
Sore harinya Adka dan Johan baru sampai. mereka langsung masuk ke kamar masing masing untuk istirahat. malam harinya Adka masih berbalut dengan selimut. dirinya enggan untuk bangun.
Tetapi dari arah pintu Johan dari luar terus menggedor gedor pintu. membuat Adka terganggu dengan suara gedoran pintu, Adka menutup telinga nya dengan bantal.
"Woyy bangun bangk*e! gue mau ngomong ini gawatt tentang hidup dan mati kita!"Teriak Johan sambil terus menggedor pintu.
"Bodo gue ga peduli, itumah urusan lo! ga usah ajak ajak gue!"Teriak Adka di bawah bantal dengan mata terpejam.
"Woyy buruan bangun Juned! ini tentang kesalamatan dan kedamaian Giaa dan Cia!"Teriak Johan dari arah luar.
Adka yang mendengar nama kekasihnya di sebut langsung bangung dan berlari ke arah pintu saking paniknya.
"Heh jelasin ada apa dengan Gia? dia baik baik aja kan? Lo sih makanya ngomong dari tadi. malah banyak bacot. makanya Lo bangunin gue dari tadi kan kalo udah begini repot. buruan kita mandi kita cari Gia"Cerocos Adka dengan wajah paniknya.
"Pletakk... heh biji salak gue udah bangunin Lo dari tadi ya"Kata Johan sambil menyentil dahi Adka kesal.
"Sakit bego. udah buruan sana Lo mandi kita harus cari Gia."Kata Adka mendorong badan Johan.
"Heh.. heh Lo so tau banget alur cerita bukan gitu. harusnya Lo nanya di mana Gia sama gue"Johan kesal.
"Buruan jelasin"Kata Adka seketika dingin.
"Jadi gini. gue dapet kabar dari orang suruhan kita kalo Gia, dan Cia sekarang sedang nongkrong di cafe xxx. yang lebih parahnya lagi si kedua curut liar ada di sana sama mereka"Jelas Johan.
Adka menggepal tangganya, rahang nya tiba tiba mengeras. "Kita harus segera susul mereka. kita ga boleh kecolongan lagi"
"Oke skuy basmi curut liar biar kapok"Kata Johan sambil mengacungkan tanggannya.
"Hemm. gue mandi dulaun setelah itu kita susul ke sana"Kata Adka dingin sambil masuk ke kamarnya.
Setelah sudah rapi Adka dan Johan langsung berangkat ke cafe xxx menggunakan mobil masing masing. setelah sudah sampai di area parkiran cafe mereka langsung masuk, mereka menatap ke semua penjuru cafe mencari keberadaan Gia dan Cia.
Mata mereka berhenti di pojok cafe melihat Gia dan Cia sedang duduk berhadapan dengan curut liat. kebetulan Adka melihat adegan yang di mana Ronald mengusap sisa makannan di pinggir bibir Gia, Adka langsung geram, Adka berjalan ke arah meja itu dengan tatapan membunuh.
"Ehemm"
Seketika membuat Gia, Cia dan kedua curut liar itu langsung melihat ke arah suara.
Bughh
Adka yang tidka bisa menahan emosinya lagu langsung melayangkan pukulan mengenai wajah Ronald. Ronald langsung tersungkur ke bawah sambil memegangi bibirnya yang berdarah. dan semua pengunjung cafe berkerumun ke meja pojok.
"Jangan Lo sentuh Gia ku dengan tangan kotor Lo itu"Kata Adka memegang kerah baju Ronald
"Adka?"Kata Gia menatap sang kekasihnya tidak percaya.
"Inget jauh hin Gia ku. Lo kalo berani berhadapan sama gue langsung"Kata Adka sambil menatap tajam.
"Ayo kita pulang"Adka sambil mencengkram tangan Gia dengan kuat membuat Gia meringis.
"Lo jangan kasar sama cewek!"Bentak Ronald sambil bangun.
"Ini bukan urusan lo. gue ingetin lagi sama Lo jauhin Gia."Adka menatap tajam Ronald sambil menarik tangan Gia dengan kasar ke luar cafe.
Hahaha... sampai kapan juga Gia harus jadi milik gue seorang. gimana pun caranya gua pasti akan rebut Gia dari Lo.
"Ngapain kalian semua disini bubar!"Teriak Ronald membuat semua pengunjung langsung duduk ke tempat semula.
__ADS_1
Sementara Cia dari tadi menatap Johan tanpa berkedip, Cia tidak menghiraukan keadaan sekitar. Dirinya tidak percaya bahwa Johan sudah pulang.
"Eh kalo gitu. aku mau nyusul Gia. permisi"Kata Cia beranjak pergi.
"Mau kemana kamu? urusan kita belum selesai. ikut gue"Kata Johan dingin mendahului Cia jalan.
Cia hanya mengikuti Johan dari belakang dengan pikirannya sendiri.
Kenapa ka Johan jadi dingin bengini sama. aku? emangnya salah aku apa?
"Heh kamu mau bawa Cia kemana. saya yang akan antar Cia pulang karena dia berangkat sama saya"Teriak Adam membuat Johan berbalik menatap Adam dingin.
"Itu bukan urusan anda. saya ingetin jauhin tunangan saya."Kata Johan datar sambil melanjutkan langkahnya.
Apa? ka Johan bilang barusan apa? aku tunangan ka johan? ahh aku seneng banget.
Apa iya yang di katakan cowok tadi benar kalo Cia tuangan nya? berarti aku udah ga bakalan bisa deketin Cia lagi.
...🌨️🌨️🌨️🌨️🌨️🌨️🌨️...
Sementara Adka terus menarik tangan Gia sampai di depan mobil miliknya. Adka menatap wajah Gia dengan seksama dengan nafas yang masih hos hossan.
Gia yang masih tidak percaya melihat sang kekasih sudah di hadapannya.
"Aku ga mimpi kan"Kata Gia sambil menampar pipinya.
"Hey kamu ngapain pukul pukul pipi kaya gitu. nanti kamu terluka"Kata Adka memegang tangan Gia agar berhenti.
Seketika Gia sadar langsung menghamburkan pelukan sambil terisak. ternyata benar itu bukan hanya mimpi tetapi sangat nyata.
"Hiks hiks kamu jahat banget Adka, kamu jahat kenapa akhir akhir ini kamu jarang kabarin aku. apa kamu tahu aku di sini kawatir sama kamu"Isak Gia sambil memeluk erat
Gia melepaskan pelukan sambil menatap cemberut ke arah Adka. "Huh salah kamu ga kasih tau aku kalo mau pulang. kan kalo tau aku ga akan nongkrong di sini"
"Kalo aku kasih tau itu bukannya kejutan sayang nya aku. ihh pacar siapa sih ini gemesin"Kata Adka mencubit kedua pipi Gia dengan gemas
"Tau ah kamu harus ceritain sama aku gimana ceritanya kamu ada di sini harus dengan rinci tanpa terlewat satu kata pun"Kata Gia menatap Adka.
"Siap bos"Kata Adka sambil hormat.
Cupp
Gia mengecup pipi Adka sekilas membuat Adka bengong sambil memegangi pipinya sementara pelakunya langsung masuk ke dalam mobil Adka tanpa dosa.
"Cepetan kita cari tempat makan aku laper. lama banget sihh cepetan!"Teriak Gia di dalam mobil.
Adka langsung tersadar, Adka menyusul masuk ke dalam mobil sambil senyum senyum sendiri seperti orang stress.
...🌨️🌨️🌨️🌨️🌨️🌨️🌨️...
Sementara Johan membawa Cia ke sebuah taman deket kota. mereka duduk di kursi taman dengan hening tidak ada satu dari mereka yang ngomong.
"Aku pamit pulang dulu. sekarang udah makin malam"Kata Cia sambil bangkit dari duduknya.
Saat akan melangkah kakinya tangan Cia langsung di tarik oleh Johan ke dalam dekapannya. beberapa menit mereka hanya diam, Cia tersadar langsung melepaskan dirinya yang di peluk oleh Johan.
"Eh maaf aku ga sengaja"Kata Johan gelagapan.
__ADS_1
"A-ah iya kalo gitu aku pamit pulang duluan"Kata Cia gelagapan.
"Tunggu"Teriak Johan menghentikan langkah Cia.
Cia membalikkan badannya menatap ke arah Johan. Johan berjalan ke arah Cia.
"Aku bulam depan akan lamar kamu"Kata Johan menatap serius.
Deg
"Aku ga mau kamu di deketin cowok lain. aku akan ngelamar kamu dulu. agar kamu terikat sama aku"Kata Johan
"Kenapa ka Johan selama di sana tidak kabarin aku? aku pikir ka Johan sudah lupain aku. aku selalu kepikiran dan khawatir sama kakak. dan aku pikir Ka Johan tidak akan menepati janji Kaka dulu."Kata Cia lirih sambil menundukkan kepalanya.
"Maaf kan aku Cia. aku salah. maaf aku terlalu egois. aku terlalu gengsi buat kabarin kamu duluan. maaf kan kesalahan aku Cia"Kata Johan sambil menatap sendu.
"Apa kamu mau jadi ibu dari anak anak kita nanti? dan apa kamu mau kita menua bersama?"Kata Johan menatap lekat wajah Cia yang sedari tadi menunduk.
Cia mengangkat wajahnya menatap Johan. Cia menggangguk malu malu membuat Johan gemas ingin memeluk dan menggenggam tangan Cia tetapi dia harus sabar sampai nanti mereka sah terlebih dahulu.
Johan yang terasa lega setelah mengungkapkan perasaannya, setelah itu Johan mengantar Cia pulang ke rumah Gia karena hari sudah semakin larut.
...🌨️🌨️🌨️🌨️🌨️🌨️🌨️...
Gia menyantap baso mang usep yang di pinggir jalan dengan lahap sementara Adka hanya menonton Gia makan. Adka menggeleng gelengkan kepalanya melihat Gia makan bakso seperti orang kelaparan. kalian tidak kebayang bukan segimana besar perut Gia tuh makan terus, Othor sampai bengek melihat tingkah Gia.
Semangkuk bakso sudah habis di makan oleh Gia mungkin dengan mangkuk mangkuknya sekaligus. wess sadiss.
Gia menatap wajah Adka dengan seksama. "Cepat ceritain sama aku gimana kamu bisa ada di sini"
"Ih ga sabaran bener sih"Adka mencubit gemas kedua pipi Gia.
"Ih sakit tau. buruan ceritain"Kata Gia cemberut.
"Iya iya. jadi gini ya, aku pulang kesini gara gara pacarnya aku dekat terus sama cowok lain. aku pulang lah takut pacarnya aku di bawa si curut liar pake karung"Jelas Adka.
"Dari mana kamu tau aku Deket sama cowok lain coba"Selidik Gia
"Aku ga akan tinggalin kamu begitu saja lah. orang suruhan aku selalu mantau kamu dari jarak jauh jadi aku tau semua aktifitas kamu di sini terutama kamu selalu deket dengan si curut liar itu si Ronald"Kata Adka kesal.
"Oh. tapi suer loh yang aku ga deketin dia. Dia selalu dekati aku."Kata Gia sambil menunjukan tangganya membentuk huruf V.
"Iya iya aku percaya sama kamu. aku ga akan biarin si curut liar buat terus deketin pacarnya aku ini"Kata Adka mengelus rambut Gia sayang.
"Udah sekarang kita pulang, udah semakin larut takutnya Mama sama Papa kamu khawatir. yu"Kata Adka sambil menggandeng tangan ke kasihnya menuju mobil.
Adka dan Gia masuk mobil.Mobil Adka melaju menerobos jalan yang sepi dengan kecepatan sedang.
Bersambung
Skuy like, komen and vote nya biar Othor tolehah ini semangat buat up nya🤗
Ada yang inget atau tau ini siapa?🤣
Fiks kalian lupa astagfirullah ini babang Adka 😑
__ADS_1