Si Pembuat Ulah Jatuh Cinta

Si Pembuat Ulah Jatuh Cinta
Part 70


__ADS_3

Kini mobil yang dikendarai oleh Zek sudah mulai memasuki pekarangan hutang. di tempat jok belakang penumpang Reina duduk di sebelah Galuh sambil terus memperhatikan gerak tangan Galuh yang mengotak ngatik laptop yang berada di pangkuannya.


Namun lain dari arah kursi depan Adka di sepanjang perjalanan tidak bisa tenang, hatinya diselimuti rasa Khawatir takutnya terjadi yang tidak tidak terhadap istrinya dan anaknya.


Galuh mengambil alih laptop yang Johan gunakan tadi. matanya terus pokus ke layar laptop terus mencari tempat sebuah rumah di tengah hutang yang Cia tadi.


"Apa kau sudah menemukan tempatnya?"Tanya Adka menoleh ke arah belakang


"Belum, sepertinya akan sangat kesulitan mencari keberadaan nya karena semakin kita masuk kehutan internetnya semakin tidak ada"Jelas Galuh masih terus pokus ke layar laptop.


"Sial! siapa pun mereka yang berani bermain main dengan ku, akan ku jamin mereka tidak akan lepas dari genggaman ku begitu saja lihat saja nanti"Seru Adka nafas yang memburu.


"Om yakin orang yang kita hadapi ini bukan orang sembarangan, mereka sangat cerdik sampai sampai menyekap keberadaan Gia di tengah hutan agar kita susah menemukan sinyal"Kata Zek sambil terus fokus menyetir di gelapnya malam.


Mobil yang dikendarai Zek terus menelusuri di area hutan. tiba tiba saja ponsel Adka yang berada di dalam saku celananya bergetar.


Adka mengerutkan alisnya saat melihat nomor yang tidak di kenal tertera di layar ponselnya. tanpa rasa curiga Adka mengangkat sambungan telpon itu.


"Halo?"Tanya Adka namun dari sebrang sana masih saja hening.


Zek melihat ke arah kirinya seakan menanyakan siapa yang menelpon namun Adka hanya mengidikkan bahunya.


Adka melihat pergerakan tangan Zek seperti memberi kode untuk menspiker dengan cepat dirinya men spikerkan sambungan.


"Halo? siapa kau, jika kau berniat bermain main akan saya matikan"Kata Adka tegas.


Namun dari sebrang sana masih saja hening, tetapi baru saja jari Adka akan mematikan sambungan telpon dari sebrang sana ada suara wanita sedang teriak minta tolong yang tidak asing baginya.


"To.. tolong"Teriak seorang wanita di sebrang sana


"Hey kau jangan main main dengan ku!"Bentak Adka emosi dengan hatu memastikan suara wanita di sebrang sana.


"Ha..haha.. apa kabar Tuan Adka Wirantara yang terhormat"Kata Pria di sebrang sana


"Siapa kau! cepat katakan jangan coba coba bermain main dengan saya!"Bentak Adka.


"Ha..haha.. apa kau sudah lupa dengan ku? ingat tuan Adka Wirantara yang terhormat sekarang istri tercinta anda berada di genggamanku aku tidak akan segan segan membunhnya, oh mungkin saja dengan calon anak mu itu"Kata Pria di sebrang sana dengan tawa sinisnya


"Jangan kau berani menyentuh istriku sedikit pun, jika kau lakukan maka aku tak segan segan..."Kata Adka langsung di potong oleh pria itu.


"Segan segan apa? ahaha.. ingat waktu kau tidak lama lagi. jika kau belum menemukan keberadaan kami maka siap siap lah kau akan kehilangan istri tercinta dan calon anak mu. tidak akan lama lagi kau akan merasakan apa yang aku rasakan dulu"Kata Pria di sebrang sana dengan senyum sinis sambil mematikan sambungan secara sepihak


"Brengsek!"Teriak Adka frustasi.


"Kau tenang lah dulu, kemungkinan sekarang orang itu adalah orang yang sudah mengenal dekat dengan kita. jadi apa kau mempunyai musuh atau kau pernah membunuh orang?"Tanya Zek melirik ke arah Adka.


Baru saja Adka mau menyaut ucapan Zek namun tiba tiba saja Galuh dari belakang berteriak agar mobil berhenti, sontak Zek yang kaget dengan teriakan Galuh langsung menginjak rem.


"Ada apa? bisa kan kau bicara pelan mengagetkan saja"Seru Zek kesal.


"Hehe.. maaf om tapi dari layar sini dari jarak kita ini di depan sana ada sebuah rumah dengan penjaga nya di mana mana"Kata Galuh serius.

__ADS_1


"Apa kau yakin itu tempatnya? apa drone nya tidak rusak?"Tanya Adka memastikan.


Ya mereka melacak semua area hutan menggunakan Drone atau sering di sebut kamera terbang. Drone itu langsung menyambung ke laptop sehingga dapat lebih mudah memantau area sekitar.


Dengan cepat Galuh menggelengkan kepalanya memyauti ucapan Adka. tanpa menunggu lama lagi Adka langsung menginstruksikan kepada anak buahnya agar segera bersiap.


Zek kembali menjalankan mobilnya dengan Galuh di sepanjang perjalanan menjelaskan tempat tempat para penjaga berjaga ke semua anak buah yang berada di mobil belakang menggunakan earphone.


Tidak lama mereka sudah sampai di tempat tujuan dengan jam menunjukan pukul 23.20 dengan instruksi Zek dan Adka berikan kepada anak buahnya, mereka langsung masuk menyerang ke area depan.


Para penjaga yang menyadari ada penyusup mereka dengan sigap langsung mengambil senjata mereka masing masing sambil berteriak memberitahu orang di dalam.


"Persiapan senjata ada penyusup!"Teriak salah satu dari mereka dengan lantangnya.


Semua anak buah Zek saling menyerang satu sama lain. Adka dan Zek terus mengarahkan senjata apinya ke arah tangan para penjaga itu.


Tujuannya mereka ingin menjauhkan senjata agar tidak ada pertumpahan darah menurutnya lebih menantang adu kekuatan beladiri dengan tangan kosong.


Semua penjaga di depan sudah tidak ada yang menggunakan senjata api satupun. mereka semua masih memegangi tangan mereka masing masing yang terkena tembakan.


Adka memberi kode dengan gerakan matanya kepada anak buah nya agar membereskan yang di depan. sementara dirinya Zek, Galuh, Reina dan beberapa anak buah yang lainnya langsung masuk kedalam rumah sambil gerakan berjaga jaga.


Dan benar saja Seketika mereka langsung saling adu tembak satu sama lain. Galuh dengan lincahnya membidik ke arah tangan lawan dengan Reina masih berada di belakang punggung Galuh untuk berlindung.


Dor ...


Dor...


"Kamu Galuh sama Reina bereskan yang ada disini sama yang lainnya bisa kan? dan om Zek ikut aku mengecek kedalam beberapa ruangan yang ada di sini"Kata Adka ke sambungan earphone sambil terus menembaki tangan lawan agar melepaskan senjata apinya


"Bisa kau tenang lah itu sangat mudah buat menghajar mereka"Kata Galuh


Sementara di arah lain, tepatnya di sebuah ruangan seorang pria sedang duduk dengan angkuhnya dengan di sebelah pria itu ada pria separuh baya yang sedang menyiapkan aba aba kalau dari luar menyerang masuk.


"Dasar brengsek! lepassin"Kata Gia terus memberontak karena tangan dan kakinya di ikat dengan kuat.


"Diam! kenapa kau tidak bisa diam dari tadi!"Sentak Pria separuh baya.


"Cih beraninya menganiaya wanita, pake rok saja kalian sekalian. kalau kalian jentel lawan musuh kalian secara langsung"Kata Gia menatap sinis keduanya.


"Kurang ajar! berani sekali kau menghina kami"Kata Pria separuh baya tersungut emosi.


Perlahan Pria yang sedari duduk berjalan ke arah Gia dengan seringai liciknya, Gia dibuat was-was dirinya terus menatap tajam mata pria tersebut sambil menutupi ketakutannya.


"Tadinya aku ingin menyiksa kau terlebih dahulu, tapi aku berubah pikiran, aku ingin suami tersayang mu melihat kematian mu secara langsung. jadi diam lah nona kematian mu berada di depan mata"Kata Pria itu sambil memegang kasar dagu Gia.


"Dasar pria tidak punya perasaan! apa kau pernah membayangkan kalau ibu mu atau sodara perempuan mu yang di sekap seperti aku hah! kau tidak punya perasaan terhadap wanita!"Seru Gia menghentikan langkahnya Pria itu.


Pria itu berbalik menghadap Gia dengan mata merah sambil mengepalkan tangan di bawahnya.


"Kau menguji kesabaran ku nona"Kata Pria itu langsung menampar keras kedua pipi mulus Gia.

__ADS_1


"Ahk..."Teriak Gia kesakitan sambil memegangi pipinya yang terasa sangat panas dengan darah yang keluar dari sudut bibirnya.


"Jangan pernah kau menyangkut pautkan dengan ibuku. Memeng aku tidak punya belah kasihan kepada wanita. ya wanita seorang istri pembunuh ibu dan Papa ku, itu adalah kau!"Teriak Pria itu dengan emosinya yang meluap-luap.


"Kalian semua jika ingin mencicipi tubuhnya silahkan. kelihatannya dia sangat menggoda di kehamilannya"Kata Pria itu dengan senyum liciknya.


"Baik bos"Ucap semuanya serempak.


"Tidak! jangan lakukan, jangan! pergi kalian brengsek pergi"Teriak Gia ketakutan saat beberapa penjaga di sana berjalan menghampirinya sambil menatap dirinya penuh *****.


Namun apa boleh buat tangan dan kakinya di ikat membuat dirinya tidak biasa kabur. Gia terus saja memberontak saat salah satu dari mereka akan membuka kancing bajunya.


Tanpa mereka sadari sedari tadi ada sepasang kuping yang mendengar kan percakapan dari dalam.


Adka sudah kehabisan kesabarannya saat mendengar istrinya akan dijadikan buat pemuas *****. dengan cepat dirinya berjalan mundur mengambil ancang ancang untuk mendobrak pintu.


Untung saja, baju Gia terbuka baru setengahnya, dari arah pintu ada orang mendobrak pintu dengan sangat kencang.


Semua perhatian orang langsung mengarah ke arah pintu, di ambang pintu sana menampakkan kedua pria dengan salah satu darinya menahan amarah nya saat melihat keadaan istri tercintanya.


Prok.. prok... prok...


"Wah selamat datang tuan Adka Wirantara yang terhormat, saya sangat sangat terkejut kau bisa cepat menemukan keberadaan istri tercinta kau"Kata Pria itu dengan bertepuk tangan.


"Sayang"Lirih Gia menatap Adka sendu.


"Apa mau kau!"Sentak Adka to the points.


"Tenanglah kau ku undang kesini agar bisa menyaksikan kematian istri kau dan calon anak yang dia kandung"Kata Pria itu santai dengan seringai liciknya.


"Brengsek! apa kah kita punya masalah pribadi? jika pernah katakan apa, jangan kau sangkut pautkan istri dan calon anak ku!"Seru Adka dengan emosi yang meluap-luap.


"Wah apakah anda tuan Zek melupakan kami?"Tanya Pria itu dengan senyum liciknya.


"Wah om ternyata mereka melupakan anak yang malang ini"Lanjut Pria itu tersenyum licik sambil melirik pria setengah baya yang sedang memunggungi mereka.


Pria setengah baya itu dengan perlahan membalikkan tubuhnya. seketika mata Pria separuh baya itu dengan mata Zek bertemu, Zek terus menatap wajah pria separuh baya itu dan...


Deg


Mata Zek membulat sempurna saat melihat intens wajah Pria separuh baya itu. seketika bibirnya terasa kaku untuk berbicara. sementara Pria separuh baya itu mentap ke arah Zek dengan seringai liciknya.


BERSAMBUNG......


Anyyoung, maaf baru bisa update 🙏 Othor mau ucapin banyak banyak terimakasih kepada kalian yang masih mantengin cerita ini, mungkin cerita Othor ini masih banyak kekurangannya


Jangan lupa like, komen and vote nya agar Othor semangat buat up nya🤭


Bising kalean Aya nu kangen ka Babang Galuh xixixi


__ADS_1



__ADS_2