
Kini hari sudah semakin sore, Galuh masih saja duduk di meja kebesarannya dengan setumpukan berkas yang lumayan banyak.
Dirinya dibuat pening kepala melihat pekerjaannya yang masih saja banyak tidak ada habisnya.
Dari arah pintu, ada seseorang mengetuk pintu, pintu tersebut terbuka menampakkan wajah tampan Gleend berjalan ke meja kerja Galuh.
"Maaf Tuan, tuan menghubungi saya tadi apakah ada sesuatu?"Tanya Gleend membungkukkan tubuhnya hormat.
"Kau tolong bereskan semua pekerjaan ku ini, saya ada janji dengan Linda"Kata Galuh.
Glekk..
Gleend menelan selivannya dengan susah payah saat melihat setumpuk berkas berkas.
"Hey kenapa diam saja!"Seru Galuh sambil menggebrak meja kesal.
"Ba.. baik tuan"Kata Gleend menundukkan tubuhnya terpaksa.
"Ya sudah kau bersenang senang lah, semoga hari ini kau bahagia"Kata Galuh santai sambil bangkit dari duduknya membenarkan jas nya.
"Dasar tuan tidak punya akhlak bersenang senang bagaimana, lihatlah sangat banyak sekali tumpukan berkas, kalo ada malaikat maut di sini sudah ku perintah kan dia untuk mencabut nyawamu sekarang juga, tuan pasti tidak akan bisa nego"Guman Gleend.
Namun saat akan menggambil kunci mobilnya, ponselnya bergetar. Dengan cepat Galuh menggambil nya dari saku celananya.
"Galuh!"Teriak seseorang dari sebrang sana.
"Astagfirullah kebiasaan ya emak nya Anabel selalu saja teriak, emang ga bisa pelan apa Mah"Gerutu Galuh sambil mengusap kupingnya yang terasa kemasukan besi se ton.
"Ga usah banyak omong kamu, cepetan sekarang pulang. anterin Mama buat ngecek restoran Mama sekarang, Ga Nerima bantahan satu katapun"Kata wanita separuh baya itu.
"Buset mah, aku belum ngomong loh ini"Kata Galuh
"Galuh ga bisa mah, sekarang Galuh mau temenin Linda shopping, kan di rumah ada supir. Mama sama supir aja kan bisa"Jelas Galuh.
"Hey anak durhakim ya kamu, kamu mau Mama kutuk jadi Katak budug hah! ngebantah terus. pokonya kamu pulang sekarang. Kalo enggak awas saja nanti"Kata Wanita itu tersenyum licik.
Galuh dengan terpaksa mengiyakan keinginan Mamanya, Galuh selalu takluk saat Mamanya sudah mengancam, bahkan dengan senyum liciknya itu.
Bisa gawat Mamanya selalu saja mempunyai ide licik membuatnya terpojok tidak berkutik lagi.
Sementara Gleend berusaha menahan tawanya agar tidak pecah saat mendengar percakapan mereka berdua, yang mana Galuh tidak bisa berkutik.
"Huh.. rasakan kau bos sengklekk, kau bersenang senang lah oleh makian nyonya nantii"Guman Gleend
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
Kebetulan hari ini Reina baru masuk kerja sore hari, dirinya bertukar sip dengan temannya, mungkin dirinya akan bekerja sampai larut malam.
Kini Rein sudah rapi dengan baju kerjanya, dirinya mulai melayani para pelayan yang akan memesan makanan.
Namun saat akan memberikan catatan pesanan ke koki di belakang, karena dirinya tidak terlalu pokus ke arah jalan, tanpa sengaja Rein menabrak dada seseorang dari depannya.
"Maaf tuan, maaf saya tidak sengaja"Kata Rein menundukkan kepalanya
"Tidak apa-apa lain kali kau berhati hatilah"Kata Pria tersebut.
__ADS_1
Reina memberanikan dirinya mengangkat kepalanya melihat orang yang di tabrakannya. matanya langsung menangkap seorang pria di depannya dengan wajah tampannya yang terbilang sangat sempurna.
Mata keduanya bertemu, Rein dengan cepat langsung menundukan kepalanya lagi, untuk menghindari tatapan pria di depannya itu.
"Sekali lagi saya minta maaf tuan, kalo begitu saya permisi"Kata Reina pamit sambil langsung menggambil langkah seribu meninggalkan pria itu.
"Wah.. wahh.. benarkan barusan seorang wanita itu menolak tatapan mataku ini? ohh yang benar saja biasanya para wanita tergila gila dengan wajah tampan ku ini"Kata Pria itu dengan wajah tidak percayanya.
"Sangat menarik sekali, aku sangat penasaran dengan wanita itu, kita lihat saja kelinci kecil, kita akan ketemu lagi suatu saat nanti"Lanjut pria itu dengan tersenyum misterius.
Namun dari arah depan Restoran itu, sebuah mobil sport berhenti dengan kedua orang dari dalam mobil tersebut keluar seorang Wanita dan Pria.
Saat keduanya masuk ke dalam Restoran, semua staf Restoran tersebut langsung membungkuk hormat dengan kedatangan keduanya.
"Selamat malam Buk"Kata Wanita itu dengan membungkukkan tubuhnya hormat.
"Malam, apakah Lina ada diruang nya?"Tanya wanita separuh baya itu dengan senyum manisnya.
"Ada buk"Kata Wanita itu se sopan mungkin dengan senyum ramahnya.
"Baik, terimakasih"Kata Wanita separuh baya itu melangkah kakinya di ikuti seorang pria di belakang nya.
"Ma, aku tunggu di sini saja sambil ngopi"Kata Pria itu saat melihat ada gadis cantik di meja agak belakang.
"Kau ini selalu saja, ya sudah nanti kalo urusan Mama sudah selesai, Mama akan menghubungi mu"Kata Wanita separuh baya itu.
"Siap ma, udah sana Mama cepetan masuk ke ruangan mba Lina"Usir Pria itu mendorong pelan tubuh wanita separuh baya itu.
"Ish.. kau ini, Mama bisa sendiri"Ketus wanita separuh baya itu sambil meninggalkan pria tersebut.
Jiwa Casanova Pria tersebut meronta ronta dirinya langsung duduk di kursi depan wanita itu.
"Hai nona manis, sendirian aja nih"Kata Pria itu.
"Iya nih, saya sendiri"Kata Wanita itu dengan suara manjanya.
"Wah boleh dong saya temenin kamu di sini"Kata Pria itu sambil menggenggam tangan wanita di depannya itu.
"Boleh ko mas, sini mas duduknya"Kata Wanita itu menepuk kursi di sebelahnya.
Dengan cepat pria itu langsung duduk di sebelah wanita seksi itu, wanita itu menyandarkan kepalanya di dada pria itu sambil memainkan jari jemarinya di dada bidang pria tersebut.
"Nama kamu siapa nona manis"Kata Pria itu mengusap lembut tangan wanita itu.
"Nesya mas"Kata Nesya dengan suara manjanya.
"Nama yang cantik seperti orang nya"Kata Pria itu sambil mencolek hidung Nesya.
"Mas bisa saja deh"Kata Wanita itu dengan suara lembutnya.
"Mas ini namanya siapa ko ganteng banget sih"Kata Nesya mencolek dagu pria itu.
"Saya Galuh Fernando Pratama"Kata Galuh menggenggam tangan Nesya.
"Wah, bisa gue porotin tuh uang nya, gila anak nya pak Pratama yang kaya raya itu"Batin Nesya.
__ADS_1
Tanpa lama Galuh mengangkat dagu Nesya, dirinya langsung menciumi bibir Nesya dengan mesra, mereka saling memaut, saling tukar selivannya masing masing.
"Bibirmu sangat manis honey"Kata Galuh sambil mengusap bibir Nesya.
"Ihh.. mas Galuh main sosor aja"Rengek Nesya.
"Kamu mau kan jadi kekasih saya?"Tanya Galuh sambil memegangi kedua tangan Nesya.
"Mau mas"Kata Nesya langsung memeluk tubuh Galuh.
"Baiklah, besok kita jalan. kau simpan nomor telpon ku"Kata Galuh mengusap rambut Nesya.
Mereka saling tukar nomor ponsel, tapi saat sedang pelukan dengan Nesya, matanya menangkap kedua orang yang berada di pojok yang tidak asing lagi bagi dirinya.
Galuh mencari alasan untuk pergi dari tempat itu, Setelah sudah berhasil membujuk kekasih barunya, Galuh berjalan mendekati meja pojok untuk memastikan. dan benar saja dirinya tidak salah orang.
"Hai.. apakah saya mengganggu kalian"Kata Galuh duduk di kursi membuat kedua orang itu langsung menatap ke arahnya.
"Galuh?"Kata mereka berdua bersama.
"Wes slow, kalian itu seperti liat ku hantu saja"Kata Galuh kesal.
"Wah kemana saja kau, setelah kau lulus aku tidak pernah lihat lagi wajah menyebalkan mu itu"Kata Pria itu.
"Hey.. sembarang sekali kau Jo.. wajah ku ini emang sangat lah tampan, aku tau itu"Kata Galuh percaya diri.
"Ishh aku ingin muntah mendengar nya"Kata Cia memegangi perutnya seperti akan muntah.
"Sayang jangan muntah di sini, muntah lah di wajah dia saja, agar dia sadar"Kata Johan pura pura panik.
"Kalian sama menyebalkan nya sama Gia dan Adka, wah apakah kalian juga sudah menikah? kalo sudah kalian sangat keterlaluan sekali tidak mengundang ku sama sekali"Ketus Galuh.
"Jawabannya sangat tepat sekali, dan itu tidak penting kita mengundang mu, kau pasti akan kajang kejang nantinya kalo liat kita di pelaminan"Kata Johan mengejek.
"Ish kalian ini, beraninya kalian menikah mendahului ku"Ketus Galuh kesal.
Tiba tiba saja ponselnya berdering, ternya Mama nya menelpon, saat memberi tahukan tempat keberaniannya. tidak lama juga wanita separuh baya itu mendekati meja pojok mereka.
Wanita separuh baya itu langsung menjewer kuping Galuh gemas, dirinya bingung mencari putranya itu ke sekeliling restoran, namun putranya itu lagi santai santai minum kopi di meja pojok.
Namun tanpa mereka sadari dari arah yang tidak jauh dari meja mereka, sedari tadi ada sepasang matanya yang memperlihatkan mereka.
"Itu kan mba Cia sama Aa Johan, tapi kenapa mereka bisa mengobrol sama si pria sinting itu? apakah mereka saling mengenal?"Kata Reina sambil terus menatap ke arah meja itu.
"Ah mungkin saja pria sinting itu punya hutang sama Mba Cia?, wah bener bener ya tuh pria sinting bisa bisanya ngaku ngaku orang kaya"Kata Reina terus menatap ke arah meja mereka.
"Ish.. mereka ngobrolin apa ya? ga kedengaran lagi di sini"Kata Reina kesal.
Namun matanya kembali menangkap seorang wanita separuh baya sedang duduk di sebelah Galuh, Reina dibuat kaget saja saat melihat wanita separuh baya itu.
"Eh itu kan Tante Felly? kenapa dia ada di sana sebenarnya ada hubungan apa mereka itu?"Kata Reina di buat bingung saja.
Namun lamunannya buyar saat seseorang menepuk pundaknya, Reina membalikkan tubuhnya ternyata itu mba Lina.
Reina menunduk meminta maaf dirinya langsung kembali lagi ke belakang untuk bekerja dengan pertanyaan di pikirannya yang membuat nya penasaran dengan hubungan para orang yang di kenalnya bisa sedekat itu.
__ADS_1
BERSAMBUNG......