
Bel pelajaran kedua berbunyi. semua murid masuk ke kelas masing masing. Termasuk Gia dan ke empat temannya.
Gia mengikuti pelajaran dengan bengong, pikiran entah traveling ke mana.Siska yang melihat Gia bengong langsung memukul tangan Gia dengan pelan. sontak membuat Gia tersadar dari lamunannya.
"Lo kenapa gi"Bisik Siska.
"Gue lagi mikirin kang cilok botak. itu kepalanya kalo kena matahari ke cahaya ilahi."Bisik Gia dengan tertawa kecil
Siska memutar matanya malas. "Nyesel dah gue udah nanya lo"
🦎🦎🦎🦎🦎🦎🦎
Saat bel pulang bunyi para murid pulang ke habitatnya masing masing.Termasuk Gia berjalan ke arah mobilnya, namun Gia melihat mobil yang berada di ujung parkiran yang tidak asing baginya. itu adalah mobil Riza, Papanya.
Gia sudah menduga Papa nya pasti akan datang, karena tadi ada Kakak kalasnya yang mengadukan ulah tadi siang ke guru BK si kepala bola dunia yang tidak ada bulu rambut sedikit pun di kepalanya.
Eh apa jangan jangan sampe ke nganunya juga bersih ga ada bulu nya sama sekali. eh tapi yakin ga bersih bersih amat si pasti ada bekas budug budug nya. Ishh Othor nya Julid bener.
Gia melajukan mobil nya keluar dari area parkiran dengan kecepatan sedang.
Rencananya nanti Siska dan Jesika akan main ke rumah Gia karena kedua orang tua mereka pergi ke luar kota, kemungkinan mereka berdua akan menginap.
Gia mampir ke mall sebentar ada berita ter hits yaitu tas keluaran terbaru. Tangan Gia selalu gatel kalo ada barang keluaran terbaru, dia selalu bilang ke Mama nya kalo barang itu yang panggil panggil mau di bawa pulang ya terpaksa eh bukan terpaksa, dengan senang hati Gia beli.
Jadi siapa yang salah? ya pasti barang itu lah masa Gia, Gia maha benar. Sabar ya Otong Lo selalu salah di mata orang seperti Gia harus banyak banyak istighfar.
"Ba tolong bungkus tas ini"Gia sambil meyerahkan tas keluaran terbaru itu ke kasir.
Sudah mendapatkan tas terbarunya. Gia langsung pulang ke rumah. sesampainya di rumah Gia sudah mendapati Riza dan Rachel yang sudah duduk di sofa dengan menatap tajam ke arah Gia.
"Assalamualaikum"Kata Gia sambil menelan ludahnya dengan susah payah.
"Waalaikusalam"Kata Riza dan Rachel serempak.
"Ah anu pa, ma aku ke atas dulu ya mules ni perut ada panggilan alam."Gia dengan bohong memegangi perutnya.
"Sini dulu kamu gada alasan."Riza dengan nada dingin
Gia yang mendengar ucapan Papa nya tidak bersahabat langsung duduk di depan kursi Papa nya.
"Eh pa gimana tadi udah beli cilok di sekolah Gia? Papa udah kenyang kan sama nasehat si tukang cilok itu alias si kepala bola dunia" Kata Gia.
"Hus kamu tuh. kalo kamu dapet ajab gimana. nanti kamu keselek cilok tau rasa" Kata Rachel.
__ADS_1
"Ehemm, udah Kembali ke topik pertama. Gia Papa sekarang udah bener bener cape dengan sikap kamu, papa harus keluar masuk ruang BK.mana mata papa silau lagi kalo masuk ke ruang BK."Kata Riza sambil membanyangkan kepala botak guru BK yang kinclong ke minyak.
"Kalo kamu ulangin kesalahan kamu lagi, Papa ga segan segan untuk mencabut semua fasilitas kamu." Kata Riza berubah dengan nada serius.
"Iya pa Gia janji. ga akan ulangin lagi, Sekang akan jadi anak tolelahh"Gia dengan nyengir kuda sambil membentukan jarinya dengan huruf V.
"Kalo gitu Gia ke atas dulu ya. ma, pa mau bersihin badan udah bau banget ke kebo ga mandi se tahun. eh nanti kalo Siska sama Jesika dateng suruh naik aja langsung ke kamar Gia."Gia sambil beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kamarnya.
"Anak kamu tuh bikin tensi darah aku naik terus" Riza sambil bersandar mesra ke pundak Rachel.
"Anak kamu juga ya."Rachel dengan mengelus rambut Riza.
"Udah yu ngamar udah kangen aku"Riza sambil menggandeng istri nya menuju kamar mereka.
Itu yang unik dari meraka berdua meskipun sudah terbilang tua dam pernikahan nya udah buluk tetapi engga dengan kemesraan meraka. mereka masih seperti anak ABG sedang di mabuk asmara.
🦎🦎🦎🦎🦎🦎🦎
Siska dan Jesika sudah datang mereka sedang berada di dalam kamar. saat mereka sedang asik berbaring sambil pokus pada ponselnya masing masing.
Bi Inem memanggil mereka untuk makan malam.
Ritual makan di laksanakan dengan Hidmat tanpa ada obrolan di sela sela makan dan tidak ada adu bacot kakak beradik.Setelah itu mereka bersantai di ruang tamu.
"Engga tau sih tan, kaya nya tiga hari deh"Kata Siska.
"Ma, keluar yu ke supermarket kita beli cemilan buat mereka sambil kita jalan jalan. kebetulan lagi hujan kayanya sejuk sejuk gimana gitu."Kata Riza ke Rachel.
"Iya gih sekalian bawa motor Gia tuh biar romantis ujan ujanan. Mama, sama Papa Bayangin hujan hujan kalian motoran bareng , Papa yang nyetir Mama kesamber petir. Uwuuu sweet banget kan"Kata Gia sambil membayangkan kejadian itu.
Ucapan Gia langsung membuat Siska, Jesika dan Rendi ketawa sampai mengeluarkan air mata.
"Mau mama kutuk kamu jadi anak gorila"Kata Rachel.
"Ga mau ma mau anak bueah aja."Gia sambil menahan tawanya.
"BUAYAA" Kata mereka serempak.
Riza dan Rachel pergi ke supermarket yang ngga terlalu jauh dari kompleks rumahnya.
Sementara Gia dan kedua temannya sedang rebahan di kasur jumbo Gia. Kedua temannya asik menonton drakor kesukaan mereka. saat ada adegan kis keduanya langsung jingkrak jingkrak kaya cacing kepanasan.
Sementara Gia tidak memperdulikan kegiatan kedua temannya. Gia pokus mengotak ngatik ponselnya.
__ADS_1
Si kutub pedelpop
' Lagi ngapai? ' Gia
' Duduk. ' Adka
' Udah makan?' Gia
' Belum dua kali. ' Adka
' Becanda teros ' Gia
' Udah gue mau istirahat by ' Adka
' Iya Good night, mimpi indah ' Gia.
Setelah mematikan ponselnya Gia senyum senyum ga jelas. sementara kedua temannya masih asik nonton. Bi Inem masuk ke dalam kamar membawa cemilan dari supermarket. Siska dan Jesika langsung ngemil seperti orang kelaparan belum makan satu abad.
"Eh buset Lo pada kaya ga makan satu abad tau ga."Kata Gia
"Maaf kan hamba mu ini kanjeng, kita ke bawa suasana"Siska dengan suara seperti dayang ke ratunya.dan langsung membuat mereka bertiga tertawa.
"Eh gi gue mau tanya soal perihal tadi siang, kenapa Lo nurut aja pas Adka bilang lepasin anak itu" Kata Jesika dengan menyelidiki wajah Gia.
"Em anu"Gia dengan gugup.
"Anu apa? coba cerita kita kan temen. masa ada masalah Lo umpet umpetin sih sama kita." Kata Siska.
Gia menarik nafasnya. "Em sebenarnya gue kalo Deket sama si Adka gue berasa nyaman. saat gue tersesat saat kemping. gue kan Deket tuh otomatis sama dia.saat gue di gondong sama Adka hati gue rasanya mau copot dan ada getaran aneh di tubuh gue. dan sekarang gue berasa mau dekat terus sama dia"Gia menjelaskan panjang kali lebar kali tingii.sambil melihat kedua temannya mendengarkan sambil ngemil.
"Cie, cie ada benih cinta nih ceritanya. kata gue juga apaan jangan terlalu benci sama seseorang. benci sama cinta itu cuman beda dikit."Kata Siska.
"Kapan Lo bilang"Jesika sambil mengingat ngingat ucapan Siska. dan langsung mendapatkan pelototan.
"Terus gue sekarang harus gimana?"Gia dengan wajah putus asanya.
"Berjuang"Kata Siska dan Jesika barengan.
"Iya gue harus berjuang. semangat Gia"Kata Gia menyemangati dirinya sendiri.
Sekarang semakin larut ketiga cewek somplak memutuskan untuk tidur, agar tidak kesiangan besok ke sekolah.
Bersambung
__ADS_1