" Adka memegang wajah Gia sambil menghapus air matanya.
"Jadi apa Lo mau jadi pacar sekaligus nanti jadi istri dan ibu dari anak anak kita?"Adka memegang tangan Gia sambil menatap Gia dengan wajah keseriusan.
"Lo beneran kan? nga lagi bohongin gue dan mempermainkan gue lagi?"Gia sambil menatap Adka.
"Apa wajah gue sekarang ada tampang becanda? Lo mau kan? tapi kalo engga juga gapapa gue ga akan maksa lo"Kata Adka menatap mata Gia.
Gia menatap wajah Adka dengan seksama. emang dari tatapan matanya Adka sedang serius.
"Em. gu-gue mau ko"Kata Gia dengan suara kecil tapi masih terdengar oleh Adka.
"Apa? Lo bilang sekali lagi"Adka dengan wajah senangnya.
"Iya gue mau. gue juga cinta sama Lo"Teriak Gia sambil memejamkan matanya.
Adka mendengar ungkapan rasa Gia langsung bahagia seperti sedang menari nari di atas awan. sampe sampe Adka jingkrak jingkrak seperti anak yang di kasih hadiah oleh orang tuanya.
Cup
Adka langsung mengecup singkat pipi kanan Gia saking senangnya. Gia yang masih terpejam saat mendapat kecupan di pipi kanannya langsung membuka matanya. seketika pipi Gia langsung merah merona seperti kepiting rebus.
"Cie cie pipinya langsung merah"Adka menatap mata Gia dengan menggoda.
"Ih nyebelin. cari kesempatan dalam kesempitan"Gia mencubit perut Adka dengan gemas.
__ADS_1
Adka dan Gia bergandengan tangan menuju ke kasih untuk membayar kejunya setelah itu Gia masuk kedalam mobil Adka. Gia saking bahagianya sampe lupa kalo dia ke supermarket bersama Galuh.
Saat Adka sedang pokus menyetir sambil tangan sebelahnya lagi memegang tangan Gia seperti tidak mau kehilangan.ponsel Gia bunyi,Gia langsung membuka ponsel melihat siapa yang nelpon.
"Astagfirullah. gue lupa Galuh masih di supermarket"Kata Gia saat melihat nama Galuh yang tertera di layar ponselnya.
"Udah kamu bilang aja ada keperluan mendadak terus pulang duluan."Kata Adka sambil melirik Gia sekilas.
Gia langsung menggakat telpon.
"Gia kamu dimana? aku udah di kasir nih"Galuh
"Eh babang Galuh maaf aku ada keperluan mendadak. jadi aku pulang duluan." Gia
"Oh. oke engga apa-apa. nanti biar makanan nya aku bawa ke rumah kamu nanti malem sekalian kita ajak anak anak" Galuh
"Iya nanti aku kabarin mereka. sekali lagi aku minta maaf bang." Gia.
Gia langsing mematikan sambungan telpon. Gia melirik ke arah Adka, Adka sedang cemberut sambil menatap sekilas Gia.
"Utututu sayang. pacar aku kenapa ini"Gia dengan gemas mencubit kedua pipi Adka.
"Huh. ngapain panggil Galuh masih dengan kata sayang kamu"Adka dengan cemberut.
"Uh. pacar siapa sih ini gemesnya kalo lagi cemburu"Goda Gia.
"Pacarnya mba Gia yang masih kecentilan sama gebetan nya dulu"Adka dengan wajah cemburu.
"Udah dong jangan ngambek. makin gemesin tau. oke aku minta maaf aku lupa suer"Gia sambil wajah gemas menunjukan jarinya membentuk huruf V.
Hey kau Adka jangan mati dulu. Gia kasihan nanti jadi Janda rasa perawan nantinya bisa berabe.
...🦎🦎🦎🦎🦎🦎🦎...
Malam harinya Siska dan yang lainnya sudah berada di rumah Gia. mereka lagi menonton tv di ruang tamu sambil memakan cemilan tadi siang yang Gia dan Galuh beli.
Sementara Cia sedang berada di kamarnya di atas, Cia sedang menunaikan ibadah solat isya. setelah sudah shalat Cia turun ke bawah untuk bergabung menonton tv bersama teman.
Sementara saat mereka asik menonton siaran di tv ada ketukan pintu. dan tidak lama pintu kebuka membuat orang yang berada di ruang tamu langsung menatap ke arah pintu depan.Adka dan Johan berjalan ke arah mereka.
"Em maaf gue baru dateng"Adka sambil duduk di sebelah Gia.
"Ets..ets..ets... engga ada angin engga ada hujan tumben tumbenan Lo bilang apa barusan? maaf?. Lo sehat kan? apa Lo ke sambet? ah gawat cepat panggil pa ustadz"Teriak Reno.
"Berisik lo"Adka menatap datar.
"Ah ini baru gue percaya kalo itu Adka"Kata Siska.
"Kamu udah makan?"Adka sambil menatap Gia dengan hangat.
"Udah tadi"Kata Gia.
"Maaf aku terlambat tadi aku ada urusan sama Johan sebentar"Adka mentap Gia hangat sambil mengelus rambut Gia.
"Iya gapapa. kamu udah makan? kalo belum Yo makan dulu biar aku temenin."Kata Gia dengan senyum manis.
__ADS_1
Sementara semua orang yang melihat adegang langka terpenomenal hanya bengong sambil bibir mangap. mereka bingung dengan sikap keduanya tadinya Adka dingin tiba tiba saat ngobrol sama Gia langsung hangat.
"Saya mencium aroma aroma pacaran. yey kita besok akan di teraktir sama Adka"Teriak Jesika.
"Eh emang bener yang di katakan Jesika barusan? Lo sama Gia pacaran?"Kata Johan.
"Iya apa bener?"Kata Galuh.
"Iya"Kata keduanya sambil senyum menunjukkan giginya.
"Wah selamat ya"Kata Galuh.
"Iya makasih ba.."Gia tidak melanjutkan perkataannya saat melihat lirikkan tajam dari Adka.
"Eh makasih"Lanjut Gia.
Setelah itu semuanya langsung melanjutkan menonton tv nya sambil diisi dengan candaan mereka.
Adka berbaring di paha Gia sambil terus fokus menatap wajah Gia. Gia fokus menonton siaran di tv sambil memakan cemilan. Adka sambil sesekali menjahilinya dengan menusuk nusuk hidung Gia.
Adka sengaja agar Gia melihat kearahnya untuk mengalihkan perhatian Gia yang sedari tadi terus pokus ke arah tv.
"Ada apa?"Gia menatap Adka.
"Engga kamu gemesin kalo lagi makan."Adka sambil mengusap sisi bibir Gia yang sedikit sisa makanan.
"Gombal teros"Kata Gia.
"Aku ga gombal itu emang kenyataan."Adka sambil mencubit pipi Gia dengan gemas.
Sementara yang berada di ruang tamu asik menonton siaran tv tanpa menghiraukan kedua insan yang sedang di mabuk asmara. keduanya pun tidak menghiraukan keadaan temannya mereka merasa hidup terasa milik mereka berdua.
Kini sudah semakin larut mereka sumua memutuskan untuk pulang. Johan pulang duluan karena Adka masih ingin di sana.
Gia memutuskan untuk mandi dulu. sekarang di ruang tamu hanya ada Cia dengan Adka.
"Ka maaf bukannya Cia ngusir nih. kan sekarang udah semakin larut. lebih baik Adka pulang deh. ga baik cowok ada di ramah cewek malam."Kata Cia.
"Eh iya gue bentar lagi pulang ko. tapi gue mau tanya sama lo"Kata Adka menatap Cia.
"Tanya apa?"Kata Cia.
"Apa Tante Rachel sama om Riza kasih tau kamu apa yang sebenarnya terjadi dengan keadaan Rendi?"Kata Adka dengan serius.
Namun dari arah lain ada sepasang mata yang sedang mendengarkan perkataan Cia dan Adka di ruang tamu.
"Iya mereka kasih tau aku. itu sebabnya aku tinggal di rumah ini untuk menani ka Gia saat mereka di sana. tapi aku juga akan tinggal sementara di sini a
sebelum ayah sama bunda pulang dari luar negeri.Eh apa kamu juga tau tentang keadaan Rendi?"
"Iya gue tau pas gue waktu itu main ke rumah Gia. dan Tante Rachel dan om Riza menitipkan Gia ke gue. kata om Riza mereka akan pergi ke luar kota dalam jangka satu Minggu bahkan bisa lebih untuk pengobatan Rendi, ada penggupalan darah di otaknya. dan itu harus segera di operasi kalo tidak segera bisa bisa akan merenggut nyawa. dan katanya di sini kekurangan tenaga medis jadi harus keluar kota."Jelas Adka panjang lebar.
Namun seseorang yang mendengar ucapan Adka langsung menjatuhkan gelas di tangganya refleks karena syok. Adka dan Cia yang mendengar ada benda jatuh langsung melihat ke arah suara. mereka berdua langsung kaget.
"Gi-giaaa..."
__ADS_1
Bersambung