
Pagi harinya Adka dan Johan sudah di sibuk kan dengan pekerjaan kantor. walaupun sekarang hari weekend tidak berpengaruh untuk mereka berdua untuk bekerja.
Adka sedang duduk di meja kerjanya sambil fokus dengan setumpuk berkas yang harus di tanda tangani. sementara Johan duduk di sofa sambil fokus menatap laptopnya.
"Bos hari ini kita akan ada pertemuan dengan tiga perusahaan. mungkin nanti kita akan sampe larut malam. untuk yang pertama nanti jam sebelas siang ada pertemuan dengan perusahaan xxx."Jelas Johan masih fokus dengan laptopnya.
"Huh.... lama lama pala gue pecah nih. ini juga berkas dari kemarin belum beres beres. terus Lo bilang nanti kita akan ada pertemuan dengan tiga perusahaan sekali gus. ditambah Gia ku di sana di deketin terus si curut lagi aghh.."Kata Adka mendengus kasar.
"What curutt? Gia di gangguin curut? wah Ka, lo harus basmi tu curut kasian Gia pasti ketakutan gara gara curut itu"Kata Johan.
"Heh biji salak. bukan curut hewan tapi temen seangkatan dia ada yang terus berusaha ngedeketin Gia dia terus cari perhatian sama Gia ku."Kata Adka kesal menatap Johan.
"Hahaha... yang sabar ya boss"Kata Johan meledek
"Tapi ya Ka. ko nasib kita sama. Cia di sana juga lagi di deketin cowok. huh mereka kemaren bonceng boncengan lagi kaya si dilan. gue harus kasih pelajaran si dilan nih, karena gara gara dia Cia harus naik motor sama cowok itu."Kata Johan bersungut-sungut emosi mengingat kejadian kemarin.
Gini giliran Adka yang tertawa geli mendengar cerita sodaranya itu. sampe sampe Adka mengeluarkan air mata saking tertawa terbahak-bahak.
"Aduh geli gue. heh Lo malah nyalahin si dilan. berarti Lo marah marah kemarin gara gara Cia. haha.. demi apa Lo kemari. marah marah ga jelas gara gara itu"Kata Adka dengan tawanya yang belum reda.
"Mati sono Lo. kena ajab baru rasa lo"Kata Johan kesal menatap Adka yang masih ketawa.
"Aduh perut gue sakit. aduhh"Kata Adka memegangi perutnya.
"Udah pantes Lo buat jadi emak emak mau lahiran. Sono cepetan Lo ke rumah sakit buat keluarin batu bata dari perut lo"Kata Johan ketus.
"Tegah kamu tegahh. kumenangis membayangkan betapa sebleng nya dirimu pada diriku"Adka sambil pura pura sedih.
Adka berajalan ke arah sofa. Adka duduk di samping Johan sambil menatap serius. "Kenapa Lo marah Cia di deketin sama orang lain. apa berhak Lo buat marah sama dia?"
"Sebenarnya gue cinta sama Cia dari pertama ketemu. dulu gue sempat ungkapin perasaan gue sama dia"Kata Johan dengan sendu.
"Terus Cia jawab apa?"Tanya Adka mulai kepo seperti emak emak kompleks.
__ADS_1
"Katanya dia engga mau pacaran. dia mau langsung nikah atu bisa di sebut ta'aruf."Kata Johan sedih mengingat kejadian itu.
Adka langsung tertawa geli lagi mendengar cerita cinta Johan yang mengenaskan. Johan kesal dirinya cerita dengan serius Adka malah langsung tertawa. Adka masih tertawa sambil memegangi perutnya sementara Johan yang sudah kesal mendengar tawaan Adka. Johan langsung keluar dari ruangan tanpa memperdulikan Adka yang masih tertawa.
...🌨️🌨️🌨️🌨️🌨️🌨️🌨️...
Siang harinya Adka dan Johan bertemu dengan CEO dari perusahaan xxx untuk membahas sebuah pembangunan hotel. setelah mereka selesai, pertemuan mereka berlanjut dengan dua perusahaan sampai larut malam.
Adka yang sangat lelah karena seharian ini dirinya tidak berhenti bekerja. Adka langsung menjatuhkan tubuhnya di ranjang saat sudah mandi. saking lelahnya Adka langsung tertidur. Adka sampe sampe lupa tidak menghubungi kekasihnya karena seharian ini dia tidak memegang ponselnya.
Sementara Gia sedang duduk di tepi ranjang. Gia sangat cemas seharian ini kekasihnya tidak memberi kabar. Gia sampai uring uringan tidak mendapatkan kabar dari sang kekasih. Gia menghubungi nomor kekasihnya sudah ratusan kali tetapi nihil nomor kekasihnya tidak aktif.
"Adka kamu kemana? kenapa kamu tidak bisa di hubungin? apakah kamu baik baik saja?"Kata Gia dengan lirih.
"Kamu kemana seharian ini? apakah kamu se sibuk itu sampe sampe kamu engga kabarin aku sama sekali. dan kalo kamu bekerja tidak mungkin karena sekarang hari weekend. terus kamu kemana Adka?"Lanjut Gia
Apa dia seharian ini sedang jalan bersama bule bule cantik di sana? ah tidak.
Sementara jam dua pagi Adka terbangun. tenggorokan nya terasa kering. Adka menggambil air ke dapur. setelah selesai Adka naik lagi ke kamarnya. tetapi saat Adka ingin melanjutkan tidurnya lagi, mata Adka tertuju dengan ponselnya yang berada di atas naskah.
Adka menyalakan ponselnya namun ponselnya di matikan daya. Adka menyalakan ponsel. Adka terkejut melihat riwayat telpon tertera nama Gia. Gia mungkin sudah menelpon ratusan kali.Adka langsung menyadari kalo seharian ini dirinya tidak mengasih kabar kepada Gia.
"Astaga. aku lupa ga kasih kabar Gia seharian ini. pasti dia kawatir deh sama aku. mana dia telpon banyak banget lagi. alamak bisa bisa besok gue di cincang"Kata Adka membayangkan ekspresi kekasihnya yang sudah menjadi jelmaan singa.
...🌨️🌨️🌨️🌨️🌨️🌨️🌨️...
Gia masih berbalut dengan selimut. dirinya enggan untuk bangun karena sangat nyaman. ponsel Gia berbunyi, membuat Gia dengan beratnya bangun dari tidurnya. Gia mengambil ponselnya di dekat telinga. Gia mengucek ngucek matanya yang setengah masih memejam.
Tanpa meluhat siapa yang menelepon pagi pagi buta itu Gia memencet tombol warna hijau membuat wajah seseorang yang melakukan Vidio call tanpak dari ponsel itu.
"Anjrit siapa sih masih pagi udah telpon.gangu aja."Gia dengan mata teler.
"Uh pacarnya siapa sih gemesin banget kalo habis bangun tidur"Adka.
__ADS_1
Gia yang mendengar suara seseorang yang tidak asing di telinganya. Gia langsung membuka matanya melihat ke arah ponsel siapa orang yang melalukan video call sepagi ini.
Wajah Gia langsung berbinar saat melihat wajah sang kekasih di ponselnya dengan senyum manisnya.
"Sayang kamu kemarin kemana?ko kamu ga ngabarin aku? kamu tau ga aku di sini kawatir sama kamu? ga mungkin kan kamu kerja kemarin kan hari weekend kamu kemana?"Cerocos Gia dengan wajah manjanya.
"Satu satu dong aku kan bingung mau jawabnya"Adka
"Au ah gelap. aku marah sama kamu sana matiin aja sana pergi"Usir Gia dengan kesal.
"Kamu ngusir aku nih. oke aku matiin nih"Adka
"Ih nyebelin deh. ceweknya marah tuh bujuk buaknnya nurutin yang dia minta"Kata Gia kesal.
"Becanda ko. gini ya aku jawab kemarin aku dari pagi kerjaan banyak banget di tambah aku ada pertemuan dengan tiga perusahaan sekaligus. sampe sampe baru beres malam. terus aku kerjain sedikit pekerjaan lagi di kantor aku pulang jam sepuluh malam. aku kelelahan sampe tidur. aku seharian kemarin ga pegang ponsel. aku juga baru sadar pas kemarin kebangun mau ambil minum liat ponsel di atas naskah. aku minta maaf ya sayang"Adka
"Iya gapapa ko. Aku kirain kamu kemana. sampe sampe aku tuduh tuduh kamu yang enggak enggak tau."Gia memandang wajah Adka.
"Tuduh aku apa hayohh"Adka
"Aku kira kamu jalan sama cewek bule di sana"Kata Gia kesal
"Aku ga berani nih pacarnya juga kaya singa kesetanan kalo ngamok"Adka
"Ih nyebelin banget ngatain aku. tau ah aku beneran marah nih bye aku mau tidur lagi"kata Gia seperti akan mematikan sambungan.
"Eh bentar bentar. aku cuman mau bilang. tuh ada iler di bibir kamu"Adka.
Gia langsung memegang bibirnya dengan tangganya saat menyadari dirinya di kerjain oleh pacarnya. dan benar saja tadi yang di katakan Adka sekarang jelmaan singa sudah mode on. Adka lansung aba aba mematikan sambungan.
"ADKAA!!"Teriak Gia kesal.
Bersambung
__ADS_1