
Keesokan harinya Gia masih berbalut dengan selimutnya. padahal sudah jam set tujuh pagi. Rachel yang sedari tadi belum berhasil membangunkan putrinya itu tanpa aba aba langsung menyiram muka Gia dengan air dingin.
"Gia bangunn ini udah jam set tujuh!" Teriak Rachel
Gia yang menyadari ada yang basah dengan mata yang masih terpejam."Ahh ma berisik iya aku bangun,Tapi eh ko basah alamak hujan genteng nya bocorr"Gia sambil meraba raba mukanya yang basah dengan mata masih terpejam.
"ANGGIA KAISAR MAHARANI" Teriak Rachel.
"Eh ada mama"Gia sambil cengengesan. Gia yang melihat wajah mama nya yang sedang merah menahan marah tanpa aba aba langsung, "Kaborrrrr" teriak Gia sambil berlari ke arah pintu kamar mandi.
Rachel yang melihat tingkah anaknya menggelengkan kepalanya. "Huhh untung anak sendiri kalo bukan udah di kutuk jadi cangkir".
Beberapa menit kemudian Gia sudah rapi untuk berangkat ke sekolah langsung melangkah kan kakinya menuju meja makan untuk berpamitan, setelah Gia menyalami kedua orang tuanya langsung menjalankan mobilnya menuju sekolahnya.
Gia memarkirkan mobilnya di parkiran. Gia celingak celinguk mencari kedua temannya so pasti sama ke siangan. Dari arah belakang ada yang memanggil nama Gia. "Giaa... oyy Giaa .."Teriak Siska dan Jesika.
"Kita dah telat 10 menit gerbang dah di tutup,gow kita jalan belakang." Siska dan Jesika langsung menarik tangan Gia menuju belakang sekolah.
"Kalian duluan yang naik ntar gue belakangan" Gia ke kedua temannya.
Mereka menanggapi dengan anggukan dan langsung memanjat benteng yang lumayan tinggi.Setelah itu Gia pun langsung naik, mereka bertiga sudah ada di dalam sekolah.
"Huhh... gow kita harus buru buru sebelum Bu Nina Bobo merajalelaa" Gia and the geng sambil cekikikan menuju kelas.
Setelah mereka sampe di depan kelasnya langsung membuka pintu dengan keras oleh kakinya dan sontak membuat semua orang yang ada di kelas kaget.
"ASSALAMUALAIKUM EPRIBADEHHH"
"Ndehh markonah kebiasaan dah bikin gue jantungan" Reno memutar kedua bola matanya.
"Hehe.. kelepasann"Gia sambil berjalan menuju bangkunya.
Tak berselang lama guru pelajaran IPA pun datang untuk memeriksa hasil kelompok membuat poster. Dan kelompok Gia memiliki nilai tertinggi di banding yang lain karna gambar di poster itu membuat semua orang kagum dengan kerapihan nya.
__ADS_1
----------------
Bel istirahat berbunyi para siswa berhamburan keluar kelas menuju kantin.
"Ke kanti Yo gengs"Ucap Gia sambil menarik kedua temannya menuju keluar kelas.
"Lo ga ke kantin ad? dan Lo jo?"Tanya Rian melirik kekedua sejoli.
"Engga kalian aja gue sama Adka mo ke perpustakaan aja"Ucap Johan.
"Em ok kalo gitu gue kantin dulu, yo ren"Rian mengajak Reno. merekapun berdua langsung pergi menuju kantin.
Sementara Adka dan Johan pergi menuju perpustakaan untuk membaca buku. Di perpustakaan Adka lebih memilih untuk duduk di pojok perpus semata Reno sudah meletakan bukunya di tempan semula.
"Ka cari makan dulu yo ke kantin, gue laper"Johan sambil berjalan mendekati Adka.
"Kalo Lo laper ke kanti aja gue di sini aja."Adka dengan nada datar sambil terus pokus dengan membacanya.
"Oke Lo ga titip apa ke?"Tanya Johan
"Ish ngusir gue lo"Johan dengan cemberut sambil berjalan menuju keluar perpus.
"Eh tunggu gue ikut."Adka mengejar temannya berlari kecil keluar perpus.
Sementara di pojok kantin Gia dan yang lainnya sedang tertawa riang melihat adik kelasnya yang tersandung oleh kaki Gia sontak adik kelas cewe itu yang memebawa jus alpukat langsung menggenai baju siswi itu.
Sementara Adka dan Johan yang baru datang ke Kantin, melihat banyak orang yang berkumpul di pojok kantin, Adka dan Johan yang penasaran langsung berjalan menuju orang yang sedang berkumpul.
"Utututu maaf gue sengaja.huptt"Gia sambil menahan tawanya.
Siswi itu hanya terduduk di lantai dengan menangis. Adka yang melihat siswi itu menangis langsung mendekatinya dan membantu sisiwi itu untuk bangun dan langsung semua orang menatap Adka.
"Heh Lo ngapain bantuin dia!"Bentak Gia kesal.
__ADS_1
Adka tidak menanggapi omongan Gia, Adka membantu siswi itu bangun.
"Lo pergi bersihin baju Lo."Adka dengan nada dingin.dan siswa itu pergi dari kerumunan itu.
Gia menahan amarahnya karena Adka tidak menanggapi perkataannya dan membuat Gia semakin marah melihat targetnya di suruh pergi begitu saja oleh Adka lelaki yang dia benci.
"Mau Lo apa sih hahh"Bentak Gia amarahnya memuncak
Adka masih tidak menghiraukan omongan Gia. Gia yang tidak mendapat respon semakin geram. "Lo tulii hah"Bentak Gia. membuat yang melihat kejadian itu hanya diam.
"Jaga bicara Lo."Adka dengan nada dingin namun penuh penekanan.
"Terus mau Lo apa hahh"Bentak Gia lagi.
"Udah Gi udahh malu di liatin orang kita bisa bicarain ini dengan baik baik"Bujuk Salsa yang sudah melihat wajah Gia semakin memerah.
"Iya bener kita bisa bicarain ini dengan baik baik Gi"Jesika berusaha menenangkan amarah Gia yang sudah memuncak.
"Diamm."Bentak Giaa ke kedua temannya,dan langsung mereka menundukkan kepalanya ada rasa sakit di dada mereka karna baru kali ini Gia membentuk kedua temannya.
"Gue cuman mau Lo ga enggak ngulangin yang barusan. berhenti membuly orang yang ngga bersalah." Adka dengan nada dingin namun dengan penekanan.
"Apa peduli Lo ini udah jadi kebiasaan gue" Gia dengan sinis menatap Adka.
"Lo harusnya pikir Lo ngelakuin apapun yang membuat Lo bahagia tetapi membuat orang menderita dengan seenaknya Lo membuly mereka.apa Lo ga pikirin gimana nanti anak Lo sendiri yang di posisi mereka."Adka dengan nada dinginnya melirik tajam Gia
Johan yang mendengarkan perkataan Adka hanya bengong baru kali ini Adka berkata panjang kali lebar kali tingii.
Gia yang tadinya ingin menyahut perkataan Adka langsung diam membisu.Adka langsung berjalan meninggalkan kantin di ikutin Johan dari belakang.
Sementara di tempat lain seorang cewe sedang bercermin menggelapkan tangganya dengan wajah yang memerah.
"Gue akan balas semuanya,Lo lihat nanti tanggal mainnya"Cewe itu dengan senyum sisnis di bibirnya.
__ADS_1
Bersambung