
"Giaaa, Adkaaa..."
"Gi Lo gapapa kan?"Siska dengan wajah khawatir nya.
"Iya Lo ga kenapa napa kan? mana yang sakit? terus Lo kenapa di gendong sama Adka?" Jesika dengan terus nyerocos tanpa koma.
"Lo pada kaya lagi ngehakin gue aja, bisa kali tanya satu satu"Gia dengan memutar matanya dengan kesal.
"Kalian bantu Gia."Adka dengan nada dinginnya sambil menurunkan Gia.
"Em Adka makasih"Gia memghentikan langkah Adka.
Namun Adka menanggapi dengan anggukan tanpa membalikan tubuhnya.
Siska dan Jesika hanya melongo karena baru pertama kali Gia mengucapkan kata itu. mereka mendengar Gia melongo itu adalah ucap langka.
"Em ayo ke tenda kaki gue sakit"Gia membuyarkan lamunan kedua temannya.
"Eh iya, tapi Lo harus cerita in ke kita apa yang sebenarnya terjadi"Siska sambil mapah Gia menuju tendanya.
...----------------...
Keesokan harinya semua siswa membereskan barangnya untuk pulang, semua siswa langsung masuk ke bus masing masing sementara Gia masih mengikat sepatunya.
"Gia ayo cepetan"Ajak Siska
"Eh Lo pada duluan aja gue bentar lagi nyusul"Gia dengan pokus mengikat sepatunya.
Kedua temannya langsung berjalan menuju bus. sementara Gia yang sudah selesai langsung berjalan ke arah bus.
Tetapi saat Gia akan menaiki bus karena kakinya yang masih sakit, tubuhnya limbung tidak bisa menahan berat tubuhnya. Gia memejamkan matanya siap menerima rasa sakit saat jatuh menyentuh aspal. Namun Gia tidak merasakan sakit.
'Eh.. Kok gak sakit ya? Bandan Gue juga kayanya gak nyentuh aspal. Malah terasa nyaman banget, apaan yang gue timpa ya??'
__ADS_1
Masih belum berani membuka matanya, Gia meraba benda yang ada di dekat tangannya. Terasa keras dan bidang.
"Apaan nih ko keras banget"Gia dengan terus meraba benda itu tanpa membuka matanya.
"Ehemm" Deheman seseorang itu.
Yang langsung membuat Gia membuka matanya dan terbelalak kaget melihat siapa yang mennompang tubuhnya.
Refleks Gia menarik diri dari pelukan pria itu, sampai dia tidak sadar kalo kakinya masih sakit.
"Aghhh...."
Adka menarik pinggang Gia yang hampir terjatuh lagi karena kecerobohan nya. beberapa saat mata mereka saling menatap. ada getaran aneh di dada keduanya.
"Dasar cewe ceroboh" Adka membuyarkan lamunan Gia.
"Makasih"Gia dengan melepaskan tangan Adka yang melingkar di pinggangnya.
Gia berjalan ke dalam bus namun kakinya terasa sakit. Adka yang melihat Gia kesusahan berjalan langsung membantu Gia berjalan ke dalam bus dengan mengandeng tangan Gia menuju Kursi mereka.
'Ini kenapa woyy, kenapa gue jadi deg deg gan Deket sama cowo sebleng ini, heh hati diem Lo di dalem gue pecat juga ya lama lama jadi hati gue'
"Ga usah Ge'er."Adka membuyarkan lamunan Gia yang sedari tadi menatap Adka.
Saat berjalan menuju Kursi mereka semua murid langsung menoleh ke arah Gia dan Adka.
Termasuk kedua Temannya Gia menatap aneh ke arah Gia karena mereka tau Gia dan Adka kalo ketemu tidak pernah akur.
"Eh Lo kenapa gi ko jalannya di gandeng, ehem ehem gue mencium aroma aroma yang jadian nih"Siska menggoda Gia.
"Gue bantu dia kakinya sakit lagi."Adka dengan datarnya.
"Oh kirain pindah babang, jadi babang Adka"Celetuk Reno dari kursi samping.
__ADS_1
"Bambangg" Ucap semua murid dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari Gia.
...----------------...
Setelah menempuh perjalanan yang panjang, semua murid bergegas pulang untuk istirahat.
Gia baru sampai di rumahnya langsung masuk menyalimi kedua orang tuanya dan adiknya, saat melihat Gia datang Rendi ingin memencing Gia untuk adu bacot.
Tetapi rasa penat di tubunya tidak menggubris ucapan adiknya dan langsung berjalan masuk ke kamar nya.
Gia merebahkan tubuhnya di kasur yang merasa tubunya sangat lelah. tetapi Gia yang sedang melamun merasakan cape nya agar hilang tiba tiba lintasan wajah Adka langsung datang dari pikirannya membuat sudut bibirnya tersenyum.
'Em ganteng, heh nak Dajjal Lo keluar dari pikiran gue Napa. ko Lo ada di situ sih'
"Eh eh ko gue mikirin anak aspal itu seh, ahh"Gia sambil duduk di atas kasur.
"Em tapi menarik sih"Gia sambil membayangkan wajah Adka.
"Ahh gue kenapa sihh, dari pada gue mikirin dia mendingan gue mandi"Gia bangkit dari duduknya berlari menuju kamar mandi.
Sementara di kediaman Adka, Johan sedang mengotak ngatik ponselnya di ruang tamu. Adka yang berada di sampingnya sedang pokus menonton televisi.
"Ehh ka, kata pa zek Lo kapan akan terjun ke dunia bisnis?"Tanya Johan melirik Adka.
"Entar kalo gue dah lulus SMA gue akan urus perusahaan itu."Adka melirik Johan sekilas.
"Oh oke nanti gue akan bantuin Lo, kita akan majuin perusahaan itu menjadi lebih pesat lagi dari yang sekarang, gue jamin perusahaan kita nanti pasti akan jadi perusahaan terbaik no 1 di Indonesia. kita berjuang bersama sama"Johan panjang kali lebar kali tinggi.
Pa Zek adalah orang kepercayaan Dady dan Mami nya Adka namun saat mereka sudah tidak ada Dady nya Adka menitipkan perusahaan kepada Pa Zek untuk dirinya kelolo sebelum anak tunggal mereka siapa untuk terjun ke dunia bisnis.
Adka yang tadinya tidak tertarik ke dunia bisnis saat mendengar cerita dari Pa Zek mau tidak mau Adka harus mempelajari tentang perusahaan. Pa Zek mulai mengajari sedikit demi sedik ilmu bisnis dan tidak lama Pa Zek mengajarkan Adka Adka sudah mulai memahami tentang bisnis.
Adka sering kali di suruh Pa Zek untuk terjun ke dunia bisnis karna dia yakin Adka sudah memahaminya namun Adka selalu menolak dia selalu bilang dia akan terjun kedunia bisnis setelah lulus sekolah dia ingin mematangkan dulu dan mempelajari lebih dalam lagi ke dunia bisnis.
__ADS_1
Tetapi Pa Zek selalu memberitahukan semua masalah yang terjadi di perusahaan dan Adka hanya memeriksa sedikit sedikit.
Bersambung